APKDock Logo
Sampul Novel Persembahan Untuk Sang Kirin

Persembahan Untuk Sang Kirin

9.3 / 10.0
Kehidupan bahagia seorang putri kaya dan pemilik gym hancur dalam sekejap. Setelah dua bulan diabaikan suaminya, ia dikepung lima pria di gym miliknya sendiri. Tiga hari kemudian, ia disiksa, dirantai, dan dipaksa merangkak untuk dipersembahkan kepada kirin. Sepuluh bulan pasca-persembahan tersebut, para penculiknya mengincar pil keabadian yang mampu memberikan kemudaan serta hidup abadi bagi pria.

Persembahan Untuk Sang Kirin Bab 1

Tiga hari yang lalu, aku masih seorang putri dari keluarga kaya raya. Namun, tiga hari kemudian, aku dipaksa telanjang, dirantai dan merangkak di lantai seperti seekor anjing betina. Mereka berniat mempersembahkanku kepada kirin. Sepuluh bulan setelah persembahan ini, mereka akan mendapatkan pil keabadian yang mampu membuat pria awet muda dan hidup abadi

Kehidupanku sebelumnya sangat bahagia sebagai pemilik gym.

Aku adalah seorang pemilik gym. Namun, dalam dua bulan terakhir, suamiku sama sekali tidak pernah menyentuhku. Merasa kesepian dan hampa, aku malah dikepung oleh lima pria sekaligus di dalam gym.

Tiga hari yang lalu, aku masih seorang putri dari keluarga kaya raya.

Namun tiga hari kemudian, aku telanjang bulat, ditarik dengan rantai oleh para biksu, merangkak di lantai seperti seekor anjing betina.

Mereka berencana mempersembahkanku kepada kirin, makhluk mitos dari zaman kuno.

Para biksu mengatakan selama aku bisa berhasil bersatu dengan kirin itu, sepuluh bulan kemudian tubuhku akan menghasilkan pil keabadian, obat yang bisa membuat pria kembali muda, abadi dan tak pernah menua ...

Aku tidak sendirian, ada beberapa gadis lain yang ikut denganku.

Kami semua hanya memakai kain tipis yang tembus pandang, tanpa sehelai pakaian pun di dalamnya.

Pengalaman memalukan seperti ini, memamerkan tubuh di depan pria-pria asing, membuatku sangat terhina.

"Cepat merangkak, rangkak seperti anjing betina."

Setelah beberapa saat, seorang gadis akhirnya tak kuat lagi. Dia jatuh tersungkur ke lantai, kehabisan tenaga.

Seorang biksu datang menghampirinya dan mencambuk keras punggungnya. "Aku akan menjualmu ke rumah bordil kalau kamu masih bermalasan."

Gadis itu menjerit kesakitan, tubuhnya gemetar hebat.

Ketika akhirnya bangkit dan kembali merangkak, aku menyadari dia kehilangan kendali dan air kencingnya mengalir di sepanjang pahanya, menetes ke lantai.

Aku gemetar ketakutan. Di bawah tarikan rantai, aku berusaha menahan sakit di lututku dan kembali merangkak dengan cepat di tanah.

Setelah setengah jam penuh merangkak, akhirnya para biksu melepaskan rantai kami. "Mulai sekarang, kalian harus menganggap diri kalian sebagai binatang betina. Makan dan tidur pun harus dengan posisi merangkak."

Seorang gadis menangis tersedu-sedu, "Aku nggak mau melayani kirin itu! Aku mau pulang!"

Detik berikutnya, beberapa biksu masuk ke aula, menarik gadis itu dengan paksa dan membawanya keluar.

Jeritannya yang memilukan terdengar dari luar, membuat pikiranku kacau.

Apakah kirin itu benar-benar ada di dunia ini?

Seorang biksu melirik kami dengan tatapan kesal, lalu berkata, "Tetap merangkak di situ. Setelah mandi di air mata roh, kalian akan menjalani pelatihan lagi."

Aku terengah-engah, mencoba bangkit, tetapi biksu itu langsung menendangku hingga terjatuh ke tanah. Dia memarahiku, "Untuk apa berdiri?! Tetap merangkak!"

Seketika, kami semua ketakutan dan merangkak dengan keempat kaki menempel di lantai.

"Tekuk pinggang kalian lebih rendah, angkat pantat kalian lebih tinggi!"

"Kalau kalian nggak bisa memuaskan makhluk suci ini, aku akan membunuh kalian!"

Tiba-tiba, cambuk panjang menghajar punggungku dengan keras.

"Aaaa!" Aku menjerit kesakitan, tubuhku langsung melemas, terkapar di lantai.

Satu cambukan dari biksu itu langsung membuatku pingsan seketika.

Entah berapa lama aku tak sadarkan diri, saat membuka mata, aku menemukan diriku dalam posisi merangkak, tubuhku terendam di sebuah mata air yang memancarkan kabut mistis.

Air itu hangat, membuat tubuhku terasa lemas, kulitku gatal dan pikiranku linglung. Anehnya, rasanya sangat nyaman.

Rasa lelah dari pelatihan selama dua hari terakhir, serta rasa sakit akibat cambukan, seolah menghilang begitu saja.

Aku melihat gadis-gadis di sekitarku, mereka berebut mencuci wajah dengan air di mata air itu.

Airnya tampak luar biasa. Dengan sedikit bilasan saja, kulit mereka berubah putih, lembut dan bercahaya.

Bahkan luka-luka di tubuh mereka langsung sembuh.

Aku mencium aroma samar dari air itu, ada bau aneh yang mirip seperti ... bau binatang.

Aku pun bertanya, "Ini air apa?!"

Seorang biksu yang berjaga di dekat kami menjawab dengan nada kesal,

"Ini air akar kirin. Setelah mandi dengan air ini, tubuh kalian akan memiliki aroma yang disukai makhluk suci itu."

Air akar kirin?

Bukankah itu berarti ... cairan tubuh kirim?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Persembahan Untuk Sang Kirin

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia dinikahi Seno Bagaskara, seorang konglomerat yang membawanya ke rumah besar keluarganya. Namun, tinggal bersama saudara ipar lain memicu konflik rumit. Di balik kemegahan rumah itu, Anisa tidak menyadari bahwa adik kandung Seno serta suami dari iparnya memendam gairah terlarang pada dirinya. Kini, ia terperangkap dalam bahaya nafsu terselubung di kediaman tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi ancaman ini?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
8.5
Pernikahan dua pasang kembar dengan Leo sang hakim dan Sam sang dokter bedah berakhir tragis. Saat diculik dari rumah sakit, sang istri kehilangan bayinya karena disiksa setelah Sam mengabaikan puluhan panggilan telepon. Sang kakak yang menyelamatkannya juga diabaikan oleh Leo saat meminta bantuan. Setelah lolos dari maut akibat terjebak badai salju dan tanah longsor, kedua saudari yang terluka ini sepakat untuk mengajukan perceraian bersama begitu mereka tersadar di rumah sakit.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan