APKDock Logo
Sampul Novel DIONESA

DIONESA

8.9 / 10.0
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.

DIONESA Bab 1

Menjadi anak baru di sebuah sekolah itu rasanya tidak enak. Itu yang dirasakan Sasa. Hari ini merupakan hari pertamanya masuk sekolah disalah satu sekolah negri di Jakarta. Di benaknya sudah dipenuhi dengan hal-hal yang mengerikan ketika akan melangkahkan kakinya di kelas.

Sasa diantar seorang guru ke kelas XI IPA 3, begitu Sasa masuk dia menjadi sasaran tatapan dari 28 siswa yang ada di kelas itu. Tentunya dengan tatapan yang menghakimi, mulai dari rambut sampai kaki. Sasa hanya bisa menunduk, menunggu Guru yang mengantarnya berbicara dengan Guru yang sedang mengajar di kelas itu.

“Ini kelas baru kamu, nanti perkenalan atau gimana selanjutnya tanya sama Ibu ini saja ya,”ujar Guru yang mengantar Sasa.

“Baik Bu.”

Guru itu ke luar, keadaan kelas semakin riuh. Bisa dipastikan seisi kelas sedang membicarakan Sasa.

“Baik anak-anak, tenang dulu. Tolong perhatiannya ke sini sebentar. Kalian dapat teman baru, dia pindahan dari Jogja.”

“Bu… jangan Ibu dong yang kenalkan. Biar dia dong Bu yang kenalkan sendiri…” celetuk seorang siswa laki-laki dari belakang.

“Boleh juga, oke silahkan kenalakan dirimu sendiri Nak,” ujar Guru itu pada Sasa.

Sasa mengangguk, dia mengangkat kepalanya yang dari tadi tertuduk. Dia menghela nafasnya, melempar pandangannya ke depan. Dia mengumpulkan tenaga untuk berbicara.

“Hai semua...” sapa Sasa.

“Hai...” sambut semua siswa yang ada di kelas.

“Perkenalkan nama saya Shakira Dwita Wijaya, biasa dipanggil Sasa…”

“Sasa? Micin dong…” celetuk laki-laki yang tadi lagi.

Jelas celetukan itu mengundang tawa seisi kelas. Sasa hanya bisa terdiam, dugaannya benar kalau hari ini dia akan menjadi bahan tertawaan teman-teman barunya.

“Sudah… sudah…. Nanti kalian lanjutkan saja perkenalannya pada jam istirahat ya. Sasa kamu bisa duduk di barisan belakang sebelah kiri,” Guru itu menunjuk meja yang di sudut.

Meja itu hanya diisi satu murid saja, bangku di sebelahnya kosong. Murid yang ada di meja itu seorang lelaki, wajahnya tidak terlalu bersahabat dan terkesan tidak peduli dengan yang terjadi di kelas. Sasa berjalan ke meja yang ditunjuk guru tersebut. Dia mencoba menebar senyum pada murid yang ada di sekitar meja itu.

“Hai Sasa, aku Della…” sapa seorang murid perempuan yang duduk di depan meja Sasa.

“Hai aku Sasa,” ujar Sasa pada Della.

Beberapa murid ikut bersalaman dengan Della, kecuali laki-laki yang duduk semeja dengan Sasa. Wajah murid laki-laki itu acuh, tidak peduli dengan kedatangan Sasa. Sasa mengalah, dia mengulurkan tangannya pada laki-laki itu.

“Hai, aku Sasa…”

“Aku sudah tahu, tadi kan kamu sudah bicara di depan. Buat apa diulang lagi? Aku gak tuli kok,” jawab laki-laki itu ketus.

Sasa melongo, dia tidak mengira kalau respon dari laki-laki dingin itu akan ketus.

“Dia pikir dia siapa? Sombong amat jadi orang,” batin Sasa.

“Sudah Sa, jangan masukin ke hati. Dion memang orangnya seperti itu kok,” ujar Della.

Sasa hanya mengangguk, mencoba tersenyum. Walaupun di dalam hatinya sangat kesal. Sasa membuka tas, mengeluarkan dan membanting bukunya ke atas meja.

“Biasa saja dong!” tegur Dion dengan ketus.

Sasa tidak merespon, dia seolah-olah tidak mendengar teguran dari Dion. Sampai pulang sekolah, tidak ada perbincangan antara Sasa dan Dion. Begitu bel berbunyi, Dion buru-buru mengemasi buku-bukunya dan pergi.

“Sa, kamu pulang ke arah mana?” tanya Della.

“Aku ke daerah Jakarta Selatan Del.”

“Ohh, kita searah dong. Mau bareng gak?”

“Ehmmm aku dijemput kok Del, makasih ya.”

“Ya sudah, aku duluan ya Sa. Sampai jumpa besok…”

“Iya Del…”

Sasa menyusuri koridor kelas sendiri, tentu dia menjadi bahan perhatian murid-murid di sekolah itu. Wajahnya yang manis, dengan tubuh yang tinggi semampai dan kulitnya yang putih bersih wajar menarik perhatian murid-murid terkhusus dari para lelaki.

Sampai di gerbang, Nino sudah menunggu. Nino adalah abang kandung Sasa. Usia mereka terpaut cukup jauh, sekitar 8 tahun. Sekarang Nino sudah bekerja, tepatnya membuka distro miliknya sendiri. Melihat Nino yang sudah ada di seberang jalan, Sasa langsung menyebrang jalan tanpa melihat ke kiri dan kanan.

“Aaaaaarrggggghhh….” Teriak Sasa, ketika satu motor melewati tubuhnya hanya terpaut beberapa centi meter.

Untung saja pengemudi motor itu bisa mengendalikan motornya dengan baik, nyaris saja Sasa diserempet motor besar itu.

“Punya mata gak?! Kalau menyebrang lihat-lihat dulu!” bentak pengemudi motor itu dari balik helmnya.

Sadar dengan kesalahannya, Sasa hanya tertunduk dan diam. Pengemudi motor itu juga langsung tancap gas. Dengan langkah lunglai, Sasa berjalan menuju mobil Nino.

“Kamu gak apa-apa Sa?” tanya Nino dengan panik.

“Enggak.”

“Lain kali hati-hati ya.”

“Iya.”

“Kamu lagi lamunin apa sih? Sampai gak lihat ada motor sebesar itu lagi jalan. Telat saja dia rem, sudah jadi lemper kamu.”

“Sudah dong Bang, jangan dimarahin terus. Aku juga gak mau kok kejadian seperti itu,” gerutu Sasa.

“Tuh kan, dibilanging pasti protes.”

“Bukan protes Bang, tapi aku juga syok tadi. Sudah dong jangan diomelin lagi.”

Nino tidak bersuara lagi, dia mengemudikan mobilnya. Melihat wajah Sasa yang cemberut, Nino merasa iba. Nino memang paling tidak bisa melihat wajah adiknya cemberut, dia sangat sayang pada Sasa apalagi setelah Ibu mereka meninggal dunia. Nino merasa kalau Sasa adalah tanggung jawabnya.

“Sudah gak usah cemberut, jelek banget ih…”

“Bodo amat,” jawab Sasa ketus.

“Eh, ngomong-ngomong kamu kenal sama yang bawa motor tadi?”

“Enggak.”

“Bukannya teman satu sekolah kamu, seragamnya sama.”

“Ya kali aku kenal semua anak murid di sana, baru juga hari pertama masuk sekolah,” jawab Sasa masih dengan intonasi yang ketus.

“Galak amat sih adikku, terus gimana hari pertama sekolah kamu?”

“Gak jauh beda seperti Abang, menyebalkan.”

Nino terkekeh mendengar jawaban Sasa.

“Ehmm, kamu lapar gak Sa? Kita makan yuk…”

Sasa melirik Nino.

“Mau gak? Kamu bisa makan sepuasnya deh nanti.”

“Bener?”

“Benar lah…”

“Gitu dong, itu baru Abang aku. Makan sepuasnya kan?” Sasa sumringah.

“Iya. Tapi makan sepuasnya di rumah…”

“Aahhhh, nyebelin!” Sasa cemberut lagi.

“Iya… iya… kita makan di luar deh. Sudah jangan cemberut lagi.”

Sasa tersenyum.

Mereka menuju salah satu resto keluarga yang ada di sekitaran Jakarta Pusat. Begitu sampai di sana, Sasa langsung memesan beberapa menu kesukaannya.

“Habis tuh Sa?” tanya Nino.

“Kalau gak habis, ya bawa pulang Bang,” jawab Sasa dengan santai.

Nino hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakukan adik kandungnya itu. Tapi dia tidak melarang, dia membiarkan saja apa yang ingin dilakukan Sasa.

“Oh ya Sa, Papah pernah cerita sesuatu gak sama kamu?” tanya Nino disela-sela mereka makan.

“Cerita? Tentang apa Bang?”

“Tentang Tante Eva.”

“Tante Eva? Siapa itu?”

“Pacar Papah,” jawab Nino pelan.

Sasa berhenti makan, dia menatap wajah Nino. Seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

Lanjut Membaca

Daftar Isi DIONESA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng itu runtuh saat rahasia gelap sang miliarder mulai terungkap. Pernikahan yang selama ini Elena jalani ternyata bukan didasari cinta, melainkan sebuah taktik licik yang dirancang Samuel. Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan demi ambisi tersembunyi sang suami, amarah Elena pun meledak dalam jebakan rumah tangga ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan