APKDock Logo
Sampul Novel Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

8.4 / 10.0
Sebuah petaka menimpa Yolanda di hari ulang tahunnya sendiri. Sang ayah yang murka menuduhnya telah mendorong sepupunya yang belajar balet hingga mengalami cedera kaki. Tanpa ampun, sang ayah memukuli kaki Yolanda dengan tongkat hingga ia tak berdaya dan tidak sanggup berteriak. Demi memberi pelajaran, tubuh Yolanda yang sekarat dilempar ke dalam ruang bawah tanah yang gelap. Namun, saat pintu itu akhirnya dibuka kembali, sang ayah hanya mendapati jasad putrinya telah hancur dan membusuk.

Jeritan yang Tak Terdengar Bab 1

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera.

Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat.

Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal.

"Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?"

Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi.

Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah.

"Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!"

Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.

Ketika kesadaranku perlahan kembali, aku melihat Ayah berjalan ke arahku.

Aku langsung terdiam di tempat, tidak tahu harus berbuat apa.

Namun, saat dia melewati tubuhku, aku baru menyadari bahwa dia sama sekali tidak bisa melihatku.

"Kiara, selamat ulang tahun!"

Aku melihat dia tersenyum dan mengelus kepala sepupuku, Kiara, lalu memberinya sebuah hadiah yang dibungkus rapi.

"Terima kasih, Om Teddy!"

Ulang tahun Kiara tujuh hari setelah ulang tahunku.

Baru sekarang aku menyadari bahwa aku sudah meninggal tujuh hari.

Mereka duduk mengelilingi kue yang indah, merayakan ulang tahun Kiara.

Suasananya ramai dan penuh tawa!

Sepertinya kehadiranku tidak menimbulkan perbedaan di sini.

Dari kecil, ulang tahun Kiara selalu sangat meriah.

Sedangkan ulang tahunku, tidak ada yang mau membahasnya, bahkan tidak ada yang peduli.

Ketika Kiara hendak membuat permohonan, Tante Sandra yang ada di sampingnya tiba-tiba bertanya.

"Kak Teddy, di mana Yolanda? Kenapa dia nggak muncul-muncul?"

Mendengar namaku, Ayah menyipitkan mata dengan muak dan berkata dengan dingin.

"Dia sudah melukai Kiara, jadi aku memberi pelajaran padanya. Sekarang dia ngambek entah ke mana."

Mendengar itu, Tante Sandra langsung terlihat khawatir.

"Apa kamu nggak terlalu berat menghukumnya? Yolanda selalu baik, dia nggak akan pergi sembarangan!"

Namun, Ayah tampak acuh tak acuh.

"Aku hanya mengurungnya satu atau dua hari, sekarang sudah dibebaskan. Aku rasa aku masih terlalu ringan menghukumnya!"

Hukuman singkat dari Ayah ini, akan selalu kuingat di sepanjang hidupku.

Malam itu, dia menatapku dengan tajam sambil memegang tongkat besar.

"Kenapa kamu mendorong sepupumu dari tangga?"

Tubuhku bergetar ketakutan, tetapi aku tetap menahan diri dan berkata padanya.

"Ayah, aku nggak mendorongnya, dia terjatuh sendiri!"

Namun, dia langsung memukul kakiku dengan keras.

"Ah ...."

Sakit yang luar biasa membuatku jatuh berlutut, dan aku tak bisa menahan teriakanku.

Namun, Ayah yang di sampingku menyindirku dengan kesal.

Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?

Tongkat itu kembali menghantam tubuhku di berbagai tempat, seperti badai yang datang dengan cepat.

Aku menggigit bibirku kuat-kuat, tetap tidak mau mengaku.

Dia makin marah dan memukulku dengan lebih keras.

Ketika akhirnya dia berhenti, aku merasa semua organ dalamku nyeri.

Aku tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, tetapi di mata Ayah, aku tetap dianggap melawannya.

Jadi dia melemparkan aku yang sudah hampir tidak sadarkan diri ke dalam gudang bawah tanah.

Tempat itu gelap dan sempit, dan aku dijatuhkan di lantai seperti sampah.

Sebagai penderita klaustrofobia, tubuhku bergetar tanpa henti.

"Ayah ... Ayah, jangan .... Jangan kunci aku di sini!"

Namun, di matanya tidak ada sedikit pun rasa sayang, hanya ada rasa dingin dan kebencian.

Dia menarik tangannya dan dengan nada merendahkan, berbicara padaku

"Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!"

Setelah itu, dia berbalik pergi tanpa belas kasihan, menutup satu-satunya pintu kecil di sana.

Suasana di sekitarku menjadi gelap gulita. Dalam keputusasaan dan rasa sakit, mataku perlahan terpejam.

Sebenarnya, aku tidak tahu bagaimana aku mati.

Sejak saat itu, kesadaranku selalu terasa buram.

Aku pikir hidupku akan terhenti di usia 18 tahun.

Namun, tidak kusangka, meski sudah mati, jiwaku tetap bisa tinggal di sini.

Melihat kemarahan di wajah Ayah, Tante Sandra juga tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Sebagai penopang utama keluarga Limanta, setiap kali Ayah marah, tidak ada yang berani membahasnya lagi.

Hanya Kiara yang dengan mata berbinar menarik tangan Ayah sambil bersikap manja.

"Om Teddy, jangan marah! Kalau marah, nanti kesehatanmu akan terganggu!"

Ayah yang sebelumnya tampak dingin seketika menjadi sangat lembut.

"Untung sekali ada Kiara yang paham! Seandainya saja Yolanda yang nakal itu bisa baik seperti kamu!"

Kalimat ini sudah berulang kali aku dengar sejak Kiara datang ke rumah ini.

Kiara tampaknya selalu menunjukkan sikap pengertian.

Apakah ini yang dianggap Ayah sebagai sikap yang baik?

Namun, apa dia tahu bahwa di balik penampilannya yang sopan dan santun itu, tersembunyi niat jahat yang mengerikan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jeritan yang Tak Terdengar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan