APKDock Logo
Sampul Novel Pesona Ibu Susu Anakku

Pesona Ibu Susu Anakku

7.8 / 10.0
Bima tak menyangka Jenny, siswi SMA yang dahulu ia tolong, kini menjadi ibu susu bagi bayinya. Kehamilan Jenny di usia muda menyimpan teka-teki besar. Seiring waktu, daya tarik gadis itu mulai menggetarkan hati Bima yang sebenarnya telah beristri. Akibat sebuah salah paham, keduanya terpaksa menikah siri. Bima bahkan berniat menceraikan Soraya, istri sahnya. Namun, Jenny enggan melukai hati sesama perempuan. Akankah Soraya mampu bertahan atau justru terdepak?

Pesona Ibu Susu Anakku Bab 1

"Siapa kamu?" tanya Jenny, suaranya tegang dengan kekhawatiran. Dia melangkah mundur ketika pria itu ragu-ragu di ambang pintu, tampak tidak yakin dengan langkah selanjutnya.

"Kenapa kamu panggil aku Bapak? Biasanya kan Mas?" Pria itu semakin mendekat, membuat Jenny tersandung ranjang dan terjatuh di atas kasur.

Bruk!

Jenny terbelalak kaget, matanya membulat sempurna. Pria itu langsung naik ke atas kasur dan mendekatinya. Jenny berusaha mendorongnya, tapi tubuhnya lemas karena takut.

"Jangan ...," bisiknya, suaranya terengah-engah.

Pria itu menunduk, wajahnya mendekat ke wajah Jenny. Jenny menutup matanya erat-erat, tubuhnya gemetar hebat. Rasa takut mencengkeram jiwanya, apalagi saat pria itu memaksa untuk menci*mnya.

***

"Halo, ada apa, Mbak?" tanya seorang pria dewasa yang baru saja mengangkat sambungan telepon dari babbysitter anaknya.

Dia bernama Bima Pradipta, seorang pria tampan berusia 33 tahun yang menjadi CEO sukses dibidang kuliner. Dia memiliki 5 restoran mewah diberbagai kota dan salah satunya yang paling terkenal adalah di ibu kota Jakarta.

"Pak Bima, Nona Kaila muntah-muntah lagi. Dia juga demam tinggi," papar wanita dari seberang sana yang mana membuat Bima membulatkan matanya.

"Aku akan segera pulang, Mbak." Bima menutup telepon. Lalu dia bangkit dari kursi kerjanya seraya membenarkan jas dan berlalu pergi meninggalkan kantor menuju rumahnya.

Saat tiba di rumah, Bima terkejut bukan main melihat anak semata wayangnya yang berusia 4 bulan itu tampak pucat dalam gendongan Weni, sang babbysitter.

Cepat-cepat dia pun membukakan pintu mobil untuk wanita itu masuk, kemudian masuk juga dan mengemudi.

"Apa Kaila alergi susu lagi, Mbak?" Sembari menyetir dengan kecepatan full Bima menoleh pada Weni, pria itu terlihat begitu cemas dan amat takut melihat kondisi anaknya.

"Sepertinya iya, Pak. Nona Kaila alergi lagi."

Bima mengusap wajahnya kasar. Anaknya itu memang sejak lahir alergi susu formula, mungkin sudah berbagai macam dia coba sampai dengan tadi siang itu. Tetapi nyatanya perut Kaila tak mau menerima dan berujung pada kondisinya yang sering sakit-sakitan.

Diare dan muntah selalu sering terjadi setelah dia usai menyusu.

Sebenarnya, Bima sendiri masih mempunyai istri. Dia bernama Soraya Ardiana, seorang selebgram cantik dan seksi yang memiliki follower 5 juta.

Memiliki cukup banyak penggemar pada akun media sosial membuat Soraya selalu menjaga penampilannya. Dan itu juga alasannya mengapa dia berhenti menyusui setelah seminggu melahirkan. Karena menurutnya, dengan menyusui tubuhnya akan menjadi gendut dan jelek.

Sudah cukup dulu saja ketika hamil, timbangannya naik sampai 60 yang sebelumnya hanya 50. Sekarang setelah dia berhenti menyusui, timbangan Soraya sudah 53 dan targetnya untuk kembali ke 50.

Memang bagus menjaga penampilan untuk selalu tetap cantik, tetapi tak bagus juga jika dilakukan bukan untuk suami, melainkan untuk para penggemar.

Bima sendiri tak pernah mempermasalahkan bagaimana berat badan istrinya. Jujur, ada rasa lelah di dalam hati melihat kelakuannya itu. Sering berfoto dengan pakaian seksi, membeli barang-barang yang tidak terpakai, jarang ada di rumah, dan yang paling utama dia juga jarang memuaskannya di atas ranjang.

Bima sudah capek kerja di kantor, saat pulang ingin dimanjakan oleh istrinya. Tetapi dia tak pernah mendapatkan hal itu.

Di dalam perjalanan itu mendadak turun hujan yang lumayan deras, Bima segera mengurangi kecepatan. Dari kejauhan terlihat ada seorang gadis yang memakai seragam putih abu-abu sekolah dengan jaket hitam tengah melambaikan tangan di depan.

Entah karena alasan apa, tetapi terlihat jelas gadis itu seperti meminta pertolongan. Wajahnya yang basah karena air hujan itu meringis, tangannya menyentuh perut.

Meski sedang keadaan genting, nyatanya Bima tak tega melihat seseorang kesusahan. Lantas dia pun memberhentikan mobilnya dan menurunkan kaca.

"Om ... boleh aku minta tolong?" pinta gadis itu. Setelah dilihat lebih dekat, wajahnya sangat cantik. Tetapi tampak pucat.

"Tolong apa?"

"Antarkan aku ke rumah sakit, Om. Aku mau melahirkan."

Bima terkejut dengan mata yang terbelalak, sungguh dia benar-benar tak menyangka jika gadis itu sedang hamil. Sebab perutnya tak terlihat buncit, mungkin itu efek bajunya yang besar dan jaket yang dia pakai cukup jumbo.

Sudah begitu dia juga terlihat masih belia. Bima yakin, jika gadis itu hamil pasti karena pergaulan bebas.

"Ayok cepat masuk! Aku juga kebetulan mau ke rumah sakit."

Gadis itu mengangguk, sambil menahan rasa sakit pada perutnya dia berusaha naik ke mobil, lalu duduk di kursi belakang.

***

Setelah tiba, Bima langsung turun dari mobil kemudian berteriak.

"Tolong bawakan brankar untuk wanita yang mau melahirkan!" teriak Bima pada siapa saja yang mendengar.

Sebelum itu dia sudah menyuruh Weni untuk membawa Kaila ke UGD. Nanti biar dia menyusul. Tak mungkin juga dia meninggalkan wanita hamil begitu saja.

Sayang sekali, beberapa kali meminta tolong tak mendapat respon. Perawat dan satpam pun tak terlihat di mana-mana.

"Om ... tolong aku, bayiku sudah ingin keluar," lirih gadis itu sembari mengatur napasnya naik turun. Aliran darah segar dan air kekuningan itu mengalir dari paha menuju betis, dia sudah sangat tak kuat ingin segera mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Bima segera menggendongnya, lalu berlari menuju ruangan bersalin. Dia merebahkan gadis itu di atas ranjang persalinan, dan ada dokter wanita berambut pendek yang datang menghampirinya. Dia memakai masker medis, penutup kepala dan sarung tangan.

"Dok, dia mau melahirkan," ujar Bima seraya menatap gadis itu dan langsung dianggukan oleh dokter.

Baru saja Bima hendak melangkah keluar dan membuka pintu, tetapi lengannya segera dicekal oleh suster.

"Bapak mau kemana? Temani istri Anda melahirkan!"

"Tapi aku bukan suami ...." Ucapan Bima menggantung kala tiba-tiba suster itu sudah menarik kasar tangan Bima, membawanya hingga duduk di kursi kecil di samping gadis itu.

Bima terlihat bingung harus bagaimana, dia memang sudah pernah mengantar istri melahirkan tetapi dulu Soraya melakukan operasi cesar. Dan saat ini sekujur tubuhnya merinding akibat mendengar suara erengan gadis yang kini tengah berjuang melahirkan.

"Eeeuughhhh!" lenguh gadis itu sekuat tenaga, matanya mendelik ke atas menatap cahaya lampu.

Salah satu tangannya memegang besi ranjang.Tetapi yang satunya justru refleks terulur ke arah pundak Bima, lalu mencengkeram kuat hingga membuat pria itu terbelalak dan merintih.

"Aaww!" pekik Bima.

"Sakit banget, Dok!" seru gadis itu sambil menangis, sekujur tubuhnya terasa tegang dan sakit. Apa lagi pada inti tubuhnya.

"Sedikit lagi keluar Nona, tarik napas pelan-pelan ... lalu keluarkan," ujar dokter itu memberikan instruksi. Gadis itu pun langsung melakukannya.

Disisi lain, ingin rasanya Bima menepis tangan gadis itu yang sejak tadi berada di pundaknya. Selain sakit dengan cengkramannya, dia juga ingin pergi dari sana untuk melihat kondisi anaknya.

"Eeeuughhhh ... huh ... huh ... huh ... Eeuuugh!" Gadis itu mengejen lagi, dia mengatur napasnya naik turun dan kembali melakukan hal yang sama.

Dut!

Terdengar suara nyaring yang berasal dari pantat Bima yang menempel kursi, mendadak perutnya mules dan seperti ingin ikut mengejen juga.

'Sakit perut lagi, pengen berak.' Bima baru menarik tubuhnya untuk bangun, tetapi tangan gadis itu sudah berpindah pada rambut kepalanya. Dia menjambak kasar dan menjegen lagi.

"Aawww! Sakit!" teriak Bima.

"Eeeuughhhh ...!" Satu tarikan napas akhirnya dia berhasil mengeluarkan bayi itu dengan selamat.

"Alhamdulillah," ujar dokter sambil menghela napasnya dengan lega.

Bayi yang masih terlihat merah itu berada dalam gendongannya, tetapi kening dokter itu seketika mengerenyit heran sebab bayi itu terlihat diam saja dan matanya terpejam.

Bahkan saat baru keluar pun dia tak menangis.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pesona Ibu Susu Anakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini mengikuti perjalanan emosional David dan Arina dalam menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan hati masing-masing. Hubungan mereka pun tumbuh dengan indah seiring waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam sebuah ikatan cinta yang tulus serta sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisi besarnya, William, putra seorang bos mafia kejam, siap melakukan apa saja. Namun, sebuah pengkhianatan merenggut nyawa sang ayah, Ferdinand. Rosemary yang merupakan istri Ferdinand akhirnya mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah duka, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi oleh seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhir menyelesaikan segalanya.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando memendam obsesi kelam pada Laily, adik tirinya yang santun. Suatu malam, ia nekat mencoba melecehkan Laily saat gadis itu hendak beribadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Namun nasib malang menimpa Abdi ketika ia justru difitnah sebagai pelaku asusila tersebut. Akibat salah paham yang berkembang, Abdi pun terpaksa menikahi Laily demi bertanggung jawab atas tuduhan keji yang menjerat dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan