APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Kedua Tuan Alex

Wanita Kedua Tuan Alex

Demi mencukupi kebutuhan finansial sang ibu yang serakah, Bianca terpaksa bekerja sebagai biduan kafe. Takdir mempertemukannya dengan Alex, seorang pria dari kalangan bangsawan yang sebenarnya telah memiliki istri. Pertemuan itu memicu ketertarikan instan hingga berujung pada malam penuh gairah. Kini, Bianca terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit. Ia pun harus berjuang mengatasi dilema batinnya demi merebut posisi utama di hati Alex dari sang istri sah.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Lanjutkan musiknya dan terus bergoyang sampai pagi!" seru seorang pengunjung pria dari sudut ruangan.

"Bianca Sayang, teruslah menari! Tunjukkan pesona nakal mu!" ujar seorang pria lagi seraya menunjukkan lembaran-lembaran uang kertas di tangannya. "Semua ini akan menjadi milikmu, gadis nakal! Maka tetaplah meliuk-liuk di atas sana."

Bianca, sang biduan seolah tidak mengenal lelah. Tubuh indahnya meliuk-liuk semakin liar.

Saweran para Om-om memenuhi sela-sela gaun mininya. Ia tak lagi menghiraukan angin malam dingin menusuk kulit punggungnya yang terbuka lebar.

Pelayan kafe sangat sibuk bila giliran Bianca yang jadi biduan malam di panggung kafe. Dari malam hingga menjelang pagi, para pengunjung tidak akan pernah sepi

Deretan pria konglomerat juga akan singgah menyaksikan tubuh seksinya yang meliuk indah di atas panggung. Di tambah suaranya yang merdu dan memiliki karakter yang kuat.

"Yeah, aku akan bergoyang sampai pagi untukmu, Sayang," sahut nakal Bianca mengedipkan sebelah matanya menggoda pria tadi. Ia menggoyang tubuhnya hingga pagi.

Bouqet mawar yang di hadiahkan para pria hidung belang memenuhi pinggiran panggung , tak jarang juga para pengunjung naik panggung bergoyang bersamanya. Tatapannya yang nakal mampu menarik perhatian setiap pengunjung untuk lebih mendekatinya.

"Mbak, ambilin minum dong!" titahnya menyudahi panggungnya setelah pagi.

Bianca terduduk kelelahan di sudut panggung dekat Disc Jockey. Wajahnya memerah dengan keringat membanjiri dahinya.

"Ini, mbak Bianca," ucap pelayan kafe memberikan kemasan botol air mineral.

Bianca lantas meneguk habis namun tenggorokannya masih terasa kering dan serak.

"Ambilin yang dingin dong, satu botol lagi," pintanya sesekali menyeka dahi dengan tisu kering.

Pelayan kafe hanya mengangguk menurut dan berlari menuju kulkas di belakang dan lagi memberikannya pada Bianca.

"Terimakasih." Bianca membawanya ke kamar ganti untuk merapikan rambutnya yang acak-acakan juga mengganti bajunya sebelum pulang. Ia tidak mau berpakaian seperti itu di luar kafe, maka itu ia selalu membawa pakaiannya.

"Aku pulang, ya," ucapnya pada Welly pemilik kafe yang sedang sibuk menghitung pendapatan semalam.

"Oke, tapi jam tujuh nanti malam jangan lupa datang tepat waktu, ya. Oiya, aku akan punya lagu terbaik nanti malam untukmu, Sayang."

"Aku gak bisa, suruh Yona aja. Aku tidak butuh lagu baru, aku mau istirahat dulu di rumah."

"Sayang kalau kamu gak datang hari ini khusus kunjungan pria berduit," goda Welly mempermainkan alisnya turun naik.

"Aku manggung nanti tengah malam di kafe lain," sahutnya segera berlalu.

"Hei, tunggu. Ini ada titipan tamu semalam buat kamu," seru Welly menghentikan langkah Bianca yang terburu-buru. "Om siapa aku lupa namanya." Welly memberikan sebuah kotak kecil ke tangannya.

"Thanks ya, aku cabut." Sambil melambaikan tangannya ke arah Welly yang masih penasaran dengan isi kotak tadi.

"Bukain, dong, penasaran dengan isinya," goda Welly lagi.

"Hussh, mau tahu aja."

Bianca terus mengayunkan langkahnya ke pintu keluar kafe. Mobil mungilnya segera meluncur kencang meninggalkan kafe Welly, dan membelah jalanan yang belum begitu padat menuju apartemennya.

Dengan mata terkantuk-kantuk ia menekan tombol lift ke lantai 17. Namun, lift tidak kunjung terbuka. Dengan hati kesal ia menyeret kakinya menggunakan tangga ke lantai 17.

"Aku gak yakin masih bernapas sampai lantai 17," gumamnya terus memaksa menaiki tangga.

Nafasnya ngos-ngosan menahan capek, belum lagi matanya yang mengantuk berat.

Bianca adalah putri tunggal, saat ini hanya hidup berdua dengan ibunya dengan menyewa apartemen. Dulu ketika ayahnya masih hidup dan menjabat sebagai wakil pimpinan di salah satu perusahaan ternama, kehidupan keluarga mereka sangat berkecukupan.

Rumah mewah dan semua harta peninggalan ayahnya terjual untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Namun, sifat ibunya yang semakin menggila dengan belanja barang mewah membuat Bianca putus asa. Ingin rasanya ia meninggalkan ibunya sendirian namun ia tidak ingin melanggar pesan ayahnya.

Terkadang ia juga jenuh dan benci tiap kali melihat ibunya pulang dengan mabuk dan meninggalkan utang dimana-mana.

Beruntung Bianca terlahir dengan wajah yang cantik dan seksi juga bakat suara emasnya.

Setiba di dalam apartemen, gadis itu melihat apartemen kosong.

"Hoamm, Bu ... Ibu," panggilnya namun tidak mendengar sahutan Ibunya. "Syukurlah belum pulang dia," gumamnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dalam hitungan detik suara dengkuran terdengar dari bibirnya.

Awalnya Bianca mencoba jadi seorang biduan di hajatan tetangga atau teman-temannya.

Tanpa sengaja berkenalan seorang pria bernama Welly yang merupakan tamu undangan di sebuah pesta, dimana saat itu Bianca jadi seorang biduan di sana.

Pria itu mengajak Bianca bernyanyi di kafenya.

Welly juga menjanjikan honor yang lumayan besar di banding sebagai biduan di pesta-pesta.

Bianca yang sangat membutuhkan uang untuk membayar hutang ibunya, meski dengan hati yang berat ia terpaksa mengiyakan tawaran Welly. Bianca tidak peduli dengan tubuhnya yang lelah dan setengah remuk, ia langsung menerima setiap tawaran dengan bayaran mahal.

Seorang wanita masuk dan berteriak menghampiri Bianca yang masih tertidur pulas.

"Bianca!" teriak wanita paruh baya, ibunya menarik selimut yang menutupi tubuhnya seraya mengguncang kasar bahunya.

"Mmm, siapa seh?" geram Bianca menepis tangan yang terus mengguncang bahunya.

"Bangun! Enak aja tidur-tiduran di sini! Kau pikir duit bisa datang kalau kau hanya malas-malasan, Bianca!?"

Dengan mata berat Bianca membuka matanya, rasa pusing karena kurang tidur, sekujur tubuhnya juga terasa sangat pegal. Ini bukan yang pertama kali ia rasakan, hampir setiap hari setelah pulang bekerja selalu begitu sambutan Ibunya.

"Iya apaan sih, Bu," rutuknya merasa terganggu dengan ibunya yang mengomel tidak berhenti.

"Minta duit, dong. Ibu mau pergi ke boutique teman," sahutnya menarik tangan Bianca dan memaksanya duduk.

"Kok duit lagi seh, Bu? Kemaren, kan udah Bianca kasih lima juta?" Wajahnya tampak sedikit masam dengan sifat ibunya yang mata duitan. "Aku masih butuh duit untuk keperluan pribadiku."

"Udah habislah, semalam Ibu beli gaun ini," katanya menunjukkan bill pembayaran dan memutar-mutar menunjukkan gaun yang dikenakannya kepada Bianca.

"Hahh !!" Mata Bianca terbelalak melihat bill pembayaran gaun jelek yang dipakai ibunya.

"Empat juta sembilan ratus? Oh my God." Bianca ingin meraung sejadi-jadinya.

"Sesekali Ibu harus berpikir untuk belanja-belanja baju!! Jangan suka-suka hati Ibu aja belanja kemauan Ibu! Sementara sebutir beras di dapur sana tidak ada lagi!" berangnya. Matanya melotot menantang ibunya.

"Belum lagi uang sewa apartemen ini, Bu? Aku udah bilang harus menyimpan uang!"

"Itu mudah saja, Bianca. Jual saja mobilmu itu, perkara selesai!"

"Ibu! Sesekali berpikir waras, ya! Jangan ---"

"Dasar kau anak durhaka !! Kau bisa seperti ini karena siapa? Hahh!" potongnya merampas tas dari tangannya, dan mengambil semua lembaran uang yang ada di dompetnya.

Kemudian Ibunya keluar meninggalkan Bianca yang menangis di tempat tidur.

Untuk kesekian kalinya, Bianca tidak bisa melawan. Hanya bisa pasrah hasil jerih payahnya semalaman ludes dirampas Ibunya.

"Ayah, Bianca udah gak sanggup lagi," isaknya kembali menenggelamkan wajahnya di tumpukan bantal.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Akibat kutukan dari perundungan kawanannya, Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic. Ia hampir kehilangan nyawa saat dituduh oleh Putra Mahkota Remus Valez sebagai dalang penyerangan suku Ace. Begitu kebenaran terungkap, Ysee dipaksa bekerja sebagai pelayan pribadi di kediaman Remus. Namun, eksistensinya di sana justru membongkar rahasia-rahasia kelam yang terkubur. Mereka tidak menyadari bahwa keduanya hanyalah pion dalam rencana besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Demi menyelamatkan sang adik di Villa Esperanza yang kejam, Beatriz Sosa terpaksa menerima tawaran rahasia dari Eduardo Moura. Pewaris kaya yang angkuh itu menjadikannya mata-mata di kediamannya dengan imbalan dana serta perlindungan. Kini, Beatriz terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam harga dirinya. Di balik kemewahan dan rahasia kelam, tumbuh gairah terlarang yang menguji batas kelas sosial serta kesetiaan hatinya.
Sampul Novel Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
8.2
Setelah dikhianati dan dicampakkan oleh Deon saat hamil tua, Elara memilih pergi dan membangun hidup baru. Lima tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi miliarder sukses yang memikat dan mandiri. Namun, saat Elara berniat meresmikan perceraian mereka yang ternyata belum diurus Deon, mantan suaminya itu justru muncul kembali. Deon yang posesif mulai menyingkirkan setiap pria yang mendekati Elara. Ketika Elara mengumumkan pertunangan dengan pria lain, Deon yang didera penyesalan nekat mengonfrontasinya.
Sampul Novel KEPINCUT PREMAN SALEH
8.9
Reyhan, preman urakan berjuluk Reynold, terpikat pada Farhana, putri Pak Haji yang baru kembali dari pesantren. Perjuangannya berat karena ia harus bersaing dengan Ustaz Usman yang saleh dan disukai banyak orang. Demi memenangkan hati Farhana, Reyhan bertekad memperbaiki diri. Namun, ia juga harus babak belur menghadapi Razaq dan Raziq, kakak kembar Farhana yang sangat protektif. Bisakah preman ini mengalahkan sang ustaz dan meluluhkan keluarga Farhana?
Sampul Novel Menikahi Ayah Kekasihku
8.0
Celeste terpaksa menikahi taipan berkuasa, Dominic Mercer. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menyadari bahwa suami barunya adalah ayah kandung Adrian Mercer, pria yang menjadi kekasih rahasianya selama tiga tahun. Kini Celeste terjebak dalam dilema besar di rumah tangga barunya yang dingin. Ia harus memilih antara jujur atau terus bungkam. Jika rahasia ini tercium oleh Dominic yang kejam, bahaya besar siap menghancurkan hidup Celeste dan Adrian.
Sampul Novel Perpisahan yang Kutandatangani
8.2
Setelah sebelas tahun bersama Petro, Yasmin mendapati suaminya berselingkuh selama tiga tahun dengan gadis yang lebih muda dan memiliki kemiripan wajah hingga enam puluh persen dengannya. Penderitaan Yasmin memuncak ketika putranya, Haris, menyodorkan surat pemutusan hubungan dan menuduhnya merusak kebahagiaan keluarga. Dengan hati yang hancur, Yasmin akhirnya menandatangani kesepakatan cerai dan memutuskan untuk memutus semua ikatan dengan suami serta anaknya.