APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rumah tangga yang dibina sekian lama hancur seketika saat sang suami, Benson, diam-diam mendonorkan sperma kepada janda mendiang sahabatnya. Bukannya merasa bersalah, Benson justru memarahi istrinya dengan dalih rasa kemanusiaan dan setia kawan. Pengkhianatan ini kian nyata ketika sang janda memamerkan penthouse mewah baru lengkap dengan foto Benson yang sedang memasak di dapur mereka. Sadar bahwa pengorbanan dan toleransinya telah dieksploitasi habis-habisan, sang istri akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pernikahan beracun ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan paginya, aku pergi ke rumah sakit.

Baru saja selesai membayar dan bersiap menunggu giliran operasi, aku melihat Benson sedang dengan hati-hati memapah Tasya keluar dari ruang USG.

Tak lama kemudian, mereka duduk bersebelahan di bangku. Tasya menunjuk-nunjuk hasil USG sambil berbicara dan Benson mendengarkannya dengan serius, bahkan sesekali mencatat sesuatu di ponselnya.

Melihat pemandangan itu, aku reflek memegang perutku sendiri. Mataku terasa panas dan sedikit perih.

Aku tak mau menambah sesak di dada dengan melihat mereka berduaan seperti itu. Saat hendak berbalik pergi, tak diduga, Benson malah menoleh dan melihatku.

Dia berdiri, mengernyit dan bertanya dengan kesal,

“Kamu mengikutiku?”

Belum sempat aku bicara, Tasya sudah lebih dulu menarik ujung lengannya. Nada suaranya terdengar gugup,

“Benson, jangan-jangan Luna salah paham? Biar aku yang jelasin ke dia. Jangan sampai merusak hubungan suami istri kalian.”

Kemudian, Tasya pun hendak berdiri menghampiriku.

Benson buru-buru menahannya agar tetap duduk.

“Kamu lagi hamil, jangan banyak bergerak. Biar aku saja yang bicara dengan Yuna.”

Aku tak tertarik mendengar drama manis mereka, jadi langsung berbalik ingin pergi.

Namun, Benson tiba-tiba menarik pergelangan tanganku. Tubuhku terhuyung dan hampir terjatuh.

Saat berhasil menstabilkan diri yang kulihat adalah wajah Benson yang penuh amarah.

“Yuna, aku sudah menjelaskan tadi malam, kenapa kamu belum juga mengerti? Masih mengikutiku ke rumah sakit segala?”

Aku meronta dan melepaskan tangannya. Tanganku sudah terlihat memerah.

“Maaf, aku nggak punya waktu untuk mengikuti kalian, jangan kegeeran.”

Benson jelas tidak percaya.

“Kalau begitu, kenapa kamu ada di rumah sakit?”

Aku mengangkat lembar bukti pembayaran dan menjawab datar, “Aku ke rumah sakit untuk berobat.”

Benson mengernyit dan bertanya, “Kamu sakit? Kok aku nggak tahu?”

Usai bicara, dia langsung berusaha merebut kertas dari tanganku, tapi tiba-tiba Tasya melangkah maju, menggenggam tanganku sambil berlinang air mata.

“Yuna, setelah Celvin meninggal, aku sangat kesepian sendirian. Aku hanya ingin punya anak untuk menemaniku, makanya aku minta bantuan Benson. Aku nggak pernah berniat merusak hubungan kalian.”

Kalau Tasya memang hanya ingin punya anak, dia bisa menggunakan donor dari bank sperma. Tapi, dia malah memilih menggunakan sperma Benson.

Belum lagi panggilan akrabnya yang sudah berubah.

Orang yang sudah benar-benar sadar, akan mulai melihat banyak detail yang dulu terabaikan.

Tatapanku tampak sinis, lalu menarik tanganku pelan.

Tak kusangka, tiba-tiba Tasya malah terjatuh ke belakang dan berteriak kecil. Benson langsung memeluknya erat, wajahnya tampak ketakutan.

“Tasya, kamu nggak apa-apa?”

Tasya melingkarkan tangan di lehernya, air mata menggenang.

“Aku nggak apa-apa, Benson. Aku nggak menyangka, Yuna bakal….”

Seketika, emosi Benson meledak. Api amarah jelas terlihat di matanya.

“Yuna! Kamu tahu nggak dia lagi hamil?! Kok bisa kamu sekejam itu?!”

Aku tidak menyangka Tasya akan memakai trik seperti ini dan lebih tak menyangka lagi bahwa Benson akan langsung memercayainya tanpa ragu.

Aku menatap mereka dengan dingin, “Aku nggak mendorongnya.”

Mendengar itu, Benson semakin marah.

“Aku bahkan sudah melihat sendiri, kamu masih saja beralasan?! Untung saja aku sempat menahannya. Kalau sampai terjadi apa-apa pada Tasya, aku nggak akan memaafkanmu!”

“Tadinya aku mau menunggu kamu selesai periksa biar kita bisa pulang bersama. Tapi sekarang, kamu pulang sendiri saja! Aku mau antar Tasya pulang ke rumah!”

Usai bicara, dia merangkul Tasya dengan hati-hati dan berbalik pergi.

Melihat wajah Benson yang begitu khawatir padanya, tiba-tiba aku memanggilnya,

“Benson, kalau aku bilang aku hamil dan hari ini datang ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungan, kamu akan tetap tinggal di sini, nggak?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos
8.0
Dua tahun dihabiskan demi memuaskan sang kekasih, Aidan Jace, bahkan sampai berjuang lulus kuliah lebih cepat demi janji pernikahan. Namun, pengkhianatan pahit terungkap di sebuah bar saat Aidan meremehkan kesetiaan tersebut di depan teman-temannya dan memuji gadis lain yang dianggap lebih polos. Rasa sakit hati ini memicu keputusan besar untuk berbalik arah. Tanpa ragu, sebuah proyek rahasia negara diambil demi mendedikasikan sisa hidup sepenuhnya untuk bangsa, meninggalkan masa lalu yang sia-sia.
Sampul Novel Gigolo Kampungan
8.9
Bertahan hidup di kota besar, Alex memanfaatkan ketampanannya dengan bekerja sebagai gigolo. Meski mahir memikat hati para wanita demi memenuhi kebutuhan ekonomi sejak muda, kemewahan yang mengelilinginya tak mampu mengusir kehampaan. Di balik pesonanya, ia memendam kesepian dan krisis identitas yang mendalam. Setiap malam setelah bekerja, Alex selalu merenungi nasibnya. Ia sangat mendambakan kehidupan yang lebih bermakna dan sadar profesi ini hanyalah sementara.
Sampul Novel Hanya Pria Tak Berguna
9.3
Lima tahun membina rumah tangga, pernikahan ini hancur seketika saat Vincent Amjaya membawa pulang cinta pertamanya, Cindy Harris, yang tengah hamil tiga bulan. Alih-alih merasa bersalah, Vincent justru menuntut istrinya untuk menampung wanita itu di rumah pernikahan milik keluarga sang istri. Lupa bahwa seluruh keluarganya hidup dari kekayaan sang istri, kesombongan Vincent memicu serangan balik. Tanpa ragu, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan finansial dan segera menyiapkan surat cerai.
Sampul Novel Ikuti Saja Mau-Nya
9.5
Manusia kerap menganggap takdir Ilahi tidak adil. Namun, kisah romansa modern ini mengulas sudut pandang berbeda dari seorang hamba yang menjalani garis hidupnya tanpa mengeluh. Berbekal keyakinan penuh, ia percaya waktu akan menunjukkan bahwa keputusan Sang Pencipta adalah yang terbaik. Lewat kepatuhan serta kesabaran dalam berserah diri, ia membuktikan bahwa rencana Tuhan selalu menyimpan hikmah yang sangat mendalam bagi umat-Nya.
Sampul Novel Memikat Hati Pangeran Kelas
9.2
Vindreya Sanjaya, gadis ceria berusia 17 tahun yang sedikit urakan, bertekad memikat dua pangeran kelasnya. Mereka adalah Kenzo yang dingin dan antisosial, serta Elvano yang populer dan berbakat seni. Perjuangan cinta Vindreya diwarnai aksi jenaka hingga situasi berbahaya yang mengancam nyawa. Saat takdir mendekatkan mereka, Kenzo dan Elvano justru jatuh hati padanya. Terjebak cinta segitiga rumit, mereka harus memilih antara pengorbanan atau kebahagiaan.
Sampul Novel Perselingkuhan Gila Istriku
8.9
Kecurigaanku pada Lidya, istriku yang baru berusia 25 tahun, akhirnya mencapai batas. Kebohongannya tentang rekan kerja terbongkar hari ini, menyisakan tanya tentang sosok asli selingkuhannya. Didorong amarah akibat pengkhianatan dan gairah yang kupendam sejak pagi, aku mengonfrontasinya di atas ranjang. Sambil menindih tubuhnya, aku menuntut kejujuran di tengah badai emosi yang berkecamuk hebat.