APKDock Logo
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI

DENDAM SI PELAYAN SEKSI

9.4 / 10.0
Mimpi buruk terus menghantui kehidupan pernikahan Daren dan Carolina. Di tengah situasi itu, hadirlah Eliana, seorang pelayan baru yang memikat sekaligus membangkitkan memori asing dalam diri Daren. Di balik pesonanya, Eliana menyimpan niat terselubung untuk menghancurkan hidup sang majikan demi membalas dendam. Namun, saat rahasia masa lalu mulai tersingkap, ia justru terjebak dalam perasaan cinta pada targetnya. Akankah dendam Eliana luntur, atau misinya tetap berlanjut?

DENDAM SI PELAYAN SEKSI Bab 1

Daren menendang pintu di belakangnya sambil terus memandang Eliana yang berada dibuaiannya. Pria yang notabene adalah majikan Eliana itu lantas membawa tubuh mungil wanita itu ke atas meja rias yang telah ia singkirkan segala macam benda di atasnya.

"El...kenapa aku seperti pernah menyentuhmu?" gumam Daren dengan napas yang terputus-putus.

Eliana memegangi wajah Daren penuh senyuman puas di bibirnya --

**** BEBERAPA BULAN SEBELUMNYA ****

Mansion keluarga Daren Smith & Carolina Smith 01.30 am

Peluh terlihat jelas di pelipis Daren Smith. Pria dengan brewok tipis itu terus menerus menggeliat gelisah dalam tidurnya. Tangannya terkepal erat di sprei putihnya. Sesekali ia melenguh lalu bergumam pelan seolah takut akan sesuatu terjadi padanya. Lama kelamaan gumaman itu semakin keras hingga membuatnya tersentak bangun.

Napas Daren memburu, seperti tengah berlari kencang di dalam mimpinya. Perasaan ganjil kembali muncul saat selimutnya membentuk gundukan besar di area kakinya. Daren menyingkap selimutnya lalu bertemu mata dengan Carolina – istrinya, yang ternyata tengah sibuk menservice dirinya saat tengah bermimpi buruk tadi.

Daren kembali ambruk ke belakang karena ketakutannya ternyata tak terbukti. Carol terkekeh melihat ekspresi Daren yang ketakutan itu.

"Apa aku membangunkanmu?"

Carol sibuk menyapu sudut bibirnya sendiri setelah selesai dengan urusannya. Wanita tanpa busana itu lantas merangkak naik ke tubuh suaminya yang masih lemas.

Lemas antara pencapaiannya terjadi atau karena mimpi buruk yang barusan ia dapatkan tadi.

"Maaf Carol. Aku malah ketiduran. Aku bermimpi buruk lagi."

Carol seperti menganggap enteng hal itu. Ia tetap melanjutkan niatnya untuk memposisikan diri berada di tengah tubuh suaminya itu. Saat ia kembali duduk, Carol sudah mulai bekerja kembali dengan penuh gairah. Tapi sayangnya hal itu tidak dirasakan sama oleh Daren yang masih linglung atas mimpi berulang yang terus ia alami belakangan ini.

"Nevermind Daren, itu cuma mimpi buruk," ucap Carol semakin mempercepat gerakannya.

Mau tak mau Daren membantu istrinya yang sepertinya sedang berada di puncak nafsu tengah malam itu. Maklum saja, karena sudah seminggu mereka berpisah karena pekerjaan Carol yang menumpuk setelah perayaan anniversary pernikahan mereka yang keempat.

Tapi sayangnya setelah perayaan itu, perasaan Daren kian kusut. Mimpi yang sama terus menemaninya beberapa kali. Mimpi tentang kecelakaan beruntun yang ia dapati dengan seorang wanita dan anak kecil di dalamnya. Daren tak bisa melihat jelas siapa wanita dan anak kecil tersebut. Setelah mencoba metode hipnotis pun, Daren tetap tak bisa melihat wajahnya. Membuat Daren kian frustrasi karena memikirkan apakah mimpi itu sebagai pertanda di masa depan, atau ingatannya yang lain.

Carol mulai bergerak lebih liar. Ia minta berganti posisi di saat Daren tidak terlalu bernafsu untuk berhubungan badan. Tapi karena 'bendanya' sudah terlanjur berdiri tegak, Daren pun mengabulkan permintaan Carol yang ingin berada pada posisi doggy style itu.

Desahan Carol kian menggila. Nama Daren terus ia sebutkan tapi sayangnya ekspresi Daren tampak biasa saja. Daren menarik rambut istrinya hingga wanita itu mendongak ke atas. Memasukkan tiga jarinya ke mulut wanita itu lalu menjilatnya seperti es krim. Carol kian bergetar. Pencapaiannya akan segera datang. Tapi tidak dengan Daren yang terus saja memikirkan mimpinya itu.

"Dareen! Owh!"

Carol tersungkur lemas. Daren lantas menarik selimut untuk menutupi tubuh mulus istrinya itu. Mendekatinya kemudian mengecup singkat puncak kepala istrinya itu.

"Goodnite," ucapnya. Lembut.

Malam itu, Daren tak bisa lagi memejamkan matanya hingga pagi menjelang.

**

Tiga buah piring berisi sarapan sudah tersaji di atas meja makan. Carol turun lebih lambat untuk sarapan karena ia baru saja bangun beberapa menit yang lalu.

Daren sendiri sedang bersiap dengan stelan jasnya untuk bekerja lagi setelah liburan panjangnya. Begitu pula dengan putri mereka – Belle yang baru menginjak usia empat tahun itu – tampak sudah cantik di kursinya menyantap roti keju kesukaannya sebelum nantinya berangkat ke sekolah dininya beberapa menit lagi.

"Kamu benar-benar akan ke kantor hari ini?"

Daren mengangguk pelan dengan masih tetap fokus pada koran yang tengah ia baca. Pekerjaannya tidaklah terlalu sibuk. Sebagai pewaris perusahaan Smith, harusnya Daren bisa lebih santai saja. Tapi Daren tak benar-benar bisa bersantai karena merasa tidak betah di rumah. Kegiatan melukisnya juga sekarang mulai ia tinggalkan karena bosan. Karena itu, untuk mengusir segala pikiran buruk itu, Daren memutuskan untuk bekerja walaupun dia juga tak yakin apakah ini bisa menghilangkan kebosanannya.

"Entahlah. Aku harus cari kesibukan sebelum aku menjadi tua dan tak melakukan apa pun."

Carol terkekeh. Terkadang candaan Daren terlalu tua untuk didengarkan.

"Oh ayolah sayang. Kamu masih tiga puluh dua tahun. Masih banyak yang bisa kamu lakukan."

Carol meraih tangan suaminya itu lalu menciumnya. Daren terkesan hingga akhirnya ia melipat korannya dan memilih fokus berbincang dengan istri tercintanya itu.

"Aku tidak melihat asisten Belle. ke mana dia?"

Carol yang baru selesai menyantap rotinya sedikit tertegun dengan pertanyaan suaminya. Mau tidak mau dia harus menjelaskan apa yang terjadi dengan pengasuh Belle itu.

"Dia sakit. Jadi aku –"

Daren memicingkan matanya curiga. "Ini bukan alasanmu saja kan?"

"Oh tidak sayang. Ini sungguhan. Melanie mengidap penyakit tbc."

"What?"

"I'm seriously Honey. Jadi aku sudah mencari pengasuh baru dan sore nanti akan tiba."

"Secepat itu?"

Carol mengenakan syalnya untuk segera kabur dari kursinya. Pasalnya masalah gonta-ganti asisten rumah memang kerap dilakukan Carolina. Entah yang sudah keberapa kalinya. Setiap pergantian selalu saja ada alasan dibaliknya. Terakhir kali mereka mengganti asisten rumah mereka karena Carol tidak suka melihat asistennya itu suka mengenakan cat kuku. Alasan yang sama sekali tidak dimengerti oleh Daren. Tapi karena mereka semua dibayar oleh Carol sendiri, akhirnya Daren memutuskan untuk tidak mau ikut campur lagi.

"Ya. Belle tidak ada yang mengasuh, sayang. Jadi aku harus cepat cari penggantinya. Kali ini lebih sehat, bersih dan terampil. Aku yakin itu."

Darel menghela napas panjang. Padahal asisten yang Carol pecat itu sudah mengasuh Belle sejak putrinya masih berusia dua tahun. Tapi kalau itu benar terjadi, maka akan berbahaya pula bagi Belle jika berdekatan dengan orang yang terkena penyakit. Belle tidak boleh sakit karena kondisi tubuhnya yang memang lemah. putri kesayangan Daren itu adalah segalanya baginya. Karena itu mereka berkompromi untuk serius menjaga kesehatannya.

"Oke, terserah kamu saja. Kalau begitu kita berangkat sekarang?" tukas Daren mengajak putrinya segera untuk berada dalam buaiannya itu.

Carol menyusul setelah membawa perlengkapannya untuk bekerja.

"Aku pergi sendiri saja. Karena ada yang harus aku lakukan."

Daren yang baru saja meletakkan Belle ke kursi penumpang sedikit heran dengan permintaan istrinya. "Ke mana?"

"Mengurus asisten baru lalu ke rumah papa sebentar."

"Ada urusan?"

Carol mengangguk. Daren kehilangan pertanyaannya sehingga yang ia lakukan hanya mengedikkan bahu lalu meninggalkan istrinya itu. Mereka pun mengendarai mobil masing-masing menuju ke urusan masing-masing pula.

Sampai di persimpangan, Carol memilih putar balik. Ia tak mengarah ke tempat yang ia sebutkan tadi. Carol malah tengah menjemput seseorang yang sudah menunggu di tempatnya. Carol menurunkan kaca mobilnya lalu menerima sesuatu dari pria yang ia jemput itu.

"Ini obat baru?"

"Ya. Cukup ampuh untuk langsung membuat beruang madu langsung tertidur nyenyak. Apa Daren masih bermimpi buruk?" tanya pria bermantel cokelat itu.

Carol mengangguk sambil menghela napas berat. "Ya. Itu mengganggu pikiranku. Apa satu saat nanti Daren akan mengingat semuanya?"

"Bawa dia padaku lagi. Aku akan buat dia melupakannya kembali."

Carol tersenyum tenang. Puas dengan rencana yang pria itu katakan padanya. Ia menyimpan obat tersebut lalu melajukan mobilnya pergi menuju padatnya jalanan kota di pagi hari ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi DENDAM SI PELAYAN SEKSI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
8.2
Setelah lima tahun menetap di Milan, Kinan sang desainer memutuskan pulang ke Jakarta demi menemui kakaknya, Airin. Namun, kepulangannya justru membawa ketegangan baru ketika ia bersua dengan Liam, suami Airin yang sangat maskulin. Pertemuan tak terduga di antara keduanya berujung pada ciuman membara yang memicu gairah berbahaya. Kini, Kinan didera kebimbangan hebat, terjebak di antara daya tarik terlarang dan kesetiaan kepada keluarganya sendiri.
Sampul Novel Ibu Pengganti untuk Bayi Bapak Kos
9.2
Eva terjebak pernikahan kontrak menjadi ibu pengganti bagi anak bapak kosnya. Mengira hanya perlu mengasuh bayi tersebut, ia justru menghadapi tuntutan cinta dari sang suami. Di sisi lain, Eva masih berpacaran dengan kekasihnya. Kini, ia berada dalam dilema besar antara mempertahankan kesetiaan pada pacar atau menyerah pada perhatian intens suaminya.
Sampul Novel Istri Yang Di Jual Suami
8.2
Nasib malang menimpa Audrey Giana Maheswari, seorang ibu berumur 25 tahun, akibat salah memilih pendamping hidup. Saat berjuang keras mengumpulkan uang demi menyembuhkan buah hatinya yang sakit keras, ia justru dikhianati suaminya sendiri yang gemar mabuk dan berselingkuh. Demi uang instan, sang suami bahkan tega menjual Audrey kepada lelaki asing dalam semalam. Mampukah ibu muda ini bertahan melewati cobaan dan pengkhianatan yang begitu kejam dalam hidupnya?
Sampul Novel Jodoh untuk Mas Duda
8.9
Kepergian Sari dua tahun lalu menyisakan sepi mendalam bagi seorang guru SD berusia 35 tahun. Di tengah kesederhanaan hidupnya, pria duda ini terus didesak oleh keluarga serta sahabat karib untuk segera mencari istri baru. Meski merasa hampa dan kesepian, ia masih didera keraguan besar. Hatinya belum sepenuhnya siap melepaskan masa lalu dan menyambut kehadiran sosok pendamping lain dalam lembaran hidupnya yang baru.
Sampul Novel Kebenaran Tentang Gundiknya
7.8
Saat mengandung empat bulan, dunia sang fotografer runtuh karena Baskara, suaminya, justru memamerkan anak dari perempuan lain. Alih-alih merasa bersalah, Baskara malah menyudutkannya dan melindungi Serena, sang selingkuhan. Dinilai lemah serta berlebihan, ia sebenarnya tengah menyimpan kemurkaan mendalam atas kecurangan yang disengaja ini. Di balik sikap tenang yang ia tunjukkan, sebuah rencana besar sedang dirancang untuk meruntuhkan kepalsuan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Bos
7.9
Dunia Kirana runtuh akibat pengkhianatan kekasihnya. Di masa sulit itu, ia melewati satu malam tak terduga dengan Adrian, sosok asing yang kini menjadi bos barunya. Kirana pun terjebak dalam konflik batin antara menjaga profesionalisme kerja dan menghadapi perasaan yang kian tumbuh. Di tengah luka masa lalu yang belum pulih dan rahasia besar mereka, mampukah cinta keduanya bertahan menghadapi kerasnya persaingan bisnis?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan