APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bermula Dari Casing Berminyak

Bermula Dari Casing Berminyak

Sebuah benda biasa membawa petaka dalam novel misteri Bermula Dari Casing Berminyak. Sang protagonis menyadari casing ponselnya selalu terasa berminyak secara aneh. Keluhan tersebut hanya dianggap angin lalu, hingga sang sahabat melontarkan gurauan mengerikan bahwa wadah ponsel itu terbuat dari kulit manusia. Ketakutan itu menjadi nyata saat malam tiba, ketika ia terbangun dan merasakan sensasi mengerikan seolah wajahnya sedang dikuliti secara perlahan disertai bisikan dingin yang menuntut kulitnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Casing ponselku selalu terasa berminyak.

Aku mengeluh pada sahabatku, tapi dia malah bilang itu terbuat dari kulit manusia.

Malamnya, aku merasa ada orang yang sedang menguliti wajahku.

"Kalau nggak suka kulitku, pakai kulitmu sendiri saja."

Untuk menunjukkan kekompakan, kami berempat di asrama membeli casing ponsel yang sama.

Casing itu lembut dan elastis, sangat berbeda dari casing-casing yang pernah kumiliki sebelumnya.

Hanya saja, ada satu masalah, casing itu selalu berminyak.

Awalnya, kupikir itu karena tanganku yang berkeringat, sampai suatu hari aku sibuk mengerjakan tugas dan sama sekali tidak menyentuhnya.

Namun, saat malam tiba, casing itu tetap mengeluarkan lapisan minyak kuning.

Karena tiga teman asramaku juga memakai casing yang sama, aku merasa tidak enak untuk menggantinya.

Namun harus mengelapnya setiap beberapa lama sekali, benar-benar melelahkan.

Akhirnya, aku pun mengeluh pada sahabatku.

Namun, saat membaca pesannya, hatiku langsung berdegup kencang.

"Berminyak? Itu kulit manusia!"

Aku langsung gemetar dan hampir menjatuhkan ponselku.

"Astaga, jangan nakut-nakuti aku!"

Sahabatku memintaku untuk keluar sendirian tanpa membawa casing ponsel.

Aku yang sudah ketakutan langsung menurutinya.

Setelah sampai di tempat sepi, dia meneleponku.

Begitu mendengar bahwa kami berempat di asrama memakai casing yang sama, ekspresinya langsung berubah.

"Asrama kalian pasti ada orang mati."

Aku semakin takut dan buru-buru bertanya apa maksudnya.

Sahabatku menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, mayat bisa hidup berdampingan dengan manusia.

Namun, ada satu syarat, kita tak boleh tahu bahwa dia sudah mati.

Begitu kamu menyadari rahasianya, dia akan berusaha membunuhmu.

Dia juga bertanya apakah aku sempat mengatakan sesuatu yang mencurigakan di asrama.

Dengan tangan dingin penuh keringat, aku mengingat-ingat.

Sejauh ini, aku hanya mengeluh soal casing yang berminyak. Selain itu, aku tidak mengatakan apa-apa.

Orang mati itu tak mungkin menyadarinya.

Sahabatku pun merasa sedikit lega.

Aku ingin melapor polisi dan pindah asrama, tetapi tidak punya bukti yang cukup.

Jika salah menebak siapa mayatnya, malah aku yang harus menyerahkan diri!

Sahabatku mencoba menenangkanku. Masih ada dua minggu lagi sebelum libur panjang, jadi aku hanya perlu bersabar sedikit lagi.

Aku tahu hanya ini satu-satunya cara.

Meski takut, aku juga mengikutinya.

Setelah menghapus chat kami, aku pergi ke toko buah.

Berpura-pura membeli sekotak stoberi sebelum kembali ke asrama.

Saat tiba, Selly, si ketua asrama tidak ada di sana.

Selly juga seorang ketua kelas, dia sering keluar untuk membantu dosen pembimbing.

Dia sibuk mempersiapkan ujian CPNS, jadi hampir seluruh waktunya dihabiskan di perpustakaan dan baru pulang untuk tidur setelah lampu asrama sudah dimatikan.

Aku langsung mengeliminasi dia dari daftar tersangka.

Orang hidup saja malas belajar, mana mungkin orang mati masih rajin belajar?!

Aku mulai memperhatikan dua teman lainnya yang memakan stroberi.

Jenny dan Lina.

Di antara mereka, siapa yang sudah mati?

Setengah semester hidup bersama dengan seseorang yang ternyata sudah mati, bukankah itu gila?

Aku sadar diriku terlalu santai, baru menyadari sesuatu yang salah setelah hampir libur panjang.

Dua minggu lagi, aku hanya perlu bertahan dua minggu lagi.

Aku menahan diri untuk tidak memandang mereka terlalu lama dan mencoba fokus menguatkan mental.

Setelah mengerjakan tugas kelompok sebentar, Jenny mulai berdandan.

Dia adalah bunga kelas kami, berbadan tinggi, berkaki jenjang dan punya wajah cantik. Banyak pria yang mengejarnya.

Sekarang dia sedang bersiap untuk pergi makan malam dengan pacarnya.

Selama ada tiga orang di ruangan, aku merasa sedikit lebih tenang, setidaknya ada satu orang yang pasti masih hidup.

Namun, begitu tinggal aku dan Lina di asrama, rasa takutku kembali muncul.

Aku takut dia menyadari sesuatu, jadi mencari alasan untuk keluar membeli makan.

Namun, Lina langsung menahan lenganku.

"Barengan saja.“

Aku memandang matanya yang tertutup kacamata tebal, mencoba membaca ekspresinya, tapi sia-sia.

Aku memaksakan senyum dan menjawab, "Boleh, bareng saja."

Di jalan menuju kantin, lampu-lampu terang benderang dan pasangan-pasangan berdiri di sepanjang jalan.

Dengan banyaknya orang, aku merasa sedikit lebih aman.

Namun, Lina terlihat gugup, terus melihat ke sekeliling dan menggenggam lenganku semakin erat.

Jantungku berdetak kencang, jangan-jangan dia orang matinya?

Mungkinkah dia akan mencari tempat sepi agar bisa langsung membunuhku?

Tanganku mulai berkeringat dingin.

Aku teringat pesan sahabatku dan mencoba berbicara santai,

"Lina, kamu nggak apa-apa?"

"Kalau nggak enak badan, kita bisa beli makan dan langsung pulang saja."

Tiba-tiba, Lina menoleh, wajahnya berubah pucat.

Aku menahan diri agar tidak langsung menarik lenganku dan terus menunjukkan kekhawatiran padanya.

Waktu terasa berjalan sangat lambat dan senyumanku mulai kaku.

Tiba-tiba, Lina mendekat ke telingaku dan berbisik,

"Lisa, aku tahu Jenny sudah mati."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak obsesi buta pada Fatih, abangnya sendiri. Namun, kehadiran Kenan, pemuja lamanya sejak SMP, perlahan menggoyahkan hatinya. Saat menyadari perasaannya pada Fatih bukanlah cinta, Via pun memilih Kenan. Tanpa disadari, keduanya ternyata berbagi kegilaan dan obsesi yang sama. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui bersama sahabatnya berupaya menyelamatkan arwah-arwah yang terperangkap di area sekolah. Namun, sebuah petunjuk dari mimpi mengungkap kebenaran kelam bahwa korban perdana teror ini adalah teman dekat Yui. Investigasi mereka justru menyingkap rahasia keluarga, di mana salah satu anggota keluarga terbukti menjadi dalang demi membalas dendam masa lalu. Di bawah bayang-bayang ketakutan, sanggupkah mereka menghentikan kutukan tersebut?
Sampul Novel Jeritan yang Tak Terdengar
8.4
Sebuah petaka menimpa Yolanda di hari ulang tahunnya sendiri. Sang ayah yang murka menuduhnya telah mendorong sepupunya yang belajar balet hingga mengalami cedera kaki. Tanpa ampun, sang ayah memukuli kaki Yolanda dengan tongkat hingga ia tak berdaya dan tidak sanggup berteriak. Demi memberi pelajaran, tubuh Yolanda yang sekarat dilempar ke dalam ruang bawah tanah yang gelap. Namun, saat pintu itu akhirnya dibuka kembali, sang ayah hanya mendapati jasad putrinya telah hancur dan membusuk.
Sampul Novel Kecelakaan dan Penyesalan
8.4
Pasca-kecelakaan mobil bersama adiknya, sang protagonis mengalami luka fatal berupa robekan pada jantung yang membutuhkan bedah darurat. Ironisnya, sang ibu yang menjabat sebagai direktur rumah sakit justru mengerahkan seluruh tim medis demi memeriksa goresan kecil pada tubuh sang adik. Meski telah memohon pertolongan, ia malah dituduh mencari perhatian di tengah situasi kritis tersebut. Tanpa penanganan medis yang semestinya, ia mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian yang tragis.
Sampul Novel KEMBANG KANTHIL KEMBANG MLATHI
7.8
Niat tulus seorang ibu yang mendambakan kebahagiaan bagi anaknya justru berbuah petaka mengerikan. Upaya penuh pengorbanan tersebut malah menyeret keluarga mereka ke dalam pusaran teror yang mencekam dan tak terduga. Di balik kasih sayang orang tua, tersimpan rahasia kelam yang perlahan mengubah mimpi indah menjadi mimpi buruk tanpa akhir. Kehidupan mereka kini dihantui misteri gelap yang mengancam keselamatan jiwa selamanya.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.