APKDock Logo
Sampul Novel Lima Tahun yang Tiada Artinya

Lima Tahun yang Tiada Artinya

7.9 / 10.0
Pernikahan lima tahun yang dibina sang protagonis dalam novel modern ini berakhir sia-sia. Setelah pergi dinas selama setengah tahun, Derrick, suaminya, pulang membawa cinta pertamanya yang bernama Syifa. Perempuan itu tengah mengandung lebih dari tiga bulan. Derrick menuntut agar Syifa tinggal di vila milik istrinya, bahkan menghina saat permintaannya ditolak. Sadar bahwa suami dan keluarganya hanya menumpang hidup dengan uangnya, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan dana dan segera mengurus perceraian mereka.

Lima Tahun yang Tiada Artinya Bab 1

Kami sudah menikah selama lima tahun. Suamiku, Derrick, pergi dinas selama setengah tahun, lalu membawa pulang cinta pertamanya, Syifa.

Syifa sudah hamil lebih dari tiga bulan dan Derrick bilang hidupnya tidak mudah, jadi akan tinggal di rumahku untuk sementara waktu.

Aku menolak, tetapi Derrick malah memintaku untuk jangan bersikap tidak tahu diri. Nada bicaranya penuh rasa jijik, seolah-olah dia lupa vila ini adalah bagian dari mas kawinku.

Selama ini, mereka sekeluarga menggunakan uangku. Kali ini, aku memutuskan untuk menghentikan semua sokongan hidup itu.

Sambil tersenyum, aku menelepon asisten. "Segera buatkan aku surat perjanjian cerai. Seorang menantu pecundang saja berani terang-terangan membawa selingkuhan pulang ke rumah."

Mendengar bahwa Derrick akan kembali ke tanah air hari ini, sejak pagi-pagi sekali aku sudah menata berbagai benda kecil yang kukumpulkan dari berbagai tempat selama setengah tahun terakhir untuknya. Aku juga menyuruh Nabila, pembantu di rumah, untuk menyiapkan semeja penuh makanan kesukaannya.

Tepat saat itu, pintu depan terbuka. Derrick muncul di hadapanku sambil merangkul mantan pacar pertamanya.

Aku tertegun. Syifa melangkah ke arahku sambil tersenyum, tangan lembutnya menyentuh perut yang mulai membuncit.

"Kak Olivia, lama nggak bertemu," sapanya ramah.

Aku menatap perutnya yang membesar dan amarah langsung membuncah dalam dadaku.

Syifa tampaknya menyadari perubahan ekspresiku. Dia segera mendekat, lalu menggenggam pergelangan tanganku dengan manja dan berkata lembut, "Kak Olivia, tolong jangan marah. Ini semua salahku. Kalau kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan aku saja. Jangan sampai Kak Derrick yang jadi korban."

Hanya satu kalimat sederhana darinya, tapi bagai petir menyambar kepalaku. Aku belum sempat mengatakan apa-apa, tapi Syifa sudah mengungkapkan segalanya.

Derrick hanya berdiri di samping dan memperhatikanku dengan saksama. Sikapnya seperti siap melindungi Syifa kapan saja. Aku mengepalkan tangan erat-erat, menatap Derrick tajam dan bertanya, "Kamu nggak berniat menjelaskan?"

Namun, dia hanya menghela napas, lalu menggandeng Syifa dan berkata pelan, "Aku antar kamu pilih kamar dulu. Urusan ini biar aku yang selesaikan."

Nada bicaranya lembut, nyaris tak bisa dipercaya. Selama lima tahun menikah, Derrick belum pernah bicara padaku dengan nada seperti itu sekali pun.

Aku hanya bisa mematung, menyaksikan dia membantu Syifa naik ke lantai atas.

Tak lama kemudian, sopir datang mengantar tiga koper besar. Sepertinya Syifa membawa setengah isi rumahnya kemari. Padahal wajah Syifa tampak lebih segar dan cerah dariku, tapi Derrick memperlakukannya seolah boneka porselen yang rapuh.

Aku terduduk lemas di sofa, menunggu Derrick selesai mengurus Syifa dan memberiku penjelasan.

Namun, belum sempat aku naik ke lantai atas setelah mendengar suara tawa yang menyakitkan dari lantai dua, bel pintu rumah kembali berbunyi. Orang tua Derrick masuk dengan wajah masam. Tanpa menoleh padaku, mereka langsung naik ke atas.

Aku pun mengikuti mereka. Di atas sana, kulihat Derrick sedang memegangi tangan kedua orang tuanya sambil berkata dengan tulus, "Aku bukannya sengaja menyembunyikan ini dari kalian. Kehamilan Syifa sempat tidak stabil di awal, aku takut terjadi apa-apa."

"Aku harap kalian bisa mengerti. Aku dan Syifa saling mencintai, dan bagaimanapun juga, anak dalam kandungannya adalah cucu kandung kalian. Tolong jangan salahkan dia," ucap Derrick.

Aku teringat lima tahun pernikahanku dengan Derrick. Setiap kali aku berselisih pendapat dengan ibunya, Derrick selalu berkata bahwa ibunya sudah tua, lalu memintaku untuk lebih bersabar dan mengalah. Tidak sekali pun dia pernah membela atau berdiri di pihakku.

Dulu aku pikir memang begitulah wataknya. Sampai hari ini, ketika aku melihat bagaimana dia melindungi Syifa dalam segala hal. Baru kusadari, selama ini aku hanyalah sebuah lelucon.

Syifa menggenggam tangan ibu Derrick dan ikut berkata, "Sebenarnya aku nggak pernah berniat menghancurkan pernikahan Kak Derrick. Kami benar-benar saling mencintai. Aku harap Om dan Tante bisa memahami."

Wajah ibu Derrick perlahan melunak, pandangannya beralih ke arahku yang berdiri terpaku di ambang pintu.

Aku tahu dia sedang bimbang. Lima tahun terakhir, aku selalu mengirim uang bulanan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhannya. Siapa pun bisa melihat bahwa kemampuan ekonomiku jauh di atas Syifa.

Namun, hatiku terasa membeku. Sebagai suamiku, Derrick bukannya terlebih dahulu bicara padaku soal kejadian ini, tapi malah mempermalukanku di depan semua orang.

Apa dia benar-benar mengira aku ini tidak punya emosi? Tidak punya harga diri?

Melihat semua orang diam membisu, mata Syifa tiba-tiba memerah dan mulai terisak.

"Anak dalam kandunganku ngak bersalah. Bagaimanapun juga, aku akan tetap melahirkannya," katanya sambil tersedu.

"Aku bisa menerima semua caci maki yang ditujukan padaku, tapi aku harap anakku tidak ikut terluka."

Air mata mengalir deras di pipinya, memperlihatkan ekspresi memilukan yang mampu meluluhkan hati semua orang.

Dengan wajah penuh iba, Derrick menghapus air mata di sudut matanya. Suaranya penuh keluhan saat berkata, "Bu, jawab dia, dong. Ibu tahu sendiri, wanita hamil harus menjaga kestabilan emosinya."

Setelah kami menikah, orang tua Derrick langsung mendesak agar kami segera punya anak. Lima tahun berlalu dan aku tak kunjung hamil. Aku tahu mereka pernah mengatakan banyak hal buruk di belakangku dan aku mendengarnya semua.

Mempertimbangkan soal garis keturunan, ayah Derrick yang sedari tadi diam akhirnya buka suara.

"Bagaimanapun juga, Syifa sedang mengandung anak dari keluarga kita. Untuk beberapa bulan ke depan, semua orang sebaiknya bisa menahan emosi masing-masing."

Begitu kalimat itu dilontarkan, semua tatapan langsung tertuju padaku. Mereka berdiri bersama, terlihat begitu serasi. Untuk sesaat, aku justru merasa akulah orang asing di rumah ini.

Aku tak kuasa menahan diri dan tertawa sinis. "Nggak ada satu pun yang mau tanya pendapatku?"

Melihat wajahku yang dipenuhi kekesalan, Derrick langsung marah dan berdiri di depan Syifa untuk melindunginya, lalu membentakku, "Olivia, kamu nggak dengar tadi mereka sudah jelaskan semuanya?"

"Sudah disampaikan di depan matamu, kamu masih mau tahu apa lagi?"

Aku kembali tertawa sinis. Suamiku pergi dinas setengah tahun, lalu pulang dan membawakan kejutan besar seperti ini. Bukan hanya tidak memberi penjelasan langsung, dia malah bersikap seakan-akan akulah pihak yang bersalah.

Melihatku diam saja, Syifa kembali menangis. Dia menarik pergelangan tangan Derrick sambil terisak, "Kak Derrick, kalau Kak Olivia benar-benar marah, bagaimana kalau aku pergi saja?"

Ibu Derrick langsung tidak terima dan menyela, "Kamu sedang mengandung cucu keluarga kami, mana bisa kami biarkan kamu pergi?"

Usai bicara, Derrick menatapku tajam dan berkata, "Kamu bilang sesuatu, dong. Lihat, Syifa sampai ketakutan!"

"Bagaimanapun juga, anak yang dikandungnya adalah anakku. Kalau kamu memang marah, silakan lampiaskan padaku secara pribadi. Tapi aku nggak akan membiarkan kamu menyakitinya."

Syifa segera menarik tangan Derrick dengan cemas dan berkata, "Nggak boleh, Kak. Aku juga nggak mau kamu jadi sasaran. Aku pasti sedih."

Kalimat pendek dari Syifa itu membuat mata Derrick berkaca-kaca. Orang tua Derrick pun tersenyum dan mengangguk pelan. Jelas sekali mereka sangat menyukai Syifa.

Aku tak sanggup lagi mendengar kelanjutan sandiwara ini. Tanpa berkata apa-apa, aku berbalik dan pergi.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Lima Tahun yang Tiada Artinya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Istri Serakah
8.1
Aku terlambat menyadari bahwa wanita yang kunikahi memiliki ambisi yang sangat gelap. Dia tidak hanya mengincar seluruh harta kekayaanku, tetapi juga ingin menguasai total kehidupanku. Buta karena cinta, aku baru tersadar setelah semua kekayaanku habis dirampas oleh keserakahannya. Kini, hidupku telah hancur lebur tanpa sisa. Penyesalan terdalam pun datang menghampiri saat seluruh hal yang pernah kuperjuangkan kini telah lenyap sepenuhnya.
Sampul Novel Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan
8.1
Demi menebus masa lalu, seorang suami berbohong bisa melihat sisa umur orang. Ia mengklaim cinta pertamanya hanya punya tujuh hari lagi, sedangkan istrinya masih puluhan tahun. Sang istri diam saat suaminya membawa wanita itu pulang, bernostalgia, hingga menggelar pernikahan megah dengan dirinya sebagai pengiring. Ia bahkan rela pindah ke kamar tamu bersama anaknya. Sang suami berjanji menebusnya nanti, tanpa tahu justru istrinya yang mengidap kanker dan akan wafat dalam tiga hari.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Kehamilan di masa remaja merenggut masa depan Mayang setelah Mahesa pergi. Demi menyembunyikan lukanya, ia menolak Sena dengan kejam lalu terjerumus ke dunia malam Jakarta. Sembilan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi. Sena kini telah menjadi miliarder sukses yang dipenuhi rasa benci, sedangkan Mayang berusaha menata ulang hidupnya. Meski Sena terus merendahkan dan berniat membeli harga dirinya, Mayang pantang menyerah demi mempertahankan jalan pertobatannya.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA ANAK KYAI
9.8
Andre, putra konglomerat yang putus asa akibat paksaan nikah orang tuanya, batal mengakhiri hidup setelah diselamatkan oleh Amira, seorang anak kyai. Peristiwa itu mendorong Andre untuk hijrah dan memperdalam agama demi memikat hati Amira. Sayangnya, impiannya runtuh seketika saat melihat Amira bertunangan dengan Adam. Andre kini dihadapkan pada pilihan sulit: bangkit berjuang mendapatkan cintanya atau menyerah dan kembali terpuruk dalam depresi.
Sampul Novel Pernikahan Sebatas Status
8.0
Demi mempertahankan rumah peninggalan orang tuanya, Jingga menyetujui sebuah kesepakatan rumit. Ia bersedia menjadi istri kontrak bagi Ganendra, seorang miliarder yang butuh perlindungan dari kejaran wanita pemburu harta. Pernikahan formalitas ini awalnya dilakukan demi keuntungan pribadi masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, sandiwara tersebut justru menumbuhkan perasaan tulus. Hubungan tanpa rasa kini bersemi menjadi cinta yang nyata dan mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Ustadz Imamku
8.0
Kayra Naadhifa Syifa, anak konglomerat yang suka memberontak, terpaksa dikirim ke pesantren milik sahabat ayahnya agar tabiatnya berubah. Di lingkungan baru ini, ia berhadapan dengan Muhammad Adnan Muammar, seorang ustadz tampan yang sangat taat agama. Meski bersikap dingin dan acuh pada wanita, Adnan sebenarnya menyembunyikan kepribadian asli di balik wajah rupawannya. Akankah kehidupan religi mampu mengubah Kayra yang biasa hidup bebas?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan