APKDock Logo
Sampul Novel Wanita Berhati Es

Wanita Berhati Es

8.4 / 10.0
Sejak lahir, aku tidak pernah memiliki hasrat atau gairah yang besar layaknya orang lain. Kehidupan yang datar itu mendadak berubah saat aku melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Di sana, takdir mempertemukanku dengan seorang dokter yang sangat pandai memikat dan mempermainkan hati wanita. Sentuhan dan pengaruhnya yang perlahan namun pasti mulai meruntuhkan kepolosanku. Kini, sosok dingin itu telah lenyap, berganti menjadi wanita yang dipenuhi gairah membara tanpa lagi memedulikan rasa malu.

Wanita Berhati Es Bab 1

Aku terlahir tanpa banyak hasrat. Namun, saat pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, aku tak pernah menyangka akan bertemu dengan seorang dokter yang ahli dalam mempermainkan wanita. Perlahan, dia mengubahku, dari seorang wanita polos menjadi sosok yang haus akan nafsu, tanpa lagi mengenal rasa malu.

Karena sejak lahir aku dingin secara seksual, pacarku akhirnya ingin meninggalkanku. Aku pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, berharap menemukan jawabannya. Namun siapa sangka, dokter yang kutemui di sana justru seorang ahli dalam mempermainkan perempuan.

Sedikit demi sedikit, dia mengubahku menjadi wanita nakal yang kehilangan rasa malu, hanya hidup untuk mengejar nafsu semata.

Hari itu, aku memakai masker dan kacamata hitam, lalu mendorong pintu klinik kebidanan. Tapi ternyata, yang ada di dalam adalah seorang dokter pria.

"Silakan duduk," katanya sambil mengambil buku rekam medis dari tanganku dan menulis sesuatu di atasnya. Suaranya dalam dan tenang. "Namaku John Pablo, kau bisa memanggilku Dokter John."

Mungkin karena nada profesionalnya, aku pun sedikit merasa lebih nyaman.

"Aku ini dingin secara seksual, pacarku mau putus denganku..."

Tangan John yang sedang menulis di rekam medis itu berhenti, lalu dia kembali mengangkat matanya menatapku.

Aku tak berani menatap balik, hanya terus berbisik pelan, "Aku sebenarnya mau saja tidur dengannya, tapi... tapi, begitu dia menyentuh bagian pribadiku, aku langsung merasa sangat tidak nyaman..."

John meletakkan pena, menyatukan jemari panjangnya di depan dada.

"Apakah kau pernah mengalami kekerasan seksual? Seperti pemerkosaan, pemaksaan dengan obat-obatan, atau pelecehan oleh orang yang kau kenal?"

"Tidak," aku menggelengkan kepala.

"Coba pikir baik-baik, pernahkah suatu hari kau bangun tidur dan merasa tubuhmu nggak enak?"

"Benar-benar nggak pernah."

Sebelum datang ke sini, aku sempat mencari tahu tentang penyebab dinginnya hasrat seksual di internet. Beberapa orang menyebutkan kemungkinan adanya trauma.

Tapi aku yakin, aku sama sekali tidak pernah mengalami kekerasan atau insiden semacam itu.

John mengangguk kecil.

"Penyakitmu bisa disembuhkan."

Hatiku langsung berbunga-bunga, aku lupa rasa maluku, dan spontan menggenggam tangan John.

"Benarkah?"

"Ya, hanya saja..."

"Hanya saja apa?"

"Tapi kondisimu ini spesial. Tidak bisa ditangani dengan metode biasa. Dalam proses pengobatan nanti, aku akan melakukan kontak yang cukup dalam dengan area-area pribadimu. Jadi, kau masih mau melanjutkan? Kalau tidak, kau bisa pergi sekarang."

Wajahku langsung memerah lagi, sempat ingin kabur keluar. Tapi saat teringat penderitaan pacarku, aku akhirnya menahan diri.

"Dokter John, aku mau!"

"Kalau begitu, berbaringlah. Aku akan memeriksa tubuhmu dulu."

John menarik tirai di belakangnya, memperlihatkan ranjang kecil berwarna putih di baliknya.

Aku menurutinya dan berbaring.

John pergi ke kamar mandi kecil di dalam ruangan untuk mencuci tangan, lalu dengan serius mendisinfeksi tangannya, memakai sarung tangan sekali pakai, dan berdiri di samping ranjang.

Dalam ruang tertutup itu, aku bisa mendengar napasku sendiri yang gugup. Membayangkan Dokter John yang tampan dan asing ini akan menyentuh bagian tubuhku yang sensitif, aku jadi merasa malu dan canggung.

"Aku... aku sudah siap. Silakan mulai."

Dari balik kacamata berbingkai emasnya, tatapan John begitu lembut sekaligus tenang, memberiku rasa aman.

"Sekarang, aku akan mulai memeriksa tubuhmu," ujarnya.

"Mm." Aku mengangguk kecil.

Lalu, dengan perlahan, John mulai membuka kancing kemejaku satu per satu.

Dia begitu dekat denganku, sampai-sampai napas panasnya terasa di wajahku, membuat seluruh tubuhku menegang seketika. Aku tak sadar, mataku terpejam sendiri.

"Buka matamu. Kau harus belajar memahami tubuhmu sendiri."

Nada suara Dokter Song lembut, namun entah kenapa, kata-katanya justru memberiku ketenangan yang luar biasa, meredakan kegugupanku.

Perlahan-lahan aku membuka mata.

Begitu mataku terbuka, aku langsung berhadapan dengan tatapan John.

Berbeda sekali dengan pacarku yang kasar dan terburu-buru, John tidak berusaha dengan tergesa-gesa membuka paksa kakiku, juga tidak mengucapkan kata-kata yang memalukan. Tatapannya justru penuh ketenangan dan profesionalisme.

Saat kancing baju terbuka, pakaian dalam di balik kemeja pun terlihat.

"Buang semua pakaian dalam berwarna gelap di rumah. Mulai besok, kau hanya boleh memakai warna-warna cerah, seperti merah atau oranye."

"Baik, Dokter John," jawabku sambil menunduk, pipiku memerah.

Memang, sejak kecil aku selalu memakai pakaian dalam berwarna biru, hijau, atau putih. Pantas saja aku jadi kurang bergairah.

Lalu, John melepas pakaian dalamku, memperlihatkan dadaku yang gemetar halus.

"Apa yang kau rasakan?"

Dia mengulurkan tangan, menutupi seluruh dadaku, lalu memijatnya perlahan.

"Ngg... nggak... nggak ada rasa apa-apa."

Karena malu, wajahku panas seakan terbakar, tapi bau disinfektan yang tercium dari tubuhnya membuatku tetap patuh dan jujur menjawab.

John mempererat cengkeramannya, berpindah posisi, dari pijatan lembut berubah menjadi sedikit lebih kasar, tapi tetap tidak membuatku merasa sakit.

"Kalau sekarang?"

"A-ada..."

Sensasi aneh saat dadaku dipermainkan oleh pria asing membuatku menggigit bibir, jemariku mencengkeram erat sprei, dan tanpa sadar mengeluarkan suara kecil dari tenggorokanku.

"Tubuhmu ada sedikit masalah, kurang sensitif,"

John menyimpulkan dengan tenang. Tangan besarnya kemudian bergerak turun, dari pusarku ke perut bagian bawah, menuju ke bagian pribadiku.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wanita Berhati Es

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Suami Penggoda Iman
8.8
Kehidupan Rifki Viran Al-Maqdisi, selebgram tampan berotot berusia 22 tahun yang kerap menjadi model majalah dewasa, mendadak berubah. Ia dipaksa menikahi Nabila Syakira Putri, gadis berhijab pilihan orang tuanya. Rifki yang merasa Nabila bukan tipenya bersikap sinis, namun Nabila tetap ikhlas mendampingi sang suami yang digilai banyak wanita. Akankah rahasia pernikahan ini terbongkar ke publik? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Sampul Novel Terima Kasih Telah Merebut Suamiku
8.3
Kehidupan rumah tangga seorang istri hancur seketika setelah mengetahui suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain. Pengkhianatan kejam ini memaksanya melihat kenyataan pahit di balik pernikahan yang selama ini ia perjuangkan. Di tengah gejolak emosi yang hebat, ia kini harus mengambil keputusan besar setelah pasangannya direbut. Kisah penuh luka ini menyoroti rasa kehilangan mendalam serta perjuangan menghadapi pengkhianatan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan