APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Dingin

Terjerat Cinta Duda Dingin

Sejak remaja hingga berumur hampir kepala tiga, Kinara Larissa Putri hanya mencintai satu pria. Impiannya terwujud saat ia dinikahi Arka, duda menawan dambaannya. Sayangnya, pernikahan itu hambar. Arka yang kaku dan egois ternyata menikahinya cuma demi sang anak, tanpa rasa cinta. Di tengah dinginnya sikap sang suami, sesosok pria lain hadir menawarkan kasih sayang yang tulus. Kinara kini bimbang, sanggupkah ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta saat godaan baru mulai datang?
Bab
Bagikan

Bab 2

SEBENING CINTA KINARA

"Kinar, ikut aku. Mama memanggilmu."

Laki-laki itu berucap pelan. Sungguh, aku sangat shock mendengar suara merdu itu kembali. Suara yang sejak 15 tahun belakangan tak pernah kudengar lagi.

"Mau ngapain, Mas Arka? Memangnya kalian beneran mau menikah?"

"Kabar burung itu benar ya, Mas? Kamu mau menikahi Kinar?"

"Iya, kan katanya demi hutang ibunya Kinar lunas. Kasihan 'kan kalau udah ninggal lama, tapi masih punya sangkutan di dunia? Lagipula nggak mungkin nungguin Kinar melunasi hutang almarhum ibunya yang puluhan juta itu. Dia 'kan pengangguran. Sibuk ngehalu pengin dilamar Mas Arka jadi nggak sempat cari kerja."

"Seneng banget dong kalau Kinar beneran dilamar Mas Arka, secara selama ini dia cuma nunggu lamaran Mas Arka doang loh."

Ucapan-ucapan mereka yang menohok itu memang sengaja untuk mempermalukanku di depan Mas Arka. Meski mungkin ada beberapa ucapan yang benar, tapi tak seharusnya mereka membeberkan itu semua. Apalagi di depan Mas Arka seperti ini.

"Mama yang meminta, bukan saya."

Glek. Kutelan saliva begitu saja. Mungkin memang cukup singkat kata-katanya. Namun justru memunculkan banyak tanda tanya. Mataku kembali berkaca. Seketika para ibu itu pun terdiam.

Tepat di saat aku mengikuti Mas Arka pergi, mereka kembali mencaci. Sengaja mengucapkan kata-kata ejekan itu dengan cukup keras, agar aku dan Mas Arka mendengarnya.

"Tante ... Nenek bilang, tante Kinar adalah calon bunda untuk Luna. Benar?"

Kebingunganku lantas dijawab oleh Mas Arka dengan pelan. Dia mensejajari anaknya lalu membingkai wajah cantik itu dengan tatapan cinta.

"Benar, Luna. Bukannya akhir-akhir ini Luna ingin seorang bunda?" tanya Mas Arka dengan senyum tipisnya.

Senyum yang tak pernah aku lupa hingga detik ini. Masih sama seperti dulu, saat aku dan dia menikmati senja setelah seharian bermain layangan bersama.

"Asiikkkkk. Nenek bilang, tante Kinar ramah dan baik hati, jadi Luna mau kalau tante jadi pengganti bunda."

Mas Arka mengangguk lalu mengusap pelan pucuk kepala Luna yang tertutup jilbabnya. Tanpa menoleh sedikit pun ke arahku, laki-laki itu pergi begitu saja menemui beberapa tamu. Hadirku, seolah tak pernah dianggap ada olehnya. Hanya formalitas belaka untuk menyenangkan hati ibu dan anaknya.

Kembali teringat ucapannya belasan tahun silam. Saat dia memapahku yang baru saja terjatuh dari sepeda. Dia menyeka air mataku yang bercucuran lalu mengusap pucuk kepalaku pelan. Aku masih mengingatnya cukup jelas. Kala itu, aku dan dia sama-sama duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

Aku memang selalu sekelas dengannya, meski usia kami terpaut satu tahun delapan bulan, lebih tua dia dibandingkan aku.

"Kinar, sepertinya nanti saat kita kelas satu atau dua SMP, aku bakal pindah sekolah mengikuti papa. Papa berencana akan pindah ke Jakarta, tapi kamu tenang saja, ya? Nanti aku akan usahakan pulang setahun sekali buat ketemu kamu. Saat aku pergi, kamu harus bisa jaga diri. Jangan cengeng lagi. Tunggu aku dewasa dan mandiri, setelah itu aku akan selalu menjagamu. Tak akan kutinggalkan kamu sendiri lagi."

Ucapan itulah yang selalu menguatkanku. Menjadikanku perempuan setia, rela menunggu bahkan merasa sangat bersalah jika dekat dengan laki-laki selain dia. Meski pada kenyataannya, dia berdusta. Jangankan setahun sekali untuk berjumpa, bahkan dia tak pernah kembali sejak kepergiannya.

Aku tahu, mungkin dia sudah melupakan semua tentangku. Lupa akan keceriaan yang dulu terajut bersama. Lupa dengan semua kenangan indah di saat menanti dan menikmati senja. Lagipula aku sadar, saat itu hanyalah aktivitas bocah ingusan yang belum paham arti cinta dan setia.

Semua orang menganggapku bodoh. Seolah tak ada laki-laki lain di dunia ini kecuali Arka. Namun apa daya, hati yang berbicara. Aku tak bisa memaksakan diri untuk jatuh hati, jika rasanya aku memang tak lagi menginginkan cinta dari selain dia.

Hanya doa, doa dan doa yang bisa kupanjatkan tiap malamnya. Mengetuk pintuNya agar mau mempertemukanku kembali dengan sosok itu. Meski mungkin dengan status yang berbeda.

Tak apa. Asalkan aku bisa kembali menatap manik mata itu. Menyelami kedua binar matanya agar kutahu, masih adakah cinta di sana untukku?

Tak salah dengan doa. Tak keliru pula dengan harapan dalam dada. Buktinya, detik ini dia benar-benar datang dengan status yang tak lagi sama. Dia datang melamar, hingga pernikahan sederhana ini pun digelar.

Tante Dina sudah menceritakan banyak hal tentang Mas Arka dan keluarga kecilnya. Aluna ... gadis kecil yang berusia enam tahun itu membutuhkan sosok mama. Tante Dina hanya percaya akulah yang bisa merawat Aluna dengan ikhlas dan penuh cinta.

Berulang kali teman wanita Mas Arka datang, berulang kali pula Aluna menolak memiliki pengganti bunda seperti mereka. Mas Arka pun diam saja. Dia seolah tak ada minat ikut campur atau sekadar mencarikan pengganti bunda untuk anaknya.

Semua terserah tante Dina dan Aluna. Dia mengikut saja. Baginya, keputusan tante Dina akan jauh lebih baik untuk Aluna dibandingkan keputusannya sendiri untuk memilih salah satu wanita yang jatuh cinta padanya.

Baginya, kebahagiaan Aluna adalah yang utama. Karena itu sebagai bentuk tanggungjawabnya pada Nadila. Mendiang istrinya yang pergi beberapa hari pasca melahirkan Aluna.

Nadila yang teramat yakin suaminya bisa mencarikan sosok bunda terbaik untuk anak semata wayangnya. Bahkan mencari istri yang baik pula untuk menggantikannya.

Tangis dan harapan tante Dina membuatku iba. Kembali membuat cintaku mekar dan bersemi. Harapan yang dulu hampir pupus, kini kembali datang menyapa. Hingga akhirnya aku setuju, akan berusaha melakoni peran sebagai ibu yang baik untuk Aluna, pun menjadi istri yang setia untuk ayahnya.

Tak ada yang mendampingiku dalam pernikahan sederhana ini. Hanya keluarga Mas Arka yang menyaksikannya, juga para tetangga dengan segala pandangan negatif mereka.

Wali hakim yang membantuku dalam akad nikah ini pun mengucap ijabnya. Hingga dijawab sekali tarikan nafas oleh Mas Arka.

"Saya terima nikah dan kawinnya Kinara Larissa Putri binti Ahmad Kurniawan dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas 30 gram dibayar tunai."

"Sah?"

"Saahhh."

Alhamdulillah. MasyaAllah akhirnya doa dan impianku kini terkabul. Aku sah menjadi istrinya. Satu-satunya lelaki yang berhasil membuatku jatuh cinta.

Dengan gemetar, kucium punggung tangannya yang terulur di hadapanku. Aku pun tersenyum, meski tak ada senyum sedikit pun di wajahnya.

"Selamat, Kinar. Akhirnya impianmu selama ini dikabulkan. Semoga kamu bisa menjadi ibu yang baik buat Aluna."

Bisikan itu terdengar jelas di telinga, saat dia mencium pucuk kepalaku yang tertutup hijab ungu.

💕💕💕

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ada Cinta di Meja Hijau
8.7
Anita Putri, pengacara andal bertubuh gempal, dikhianati oleh Adrian Hartono. Putra pemilik firma hukum tempatnya bekerja itu hanya memanfaatkan kecerdasan Anita demi memenangkan berbagai kasus, meski Anita tulus mencintainya. Kecewa dengan perlakuan Adrian, Anita memutuskan bangkit dan mengubah penampilannya secara drastis. Ini menjadi awal perjuangannya membalas dendam sekaligus menemukan kembali harga diri yang sempat hilang di dunia hukum.
Sampul Novel Aku Bukan Boneka
8.5
Menghadapi rumor perselingkuhan suaminya yang kaya, protagonis novel romantis misteri Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Sang ibu menghancurkan lukisan berharga miliaran rupiah sambil melontarkan hinaan keji di depan umum, berdalih demi kebaikannya. Di balik tuntutan agar ia mandiri dan bercerai, terungkap rencana licik sang ibu yang ingin menjodohkannya dengan duda paruh baya miskin.
Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Pernikahan tak biasa menyatukan dua sosok berkarakter kuat. Seorang wanita tangguh memilih bertahan hidup bersama pria yang sangat keras kepala. Saat ego serta prinsip hidup mereka saling berbenturan di bawah atap yang sama, dinamika hubungan pun menjadi penuh tantangan. Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen yang diuji oleh watak keras keduanya, di mana tidak ada satu pun yang mau mengalah dalam mempertahankan pendirian masing-masing.
Sampul Novel Di Balik Topeng Cinta Pertama
8.5
Kehilangan putri tercinta akibat serangan jantung menyisakan duka mendalam bagi sang ibu. Kehancuran itu memuncak saat tahu sang suami menyuap dokter demi memindahkan jantung anak mereka ke putri teman masa kecilnya. Di saat suami merayakan keberhasilan itu, sang istri justru divonis menderita leukemia stadium lanjut. Sambil mendekap guci abu anaknya, ia pulang dan mendapati suaminya bersiap keliling dunia bersama teman masa kecilnya itu.
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Sampul Novel Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik
9.2
Seorang mahasiswi yang terbiasa menikmati kehidupan bebas dengan banyak pria mengira takdirnya akan terus seperti itu. Namun, pandangannya berubah total setelah ia bertemu dengan pacarnya saat ini, sosok yang ia yakini sebagai cinta sejati. Sayangnya, hubungan romantis mereka terbentur sebuah rahasia intim yang sulit diungkapkan, karena sang kekasih ternyata memiliki keterbatasan fisik di ranjang. Kisah romantis remaja modern ini menyoroti perjuangan batin dan komitmen di tengah ujian yang tak terduga.