APKDock Logo
Sampul Novel Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

8.3 / 10.0
Setelah tewas akibat siraman air keras di ruang bawah tanah, jasadku yang tak dikenali justru dimanfaatkan oleh keluargaku sendiri tanpa melapor ke polisi. Ibu menguliti dagingku, sementara Ayah melapisi tulang-tulangku dengan gips hingga menjadi patung indah. Karya mengerikan ini membawa Kakak meraih penghargaan sebagai seniman genius yang dipuja. Namun, kepanikan melanda mereka ketika patung itu mendadak pecah dan memperlihatkan potongan jari manusia yang tersembunyi di dalamnya.

Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung Bab 1

Aku disiram air keras dan mati di ruang bawah tanah.

Keluargaku tidak mengenali jasadku, mereka juga tidak melaporkan kejadian ini pada polisi.

Ibuku mengambil pisau bedah yang sudah lama tak terpakai, lalu memisahkan daging dan tulangku.

Ayahku dengan penuh semangat melapisi rangka tulangku dengan gips, hingga terbentuklah sebuah patung gips yang sangat indah.

Kakakku memamerkan patung itu dan meraih banyak penghargaan, menjadi seorang gadis genius yang dipuja banyak orang.

Namun kemudian, patung itu pecah, dan terungkaplah setengah ruas jariku yang terputus di dalamnya.

Mereka panik.

Larut malam, ruang bawah tanah.

Dengan pisau bedah, ibuku mengiris kulit dan dagingku dengan cekatan.

Mungkin karena sudah bertahun-tahun tidak memegang pisau, tangannya agak gemetar.

Lapisan demi lapisan kulit dan otot dipisahkan dengan rapi, lalu dilempar ke kantong sampah di sebelahnya.

Kakakku, Lenny Lianto, memeluk lengannya sendiri sambil meringkuk di sudut ruangan. Mata besarnya penuh ketakutan. "Bu, kita lapor polisi saja. Aku takut."

Aku melayang ke sampingnya, memandangnya dengan tatapan menyipit.

Beberapa hari lalu, aku menerima pesan dari ibuku, memintaku ke ruang bawah tanah untuk menemuinya.

Begitu masuk, sebuah benda keras menghantam bagian belakang kepalaku. Setelah rasa sakit yang tajam, aku kehilangan kesadaran.

Saat membuka mata lagi, yang kulihat adalah tubuhku sendiri yang berlumuran darah, dimutilasi hingga tak berbentuk.

Wajah dan tubuhku telah disiram air keras, sehingga sama sekali tidak bisa dikenali lagi.

Lenny gemetar ketakutan, nyaris tidak berani membuka mata.

Ibuku bahkan tidak mengangkat kepalanya. "Buat apa lapor polisi? Orang ini menerobos masuk sendiri, bukan kita yang membunuhnya. Daripada lapor polisi, lebih baik kita manfaatkan sedikit jasadnya."

"Bukannya kamu sebentar lagi akan ikut lomba mematung …?"

Sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, ayahku memotong, sambil menepuk dahinya sendiri. "Benar juga, kenapa nggak terpikir olehku sebelumnya? Lenny, teknik mematungmu biasa saja, tapi kalau pakai rangka tulang asli sebagai model, hasilnya pasti beda."

Mendengarnya, aku melongo tidak percaya.

Mereka benar-benar akan menggunakan kerangka tubuhku sebagai model patung Lenny?

Dengan marah aku berjongkok, mengayunkan kedua tanganku, mencoba berdebat dengan mereka.

Pisau bedah itu menembus telapak tanganku, tak henti-hentinya membelah tubuhku.

Aku hanya bisa menyaksikan ibuku memisahkan kerangka tulangku, dengan darah yang berceceran menutupi tubuhnya.

Aku tidak pernah tahu dia begitu terampil.

Saat aku masih kecil, aku nakal dan tidak sengaja jatuh dari pohon.

Ibuku secara refleks menangkapku, melukai tangan kanannya, sehingga sejak itu dia tidak bisa lagi memegang pisau bedah.

Bakatnya yang luar biasa pun jadi sia-sia, membuatnya terjebak di apotek, menunggu waktu berlalu.

Selama bertahun-tahun, tidak heran jika dia membenciku.

Saat fajar belum menyingsing, dia mengemudikan mobilnya bersama Lenny, lalu membuang semua kulit dan dagingku ke laut.

Cairan merah itu ditelan laut sebelum sempat menyebar.

Dalam perjalanan pulang, dia tampak linglung dan menerobos beberapa lampu merah.

Ponselnya, yang tergeletak di konsol tengah, terus berdengung dengan notifikasi.

Dia meliriknya dan melemparkannya ke samping dengan sembarangan.

Aku duduk di kursi depan, dengan jelas melihat layar ponsel itu. Di layar percakapan milikku, ada dua baris pesan yang mencolok: [Bu, aku ada urusan mendadak, sudah kembali ke sekolah.]

[Aku akan sibuk sementara waktu ini, jadi nggak akan pulang.]

Aku sudah mati. Siapa yang memegang ponselku dan mengirim pesan?

Aku berusaha keras mengingat semua yang terjadi di ruang bawah tanah. Selain suara benda keras jatuh ke lantai, tidak ada lagi yang lain.

Selama beberapa hari berikutnya, ruang bawah tanah itu terang benderang.

Lenny dengan hati-hati memahat kepala plester dengan pisau pahat.

Saat ujung pisau yang tajam menelusuri kontur rongga mata, dia tertegun.

Tanpa sadar, tangannya gemetar.

Ayahku mendekat, lalu mengangguk puas.

Sambil menunjuk patung seukuran manusia yang berdiri di dekatnya, dia memanggil Lenny, "Ayah sudah mengerjakan ini selama seminggu penuh. Bagaimana menurutmu?"

Sebagai pematung terkenal, keahliannya tidak diragukan lagi.

Patung tubuh manusia setinggi orang dewasa itu memiliki garis yang halus dan sangat indah, hanya saja kepalanya belum ada.

Lenny berjinjit, menempatkan kepala yang dipegangnya ke bagian leher patung itu. Dia menepuk-nepuk sisa gips di tangannya, lalu mundur dua langkah.

Ayahku menepuk bahunya. "Lenny, pakai patung ini untuk ikut lomba. Namamu pasti akan dikenal."

Lenny berdiri di samping, matanya memancarkan sedikit kecemasan.

Aku berpegangan erat pada patung itu, merasakan cairan dingin menetes ke lehernya, tanpa meninggalkan jejak.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi
8.4
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos mafia Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantiannya berakhir bahagia. Namun, ia mendengarkan sendiri bagaimana Adriel menghina dirinya dan hanya menjadikannya alat pemanasan sebelum mendekati wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang miliarder, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka yang patuh. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari lagi.
Sampul Novel Cinta Beda Usia
9.8
Mengisahkan kehidupan seorang janda yang mendadak berubah pada suatu malam. Saat terbangun dalam kondisi setengah sadar untuk pergi ke kamar mandi, langkahnya terhenti di depan kamar anak laki-lakinya yang telah menginjak usia 18 tahun. Pintu kamar tersebut tampak sedikit terbuka, menyisakan celah kecil. Dari dalam ruangan itu, ia sayup-sayup mendengar suara napas yang terengah-engah, memicu rasa ingin tahu sekaligus kecemasan mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Sampul Novel Dari Pembantu Menjadi Ratu
8.2
Dalam kondisi gemetar dan mata tertutup rapat, Scarlett berupaya menjangkau celana Ethan. Keheningan mendadak buyar ketika Scarlett berteriak histeris lantaran tidak sengaja memegang sebuah objek yang sangat keras. Jeritan lantang yang memekakkan telinga itu pun seketika mengejutkan Ethan. Sambil menahan malu dengan wajah yang memerah padam serta didera rasa takut, Scarlett langsung menunjuk ke arah benda tersebut guna menerangkan pemicu kepanikan mendadaknya.
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
8.0
Masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat setelah pernikahan ibunya dengan pria kaya raya seharusnya menjadi awal kehidupan yang menyenangkan bagi sang protagonis. Namun, keberadaan kakak tiri yang tampan sekaligus bersikap dingin merusak segalanya. Pria itu menyimpan kebencian mendalam, dengan tatapan yang kian hari terasa semakin janggal. Puncaknya terjadi ketika sang kakak pulang dalam kondisi mabuk suatu malam, memaksa adik tirinya memanggilnya dengan sebutan sayang hingga fajar tiba.
Sampul Novel PEMUAS IBU TEMANKU
9.3
Dalam kisah romansa modern ini, seorang pria terjebak pada peran tidak biasa yang ia anggap sebagai misi mulia sekaligus penuh kenikmatan. Tanpa niat untuk mundur atau berhenti, ia terus melangkah dalam hubungan yang sarat gairah. Narasi dewasa ini mengeksplorasi batas keinginan terdalam saat sang pria berjuang tanpa henti demi memuaskan ibu dari temannya sendiri.
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan