APKDock Logo
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan

Dinodai Mantan Majikan

8.3 / 10.0
Demi membiayai operasi sang ibu, Anjani Aswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Barata Yudha, majikannya sendiri. Namun, sang konglomerat justru menjadikannya alat pemuas nafsu rekan bisnis di bawah ancaman pembunuhan. Saat hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu anak pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Di tengah pengusiran, Anjani yang menderita harus mengungkap kebenaran.

Dinodai Mantan Majikan Bab 1

Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, yang mengagetkan Anjani.

Sontak Anjani mengarahkan pandangannya ke arah pintu kamar mandi. Ia tau Barata baru menyelesaikan mandi besarnya.

Terlihat rambutnya yang basah, sambil mengusap-usap dengan handuk.

Sesaat ia berpikir dan baru menyadari kalau semalam dirinya menemani tidur tuan Barata. Seorang entrepreneur sukses, yang usianya baru menginjak tiga puluh tahun.

Anjani masih berbaring di ranjang. Tubuhnya masih terasa lemas, ia enggan untuk segera beranjak dari ranjang sebab permainan semalam bersama Barata yang menguras tenaga hingga terenggut kesuciannya.

Barata menatap dingin ke arah Anjani. Dan berjalan menghampiri Anjani yang masih berbaring dengan selimut masih menutupi tubuhnya yang belum memakai sehelai benang.

Secepat kilat tangan Barata menarik selimut yang menutupi tubuh Anjani,

"Cepat bangun! Dan tinggalkan kamar ini, sebelum putri kecilku mengetahui kamu ada di kamarku!" bentak Barata menunjuk ke arah pintu kamar.

Anjani tersentak, melihat sikap Barata yang tiba-tiba berubah garang. Anjani cepat- cepat meraih selimutnya dan menutup kembali tubuhnya sambil duduk.

"Tuan, ada apa?" tanya Anjani bingung, matanya menatap Barata tajam.

Barata tersenyum sinis dengan menarik kedua ujung bibirnya ke bawah.

"Huh, Kenapa? Pertanyaan tolol! Bukankah transaksi kita sudah selesai? Cepat ke luar, sebelum aku menyeret kamu!" teriak Barata yang semula matanya menyipit, berubah melotot ke arah Anjani.

Anjani kaget, tubuhnya gemetar melihat Barata mengeluarkan amarahnya. Cepat -cepat Anjani menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dan turun dari ranjang hendak memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai untuk dikenakan kembali.

Anjani berpikir secepat itu Barata berubah, padahal semalam ia begitu lembut memperlakukan dirinya.

"Auuww ...!" jerit Anjani tiba-tiba.

Salah satu tangannya memegang bawah perutnya. Ia merasakan sakit yang amat sangat dan perih di sela-sela kedua kakinya ketika jongkok meraih pakaiannya.

Mendengar jeritan Anjani Barata malah tersenyum sinis, dan tak memperdulikan keadaan Anjani.

Ia meraih amplop berwarna coklat yang tergeletak di atas meja. Rupanya Barata sudah menyediakan amplop itu sejak tadi.

Tanpa disadari Anjani, sebuah amplop berwarna coklat melayang jatuh tepat di atas ranjang depan Anjani berdiri.

Anjani tersentak, mengalihkan pandangan ke wajah Barata yang berdiri menyilangkan kedua tangannya ke dadanya dengan menatap garang Anjani.

"Cepat Ambil dan ke luar, itu upahmu yang sudah menemaniku tidur semalam!" suara kasar Barata dengan angkuhnya, seolah menertawakan perbuatan Anjani gadis kampung yang bodoh.

Anjani menatap amplop coklat di depannya. Ia tau, uang itu sangat dibutuhkannya untuk biaya operasi ibunya.

Ia rela menjual tubuhnya ke Barata seorang majikannya yang terkenal kaya-raya dengan julukan Sultan. Yang terkenal sangat dingin terhadap wanita. Dan selalu memandang rendah wanita. Ia mengira hampir semua wanita bisa dibelinya dengan uang. Dan semua wanita mayoritas mata duitan.

Ia menikahi Ayudya seorang model papan atas, hanya sebuah perjodohan

Barata tak mau mengecewakan orang tuanya. Apalagi ia anak semata wayang dan pewaris tunggal. Yang mana orang tuanya seorang konglomerat ternama di negeri ini.

Anjani terdiam, gadis kampung yang usianya baru menginjak dua puluh tahun itu, tak berani mengatakan sepatah katapun. Sesekali ia memandang Barata lewat sudut matanya.

Anjani berusaha melangkah dengan tertatih-tatih menahan sakit pada kedua kakinya. Ia memunguti satu per satu pakaiannya, sesekali mendesah menahan sakit yang luar biasa pada organ intimnya. Ia berusaha memakai kembali pakaiannya.

Barata sepertinya tak sabar, melihat Anjani lama memakai pakaiannya. Ia kembali membentak Anjani agar Anjani cepat- cepat meninggalkan kamar.

"Cepat ... Tinggalkan kamar ini! Jangan manja, kau sudah aku bayar. Aku tak suka wanita manja!" bentak Barata lagi, dengan mata melotot mengarah wajah Anjani, ia tetap tak perduli melihat ekspresi wajah Anjani yang merasakan sakit.

Tanpa berpikir panjang Anjani menarik seprai yang tampak ada noda merah. Ia harus menghilangkan noda itu sebelum Ayudya istri Barata pulang dari luar kota yang mendapat tugas membintangi iklan disalah satu produk kosmetik yang bekerja sama dengan Brand Ambasador.

Sakit rasanya, sakit sekali mendengar kata-kata kasar Barata. Bahkan rasa perih yang tadi Anjani rasakan tak ada apa-apanya dibanding mendengar ucapan Barata mengusir dirinya bak binatang.

Namun, rasa sakit yang dirasakan Anjani perlahan hilang, ketika terlintas bayangan ibunya merintih menahan kesakitan.

Anjani tak bisa membayangkan lagi, betapa bingungnya Arini adiknya menunggu kiriman transfer darinya.

Hanya demi uang, Anjani menjalankan semua ini. Ia tak mau kehilangan ibunya, ia tak perduli hinaan dan makian yang ke luar dari mulut Barata.

Anjani meraih amplop yang tegeletak di atas ranjang. Perlahan ia melangkah hendak ke luar kamar.

Namun belum sampai Anjani ke luar, tiba -tiba Barata menghentikan langkah Anjani.

Anjani membalikkan tubuhnya menghadap Barata. Dengan cepat Barata melempar seprei yang barusan diambilnya dari lemari, tepat mengenai wajah Anjani.

Anjani tersentak. Ia hanya diam dan tak bisa berbuat apa- apa. Anjani paham apa yang dilakukan Barata. Ia melangkah mendekati ranjang, untuk membenahi seprai yang belum terpasang. Dan ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaannya untuk menemui Aura yang ada di kamar sebelah.

Tanpa Anjani sadari, dua bola mata Barata terus mengawasi gerak Anjani yang naik turun membenahi letak seprai.

Entah tiba-tiba Barata merasakan tubuhnya kembali panas, desir darah birahinya naik kembali saat melihat tubuh sintal Anjani yang tampak montok berisi.

Barata tak bisa mengendalikan nafsunya, ia segera berdiri melangkah mendekati Anjani yang sudah berdiri hendak meninggalkan kamar.

Tanpa pikir panjang, Barata mendekap tubuh Anjani dari belakang.

Anjani tercekat, dengan mata memandang lurus ke depan. Ia bingung, ia tak berani menghindar dari dekapan tangan kekar Barata. Anjani yakin, kalau Barata ingin mengulangi apa yang tengah dilakukan semalam.

Padahal Anjani tak ingin mengulangi perbuatan laknat itu. Namun Anjani tak kuasa menolak.

Anjani takut kalau sampai menolak, ia bakalan dipecat dari pekerjaannya sebagai pengasuh Aura putri Barata yang baru berusia lima tahun.

Apalagi Anjani baru lima bulan bekerja di rumah Barata, menggantikan Astuti teman satu kampung, yang berhenti sebab menikah.

Kalau sampai itu terjadi, hanya karena tak mau melayani majikan laki-lakinya. Trus uang darimana untuk membiayai sekolah ke dua adiknya, serta membiayai kebutuhan ibunya.

Apalagi semenjak bapaknya meninggal satu tahun yang lalu, ibunya sakit-sakitan ia tak bisa meneruskan sekolahnya. Hanya kelas dua SMA Anjani ke luar sebab ibunya tak bisa membiayai sekolah Anjani.

"Anjani, aku ingin menikmati tubuhmu lagi." bisik Barata di telinga Anjani. Dengan mencium leher jenjang Anjani, serta menggigit lembut tengkuk leher Anjani.

"Tapi Tuan, saya harus segera ke kamar nona Aura, waktunya nona Aura berangkat sekolah," ucap Anjani memberanikan diri dengan kata-kata lembut agar Barata tidak tersinggung.

Namun tiba-tiba Barata membentak dengan suara keras.

"Diam, itu urusanmu! Jangan sekali-kali membantah perintahku! Kalau tidak, aku akan mengatakan sama istriku kalau kau sudah menggodaku," ancam Barata dengan membalikkan tubuh Anjani kasar. Hingga wajah Anjani tepat menghadap wajah Barata yang masih bertelanjang dada.

Barata sudah tak bisa menguasai nafsunya. Ia menekan tubuh Anjani kuat-kuat, serta menciumi wajah Anjani penuh nafsu. tangannya menelusuri setiap lekuk tubuh Anjani dengan meremas-remas bagian tubuh sensitif Anjani.

Anjani kembali pasrah apa yang hendak diperbuat Barata. Bekas rasa sakit itu masih terasa, namun Barata masih menginginkan kembali.

Barata mendorong tubuh Anjani hingga jatuh ke ranjang serta menindihnya.

Namun kepasrahan itu tak membuat Barata bersikap lembut. Ia malah memperlakukan Anjani dengan kasar. Hingga Anjani memberanikan diri mengatakan.

"Bukankah transaksi itu sudah selesai, Tuan?"

Tiba-tiba mata Barata melotot. sebuah tamparan hinggap di pipi Anjani.

Plaakkk ...

"Aduuh!" pekik Anjani sambil mengusap pipinya yang terasa panas.

"Wanita bodoh, aku membayarmu. Kau budakku sekarang, tau?"

Anjani menggigit bibirnya sendiri menahan kesakitan dengan menepuk-nepuk pipinya yang memerah bekas tamparan tangan Barata.

Mata Anjani berkaca- kaca, ia menahannya agar airmata tak jatuh di hadapan Barata.

Ia takut Barata akan mengumpatnya serta menamparnya kembali.

Anjani masih merasakan perihnya pada organ intimnya, dan ketambahan lagi pipinya kena tamparan tangan Barata.

Namun Barata sepertinya tak memperdulikannya rasa sakit yang Anjani rasakan. Yang Barata inginkan kepuasan berhubungan dengan Anjani. Apalagi bisa merenggut kesuciannya yang mana selama menikah dengan Ayudya ia tidak merasakan kesucian pada Ayudya di malam pertama.

Ting, tung, ting tung, ting tung ...

Bunyi ponsel Barata yang tergeletak di meja kamar, mengagetkan Barata.

Namun Barata tak segera beranjak dari atas tubuh Anjani. Ia terus menghujamkan ciuman ke wajah Anjani serta membuka satu per satu kancing baju Anjani.

Suara ponsel Barata semakin lama semakin memekakkan telinga, dan sangat mengganggu aktifitas Barata.

"Huh ...!" keluh Barata kesal, dengan terpaksa Barata beranjak dari tubuh Anjani. Ia melangkah ke meja dimana ponselnya tergeletak.

Bergegas Barata meraih ponselnya serta memandang tulisan pada layar ponsel.

Seketika mata Barata membulat sempurna sambil bergumam kecil.

"Mama Aura?"

Barata mengarahkan ponselnya ke arah telinganya.

"Sayang aku sudah di depan rumah!" suara Ayudya dalam ponsel yang membuat Barata panik dan bingung

"I ... Iya Say. Aku akan ke depan menyambutmu," suara gugup Barata sambil menutup ponselnya.

"Cepat ke luar dari sini!" teriak Barata dengan mata melotot mengarah ke Anjani.

Anjani bingung, tubuhnya gemetar, ia cepat melompat turun dari ranjang dan meraih seprai yang kotor beserta amplopnya.

Anjani merapikan letak pakaiannya kembali. Ia tau dan mendengar pembicaraan Barata dan Ayudya dalam ponsel kalau Ayudya sudah pulang dan berada di halaman rumah.

"Awas! Sampai kau bocorkan rahasia ini," ancam Barata pada Anjani, sambil membenahi celananya yang agak miring.

Cekrek ...

Suara pintu kamar yang tak terkunci terbuka, berdiri Ayudya di ambang pintu dengan senyum sumringah menatap Barata.

Namun senyum Ayudya seketika berubah, saat melihat Anjani berdiri dekat ranjang sambil mendekap seprai. Serta mata Ayudya beralih ke arah Barata yang hanya memakai celana tanpa baju dan berdiri kaku memandang Ayudya.

Tatapan curiga menyeringai wajah Ayudya, saat memandang Anjani dan Barata berada di kamarnya.

"Kamu Anjani? Kenapa berada di sini?"

Anjani tak berani menatap Ayudya, ia hanya menunduk.

Bersambung.

Pembaca, bagaimana sikap Ayudya melihat Anjani berada di kamarnya? baca lanjutannya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dinodai Mantan Majikan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini mengikuti perjalanan emosional David dan Arina dalam menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan hati masing-masing. Hubungan mereka pun tumbuh dengan indah seiring waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam sebuah ikatan cinta yang tulus serta sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisi besarnya, William, putra seorang bos mafia kejam, siap melakukan apa saja. Namun, sebuah pengkhianatan merenggut nyawa sang ayah, Ferdinand. Rosemary yang merupakan istri Ferdinand akhirnya mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah duka, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi oleh seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhir menyelesaikan segalanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan