APKDock Logo
Sampul Novel Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

8.4 / 10.0
Pasca-kecelakaan mobil bersama adiknya, sang protagonis mengalami luka fatal berupa robekan pada jantung yang membutuhkan bedah darurat. Ironisnya, sang ibu yang menjabat sebagai direktur rumah sakit justru mengerahkan seluruh tim medis demi memeriksa goresan kecil pada tubuh sang adik. Meski telah memohon pertolongan, ia malah dituduh mencari perhatian di tengah situasi kritis tersebut. Tanpa penanganan medis yang semestinya, ia mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian yang tragis.

Kecelakaan dan Penyesalan Bab 1

Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil.

Jantungku robek, dan aku sangat membutuhkan operasi.

Namun ibuku yang merupakan direktur rumah sakit justru memanggil semua dokter ke ruang perawatan adikku, untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh padanya yang hanya mengalami sedikit lecet.

Aku memohon pada Ibu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah dengan wajah tak sabar dan membentakku, "Kamu bisa nggak sih pilih waktu kalau mau cari perhatian? Kamu tahu nggak, adikmu hampir saja terluka kena tulang!"

Akhirnya, aku mati di sebuah sudut yang tak terlihat seorang pun.

Tiga menit terakhir sebelum mati, jiwaku melayang ke sisi ibuku.

Saat ini, Ibu sedang duduk di samping tempat tidur adikku dengan wajah penuh kekhawatiran. Dia berdoa, "Vira, jangan takuti Ibu, cepat bangun ya, boleh?"

Ayah tampak sangat marah. “Kalau saja sebagai kakak, Esmerina jaga adiknya baik-baik, mana mungkin Vira jadi begini! Nanti lihat saja, akan kuhajar dia sampai mati!”

Aku berdiri di samping melihat semuanya, hatiku terasa pahit.

'Ayah, kamu tak perlu turun tangan, aku sudah mati.'

'Mati dalam ketidakpedulian kalian.'

Saat ini, para dokter mengelilingi tempat tidur Lusvira.

Setelah memastikan dirinya hanya mengalami cedera tulang dan tidak apa-apa, salah satu dokter yang lebih tua baru berani menyebutku. Dengan hati-hati dia bertanya, "Bu Direktur, benar-benar nggak perlu pedulikan Rina? Sepertinya luka kecelakaannya sangat parah."

Wajah Ibu yang tadi penuh kepedulian segera berubah menjadi muak, dan dia berteriak keras, "Dia main sandiwara apa lagi? Mau pura-pura mati? Dia masih belum sadar kalau dia yang buat adiknya seperti ini?"

Aku terpaku menatap Ibu. Jantungku yang sudah mati seperti kembali merasa nyeri seketika.

Jelas aku juga anaknya, apa Ibu benar-benar sama sekali tidak peduli padaku?

Tiba-tiba, Ibu mengambil ponsel dan meneleponku.

Perawat baru saja menempelkan ponsel itu ke telingaku. Yang kudengar bukanlah kepedulian yang kuharapkan, melainkan hinaan seperti biasanya, "Esmerina, kapan kamu mau cepat datang dan minta maaf pada adikmu?"

Saat itu, hatiku benar-benar dingin, tak ada lagi harapan.

Sejak kecil Ibu selalu memihak adik, selalu menyuruhku mengalah padanya.

Hanya karena pada hari kelahiran adikku, aku tanpa sengaja menumpahkan air panas dan terseduh air itu, lalu saat Ibu buru-buru membawaku ke rumah sakit, dia terpeleset dan melahirkan prematur. Mereka semua menganggap itu salahku.

Adik yang hidup dalam inkubator membuat seluruh keluarga merasa sangat kasihan padanya.

Ayah bahkan menamparku sampai gendang telingaku pecah. "Benar-benar anak pembawa sial, adik baru lahir saja hampir kamu buat kehilangan nyawa."

Ibu yang terbaring di ranjang melirikku dengan lemah, di mata tersirat kekecewaan.

Belasan tahun telah berlalu, dan sikap mereka tetap sama.

'Sekarang aku sudah mati, aku tak akan lagi buat kalian kecewa. Kalian pasti senang, 'kan?'

Tiga puluh menit yang lalu, saat baru dibawa ke rumah sakit, aku memohon Ibu untuk menyelamatkan diriku, tetapi Ibu hanya berkata, "Kalau mau cari perhatian, bisa nggak lihat waktu? Kamu tahu nggak, adikmu hampir terluka kena tulangnya!" Lalu tanpa menoleh, Ibu membawa semua dokter untuk merawat adik.

Bagaimana mungkin dirinya ada waktu untuk mencintaiku?

Perawat yang tidak tega, mengambil ponsel dan berkata, "Bu Direktur, Rina benar-benar sudah kritis."

Namun Ibu yang yakin bahwa aku hanya cari perhatian malah tertawa sinis. "Apa? Anak jahat itu bayar kamu berapa sampai kamu mau ikut bermain sandiwaranya! Tak kusangka dia punya kemampuan seperti ini!"

Baru saja kata-kata itu keluar, Lusvira yang berpura-pura pingsan akhirnya "terbangun". Dengan suara lemah dia berkata, "Ayah, Ibu, bagaimana kondisi Kakak?"

Ibu melihat Lusvira yang tampak patuh dan manis di tempat tidur, wajahnya makin penuh rasa benci. "Esmerina, bisakah kamu sedikit dewasa seperti adikmu? Dia sudah kamu sakiti sampai begini masih memikirkanmu! Kalau dalam 3 menit kamu nggak minta maaf pada adikmu, jangan pernah menemuiku lagi!"

Ibu menutup telepon, dadanya naik-turun karena marah.

Ayah di sampingnya berkata dengan wajah tidak senang, "Untuk apa panggil dia? Apa kalian masih belum puas, setelah dia celakai Jervin sampai begitu parah?"

Lusvira tak bisa menyembunyikan rasa puasnya, lalu menundukkan kepala diam-diam, mengangkat wajahnya yang penuh rasa bersalah dan berkata pada Ayah dan Ibu, "Ayah, Ibu, jangan marah ya, Kakak hanya masih kesal karena aku ambil jatah kuliah luar negerinya. Dia marah padaku, itu wajar."

Aku merasa geli.

Tak kusangka aku sudah mati pun, adikku Lusvira masih berusaha mengadu domba diriku dengan Ayah dan Ibu.

Akan tetapi, Ayah dan Ibu tidak akan pernah menyadarinya.

Di mata mereka, Lusvira selamanya anak yang lebih patuh dan manis dibandingkan dengan diriku.

Mereka juga tak akan pernah terpikir bahwa kecelakaan mobil itu adalah perbuatan Lusvira sendiri, anak gadis kesayangan mereka yang mendorongku ke jalan raya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kecelakaan dan Penyesalan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.5
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan