APKDock Logo
Sampul Novel Jika Cinta Jangan Bercerai

Jika Cinta Jangan Bercerai

9.0 / 10.0
Demi wasiat sang ayah, Keyra, mualaf muda berusia 20 tahun, bersedia menikahi Afnan Noor Malik. Kelembutan hati sang pemilik pesantren perlahan meluluhkan keraguan Keyra hingga ia jatuh cinta. Namun, pernikahan mereka diguncang kehadiran Samuel, sang mantan kekasih yang ingin merusak segalanya. Cobaan kian hebat ketika Afnan harus berpoligami dengan Lathisa. Kini, Keyra harus kuat bertahan demi cintanya di tengah bayang masa lalu dan ujian takdir baru.

Jika Cinta Jangan Bercerai Bab 1

Keyra, gadis berusia 20 tahun itu dengan sangat terpaksa memakai gaun pengantin, gaun warna putih lengkap dengan kerudung yang menutupi mahkota hitamnya. Gadis itu masih bersungut, memperlihatkan kekecewaannya, bayangan menjadi ratu sehari dengan gaun putih mewah bak seorang putri raja, pupus sudah.

Sebuah pernikahan yang amat sederhana, karena terkesan tergesa-gesa, dekorasi bunga sederhana, bahkan tidak ada pelaminan yang mewah, sungguh tidak menggambarkan pernikahan putri dari pemilik salah satu supermarket terbesar di kota Jakarta.

“Sempurna, Anda kelihatan cantik,” ucap sang perias memuji kecantikan Keyra.

“Cantik dari mana, jika rambut indahku tertutup kerudung seperti ini,” keluh Keyra.

Sang perias hanya mengulum senyum, melihat kekesalan sang calon pengantin wanita.

“Maaf, permisi, kami akan mendekorasi kamar pengantin,” ucap seseorang di ambang pintu.

Seketika mata Keyra melotot ke arahnya.

”Tidak usah di dekorasi, kamu pikir aku bahagia dengan pernikahan ini, bahkan membayangkan melakukan malam pengantin pun, tak pernah terpikirkan, sana pergi!” hardik Keyra, sambil berkacak pinggang.

Sang dekorator kamar pun segera pergi, melihat kemarahan Keyra

“Apa Anda sudah melihat calon suami Anda?” tanya sang perias.

“Aku bahkan tidak ingin melihat bayangannya, apalagi wajahnya, apa pria jelek itu sudah datang,” ketus Keyra.

“Sudah dari tadi Nona.”

“Ahh sudah kuduga, pria tak tahu malu itu, bersemangat untuk menikahiku,” gerutu kesal Keyra.

Sang perias sekali lagi hanya tersenyum.

”Jika Anda sudah melihat wajahnya, aku yakin Anda akan menyesali perkataan Anda.”

“Non Keyra sudah siap, jika sudah turunlah, calon pengantin pria sudah siap untuk melakukan ijab qobul,” ucap wanita paruh baya bernama Mbok Sum Asisten rumah tangganya, yang muncul di balik pintu.

Keyra mengangguk pelan, dengan langkah berat ia di dampingi Mbok Sum, turun ke lantai bawah. Di ruang tengah sudah ada tamu wanita yang duduk, sedangkan di ruang tamu yang dibatasi dinding terlihat tamu laki-laki.

Keyra duduk di antara tamu wanita, ia tidak diperkenankan duduk di antara tamu pria, begitulah ritual sesuai pernikahan islami terjadi, sebelum ijab qobul terlaksana, kedua mempelai dilarang saling bertatapan apalagi bersentuhan.

Keyra terduduk lemas, ia merasa dunianya akan hancur dengan menikahi, pria yang belum sekalipun dilihat wajahnya apalagi mengenalnya.

Semuanya terdiam, dan suasana menjadi hening, ketika suara penghulu memulai acara ijab qobul.

“Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, waliyyu taufiq.”

Suara lantang seoarang pria ketika mengucapkan ijab Qobul dengan bahasa Arab.

“Bagaimana sah?” tanya penghulu.

“Sah.”

“Sah.”

Beberapa saksi berucap. Hampir bersamaan.

Suasana menjadi hangat, para tamu wanita mengucapkan selamat pada Keyra.

“Selamat Keyra, kalian telah sah menjadi suami istri.”

Keyra tidak menjawab ucapan selamat dari para tamu, tiba-tiba Keyra berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya. Para tamu memaklumi sikap Keyra.

Lain halnya dengan pengantin pria, ia selalu mengembangkan senyumnya menyambut ucapan dan doa untuk dirinya.

Terutama pelukan hangat dari Papi mertuanya. ”Mulai saat ini, aku serahkan tanggung jawabku kepadamu,”ujar Praja, seraya menahan tangis haru.

“Saya akan berusaha menjadi imam yang baik untuk Keyra, Pak Praja.”

Sementara itu, Keyra terduduk di tepi ranjang, air mata sudah jatuh di pipi, diiringi rasa kecewa dan marah yang teramat sangat, hingga terdengar ketukan pintu yang membuat Keyra segera mengusap air matanya.

“Siapa?” Keyra bertanya, karena ia merasa belum siap, jika yang mengetuk pintu adalah lelaki yang kini resmi bergelar suami.

“Ini Papi Key, boleh Papi masuk?”

“Masuklah Pi.”

Ceklek!... Pintu terbuka, Praja berjalan pelan ke arah putrinya dan duduk di sebelahnya, tangannya meraih telapak tangan Keyra.

“Key, terima kasih sudah memenuhi keinginan Papi, sekarang Papi tenang, jika harus berpulang menghadap Allah.” Praja berucap dengan nada sendu.

Seketika Keyra memeluk Praja, sambil terisak. ”Papi kenapa bicara seperti itu, Papi masih lama ‘kan menemani Keyra, kepergian Mami adalah hal terberat Keyra rasakan, aku tidak mau kehilangan Papi juga.” Keyra menyandarkan kepalanya di bahu Praja.

“Makanya Papi memilihkan pendamping untukmu, yang akan menjagamu, percayalah, suamimu pria yang baik, kamu akan dibimbingnya untuk menjalani ibadah sesuai keyakinan kita, kamu mualaf Key, Papi ingin kamu bisa menjadi seorang wanita muslimah, suamimu pria yang paham akan agama, kamu pasti akan mencintainya, seiring berjalannya waktu.”

“Bagaimana jika aku tak ‘kan pernah mencintainya?” Keyra menatap wajah Papinya seakan meminta jawaban atas pertanyaanya.

“Jalani saja dulu Key, Papi yakin, kamu akan mencintainya.”

“Jika dalam waktu 3 bulan tidak rasa cinta, izinkan Key, memutuskan masa depan Keyra sendiri Pi,” pinta Keyra, sambil berlutut di kaki Papinya.

Praja menghela napas panjang melihat aksi Keyra yang memohon sambil berlutut dan menggenggam erat tangannya.

“Aku mohon Pi, aku berhak menentukan masa depanku ‘kan?” pintanya lagi.

“Baiklah Key, terserah kamu...”

Akhirnya Praja mengalah, diusapnya pelan kepala putrinya, dengan lembut. ”Tapi berusahalah untuk mencintai suamimu Key, Papi yakin, kalian akan saling jatuh cinta.”

Keyra hanya terdiam, ia merasa perkataan Papinya adalah hal yang mustahil, bagaimanapun ia tidak akan mencintai pria yang bahkan wajahnya pun tak ingin dilihatnya, itulah yang ada di pikiran Keyra. Dan demi rasa tenang sang Papi, Keyra hanya membalas dengan anggukan kecil.

Malam semakin larut, setelah Keyra berbicara dengan Papinya, gadis itu, kembali murung dan kesal, sepertinya di dalam kamar tak ubahnya di dalam sebuah penjara yang sesak.

“Tidak akan aku biarkan kamu menyentuhku pria jelek, kamu bakalan menyesal menikahiku,” gerutu Keyra sambil melepas gaun pengantinnya dengan kasar.

“Apa kamu kira aku akan menyambutmu di kamar ini dengan sleep dres berbahan katun tipis yang memperlihatkan indahnya lekuk tubuhku,” gerutunya lagi, sambil mengenakan hoodie warna hitam dan celana training tebal

“Apa kamu pikir kamar ini akan dihias dengan bunga dan beraroma mawar.” Keyra masih mengerutu, kali ini, ia mengusapkan seluruh tubuhnya dengan minyak urut yang berbau menyengat, dan menyemprotkan kamarnya dengan bahan pengusir nyamuk.

Heuk!..Keyra sendiri hampir muntah, ketika aroma menyengat sudah menguar di kamarnya, ia segera menutup hidungnya dan berbaring dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Tidak lama kemudain terdengar pintu dibuka pelan.

Ceklek !.. setelah itu terdengar langkah kaki masuk ke dalam ruangan.

“Keyra, kamu sakit?”suara barito terdengar pelan.

“Ya, aku sakit, jangan dekati aku, dan ingat selama aku tidak berkenan kamu dekati, jangan sekali-kali kamu tidur di sebelahku,” jawab Keyra ketus tanpa melihat pria yang berbicara dengannya dengan nada pelan, dan sedang berusaha sekuat tenaga menahan napas, karena aroma menyengat yang memenuhi kamar itu.

“Baiklah, aku akan tidur di sofa, selamat beristirahat.”

Keyra tersenyum simpul, usaha pertama membuat suaminya tidak mendekatinya berhasil, tapi gadis itu harus menahan juga aroma yang membuat perutnya mual.

Sial, aroma ini seperti mengaduk-aduk perutku, batinnya kesal sambil berusaha memejamkan matanya.

Sinar mentari menyapa wajah Keyra, dengan pelan ia mengerjabkan matanya dan membuka perlahan, korden jendela kamar telah terbuka sempurna, dan di balkon, ia melihat sosok pria mengenakan kaos putih dan celana training, sambil meregangkan otot –ototnya, terlihat tubuh yang tegap dan punggung yang besar, kulitnya putih bersih, dengan potongan rambut yang rapi.

“Hai siapa kamu?” tanya Keyra seraya duduk di tepi ranjang menatap penasaran pungung pria yang masih mengerak-gerakan tangan dan kakinya.

Pria itu pun menoleh, ”Apa kamu lupa, kalau aku ini suamimu, Keyra Aninda Dinata.”

Mata Keyra seakan mau keluar, mulutnya menganga seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan berbicara dalam hati sambil menatap lekat pria didepannya, Aku menikahi manusia atau bidada... oh kalau dia cewek bidadari, tapi dia cowok, disebut apa coba pria setampan itu...batinnya.

Jantung Keyra tiba-tiba bertalu-talu, entah apa yang ia rasakan pada pandangan pertama pada pria yang beberapa jam yang lalu bergelar suaminya itu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jika Cinta Jangan Bercerai

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini mengikuti perjalanan emosional David dan Arina dalam menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan hati masing-masing. Hubungan mereka pun tumbuh dengan indah seiring waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam sebuah ikatan cinta yang tulus serta sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan