APKDock Logo
Sampul Novel Kuyang Kalimantan

Kuyang Kalimantan

9.1 / 10.0
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.

Kuyang Kalimantan Bab 1

"Meylisa, kamu kalau pergi kemana-mana jangan lupa baca do'a dan selalu baca ayat kursi. Apalagi kalau ada yang nanyain usia kehamilanmu, jangan sembarangan kasih tau secara detail yah, terlebih orang yang gak kamu kenal, bahaya!"

Aku hanya menggangguk. Aku sangat tau Mama khawatir dengan keadaanku. Setelah menanti anak dengan lama pernikahan 10 tahun ini.

"Gak usah terlalu lebay ah, Ma. Lagian itu makhluk halus, masih aja percaya begituan. Musyrik, Ma, musyrik," gerutuku.

"Kamu ini kalau dikasih tau. Lagian yang mama kasih tau ini bukan makhluk halus, dia sama kayak kita cuma bersekutu dengan makhluk halus."

"Ye kan sama aja, Ma." Karena gak mau terlalu banyak diceramahi Mama aku segera pergi pulang dengan Mas Pras.

Rumahku lumayan jauh dari kediaman Mama. Melewati banyak hutan, kuburan, serta pemukiman warga yang tampak seram kalau malam. Suamiku bisa menjemput malam karena siangnya harus kerja. Aku sudah lama tinggal bersama Mama, saatnya kembali menemani suamiku.

"Mas percaya sama kuyang gak sih? Atau parakang, atau pokpok yang sering dibilang Mama?" tanyaku sesaat dalam perjalanan pulang itu.

"Kenapa tiba-tiba kamu nanyain itu? Kamu gak percaya?" Aku melirik kearah kaca spion, wajah suamiku nampak berkerut karena baru kali ini aku menanyakan hal ini padanya.

"Ya gak tau sih Mas, kayak gak suka aja kalau tiap kali mau pulang malam pasti mama cerewet banget. Bahkan sampe suruh bawa bulu landak segala, kan kayak gimana gitu jadinya," keluhku.

"Ya sudah sih, Sayang. Kalau memang menurutmu gak masuk akal cukup dengarkan aja," hiburnya.

Aku memeluk mesra suamiku. Tangannya mengelus tanganku dengan lembut. bersyukur rasanya punya suami seperti dia. Pengertian dan juga baik hati.

Satu jam perjalanan hingga sampai dirumahku. Terasa sepi karena aku terbiasa dengan hiruk pikuk adik-adik yang serba rusuh. Saudaraku ada banyak, dan aku anak pertama.

Aku merebahkan diri di kamar tidur, sembari membuka smartphone milikku.

"Inget pesan Mama sama Abah, sayang. Kalau sampai rumah cuci kaki dan tangan baru tidur. Kalau perlu ambil air wudhu, terus tidur. Jangan lupa juga baca adab-adab agar terhindar dari gangguan setan," suruhnya.

Entah kenapa rasanya malas sekali. Badan pegel semua, perut juga makin membesar. Rasanya sudah tak sabar ingin menimang anakku, apalagi tendangan darinya dan juga sering kali menonjolkan kaki, atau sikutnya. Gemas.

"Nanti ah, Mas. Masih mager," tolakku.

Aku hanya melihat wajah heran suamiku. Tapi aku tersenyum genit padanya. Aku melihat wajah Mas Pras basah oleh air wudhu, kemudian tidur disampingku.

"Pokoknya jangan lupa ya, Sayang. Ambil air wudhu, baca adab-adab tidur, dan juga ayat kursi untuk penjagaan kita," suruhnya lagi.

"Ih, gak Mama, gak, Mas. Semuanya cerewet," keluhku.

"Ini demi kebaikanmu loh, Sayang." Mas pras berbalik menghadap kearahku. "Iya, iya nanti juga aku ke kamar mandi ambil wudhu," keluhku. Mas Pras tersenyum manis sembari mencubit hidungku.

"Sudah malam, Mas mau tidur duluan. Besok ada apel pagi, gak enak kalau sampai telat. Jangan begadang dan ingat pesan, Mas." Mas Pras kemudian tertidur.

Aku masih asyik menyekrol cerita dari grup aplikasi biru itu. Rasanya candu, dan juga membuatku terhibur. Ada aja para penulis menceritakan kisah yang menarik. Aku melihat jam sudah pukul 11 malam, karena mata terasa mengantuk. Akupun tertidur.

Namun, seketika aku terbangun. Ada suara diatas genteng. Suara itu semakin keras, aku merinding. Perutku terasa keras, badanku kaku. Aku beristighfar namun sangat sulit, ada apa ini.

Bahkan untuk menggoyangkan suamiku pun tak sanggup. Ya Allah ada apa ini? Suara itu menyeret-nyeret diatas genteng dan juga ada cahaya melewatinya. Aku berusaha menutup mata sambil baca ayat kursi dalam hati, namun perutku semakin keras tak terkendali.

Tak lama suara itupun pergi. Aku bisa bernafas lega, tapi badan ini tetap tak bisa bergerak. Sampai keesokan harinya.

"Mas? Ini apa? Pahaku berwarna biru?" Aku memegang warna lebam biru itu, namun tak sakit.

Suamiku langsung menatapku dengan takut.

"Semalam tidur ambil air wudhu gak? Adab-adab gak?" tanyanya yang membuatku menjadi takut.

"Mas?"

*cerita ini diambil dari sebagian kisah nyata dibumbui fiksi. Selamat membaca.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kuyang Kalimantan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Akibat jebakan keji sang mantan suami, Candice terpaksa melewati malam bersama seorang lelaki asing. Empat tahun berselang, ia pulang ke tanah air membawa putra kecilnya yang sangat cerdas dan tampan. Siapa sangka, takdir justru mendekatkannya kembali dengan ayah kandung sang anak. Di kala hasrat membalas dendam kepada perusak hidupnya berkobar, mampukah Candice meraih akhir bahagia bersama keluarga barunya?
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga yang hancur, aku tega mengkhianati Jase Mitchell dan memilih menikah dengan Kade Mitchell. Empat tahun kemudian, Kade meninggal dunia. Ibu tirinya yang kejam, Katie Fuller, langsung mengusirku beserta anakku tanpa belas kasihan. Kehilangan segalanya membuatku terpaksa memohon bantuan kepada Jase, yang menyambutku dengan penuh godaan. Di tengah keputusasaan ini, aku berniat memanfaatkan anak Katie sendiri untuk merebut kembali seluruh warisan yang telah dia curi.
Sampul Novel Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku
9.5
Lima tahun berlalu sejak kematian Stella, namun sang ibu tiba-tiba mendapat panggilan polisi mengenai keberadaan putrinya. Bersama anak laki-lakinya, ia bergegas kembali ke kampung halaman dan melabrak rumah nenek. Bukannya berduka, ia justru menuntut kornea mata Stella demi sang adik. Menolak memercayai tangisan nenek yang mengabarkan bahwa Stella telah tiada, sang ibu bahkan tega mengancam akan mengusirnya. Dalam kepedihan, sang nenek hanya bisa meratapi foto Stella, mempertanyakan pengorbanan cucunya yang sia-sia.
Sampul Novel Love And Mystery
7.8
Harry Borison, CEO Rank Group yang dingin, terikat takdir dengan karyawannya, Han Yura. Di balik kesehariannya, Yura memendam trauma masa lalu dan PTSD. Demi keselamatan dari ancaman wanita psikopat yang terobsesi pada Harry, mereka berdua terpaksa menyembunyikan pernikahan mereka. Kini, Yura harus berjuang meluluhkan hati keras Harry sekaligus bertahan hidup dari kejaran sang penguntit yang mengincar nyawanya.
Sampul Novel Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
9.3
Niar mengalami depresi berat saat suaminya, Deni, bekerja di luar kota. Tinggal bersama mertua dan ipar yang kejam membuat uang belanja Niar sebesar tujuh juta rupiah dirampas hingga tersisa 500 ribu saja. Walau Niar memilih bungkam demi menutupi penderitaannya, Deni akhirnya menyadari perubahan sikap sang istri. Ia pun bertekad menyelamatkan Niar dari tekanan keluarganya. Mampukah Deni membebaskan istri tercintanya dari belenggu penderitaan batin ini?
Sampul Novel Suamiku, Aku Telah Takluk Pada Pria Lain
8.1
Mengisi waktu luang saat suaminya pergi dinas ke luar kota, seorang wanita matang berusia tiga puluh tahun dengan pesona fisik yang menawan memutuskan untuk berlatih yoga di rumah. Ia kemudian meminta bantuan adik iparnya, seorang pelatih pribadi dari pusat kebugaran, untuk memandu latihannya secara privat. Namun, keputusan yang awalnya tampak biasa ini justru menjebak sang istri ke dalam sebuah situasi canggung yang tak terduga, menguji batas hubungan keluarga dan kesetiaan dalam pernikahan modern mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan