APKDock Logo
Sampul Novel Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

9.6 / 10.0
Sebuah album foto yang ditemukan saat membersihkan rumah di hari ulang tahun pernikahan mengungkap rahasia menyakitkan. Selama dua puluh tahun, dari usia 40 hingga 60 tahun, sang suami diam-diam mengambil foto pernikahan tahunan bersama cinta sejatinya, lengkap dengan tulisan "Cinta abadi selamanya". Menyadari dirinya tidak pernah dicintai, sang istri memutuskan untuk berhenti mengurus rumah tangga, anak, hingga cucu. Setengah hidupnya mungkin telah sia-sia, tetapi kini ia siap meniti ulang takdirnya sendiri.

Meniti Ulang di Usia Senja Bab 1

Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku membersihkan rumah dan menemukan sebuah album foto.

Ternyata, setiap tahun di hari ini, suamiku selalu mengambil foto pernikahan bersama cinta sejatinya.

Dari usia 40 hingga 60 tahun, dari rambut hitam hingga beruban, selama dua puluh tahun dia tidak pernah absen.

Di balik setiap foto ada tulisan tangan suamiku: "Cinta abadi selamanya."

Jika yang dia cintai bukan aku, aku tidak perlu lagi mencucikan bajunya, memasak untuknya, mengurus anak, hingga merawat cucu.

Setengah hidupku telah kujalani dengan sia-sia, tetapi tidak ada kata terlambat untuk berubah sekarang.

Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku membersihkan rumah dan menemukan sebuah album foto.

Ternyata, setiap tahun di hari ini, suamiku selalu mengambil foto pernikahan bersama cinta sejatinya.

Dari usia 40 hingga 60 tahun, dari rambut hitam hingga beruban, selama dua puluh tahun dia tidak pernah absen.

Di balik setiap foto ada tulisan tangan suamiku: "Cinta abadi selamanya."

Jika yang dia cintai bukan aku, aku tidak perlu lagi mencucikan bajunya, memasak untuknya, mengurus anak, hingga membesarkan cucu.

Setengah hidupku telah kujalani dengan sia-sia, tetapi tidak ada kata terlambat untuk berubah sekarang.

....

Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahanku dan suamiku, Sandi Setiawan, tetapi dia selalu memilih untuk pergi dari rumah pada waktu seperti ini.

Selama lebih dari empat puluh tahun pernikahan, dia tidak pernah mau merayakan hari-hari romantis bersamaku.

Setelah selesai sarapan sendirian, saat aku sedang mengepel, aku lewat di depan ruang kerja dan sekilas melihat rak buku yang berantakan.

Aku menghela napas, meletakkan alat pel dan masuk untuk merapikan.

Saat mencapai rak paling atas, sebuah buku jatuh, dan sampul tebalnya menghantam dahiku, seketika rasa sakit pun menyerang.

Butuh beberapa saat bagiku untuk melihat dengan jelas bahwa benda itu bukan buku, melainkan album foto pernikahan.

Di dalamnya ada foto-foto sepasang pria dan wanita yang sama, mengenakan berbagai gaun pernikahan, berpose mesra, dengan senyum bahagia di wajah mereka.

Pria itu sangat aku kenal. Dia adalah Sandi.

Tetapi, wanita itu bukan aku.

Aku memegangi dahiku yang terluka, kepalaku berputar, entah mana yang lebih sakit, hatiku atau lukaku.

Foto terbaru mereka diambil tahun lalu pada hari ini. Meskipun rambut mereka sudah memutih, mereka tetap tampak seperti pasangan muda yang sedang jatuh cinta.

Di belakang foto itu ada catatan tulisan tangan Sandi.

Huruf-hurufnya ditulis dengan rapi, sangat jelas bahwa dia menganggap ini hal yang penting.

"Cinta abadi selamanya."

Setelah diamati lebih dekat, di setiap foto ada tanggal di bawahnya.

Dari usia 40 hingga 60 tahun, dari rambut hitam hingga putih, selama dua puluh tahun, dia tidak pernah absen sekali pun.

Ternyata, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku meninggalkanku dengan berbagai alasan untuk mengambil foto pernikahan dengan cinta sejatinya.

Betapa konyolnya.

Dengan gemetar, aku menutup album foto itu, mengingat kembali sikap Sandi semalam sebelum dia pergi.

Dia bilang putra kami harus pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan, dan penerjemahnya mendadak berhalangan, jadi dia harus pergi untuk membantu.

Waktu itu aku tidak terlalu memikirkannya. Lagi pula, sebelum pensiun, dia adalah seorang profesor bahasa asing.

Tetapi, ketika aku mengusulkan untuk ikut serta menikmati pemandangan luar negeri, wajahnya langsung berubah muram dan dia memarahiku.

"Anak kita pergi untuk bekerja, buat apa kamu mau ikut? Lagi pula, kamu nggak bisa bahasa asing dan cuma akan jadi beban."

Kata-katanya sangat membuatku merasa tidak nyaman, meskipun sebenarnya tidak salah.

Sekarang kalau dipikir-pikir, putra kami sangat menghormati Sandi. Kalau dia akan mengajak Sandi ke luar negeri, bagaimana mungkin dia tidak menjemput ayahnya sendiri di rumah?

Aku segera mengeluarkan ponsel dan menelepon anak kami untuk mengonfirmasi.

"Nak, ayahmu bilang dia pergi ke luar negeri bersamamu. Ibu khawatir dengan kesehatannya. Apa di sana semua baik-baik saja?"

Di ujung telepon sana, ada keheningan sejenak sebelum putraku menjawab dengan santai.

"Semuanya baik-baik saja, jangan khawatir, Bu. Meski usianya sudah lebih dari 60 tahun, Ayah tetap sehat dan kuat!"

Putraku sedang menutupi kebohongan Sandi.

Setelah menyadari hal ini, hatiku langsung membeku. Aku tidak banyak bicara lagi dan segera menutup telepon. Air mataku mengalir deras tanpa henti.

Tidak kusangka, bahkan anak kandungku sendiri bersekongkol dengan ayahnya untuk menipuku.

....

Setiap tahun, Sandi selalu mengambil foto pernikahan di studio foto yang sama.

Aku naik taksi menuju studio foto itu.

Setelah puluhan tahun menikah, mungkin hanya dengan melihat kebenaran yang menyakitkan ini dengan mata kepala sendiri, aku bisa benar-benar mengikhlaskannya.

Saat turun dari mobil, cuaca mendung, pertanda akan datangnya hujan badai.

Dengan cemas, aku berjalan menuju pintu masuk toko.

Melalui jendela, aku melihat Sandi di dalam, duduk di sofa dengan mengenakan pakaian pernikahan tradisional.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Meniti Ulang di Usia Senja

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan