APKDock Logo
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya

Cinta & Pengorbanan Alya

8.5 / 10.0
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.

Cinta & Pengorbanan Alya Bab 1

Alya duduk di kursi kayu yang dingin, di samping ranjang rumah sakit tempat ibunya terbaring lemah. Seperti setiap pagi, dia menatap wajah Kartika dengan penuh harap, meskipun harapan itu sudah hampir menjadi legenda. Wajah ibunya kini memancarkan keteduhan yang berbeda; kulitnya yang dulu cerah kini tampak pucat, dan mata yang dulu tajam kini tampak kosong, seolah setiap tetes energi telah disedot dari tubuhnya. Alya menyentuh tangan ibunya yang kurus, seakan ingin mengalirkan kehangatan dan kehidupan melalui genggaman itu.

"Ma, lihat, aku membawa bunga favoritmu," Alya berusaha tersenyum, menunjukkan seikat bunga matahari yang baru saja dibeli di pasar. Bunga itu berwarna cerah, seolah menantang kesuraman ruangan itu. Namun, senyum Alya terpaksa, seperti selalu. Kartika membuka matanya perlahan, dan meskipun matanya hanya sejenak berkedip, Alya merasa seolah dunia berhenti sejenak.

"Ma... aku di sini," bisik Alya, suaranya bergetar seperti daun yang ditiup angin. "Kita akan melalui ini bersama. Aku janji, Ma."

Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Alya. Seorang perawat muda dengan jas putih, wajahnya cerah dan penuh perhatian, masuk membawa troli berisi peralatan medis. Alya menatapnya sejenak, seolah berharap dari wajah perawat itu, ada sebuah jawaban. Namun, perawat itu hanya melambaikan tangan dengan senyum kecil sebelum pergi tanpa berkata apa-apa.

Pandangannya kembali ke ibunya yang terbaring, dan ia merasakan sebuah sakit yang tak terungkapkan-rasa bersalah yang menghimpit dada, membuatnya sulit bernapas. Sudah sebulan lebih sejak dokter mengungkapkan diagnosa itu, dan setiap hari, Alya merasakan beban yang semakin berat. Kartika membutuhkan transplantasi organ yang biayanya luar biasa mahal. Tidak hanya itu, donor yang cocok untuknya pun sangat langka. Alya yang bekerja di sebuah kafe kecil di sudut kota, dengan gaji pas-pasan dan hutang yang menumpuk, tahu betul bahwa dia tak punya apa-apa untuk menyelamatkan ibunya.

Setiap kali melihat Kartika menatapnya dengan mata penuh harap, Alya merasa seperti harus menanggung semua kesalahan di dunia ini. Ia tak pernah membayangkan bahwa sebuah hari seperti ini bisa datang. Di benaknya, ibunya selalu menjadi wanita yang penuh semangat, penuh kasih, sosok yang tak pernah sekalipun mengeluh tentang hidup yang keras. Kartika, seorang ibu tunggal yang telah membesarkan Alya sendirian, selalu menjadi pahlawan dalam hidupnya. Kini, Alya hanya bisa duduk dan menangis diam-diam, berusaha menahan air mata agar tidak jatuh di depan ibunya.

"Kana..." suara Kartika, meskipun lemah, berhasil menggetarkan hati Alya. Ia menunduk, mendekatkan telinga.

"Apa yang, Ma?"

Kartika menggenggam tangan Alya dengan tenaga yang tersisa. Meskipun kelembutan jari-jarinya semakin hilang, setiap genggaman terasa seperti pesan yang tak ingin dia lupakan. "Jangan... jangan takut. Kau... kuat."

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dengan kasar, dan seorang pria dengan jas hitam masuk dengan ekspresi serius. Niko, seorang pengusaha muda yang memiliki segalanya, kecuali mungkin kebahagiaan sejati. Wajahnya yang tampan itu seperti terbuat dari batu, namun ada sesuatu di matanya-sesuatu yang membuat Alya terkejut. Ia berdiri di sana, di ambang pintu, seolah tengah mempertimbangkan sesuatu.

Alya menatapnya dengan curiga, namun juga dengan rasa ingin tahu yang tak bisa dia pungkiri. Niko, pria yang hanya pernah dia dengar namanya di berita atau di lobi rumah sakit tempat ibunya dirawat, kini berdiri di hadapannya, seolah membawa dunia di bahunya.

"Kana, aku datang untuk bicara," katanya, suaranya serak, penuh tekanan.

"Untuk apa, Niko?" Alya menjawab dengan nada yang lebih tajam dari yang ia maksudkan. Dia tahu ini mungkin tidak adil, tapi hatinya sudah terlampau terluka untuk bersikap lembut.

Niko menghela napas, seolah mencoba menenangkan dirinya. "Aku tahu situasi ibu kamu. Aku bisa membantu. Tapi ada syaratnya."

Alya terdiam. Jantungnya berdetak begitu keras, hampir mengalahkan suara di sekelilingnya. Dia menatap pria itu, mencoba membaca ekspresi di wajahnya, mencoba mencari tahu apa yang ada di balik kata-katanya. "Syarat apa?"

Niko melangkah lebih dekat, hanya satu langkah lagi, dan jarak di antara mereka semakin sempit. "Aku ingin kamu menjadi ibu pengganti untuk anak yang akan aku dan istriku miliki."

Alya terbelalak, seolah sebuah petir menyambar tubuhnya. Kata-kata itu menari di udara, seolah ingin menembus kulitnya, menjalar ke dalam otaknya, memaksanya mencerna kenyataan yang begitu sulit diterima. "Ibu pengganti? Untuk anak... untuk kalian?" Suaranya gemetar, hampir tak terdengar.

"Ya, dengan kompensasi yang cukup besar, lebih dari cukup untuk menyelamatkan ibu kamu," jawab Niko, menatapnya dengan mata yang tajam, seolah ingin menilai reaksi Alya.

Alya merasa pusing, seakan bumi di bawah kakinya bergoyang. Dia menatap ibunya, yang kini memandangnya dengan mata penuh pertanyaan. Ingin rasanya Alya berteriak, mengatakan bahwa semua ini gila, bahwa hidup tidak seharusnya diputarbalikkan seperti ini. Namun, di dalam hatinya, ada seberkas harapan yang berdebar, takut, namun juga mendesak.

"Ini... ini satu-satunya cara, bukan?" Alya berkata, suaranya hampir hanya berupa bisikan.

Niko mengangguk, bibirnya sedikit tersenyum, namun matanya tak turut tersenyum. "Kamu tak perlu menjawab sekarang. Tapi ingat, ini bukan hanya untukmu, ini juga untuk ibumu. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali."

Ketika Niko keluar dari ruangan, Alya hanya bisa menatap kosong ke arah pintu yang tertutup rapat. Di luar sana, hidup terus berjalan, dan dalam sekejap, hidupnya berubah selamanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta & Pengorbanan Alya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel DICERAI KARENA MANDUL
8.3
Hidup Kala hancur setelah diceraikan karena dituduh mandul dan dikhianati suaminya. Di tengah keputusasaan dan luka hati yang hebat, ia meratapi nasib buruknya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Sheryl Amanta Versha, gadis kecil yang dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. Kehadiran Sheryl membawa harapan baru bagi Kala. Walau sempat menyangkal perasaannya, Kala kini harus menghadapi gejolak emosi baru yang menguji kekuatannya untuk bangkit kembali.
Sampul Novel Jika Cinta Jangan Bercerai
9.0
Demi wasiat sang ayah, Keyra, mualaf muda berusia 20 tahun, bersedia menikahi Afnan Noor Malik. Kelembutan hati sang pemilik pesantren perlahan meluluhkan keraguan Keyra hingga ia jatuh cinta. Namun, pernikahan mereka diguncang kehadiran Samuel, sang mantan kekasih yang ingin merusak segalanya. Cobaan kian hebat ketika Afnan harus berpoligami dengan Lathisa. Kini, Keyra harus kuat bertahan demi cintanya di tengah bayang masa lalu dan ujian takdir baru.
Sampul Novel Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
9.3
Demi melindungi Meisya dari skandal, Galvin memaksa Indri bercerai dan menanggung fitnah. Di kehidupan sebelumnya, penolakan Indri berujung tragis hingga ia tewas dalam kecelakaan setelah dihujat publik. Kini, Indri terbangun kembali di masa lalu tepat saat disodorkan surat cerai. Alih-alih menangis, ia menerimanya dengan tenang. Namun, kebebasan itu tidak gratis. Indri menuntut seluruh aset serta saham Galvin sebagai ganti atas penderitaannya.
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah misteri ini, keberhasilan seseorang justru memicu malapetaka mengerikan akibat rasa iri yang tak terkendali. Dendam dan kecemburuan mendalam atas pencapaian sesama berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa secara fatal. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa mengundang teror mematikan? Bersiaplah mengungkap misteri di balik kebencian ekstrem yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap prestasi yang diraih menjadi awal dari petaka yang mengintai.
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pebisnis mebel yang gemar balap mobil, telah hidup bersama dua istri rupawan. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang umbrella girl saat menjamu rekan bisnisnya. Pertemuan itu memicu obsesi baru dalam diri Sebastian untuk beristri tiga. Akankah kedua istrinya merelakan pernikahan ketiga ini, atau justru bersekutu menyusun rencana besar demi menghentikan ambisi sang suami mereka mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan