APKDock Logo
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan

Ayah CEO Pengen Pelukan

9.1 / 10.0
Akibat pengkhianatan orang terdekat, Nadia terpaksa melewati satu malam bersama lelaki asing. Penyesalan melanda dirinya, tetapi paras rupawan pria itu justru membuatnya salah tingkah hingga nekat meninggalkan sejumlah uang sebelum kabur. Kresna, pria misterius tersebut, merasa sangat direndahkan karena diperlakukan bak lelaki bayaran. Diselimuti amarah, ia langsung menyuruh asistennya melacak identitas Nadia lewat CCTV hotel untuk menuntut balas.

Ayah CEO Pengen Pelukan Bab 1

"Sungguh tidak nyaman..."

Pencahayaan di kamar hotel berubah menjadi redup, namun tetap tak dapat menyembunyikan sosok gadis yang ramping dan cantik itu, ia terbaring dengan malas di atas ranjang yang berseprai hitam, hal ini menarik perhatian Kresna Gumelar.

"Cepat katakan, siapa yang menyuruhmu masuk ke sini? "

Walaupun Kresna tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, namun ia bisa menebak bahwa gadis ini cantik, sambil mendekati tempat tidur, Kresna mengangkat dagu gadis ini untuk melihat lebih jelas siapakah gadis yang setengah sadar ini di tempat tidurnya ini, tak lama kemudian, gadis bermata kabur itu seakan merasa telah menemukan seorang penyelamat, ia pun merangkul leher Kresna dengan lengannya, ia terengah-engah dan napasnya wangi bagaikan bunga.

"Aku mohon padamu... tolonglah aku..."

Disentuh seperti itu, bila Kresna masih bisa menahan hasratnya, maka ia bukanlah seorang pria sejati!

Kresna tumbuh dari keluarga kaya, ia sudah sering melihat kejahatan seperti ini, sejak awal ia sudah menyadari bahwa gadis ini telah dibius, namun kenapa? ini bukan hal besar baginya.

'Siapa pun yang bisa memasuki kamarku pasti telah diperintahkan untuk memperoleh sesuatu dariku, obat perangsang ini, mungkin hanya agar lebih menyenangkan saja.' pikir Kresna dengan senyum licik di bibirnya.

Berpikir demikian, Kresna pun membungkuk dan tanpa ragu mencium gadis itu.

Kring... kring!

Nadia pun terbangun dari tidurnya ketika mendengar alarm ponselnya yang berbunyi tepat waktu setiap pagi, ia mengucek-ngucek matanya sambil mencoba untuk duduk dan mematikan alarmnya, namun ia tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang salah...

'M... Mengapa aku telanjang? Dan juga... Siapa pria yang tertidur nyenyak di sampingku ini? ' Nadia menutup mulutnya dan mencoba menahan jeritannya.

Perasaan yang aneh di tubuhnya seakan sedang memberitahunya tentang apa yang telah trejadi, sambil mengusap pelipisnya, ia mencoba sebisa mungkin untuk mengingat rangkaian peristiwa yang terjadi padanya kemarin.

'Kemarin... Gregory memberitahuku bahwa dia punya kejutan untukku, dan menyuruhku menunggunya di hotel, lalu Fiona menuangkan segelas air untukku.... dan aku meminum air itu...

Kemudian... saat itu aku mulai merasa pusing dan dibawa Fiona ke ruangan ini!' mata Nadia pun terbelalak dengan kaget, ia sudah lama merasa curiga bahwa ada sesuatu antara Gregory dan Fiona, walau begitu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan berkomplot dan menjebaknya seperti ini!

Nadia segera turun dari tempat tidur dan dengan terburu-buru mengenakan pakaiannya, ia berniat mencari Gregory untuk meminta penjelasannya, tepat saat ia hendak pergi, ia masih tidak lupa tentang pria yang tengah tertidur di atas ranjang, meskipun ia dibius, pria itu masih terus menanyakannya berkali-kali, dan ia juga merasa tidak salah kamar, walaupun semuanya sudah terjadi, namun ia juga tidak bisa menyalahkan pria itu.

'Dia lumayan tampan!' Nadia berpikir dalam hatinya saat melihat wajah pria itu, 'Yah... memberikan keperawananku kepada pria yang begitu tampan juga tidak rugi sih.' kemudian ia mengeluarkan semua uang dari tasnya dan meletakkannya di samping ranjang, setelah itu ia pun diam-diam pergi.

Tanpa membuang waktu Nadia langsung naik taksi dan menuju rumah Gregory, selama perjalanan, di mobil ia sudah membayangkan sangat banyak kemungkinan tentang apa yang menunggunya di sana, namun saat ia akhirnya tiba di sana dan melihatnya sendiri, ia pun hanya bisa menghela nafas, dirinya masih terlalu muda dan polos!

Pakaian berserakan di lantai, Nadia bahkan melihat dasi biru tua yang ia berikan kepada Gregory sebagai hadiah, namun sekarang dasi itu malah dibuang seperti sampah.

Dengan perlahan Nadia berjalan ke kamar dan mencoba menguping tentang apa yang terjadi di kamar itu, pintu kamar tidak tertutup rapat dan sangat mudah baginya untuk mendengar suara dan erangan mereka, akhirnya Nadia tidak tahan lagi, ia mengambil sepatu hak tinggi di lantai dan melemparkannya ke arah pria dan wanita yang tengah bersenang-senang itu.

"Lain kali ingat tutup pintu, agar tak ada yang bisa melihat betapa tidak tahu malunya kalian berdua, tapi aku juga tidak tahu apakah kau masih mempunyai kemampuan ini nantinya."

Tatapan mengejek Nadia berhenti di wajah Gregory yang terkaget dan tampak bodoh itu, sama sekali tidak terlihat sedikitpun rasa tidak rela ataupun kesedihan dan kemarahan di matanya, sementara itu Fiona meraih kemeja Gregory dan mengenakannya, ia pun perlahan menghampiri Nadia.

"Nadia, aku terus terang saja, kau juga telah melihatnya, tidak ada gunanya lagi untuk menyembunyikan hal ini, Gregory dan aku sudah--"

"Tolong pakai bajumu dulu sebelum berbicara!" Nadia memasang ekspresi jijik, ia menutupi matanya dengan tangan dan berkata "Kau membuat mataku sakit." "Sungguh tidak punya harga diri."

"Kamu... !"

Fiona merasa malu tapi emosi, jadi ia tidak bisa menjawab perkataan Nadia, Nadia melirik Fiona dan tertawa dingin dengan wajah yang cuek.

"Jadi ini tujuanmu, Gregory? Levelmu hanya segini saja?" Ia menatap Gregory yang marah dengan senyuman mengejek.

"Fiona, aku memang menganggapmu sebagai sahabat... namun itu dulu!" Nadia berkata dengan nada sarkastis. "Kau tahu, aku hanya tidak ingin mengatakan ini padamu karena itu mungkin akan membuatmu merasa rendah dan menyakiti perasaanmu, tapi sejak kita masih kecil, pakaian yang kau pakai adalah pakaian bekasku dan barang yang kau gunakan juga adalah barang bekasku, bahkan hingga kita dewasa, bukankah itu lucu?" Nadia tertawa dengan ironis. "Bahkan sekarang, pria pun juga yang bekas dariku! Tampaknya kau hanya pantas untuk memungut sampah yang kubuang seumur hidupmu!"

Ucapan ini tentu sangat menyakitkan bagi Fiona, Ayahnya dulu adalah sopir keluarga Nismara, karena hal itu, Fiona sangat sensitif dan selalu merasa minder.

Gregory yang masih terbaring di atas ranjang tentu tidak senang disebut sebagai "sampah", ia pun segera bangun dan menunjuk Nadia sambil berteriak padanya, "Itulah yang paling ku benci darimu, Nadia! Kau begitu egois! Kau pikir kau masih merupakan putri besar dari keluarga Nismara? Jangan lupa bahwa ayahmu sudah meninggal dan keluargamu telah bangkrut! Sekarang kau hanya seorang anak yatim piatu yang miskin dan tidak punya apa-apa, orang sepertimu apakah masih pantas menjelek-jelekan aku dan Fiona? Kau berani tidak memberitahuku apa yang kau lakukan semalam?"

Ternyata benar, semua yang terjadi semalam benar-benar sudah direncanakan oleh mereka.

'Nadia ingat Gregory pernah mengatakan padanya bahwa dia kalah dan kehabisan banyak uang di Makau beberapa waktu lalu, namun Gregory juga tidak ingin keluarganya mengetahuinya, apakah dia yang menjual Nadia untuk membayar semua hutangnya? Namun IQ mereka sungguh rendah, bahkan kamar saja bisa salah!

Pikiran itu membuat Nadia merinding, ia menatapi pasangan di hadapannya yang tidak tahu malu itu dan tersenyum sinis.

"Kenapa tidak berani? Aku menghabiskan malam yang indah dengan seorang pria yang sangat baik di hotel, tubuhnya sangat bagus dan dia juga sangat tampan! Jauh melebihi dari yang kalian lakukan, itu adalah pengalaman yang luar biasa bagiku!"

Nadia tahu bahwa Gregory adalah pria yang sangat angkuh dan sombong, ia menebak bahwa Gregory pasti akan terpancing oleh kata-katanya, seperti yang diperkirakan, wajah Gregory langsung memerah, ia memelototinya dan menggertakkan giginya dengan marah.

"Dasar kau wanita jalang!"

"Aku tak pantas mendapat pujian darimu, aku masih kalah jauh bila dibandingkan dengan kalian." bantah Nadia, dengan mencemooh, ia berbalik dan berjalan pergi, sepatu hak tingginya berbunyi dengan nyaring di lantai seakan seperti seorang ratu yang sombong.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ayah CEO Pengen Pelukan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng itu runtuh saat rahasia gelap sang miliarder mulai terungkap. Pernikahan yang selama ini Elena jalani ternyata bukan didasari cinta, melainkan sebuah taktik licik yang dirancang Samuel. Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan demi ambisi tersembunyi sang suami, amarah Elena pun meledak dalam jebakan rumah tangga ini.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Demi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang berhati dingin, Ken rela menghalalkan segala cara. Sayangnya, pernikahan impian keponakan raja ini berubah menjadi mimpi buruk saat Ken mengungkap sebuah rahasia kelam masa lalu istrinya. Rasa cinta Ken seketika berubah menjadi kebencian yang mendalam. Meski menderita dan terus disakiti akibat perubahan sikap suaminya yang sangat drastis, Eleanore memilih bertahan demi cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit termaafkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan