APKDock Logo
Sampul Novel Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

8.0 / 10.0
Rumah tangga yang dibina sekian lama hancur seketika saat sang suami, Benson, diam-diam mendonorkan sperma kepada janda mendiang sahabatnya. Bukannya merasa bersalah, Benson justru memarahi istrinya dengan dalih rasa kemanusiaan dan setia kawan. Pengkhianatan ini kian nyata ketika sang janda memamerkan penthouse mewah baru lengkap dengan foto Benson yang sedang memasak di dapur mereka. Sadar bahwa pengorbanan dan toleransinya telah dieksploitasi habis-habisan, sang istri akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pernikahan beracun ini.

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta Bab 1

Istri dari mendiang sahabat suamiku mengunggah foto hasil pemeriksaan kehamilan.

“Terima kasih atas spermamu yang memberiku kesempatan memiliki anak sendiri.”

Aku melihat di kolom suami tertera nama suamiku, Benson. Lalu, meninggalkan komentar tanda tanya.

Tak lama kemudian, Benson langsung meneleponku dan memarahiku habis-habisan.

“Dia itu seorang janda dan hidupnya kesepian. Dia hanya ingin punya anak supaya ada teman di rumah, biar agak ramai. Masa kamu nggak punya sedikit pun rasa toleransi?”

“Lagipula, Celvin itu sahabat baikku. Dia sudah meninggal, jadi wajar kalau aku menjaga istrinya. Ini namanya setia kawan, kamu mengerti nggak, sih?”

Tak lama kemudian, janda sahabatnya itu kembali memamerkan foto sebuah apartemen mewah tipe penthouse di Sandona.

“Untung ada kamu yang menemaniku, membuat aku kembali merasakan hangatnya sebuah rumah.”

Melihat foto punggung Benson yang sedang sibuk di dapur, aku pun berpikir, sepertinya pernikahan ini memang sudah waktunya berakhir.

Saat Benson pulang, aku baru saja mendapat jadwal untuk operasi aborsi.

Aku dan Benson sudah menikah lima tahun, tapi belum pernah berhasil punya anak.

Beberapa hari lalu, aku baru tahu kalau diriku hamil dua bulan. Awalnya aku berencana memberitahu kabar ini di hari peringatan pernikahan kami sebagai kejutan. Tapi sekarang, sepertinya dia sudah tidak membutuhkannya lagi.

Benson meletakkan sebuah kantong di meja, lalu mendekat hendak memelukku.

“Sayang, aku bawakan bubur daging cincang dan telur pitan kesukaanmu. Ayo, cepat dimakan.”

Sekilas aku melirik isi kantong itu, buburnya terlihat encer. Butiran nasinya berantakan, dagingnya hampir tak terlihat. Aku hanya merasa miris.

Mungkin ini sisa makanan orang lain.

Aku pun menghindar dari pelukannya dan mendorong kantong itu menjauh.

“Aku nggak selera.”

Benson mengira aku bercanda, lalu menuangkannya ke mangkuk dan menyodorkannya ke mulutku.

“Jangan begitu, sayang. Bukannya kamu paling suka ini?”

Aroma amis bubur yang sudah dingin menusuk hidungku. Aku tak tahan lagi dan buru-buru lari ke kamar mandi untuk memuntahkannya.

Saat dia hendak menepuk punggungku, aku menepis tangannya keras-keras, menatapnya dengan mata memerah.

“Jangan sentuh aku!”

Ditolak berkali-kali membuatnya naik pitam. Suaranya meninggi, nadanya terdengar kesal.

“Kamu mau apa sih? Aku sudah berusaha untuk menyenangkanmu, itu masih kurang?”

“Aku bahkan nggak mempermasalahkan komentar nyinyirmu itu, tapi kamu malah terus-terusan memancingku!”

Sikapnya yang begitu tegas seakan akulah yang salah.

Aku menatapnya tak percaya, suaraku pun agak bergetar.

“Jadi, kamu mau aku dengan lapang dada memberi selamat pada wanita lain yang sedang mengandung anak suamiku?”

Benson menarik napas kesal dan melonggarkan dasinya.

“Sejak Celvin meninggal, Tasya hanya ingin punya anak supaya rumahnya nggak sepi, apa itu salah? Dia itu istri sahabat baikku, tentu aku punya tanggung jawab membantu mewujudkan semua keinginannya.”

“Lagipula, aku dan Tasya nggak benar-benar berhubungan, aku hanya menyumbangkan sperma saja. Haruskah kamu ribut begini?”

“Kamu benar-benar istri yang nggak pengertian!”

Nggak pengertian?

Waktu Celvin baru meninggal, aku juga kasihan pada Tasya yang sudah menjadi janda di usia muda. Aku sering mengajaknya makan di rumah. Kalau ada lampu atau alat di rumahnya yang rusak, aku dan Benson akan datang membantu memperbaikinya.

Tasya pernah berkata sambil berkaca-kaca, andai saja Celvin masih ada, dia tak akan merepotkan kami.

Aku tersenyum dan bilang tidak merepotkan.

Benson juga mengangguk dan bilang bahwa selama bisa membantu, dirinya tidak akan menolak.

Saat itu, aku pikir semua ini murni karena rasa setia kawan di antara Benson dan Celvin. Makanya, setelah Celvin meninggal, aku juga ikut menjaga Tasya.

Namun lama-lama, semuanya mulai berubah.

Tanpa sepengetahuanku, Benson pergi sendirian ke supermarket untuk membawakan belanjaan Tasya, membantu memasang lemari sepatu di rumahnya, bahkan saat Tasya terkena luka bakar, Benson juga membelikan salep dan mengantarkannya….

Padahal, dia tak pernah melakukan hal-hal seperti itu untukku di rumah.

Saat aku mulai merasa tak nyaman, Benson hanya menjelaskan dirinya sedang membantu istri sahabatnya yang sudah tiada. Aku pun tak membahasnya lagi.

Siapa sangka, bahkan urusan punya anak pun dia bisa membantu!

Pernahkah dia berpikir nanti anak itu akan memanggilnya ayah dan memanggil Tasya ibu, lalu aku sebagai istri sahnya akan menjadi apa? Bagaimana dengan anak kami kelak?

Tadinya, aku berniat membicarakannya baik-baik, tapi setelah mendengar tuduhan di telepon kemarin, aku langsung mengurungkan niat.

Sekarang, melihat wajahnya yang sama sekali tak merasa bersalah, aku semakin yakin tak ada gunanya.

Benson meluapkan semua kekesalannya, lalu menutup dengan kalimat,

“Kamu renungkan baik-baik, jangan jadi orang yang picik!”

Usai bicara, dia membanting pintu dan pergi.

Sudah larut malam dan aku tahu persis ke mana dia akan pergi.

Dan benar saja, tak lama kemudian, unggahan baru muncul di instagram Tasya.

Dalam foto itu, tangan besar Benson memegang perutnya.

Captionnya, [Ayah si kecil datang menemaniku dan bayi malam ini. Katanya, ada kehangatan rumah di sini.]

Melihat foto itu, aku hanya bisa menertawakan kebodohanku sendiri. Menertawakan diriku yang tak sadar bahwa pernikahan ini sudah busuk sejak lama.

Seharusnya aku sudah paham, sejak Benson berhenti memanggilnya ‘kakak ipar’ dan mulai memanggilnya ‘Tasya’.

Kalau begitu, lebih baik hentikan sebelum terlambat.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan