APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Teratai Abadi

Teratai Abadi

Puti Bungo Satangkai, gadis bisu yang lahir prematur, memiliki kesaktian besar di Pulau Sinaka berkat didikan Inyiak Mudo. Setelah sang guru wafat, Bungo berkelana ke Andalas untuk mencari asal-usulnya. Berbekal liontin teratai, ia bertemu Kumbang Janti dan mengetahui bahwa dirinya keturunan Sialang Babega. Perjuangan merebut pusaka Teratai Abadi untuk Raja Minanga dipenuhi pertempuran sengit yang merenggut nyawa rekannya. Namun, ia berhasil bertemu kakaknya dan bersatu dengan Antaguna, cinta sejatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lima langkah di hadapan Sabai Nan Manih, Inyiak Mudo lalu duduk bersila. Ia memutuskan untuk menunggu wanita itu saja mengakhiri semadinya daripada harus dengan sengaja mengganggunya.

Hanya sekejap saja sebelum wanita sepuh yang dikenal oleh masyarakat dengan julukan Inyiak Gadih tersebut terdengar menghela napas dalam-dalam. Ia mendapat panggilan seperti itu bukan berarti dia masih gadis, itu disebabkan wajah dan bentuk tubuhnya itu, meskipun sudah berusia sangat tua sebagaimana dengan Inyiak Mudo, namun wajah dan tubuhnya masihlah terlihat seperti seorang gadis remaja.

“Kau datang sebelum waktu perjanjian kita, Akhirali,” meski bibirnya hampir tidak bergerak sama sekali, namun suara itu cukup terdengar jelas di telinga Inyiak Mudo.

Inyiak Mudo tersenyum, “Aku tahu.”

“Cih!” Inyiak Gadih akhirnya membuka matanya, menyudahi semadinya. “Kau sama sekali tidak berubah, padahal kita sudah hidup sangat lama di dunia ini.”

Lagi-lagi Inyiak Mudo menanggapi kekesalan ucapan Inyiak Gadih dengan senyuman. Bagaimanapun, suara dan gaya ucapan wanita yang satu itu sama sekali tidak berubah. Masih sama seperti ketika mereka muda dahulu, pikirnya.

“Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu, Sabai.”

“Apa kau tidak bisa menunggu sampai hari pertemuan kita?” ujar Sabai Nan Manih. “Kita sudah berjanji hanya akan bertemu sekali dalam sepuluh tahun, Akhirali.”

“Aku tahu, Sabai. Aku tahu,” kata Inyiak Mudo. “Hanya saja, sudah beberapa hari ini sesuatu mengganggu semadiku.”

“Apa yang kau maksudkan itu?”

“Entahlah,” kata Inyiak Mudo. “Seperti suara-suara halus yang terus mengiang di dalam pikiranku. Terkadang, seperti suara bayi yang menangis. Tapi, ada yang aneh dengan bayi itu yang aku sendiri sukar untuk menjelaskannya. Juga, suara rintihan kematian seorang wanita muda.”

“Aneh sekali!” gumam Inyiak Gadih. “Selama ini, kau tidak pernah bercerita bahwa semadimu bisa terganggu?”

“Itulah yang hendak aku ketahui sekarang ini,” Inyiak Mudo menghela napas dalam-dalam. “Bahkan, saat aku tidur pun aku berasian, memimpikan hal yang sama pula. Tapi, tetap saja semuanya samar. Suara siapa? Bayi siapa? Atau wanita yang mana satu? Semua tidak bisa kuingat dengan jelas.”

“Oh, Dewa Yang Bijaksana,” Inyiak Gadih menyeringai halus sembari menggeleng kecil. “Jadi, hanya karena kau berasian dan kau sengaja datang mengganggu semadiku?”

“Ayolah, Sabai!” Inyiak Mudo tersenyum-senyum. “Hanya kau seorang yang dapat menolongku dalam hal ini.”

“Jadi itu yang kau pikirkan?”

“Hei, bukankah kau selalu tepat dalam mengamati sesuatu?”

“Apakah itu sebuah pujian, Akhirali?” meski enggan, namun ada sedikit senyuman di sudut bibir Inyiak Gadih. “Kau tahu, kau sangat jarang memujiku, bukan?”

“Hmm, kali ini pengecualian.”

“Oh, Dewa…” lagi, Inyiak Gadih menggeleng-geleng kecil. “Dasar laki-laki! Selalu saja ada sesuatu di balik yang diberi.”

“Kumohon!”

“Baiklah, baiklah,” Inyiak Gadih akhirnya turun dari batu itu. “Kita bicara di luar saja.”

Begitu berdiri, terlihatlah bahwa sesungguhnya Inyiak Gadih memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Inyiak Mudo. Bahkan Inyiak Mudo hanya setinggi dada wanita sepuh itu saja.

Di luar goa. Inyiak Mudo dan Inyiak Gadih duduk saling berhadapan, masing-masing di atas sebuah bongkahan batu besar, dipisah sebuah meja yang merupakan potongan tebal sebuah batang pohon yang cukup lebar.

Di atas meja itu, terdapat sebuah piring tembikar yang terlihat sudah berdebu pertanda telah lama tidak digunakan oleh Inyiak Gadih. Dan dua buah cangkir tembikar yang berisi air minum untuk keduanya.

Air minum itu didapat dari sebuah pancuran bambu tua yang ada di sisi kanan dari mulut goa. Air dari pancuran bambu itu mengalir pelan dan kecil saja, ditampung sebuah gentong tembikar berukuran sedang. Air itu merupakan air yang didapat dari sumber mata air di Bukik Siriah itu sendiri.

“Jadi,” ujar Inyiak Mudo, “dapatkah kau memberi tahu padaku, Sabai, apakah arti dari rasianku itu?”

Inyiak Gadih menghela napas dalam-dalam, tatapannya terlihat begitu terpusat pada satu titik.

“Kurasa,” ujar Inyiak Gadih, “ini pasti ada hubungannya dengan kekacauan yang akan mengguncang singgasana Minanga.”

“Jadi,” bola mata Inyiak Mudo membesar menatap wajah di hadapannya itu. “Kau juga mendapat rasian yang sama?”

“Kurang lebih,” ucap Inyiak Gadih. “Beberapa tahun ke depan, aku mendapat penglihatan bahwa akan ada banyak nyawa yang melayang, dan semua terhubung dengan Kerajaan Minanga itu sendiri.”

“Katakan padaku,” Inyiak Mudo tiba-tiba merasakan bahwa seluruh bulu-bulu halus di tubuhnya seolah merangkak dengan cepat. “Apa yang sesungguhnya akan terjadi pada kerajaan itu? Dan, apa hubungannya dengan rasian yang aku alami?”

“Suara tangis bayi yang aneh, rintihan kematian seorang wanita muda, hemm…” Inyiak Gadih mengusap-usap dagunya seraya berpikir keras tentang makna mimpi yang dialami oleh Inyiak Mudo.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Cinta Datang Lebih Awal
8.6
Setelah dikhianati oleh sepupunya dan ditinggalkan membeku selama tujuh hari di bawah salju oleh kekasihnya, Billy Juman, Siena memutuskan untuk menyerah. Alih-alih memohon saat Billy membatalkan pernikahan mereka, Siena justru menyetujuinya dengan tenang. Billy tidak pernah tahu bahwa Siena telah membuat kesepakatan mistis dengan Dewa Bulan. Dalam enam hari, Siena akan menukarkan seluruh ingatan dan rasa cintanya pada Billy demi memulai lembaran baru. Siena yang tulus mencintainya telah sirna di gunung es tersebut.
Sampul Novel Bukan Rahim Istriku
7.9
Aryo mengkhianati pernikahannya hingga selingkuhannya mengandung. Demi mempertahankan sang istri yang sangat dicintainya, ia melakukan aksi nekat di luar akal sehat dengan memindahkan janin haram itu ke rahim istrinya sendiri. Langkah ekstrem ini seketika memicu komplikasi fatal dan perang batin yang luar biasa. Kini, bahtera rumah tangga mereka berada di ambang kehancuran, menyisakan penderitaan mendalam yang terus menyiksa kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mengabdi sebagai pendamping Alpha Bram, kesetiaanku dibalas pengkhianatan kejam. Saat lampu gantung jatuh, Bram menjadikanku tameng hidup demi menyelamatkan Bella, selingkuhannya. Akibatnya, tubuhku hancur dan serigalaku lumpuh. Tak cukup sampai di situ, Bram tega memutuskan ikatan suci kami secara paksa. Rasa sakit luar biasa itu merenggut nyawaku, tepat ketika rahasia bahwa aku mengandung ahli warisnya terungkap. Kini, penyesalan Bram sia-sia.
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan
8.8
Sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus menjadi awal kehancuran hidupku ketika pacar teman sekamarku menyebarkan fitnah keji bahwa aku telah meniduri seluruh mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan mendapat permohonan maaf dari temanku, penyebaran video syur yang mirip denganku membuat situasi tak terkendali. Dituduh oleh seisi kampus, dipaksa cuti, hingga diusir oleh orang tua sendiri membuatku putus asa dan mengakhiri hidup. Anehnya, aku justru terbangun kembali di hari pertama fitnah itu dimulai.
Sampul Novel Gema Serigala: Janji yang Diingkari dan Anak Serigala yang Hilang
8.4
Diselamatkan dari ayah tirinya yang kejam oleh Alpha Eduardo, gadis ini mengira penderitaannya berakhir. Namun, kepulangan cinta pertama Eduardo menghancurkan segalanya. Sang Alpha tega mengabaikan kematian anak mereka demi perempuan itu. Di tengah kepedihan dikhianati, ia harus menerima kenyataan tragis bahwa racun logam mematikan dalam tubuhnya hanya menyisakan waktu hidup enam puluh enam hari, tepat di saat pria yang dicintainya itu memilih untuk berpaling.
Sampul Novel Wolf Queen Rising: Dikhianati sebagai Istri, Dimahkotai sebagai Ratu
8.7
Saat mengandung, Ella Vance dikhianati oleh Alpha Laurel Valley, Damian Blackwood, yang memilih Selena dan membuang anak mereka. Setelah selamat dari kecelakaan maut rancangan sepupunya itu, Ella lenyap selama lima tahun. Kini ia kembali sebagai sosok yang kuat dan mandiri. Damian yang didera penyesalan kini memohon ampunan demi menyelamatkan garis keturunannya, namun Ella yang sekarang bukanlah wanita lemah yang bisa ia kuasai lagi.