APKDock Logo
Sampul Novel Bulan di Darah Awan

Bulan di Darah Awan

9.8 / 10.0
Cahaya merah abadi kini menyelimuti dunia, membawa penderitaan darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan menjaga kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru membuka kembali luka lama. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian masa lalu menciptakan atmosfer menyesakkan. Rahasia yang terpendam memicu amarah besar hingga hubungan yang baru terjalin ini terancam hancur, menyisakan rasa sesak yang tak terlukiskan.

Bulan di Darah Awan Bab 1

“Fokus!" Sebuah hentakan keras dari laki-laki yang berusia senja itu mengejutkan ratusan mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang berada di ruangan itu. Perhatian mereka yang sebelumnya terpencar ke berbagai penjuru, beralih ke sumber hentakan.

“Saya tidak suka kalau kalian main-main! Fokus atau keluar dari ruangan ini!” teriakan bernada tinggi itu keluar dari mulut laki-laki berusia senja itu. Seorang perempuan di antara ratusan mahasiswa baru itu berzikir pelan, menenangkan diri dari efek kejut itu.

“Saya di sini hanya mengingatkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika kalian meremehkan praktikum pemograman ini, kalian akan menyesal! Kami punya mahasiswa yang gagal lulus karena praktikum ini, jadi jangan diremehkan!” teguran lantang beliau itu di dengarkan dengan seksama oleh ratusan mahasiswa yang akan menjadi peserta praktikum pemograman, sebuah praktikum wajib untuk ditunaikan sebagai syarat kelulusan kuliah pemograman dan kuliah kompetensi teknologi elektro dan informatika.

“Asisten!” teriak beliau lagi. Mahasiswa yang memakai baju khusus laboratorium mereka semua langsung menghadap kepada bapak itu, “jika mereka melanggar peraturan praktikum, segera laporkan kepada saya! Saya akan pastikan nilai mereka E di mata kuliah pemograman!”

Seluruh mahasiswa baru hanya diam hening, Sebagian menelan air liur mereka untuk mengurangi rasa tegang dan takut. Salah seorang asisten laki-laki segera memberikan jawaban.

“Siap Pak Arianto. Akan kami pastikan semuanya lancar,” ucap laki-laki yang di pakaian laboratorium berwarna biru dongker yang dia kenakan terdapat tulisan Legendaria.

“Baiklah. Sekian dulu dari saya. Asisten, ambil alih dari sini!” perintah Pak Arianto. Beliau lalu turun dari podium di ruangan itu dan berbisik kepada beberapa asisten sebelum meninggalkan ruangan. Entah apa pesan yang beliau sampaikan kepada para asisten.

Setelah beliau keluar, seorang asisten perempuan segera naik ke podium dan mengaktifkan proyektor. Tulisan Smile.Princess terlihat rapi di pakaiannya. Asisten lainnya menyebar di seluruh ruangan, mengelilingi para calon praktikan, mereka yang menjadi peserta praktikum.

“Saya akan bacakan peraturan selama praktikum dasar pemograman. Harap diperhatikan dengan seksama dan siapkan catatan kalian. Saya hanya akan membacakan seluruh ini peraturan sebanyak satu kali,” ucap perempuan itu. Semua peserta praktikum menyiapkan kertas catatan mereka. Perempuan itu lalu menyebutkan satu per satu peraturan yang harus dipatuhi praktikan, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum, saat, dan sesudah praktikum, serta sanksi untuk pelanggaran selama praktikum. Semua mahasiswa mencatat dengan seksama.

“Demikian semua peraturan, ada yang ditanyakan?” tanya perempuan itu. Tidak ada yang menaikkan tangannya, sehingga perempuan itu menyimpulkan tidak ada yang ditanyakan.

“Baiklah. Karena tidak ada yang ditanyakan, saya cukupkan.”

Setelah pertemuan selama satu jam yang menegangkan itu, semua mahasiswa membubarkan diri dari ruangan tersebut. Mahasiswa baru langsung menuju ke papan pengumuman laboratorium X-106. Di sana, mereka mencari nama anggota kelompok mereka serta asisten yang akan membimbing mereka selama praktikum.

Salah seorang perempuan berjilbab hitam tampak sibuk mencari namanya yang dia temukan di daftar kelompok di sana. Perempuan lain di dekatnya yang memakai jilbab merah maroon menyapa temannya yang terlihat kebingungan itu.

“Zihan! Zihan!” teriaknya. Perempuan berjilbab hitam yang bernama Zihan itu segera menuju ke tempat yang memanggilnya.

“Ada apa, Riris?” tanya Zihan. Temannya yang dipanggil Riris itu langsung memeluk dirinya. Zihan tampak sedikit terkejut.

“Kita sekelompok Zih!” teriak temannya itu girang. Zihan tampak tidak percaya, namun tangan temannya yang mengarah ke salah satu kertas di papan membuatnya senang.

Shadox [kontak]

Karim Hakim (7)

Chen Da (5)

Anastasia von Annika (3)

Daniel Anton (3)

Zihan Azizah (1)

Haris Rahma (1)

Alsya Nuraini (1)

Haris Mustaqim (1)

Alif Muttaqien (1)

“Sama Alsya juga,” ucap Riris senang. Zihan juga tersenyum. Tiga sekawan semenjak SMA, Zihan, Riris, dan Alsya, kembali dipertemukan sebagai satu kelompok di praktikum perdana kuliah mereka. Melihat lebih lengkap nama yang ada, Zihan menyadari sesuatu yang salah.

“Sebentar, asisten kita Shadox ya?” tanya Zihan. Riris mengangguk. Zihan tampak berpikir sejenak. Dia pernah mendengar nama itu sebelumnya, tetapi lupa dimana.

“Ada apa dengan Shadox?” tanya Riris. Zihan menggelengkan kepalanya. Bagi Zihan, itu hanya perasaannya saja bahwa dia mengenal nama alias itu. Zihan lalu menatap ke arah Riris.

“Ayo, kita pulang dulu. Aku akan hubungi Alsya juga. Untuk kakak-kakaknya mungkin nanti bisa kita cari,” komentar Zihan. Riris mengangguk setuju dan mereka berdua pergi dari tempat itu.

Sementara itu, beberapa asisten yang menyaksikan mahasiswa berkerumun di depan laboratorium mereka hanya menggelengkan kepala. Salah satu asisten laki-laki yang dipakaiannya bertulisan Faux_Wave memberikan komentarnya.

“Sepertinya mereka bersemangat sekali ya. Gak boleh kalah sama maba, ya kan, Shadox?” komentar laki-laki itu dengan nada bertanya seraya menepuk pundak temannya yang sedang fokus. Laki-laki yang ditepuk pundaknya itu mengabaikan gangguan yang menurutnya menjengkelkan itu.

“Eh, lagi fokus ya? Maaf Dox,” ucap laki-laki itu.

“Mas Faux, mohon jangan diganggu Mas Shadox,” pesan laki-laki dengan kode nama Legendaria.

“Siap bos.” Pesan itu dibalas dengan lantang dan laki-laki yang sedang fokus dengan pekerjaannya itu.

“Menyebalkan,” gumam laki-laki dengan kode nama Shadox itu. Dia kembali mengerjakan pekerjaannya. Dia lalu menarik nafas.

“Ini masa praktikum lagi ya? Sudah ketiga kalinya. Entahlah. Rasanya melelahkan.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Bulan di Darah Awan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Fanboy Romantis
8.5
Di depan kamera, Fayrin adalah aktris idola yang tampak sempurna. Namun, di balik layar, ia memiliki kepribadian angkuh yang membuat Kiky merasa sangat muak. Hubungan mereka berubah saat Kiky mulai mengenal sisi kelam sang artis lebih dalam. Rasa benci itu perlahan terkikis, berganti menjadi perasaan cinta yang kuat. Kini, Kiky bertekad untuk mendekati Fayrin dan memenangkan hatinya, meski ia harus menghadapi kenyataan sulit tentang perbedaan dunia mereka yang begitu besar.
Sampul Novel Nick
8.0
Nick Gustron, raksasa industri teknologi informasi yang tegas, kini menghadapi rivalitas sengit dari klien bisnisnya asal Venezuela, Salas Cano. Pertarungan mereka melampaui batas bisnis dan kekuasaan, meluas menjadi persaingan ketat untuk merebut hati seorang gadis desa yang sederhana. Dua pria tampan, cerdas, dan bergelimang harta ini saling beradu demi cinta sejati. Siapakah yang akan dipilih sang gadis? Mengandung konten dewasa, harap bijak dalam membaca.
Sampul Novel Pacar Kedua.
9.7
Hubungan David dan Reta kini dilingkupi keraguan besar. David menaruh curiga bahwa kekasihnya itu telah membagi hati dengan lelaki lain di belakangnya. Enggan terus dirundung rasa penasaran dan kecurigaan yang menyiksa, David pun mengambil tindakan. Ia mulai mengusut gerak-gerik misterius Reta secara diam-diam. David bertekad mengumpulkan bukti-bukti konkret demi membongkar dugaan perselingkuhan yang selama ini mengusik ketenangannya.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger mengajukan tuntutan yang tak biasa kepada asisten rumah tangganya. Tak sekadar membereskan urusan domestik, sang wanita juga diwajibkan melayaninya di ranjang serta memberikan ASI secara rutin. Demi memuaskan fantasi dan hasrat pribadinya tersebut, sang majikan memberikan penawaran menggiurkan. Slater membebaskan asistennya untuk menentukan sendiri jumlah gaji yang diinginkan tanpa batasan nominal.
Sampul Novel Rebirth: Aku Kembali Untuk Membalas Penghianatan Suamiku
9.3
Regina Meizura Carlton meregang nyawa akibat pengkhianatan kejam dari suami, adik, dan orang tuanya sendiri. Beruntung, takdir memberinya kesempatan kedua untuk terlahir kembali. Kini, Regina bangkit dengan tekad membara untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya. Di tengah perjuangannya, ia juga berjanji tidak akan lagi mengabaikan ketulusan cinta dari Axel Witsel Witzelm. Kisah penuh intrik dan konflik dewasa ini ditujukan bagi pembaca bijak.
Sampul Novel Sekretaris Pengkhianat
9.1
Dituduh tidak setia oleh Daniel Lee, Scarlett Chen diusir dalam kondisi mengandung. Sebagai bos besar berdarah dingin dengan latar belakang mafia, Daniel sangat membenci pengkhianatan. Lima tahun kemudian, Scarlett kembali memakai identitas lain demi menuntut keadilan. Akankah momen reuni ini menjadi pembalasan dendam yang sempurna, atau justru menyeret mereka berdua kembali ke dalam pusaran obsesi kelam yang tak berujung?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan