APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lima Tahun yang Tiada Artinya

Lima Tahun yang Tiada Artinya

Pernikahan lima tahun yang dibina sang protagonis dalam novel modern ini berakhir sia-sia. Setelah pergi dinas selama setengah tahun, Derrick, suaminya, pulang membawa cinta pertamanya yang bernama Syifa. Perempuan itu tengah mengandung lebih dari tiga bulan. Derrick menuntut agar Syifa tinggal di vila milik istrinya, bahkan menghina saat permintaannya ditolak. Sadar bahwa suami dan keluarganya hanya menumpang hidup dengan uangnya, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan dana dan segera mengurus perceraian mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mengurung diri di kamar utama sepanjang siang tanpa keluar sama sekali. Suara tawa dari ruang tamu terdengar begitu menyakitkan di telinga.

Menjelang sore, Nabila mengetuk pintu dan masuk ke kamar. Dia memberitahuku bahwa Syifa awalnya berniat menempati kamar utamaku, tetapi dicegah oleh ibu Derrick.

"Nyonya bilang, bagaimanapun juga kamu punya dukungan dari Keluarga Sanjaya, jadi urusan-urusan besar maupun kecil di rumah masih butuh bantuanmu. Nggak boleh benar-benar membuatmu marah. Dia juga bilang ...."

Nabila adalah pengasuh yang sudah merawatku sejak kecil, dia tahu betul sifatku. Maka dari itu, saat berkata sampai di sana, dia menoleh memandang ekspresiku terlebih dulu.

Melihat aku tidak menyela, dia melanjutkan, "Dia juga bilang, semua biaya selama masa kehamilan akan ditanggung olehmu saja. Lagian kamu nggak bisa punya anak, sekalian saja kamu ikut terlibat dan merasakan pengalaman itu."

Wajahku langsung menjadi kaku dan napasku terasa sesak. Aku merapikan lengan bajuku dan bertanya datar, "Masih ada lagi?"

Nabila pun menambahkan, "Dia bilang, karena kamu nggak punya anak, semua hartamu nanti akan diwariskan ke anak ini juga ...."

Aku tak bisa menahan diri dan tertawa sinis. Sekeluarga ini benar-benar pintar sekali membuat perhitungan. Meski amarahku sudah membuncah di dada, aku tetap tidak menunjukkannya. Aku tahu, saat ini bukan waktu yang tepat.

Nabila bertanya padaku apa yang harus dilakukan selanjutnya. Aku hanya tersenyum dan berkata agar semuanya berjalan seperti biasa.

Dia membawakan makan siangku. Setelah makan, aku duduk di jendela kamar dan menatap ke bawah. Dari atas, kulihat Derrick sedang membawa Syifa keluar rumah.

Kenangan pun datang menghantam. Lima tahun lalu, di siang hari seperti ini, aku pulang ke rumah orang tuaku sambil menangis dan memohon agar mereka mengizinkanku menikah dengan Derrick.

Padahal, waktu itu orangtuaku sudah punya pilihan sendiri untuk calon menantu. Mereka menginginkan aku menikah dengan anak semata wayang Keluarga Hamdani, yaitu Nixon.

Keluarga Hamdani adalah salah satu yang paling berpengaruh di Kota Jeremo. Aku dan Nixon sudah bertetangga sejak kecil, orangtuaku sangat menyukainya. Bahkan mereka sering mengundang Nixon makan bersama di rumah.

Namun, aku tidak pernah punya perasaan apa pun terhadap Nixon. Sejak mengenal Derrick, seluruh hatiku hanya tertuju padanya. Tentu saja aku menolak perjodohan dengan Keluarga Hamdani.

Aku sering mengatakan pada orangtuaku bahwa pernikahan generasi kami seharusnya ditentukan oleh kami sendiri. Lagi pula, Nixon pasti juga tidak menyukaiku.

Namun, orangtuaku bersikeras bahwa kalau memang tidak ada perasaan, Nixon tidak mungkin begitu sering menjemputku sepulang bermain dan mengantarku pulang ke rumah.

Akan tetapi waktu itu, aku sama sekali tidak peduli apakah Nixon menyukaiku atau tidak.

Pertama kali aku bertemu dengan Derrick adalah saat hari pertama kuliah, tepatnya di acara rekrutmen anggota BEM. Kami nyaris bersamaan mengambil formulir pendaftaran.

Saat itu, dia sangat sopan dan berkata, "Maaf," sambil menyerahkan formulir itu padaku dengan ramah.

Hari itu dia mengenakan setelan olahraga abu-abu, penampilannya tampak bersih dan segar dengan sorot mata yang jernih. Posturnya tinggi dan senyumnya begitu cerah seperti sinar matahari.

Tangannya juga sangat bagus. Sebagai orang yang punya kelemahan pada tangan yang indah, aku langsung tak kuasa terpikat padanya. Pertemuan yang mendadak itu membuatku secara spontan menghafal nomor ponselnya.

Setelah berpisah, aku menambahkan kontaknya. Begitu aku menyebutkan namaku, dia langsung menjawab tanpa ragu, "Putri Keluarga Sanjaya, sudah lama aku dengar namamu."

Sejak hari itu, tanpa sadar aku sering berharap bisa "kebetulan" bertemu dengannya di jalan. Bahkan, aku berjuang mati-matian untuk masuk BEM demi bisa lebih dekat dengannya.

Cinta pada pandangan pertama membuatku rela mengikutinya ke mana pun.

Setelah menikah, Derrick mengusulkan diri untuk membantuku mengelola perusahaan, agar aku bisa menjadi ibu rumah tangga yang santai.

Aku tidak menolak. Bagiku, suami istri seharusnya sehati. Apalagi, latar belakang keluarga Derrick sebenarnya sangat sederhana. Kupikir, kalau dia ingin meniti karier dan membuktikan diri, sudah sepatutnya aku mendukungnya.

Orangtuaku dan sahabat-sahabatku sempat memperingatkanku agar mempertimbangkannya dengan matang.

Sejak sebelum menikah, orangtuaku sudah bilang bahwa Derrick menikahiku bukan hanya karena cinta, tapi juga karena tertarik pada status Keluarga Sanjaya di belakangku.

Namun, aku menjawab bahwa aku tidak peduli pada semua itu. Asal dia benar-benar mencintaiku, itu sudah cukup.

Setelah menikah denganku, orangtua Derrick langsung menjalani kehidupan yang nyaman. Mereka berhenti bekerja di pabrik, lalu hidup dari uang bulanan yang ditransfer Derrick setiap bulan.

Bahkan mereka mulai membanggakan ke mana-mana bahwa sekarang Derrick adalah seorang bos besar. Akibatnya, banyak kerabat dari keluarga Derrick mulai berdatangan untuk meminta bantuan. Kehidupan mereka juga sangat nyaman dan sejahtera.

Beberapa kerabat dari keluarga Derrick bahkan sampai menyerahkan urusan jodoh anak-anak mereka padanya, berharap dia bisa mencarikan pasangan dari kalangan terpandang di Kota Jeremo.

Menghadapi situasi seperti ini dari pihak keluarga Derrick, aku sama sekali tidak merasa resah. Aku berpikir, 'Lagi pula aku berasal dari keluarga berada, membantu mereka sedikit nggak akan membuatku rugi.'

Tanpa sepengetahuan Derrick, malam sebelum pertunanganku, Nixon pernah datang menemuiku dan memberiku sebuah kontrak peralihan saham.

Nixon bilang, dia berharap aku mau menandatanganinya. Jika suatu hari pernikahanku tidak bahagia, dia ingin aku punya cukup kekuatan untuk berbalik dan meninggalkan Derrick.

Waktu itu, dia mengepalkan tangannya dengan serius dan berkata, "Di belakangmu bukan hanya Keluarga Sanjaya, tapi juga ada aku. Kalau suatu hari dia menyakitimu, aku nggak akan membiarkannya hidup tenang."

Aku malah mentertawakannya dan bilang dia terlalu berlebihan. Sejak kecil aku percaya bahwa instingku dalam menilai orang tidak akan salah. Aku percaya Derrick tidak akan mengecewakanku.

Namun, mengingat semua itu sekarang, semua peringatan dari orangtuaku dan sahabat-sahabatku ternyata benar. Sayangnya, saat itu aku sedang dimabuk cinta, hingga tidak mau mendengarkan siapa pun.

Setelah menikah, meski aku selalu berusaha menuruti semua keinginannya, Derrick tetap suka mencari-cari kesalahan. Katanya aku tidak pandai mengurus rumah tangga, terlalu emosional, tidak sebaik istri-istri temannya yang anggun dan penurut.

Padahal saat itu aku mencurahkan seluruh perhatianku padanya, bahkan mengubah banyak kebiasaanku demi dia.

Dia suka melihatku menyambutnya di rumah setiap kali pulang kerja, aku pun selalu berusaha ada di rumah saat dia tiba. Aku juga mulai belajar resep-resep masakan baru agar bisa menyajikan hidangan berbeda setiap hari untuknya.

Sahabatku, Michelle, bahkan pernah bilang aku sudah berubah. Seorang putri kaya yang dulunya suka belanja dan foto-foto, kini rela berubah hanya demi seorang pria.

Orang tua Derrick sangat menyukaiku. Setiap kali ada jamuan keluarga, para kerabatnya selalu memujiku sebagai wanita cantik yang berhati baik. Mungkin satu-satunya orang di keluarga itu yang bisa menyebutkan kekuranganku hanyalah Derrick sendiri.

Dulu aku selalu mengira bahwa aku belum cukup baik. Namun sekarang aku sadar, baginya aku hanyalah batu loncatan. Mana mungkin dia bisa menghargaiku jika dalam hatinya tidak pernah ada cinta?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Sebagai ahli waris kaya raya berparas rupawan, Dhipta Wisnu Pratama terlihat sempurna di mata publik. Namun, sebuah rahasia tentang kekurangan fisiknya membuat pria ini selalu meragukan ketulusan cinta yang datang. Ujian terberat bagi Dhipta tiba ketika ia mulai mencintai Anandhila Prameswary, aktris sekaligus model papan atas yang begitu memikat. Kini, Dhipta harus berjuang keras menaklukkan hati Dhila dan mengajaknya membina rumah tangga di tengah segala ketidaksempurnaan dirinya.
Sampul Novel Cintanya Bukan Untukku
9.5
Setelah kematian Ethan, Olivia menemukan album foto berisi Emma, gadis asuhan suaminya, serta kenyataan bahwa seluruh warisan jatuh ke tangan gadis itu. Meninggal dalam penyesalan, Olivia tiba-tiba terbangun di masa lalu sebelum pernikahan mereka. Bertekad tidak mengulang kesalahan, ia memilih pergi mengejar impiannya sendiri. Namun, keputusan Olivia justru membuat Ethan kehilangan kendali dan mencarinya ke berbagai belahan dunia.
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terus dikejar oleh bos mudanya, Nathan, meski ia menegaskan telah bersuami. Tanpa disadari, Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri. Pria itu menyamar demi memicu perceraian agar bisa kembali pada sang mantan. Namun, keteguhan sikap Claire justru mengacaukan rencana tersebut. Saat bencana besar melanda dan Claire memutuskan pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini telanjur ia cintai?
Sampul Novel Kematian Anakku, Perceraianku!
9.2
Kematian tragis Louis di bilik kamar mandi dengan luka kepala parah menjadi awal kehancuran rumah tangga ibunya. Thomas, sang suami sekaligus kepala sekolah, justru mengabaikan putranya yang sekarat demi menyelamatkan anak dari cinta pertamanya. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Louis hanya meminta ibunya untuk memercayainya. Di hari pemakaman, Thomas yang tidak tahu putranya telah tiada justru menelepon dan mengancam akan menghabisi Louis. Keputusan bulat pun diambil untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel Mafia Koplak: Kekacauan Cinta Antara Don Arkhan dan Si Bebeb Gila
9.0
Kehidupan Don Arkhan, bos mafia yang dingin dan disegani, berubah total setelah menikahi Yara. Tingkah konyol dan kelakuan ajaib sang istri terus menguji kesabarannya. Di balik keceriaan itu, Yara rupanya memendam trauma masa lalu yang membuatnya takut akan keintiman. Di tengah gempuran ancaman dari rival organisasinya, Arkhan berjuang meruntuhkan tembok pertahanan hati Yara. Inilah kisah cinta yang absurd sekaligus emosional antara sang predator dan istrinya yang unik.
Sampul Novel Terpaksa Menikah Lagi
9.8
Dunia Dokter Ardian runtuh ketika Nadia, sang istri tercinta, meninggal dunia saat melahirkan putra pertama mereka, Nizam. Kehilangan ini kian rumit saat sang ayah menuntut Ardian untuk menikahi adik iparnya, Widia. Ardian menolak mentah-mentah rencana itu karena tahu Widia adalah sosok yang manipulatif dan tidak tulus. Di tengah duka, mampukah sang dokter spesialis kandungan menemukan ibu pengganti yang tepat dan tulus menyayangi bayinya?