APKDock Logo
Sampul Novel You Are My Destiny

You Are My Destiny

8.8 / 10.0
Kehidupan Olivia Fredella Efendi runtuh setelah Prisa, sahabat dekatnya, mengaku mengandung anak dari Alvaro, suaminya. Kecewa atas pengkhianatan itu, Olivia menuntut cerai walau Alvaro sempat menolak. Usai berpisah, Olivia baru menyadari bahwa dirinya tengah berbadan dua. Ia pun kabur ke luar kota untuk menyembunyikan kehamilannya. Di tempat baru, seorang pria hadir dan mulai memikat hatinya, sedangkan Alvaro justru hidup hancur karena menyesali kepergian Olivia.

You Are My Destiny Bab 1

“Saat ini … aku sedang mengandung anak dari suamimu...” Pernyataan sahabatnya itu, mampu membuat dunia Olivia Fredella Efendi, runtuh dalam sekejap!

Dua orang wanita tampak sedang berbincang di sebuah café di tengah kota, namun perbincangan itu berubah menegangkan, tatkala sebuah kalimat yang tak pernah terbayangkan oleh Olivia, keluar dari mulut sahabat dekatnya. Wanita itu menunduk, raut wajahnya berubah sendu. Olivia hanya diam memperhatikan perubahan raut wajah Prisa yang secara tiba-tiba dan tidak tahu harus memberikan reaksi apa.

“Kau masih ingat kan, waktu Al sedang ada perjalanan bisnis ke Bali? Waktu itu kebetulan aku juga sedang di sana, aku bertemu dengan Al yang sedang mabuk berat di bar, karena tidak tega, aku membantunya, membawa dia ke hotel. Dan tanpa terduga … Alvaro memaksaku melakukan hubungan terlarang itu.” Prisa menjelaskan.

Bulir bening langsung meluncur begitu saja membuat garis di pipinya, meskipun ekspresi wajahnya terlihat datar, namun hatinya begitu terbakar.

Oliv bergegas pergi dari tempat itu membawa luka yang teramat dalam. Dua orang yang ia percaya, begitu tega mengkhianatinya.

Wanita itu terdiam sejenak, sebelum ia melajukan kendaraannya. Menetralkan gemuruh di dadanya yang benar-benar menyesakkan.

Cinta suci yang ia jaga, harus tumbang oleh kerasnya hantaman luka yang begitu hebat. Oliv berharap, semua ini hanyalah mimpi. Namun rasa sakit yang terlalu nyata, membuatnya tak bisa mengelak lagi, bahwa cintanya memang telah pergi.

Isak tangis sudah tak mampu ia tahan lagi, wajahnya menunduk dengan tubuh yang bergetar. Derasnya air mata, menggambarkan betapa hatinya hancur saat ini.

Bagaimana bisa, mereka bersikap biasa saja setelah melakukan dosa besar itu? atau mungkin, dirinyalah yang terlalu bodoh karena begitu percaya kepada mereka? sehingga ia tak mampu melihat kebenaran itu? lalu, haruskah dia marah kepada dirinya sendiri?

Tidak! itu tidak adil! Dirinya adalah korban! korban pengkhianatan dari dua pendosa yang telah lancang membuat luka menganga di hatinya.

Suara ketukan di kaca mobilnya, membuat Oliv menghentikan isak tangisnya. Namun suara Prisa yang memanggil namanya, membuat dadanya semakin bergemuruh hebat. “Oliv! Olivia! Kau baik-baik saja?”

Tak ingin terlihat bodoh, Oliv buru-buru menghapus air matanya, dan bergegas melajukan kendaraannya, meninggalkan tempat itu.

Prisa hanya diam mematung menatap mobil Oliv yang sudah menjauh. Samar-samar kedua sudut bibirnya terangkat, hingga membuat sedikit lengkungan di wajahnya. Wanita itu segera masuk ke dalam mobilnya, dan pulang membawa kemenangan.

Prisa Bella, wanita yang berprofesi sebagai model sekaligus sahabat Olivia, menyimpan cinta terhadap Alvaro Omair Pasha, suami Olivia. Cintanya yang bertepuk sebelah tangan membuat Prisa tak menyerah, meskipun Alvaro telah menjadi suami dari sahabatnya. Cinta telah membuatnya buta, sehingga dengan mudah ia meruntuhkan persahabatannya dengan Olivia yang sudah terjalin lama. Cinta membuatnya tega menghancurkan hati dan kebahagiaan Olivia dengan sebuah luka. Dengan terang-terangan, Prisa menabuh genderang perang, menusuk dan merobek kepercayaan Olivia terhadapnya.

Kehilangan sahabat, tidak masalah baginya, yang penting, dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu Alvaro, hanya Alvaro.

Dengan kaki telanjang, Olivia membawa langkahnya masuk ke ruangan yang menjadi saksi bisu petualan cinta mereka. Di atas ranjang itu, Olivia dan Alvaro mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang. Di atas ranjang itu pula, Olivia merasakan pelukan hangat dari Alvaro, pelukan hangat yang penuh cinta. Namun hari ini, semuanya harus sirna, seiring derai air mata.

Kakinya lemas, tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Olivia ambruk, terduduk di atas permadani. Hatinya hancur mengingat semua kenangan indah yang telah ia lalui bersama sang suami yang telah mengkhianati. “Kenapa kau tega melakukan ini padaku, Al? kenapa?!” Olivia menangis histeris, meluapkan luka dan kesedihannya.

Tak pernah sedikit pun terlintas di hatinya, bahwa Alvaro akan melukainya sehebat ini. Ia begitu percaya, Alvaro akan selalu mencintainya dan tidak akan pernah mengkhianatinya. Pria itu begitu sempurna di matanya, apapun yang ada pada Alvaro, bagaikan harta berharga yang harus ia jaga dengan sepenuh cinta. Namun perjuangannya telah sia-sia, ternodai oleh setitik tinta hitam yang merusak segalanya. Cinta itu harus berakhir tanpa ia tau apa kesalahannya, sehingga Alvaro begitu tega mengkhianatinya. Muak! Ia ungguh muak dengan takdir yang seolah mempermainkannya. Cinta yang selama ini ia lihat, tak lebih dari sekedar dusta belaka!

Olivia bangkit dan membawa langkahnya yang tergesa-gesa itu ke walk in closet. Dengan segera, Olivia mengemasi semua barang-barangnya, ia tak ingin berlama-lama berada di tempat yang membuatnya sesak dan terbakar. Tempat itu bukan lagi surga untuknya, tempat itu sudah berubah menjadi neraka yang membuatnya tak tahan ingin segera meninggalkannya.

Olivia memacu kendaraannya menuju ke rumah orang tuanya, hanya merekalah tempat sandarannya saat ini. Ingin sesegera mungkin Olivia menangis dan mencurahkan segala kesedihannya dipelukan sang ibunda, menenangkan hatinya yang kini tengah bergemuruh memberontak kesakitan.

Sepanjang perjalanan, air matanya tak henti mengalir, membuat wanita itu berulang kali mengusap wajahnya, supaya ia tetap bisa fokus berkendara. Oliv tak ingin mati konyol, meregang nyawa di jalan raya karena pandangannya terhalang oleh air mata. Jikapun takdir itu di depan mata, Oliv ingin bernegosiasi kepada Tuhan, untuk memberikan dia kesempatan mengobati luka di hatinya yang sudah menganga akibat ulah mereka.

Hingga sampailah ia di rumah yang ia tuju. Rumah yang selalu menjadi surga baginya.

Suara roda koper yang bergesekan dengan lantai, membuat perhatian Adelia yang sedang asik merangkai bunga, langsung teralihkan, “Oliv?” Kening wanita paruh baya itu sedikit berkerut, melihat putrinya masuk dengan menyeret koper di tangannya.

Oliv tersenyum tipis pada Adelia.

Kilatan air mata yang terpancar di netra coklat Olivia, membuat Adelia langsung beranjak dari tempat duduknya, menghampiri putri kesayangannya dengan tergesa-gesa. Adelia menangkup wajah Olivia yang sudah penuh dengan air mata, “Sayang, ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis? Dan ini ….” Adelia melirik koper yang masih digenggam Olivia, “Kamu pergi dari rumah?”

Olivia tak menjawab, ia langsung menunduk dan terisak.

“Ratih!” Adelia memanggil seorang Pelayan. Wanita muda datang menghampirinya dengan tergesa-gesa, “Iya Nyonya?”

“Tolong bawa koper Oliv ke kamarnya,” titahnya.

“Baik Nyonya.” Ratih mengangguk, dan langsung menyeret koper berukuran besar itu.

“Ayo kita duduk.” Adelia merangkul lembut, punggung Olivia, mengajaknya duduk di sofa.

“Sekarang, katakan pada Mama, apa yang terjadi?” Adelia masih mengunci pandanganya pada wajah putrinya.

Olivia tak langsung menjawab, lidahnya kelu. Hatinya seolah belum siap untuk mengutarakan kesedihannya, meskipun sebelumnya ia begitu tak sabar untuk mengadu pada sang ibunda. Namun setelah berhadapan, mulutnya tiba-tiba membisu.

“Ya sudah, kalau kamu belum ingin bercerita, tidak apa-apa,” tuturnya, “Ayo, Mama antar ke kamar, kamu istirahat dan tenangkan diri dulu.”

“Alvaro berselingkuh, Ma ….” Pada akhirnya, kalimat itu berhasil lolos dari mulutnya yang sejak tadi tertutup rapat. Gemuruh di dadanya, telah berhasil medorongnya untuk bersuara.

Terkejut? Tentu Adelia sangat terkejut mendengar pernyataan putrinya, “Alvaro, berselingkuh?” Sama halnya dengan Olivia, Adelia begitu percaya kepada Alvaro, rasanya tidak mungkin, jika Alvaro berselingkuh dari putrinya. “Kamu yakin, Alvaro berselingkuh?”

Lanjut Membaca

Daftar Isi You Are My Destiny

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bulan di Darah Awan
9.8
Cahaya merah abadi kini menyelimuti dunia, membawa penderitaan darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan menjaga kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru membuka kembali luka lama. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian masa lalu menciptakan atmosfer menyesakkan. Rahasia yang terpendam memicu amarah besar hingga hubungan yang baru terjalin ini terancam hancur, menyisakan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi membiayai operasi sang ibu, Anjani Aswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Barata Yudha, majikannya sendiri. Namun, sang konglomerat justru menjadikannya alat pemuas nafsu rekan bisnis di bawah ancaman pembunuhan. Saat hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu anak pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Di tengah pengusiran, Anjani yang menderita harus mengungkap kebenaran.
Sampul Novel Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan
8.2
Demi menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Mutiara Embun Pagi harus pindah ke Jakarta. Kehidupannya terusik oleh Leon Bhaskara Granada, cowok kaya nan angkuh penyandang gelar King of School yang selalu menghinanya sebagai gadis desa. Enggan direndahkan, Embun bertekad merebut gelar Queen of School demi membuktikan harga dirinya. Di tengah intimidasi Leon, sanggupkah Embun bertahan, mengalahkan rivalnya, dan justru memikat hati sang playboy?
Sampul Novel Rahasia Sang CEO
8.5
Trauma masa lalu membuat Chris tumbuh menjadi pria sinis. Ia menyaksikan bagaimana sang ayah, Howard, menolak bercerai dari ibunya, Jane, demi melampiaskan dendam akibat perselingkuhan. Di tengah kehancuran rumah tangga tersebut, Jane sangat berharap putra tunggalnya itu bisa segera menikah. Namun, Chris justru bersumpah hanya akan membina rumah tangga setelah ia berhasil menyakiti dan menghancurkan hati banyak wanita sebagai bentuk pelampiasan rasa sakitnya.
Sampul Novel Sang Abdi
8.0
Kirana, gadis tunarungu yang kesulitan mendapat jodoh, dinikahkan ayahnya dengan Farhan, duda berumur empat puluh tahun. Farhan setuju karena utang budi, tetapi ia mengajukan syarat ekstrem yang wajib dipatuhi keluarga Kirana. Kini, Kirana harus berbakti dalam pernikahan yang gelap, di mana suaminya masih berhubungan intim dengan anak angkatnya bahkan ibu kandung Kirana. Sanggupkah kesabaran Kirana berujung bahagia?
Sampul Novel The Deadly Love
9.6
Kehidupan damai Betty hancur seketika akibat insiden berdarah yang menyeretnya ke dunia Aldric, seorang pembunuh bayaran berdarah dingin. Pertemuan itu memicu obsesi mendalam pada diri Aldric untuk menguasai Betty sepenuhnya. Di tengah hubungan mereka, muncul ancaman dari masa lalu yang bertekad merebut Betty. Aldric pun bersumpah menjaga miliknya dengan segala cara. Bersama para sekutu, sanggupkah mereka melenyapkan pengganggu yang mengancam kebahagiaan mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan