APKDock Logo
Sampul Novel Teratai Abadi

Teratai Abadi

7.8 / 10.0
Puti Bungo Satangkai, gadis bisu yang lahir prematur, memiliki kesaktian besar di Pulau Sinaka berkat didikan Inyiak Mudo. Setelah sang guru wafat, Bungo berkelana ke Andalas untuk mencari asal-usulnya. Berbekal liontin teratai, ia bertemu Kumbang Janti dan mengetahui bahwa dirinya keturunan Sialang Babega. Perjuangan merebut pusaka Teratai Abadi untuk Raja Minanga dipenuhi pertempuran sengit yang merenggut nyawa rekannya. Namun, ia berhasil bertemu kakaknya dan bersatu dengan Antaguna, cinta sejatinya.

Teratai Abadi Bab 1

Inyiak Mudo harus menghentikan semadinya. Suara-suara halus yang berbisik ke dalam hati dan pikirannya cukup mengganggu meditasi yang telah ia mulai semenjak beberapa purnama yang lalu. Meditasi yang sesungguhnya tidak akan mungkin diganggu oleh orang lain sebab ia tinggal nun di sebuah pulau kecil nan terpencil.

Pulau Sinaka, sebuah pulau yang berada di lepas pantai sebelah barat Pulau Swarnadwipa yang bermakna Pulau Emas. Atau setidaknya, begitulah kata para pedagang dari Gujarat dan Tiongkok Selatan.

Namun, penduduk yang mendiami pulau besar itu lebih mengenal daratan tersebut dengan nama Andalas—kelak, nama itu akan berganti menjadi Sumatra.

“Ada apakah gerangan?" gumam Inyiak Mudo setelah ia membuka matanya.“Mengapa suara-suara tak berwujud itu mengiang-ngiang dalam pikiranku?"

Dan ketika ia memutuskan untuk berdiri, barulah terlihat bahwa pria yang berperawakan seperti seorang yang sudah berusia 70 tahun itu cukup pendek, hanya memiliki tinggi sekitar satu tombak saja, ukuran kira-kira 1,5 meter.

Hanya saja, wajah itu memiliki kulit seperti kulit bayi, halus dan kemerah-merahan meski kumis dan jenggot menyatu menjadi cambang yang lebat berwarna keabu-abuan, begitu juga dengan rambutnya yang sebahu itu.

Tidak ada yang tahu usia pria tersebut yang sebenarnya, itu juga alasannya orang-orang lebih mengenal dia dengan julukan Inyiak Mudo.

Inyiak Mudo berdiri hening dengan kedua tangan berada di belakang pinggangnya. Wajah yang menengadah itu terlihat tidak terlalu tenang, dengan mata terpejam, di tepian pantai. Cambang dan rambutnya riap-riapan dipermainkan angin malam.

‘Duhai para Dewa dan Dewi si Suwarga,’ bisik hati kecilnya, ‘gerangan apakah yang Kalian pertandakan padaku?’

Ia membuka matanya, memandangi cakrawala malam yang bertabur bintang gemintang laksana butiran-butiran berlian di pasir hitam. Sesaat, Inyiak Mudo menghela napas lebih dalam sebelum tatapannya tertuju ke seberang lautan. Bayangan tipis dari Pulau Andalas sedikit memberi petunjuk pada dirinya, tentang bisikan-bisikan tak berwujud yang mengganggu semadinya tadi.

Tidak mungkin untuk mengulang semadi yang telah terganggu itu, akan membutuhkan sesuatu prosesi untuk memulainya lagi. Jadi, Inyiak Mudo memutuskan untuk tidur-tidur ayam[2] saja sembari menunggu fajar menyingsing.

Akan tetapi, Inyiak Mudo justru benar-benar tertidur dengan posisi miring ke kanan. Dan kembali suara-suara gaib itu menggoda mimpinya. Dan kembali ia terjaga.

Pria tua sama sekali tidak paham dengan suara-suara dalam mimpinya itu. Masalahnya, tidak ada kata-kata yang jelas yang bisa ia ingat. Hanya suara-suara berbisik halus yang lebih sering terdengar seperti suara tawa seorang bayi, atau rintihan kesakitan dari seorang wanita.

“Rasian macam apa pula ini?” gumam Inyiak Mudo setelah bangun dari tidurnya.

Di awal pagi itu, Inyiak Mudo akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Pulau Sinaka. Dengan menaiki sebuah sampan kecil, ia mendayung menuju daratan utama Andalas.

Meski pria tua dan pendek itu mendayung dengan begitu santai tanpa terlihat terburu-buru, namun sampan itu justru meluncur sangat cepat di permukaan laut yang cukup berangin di pagi ini.

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Inyiak Mudo untuk bisa mencapai daratan utama Andalas meski hanya dengan sebuah sampan kecil. Ia sudah melihat keramaian dari sebuah bandar di tepi laut, namun ia memilih untuk melabuhkan sampannya di sisi kanan dari bandar tersebut.

Bandar itu bernama Bangkahulu, kelak akan menjadi sebuah ibukota penting bagi Provinsi Bengkulu.

Setelah berlabuh dan menambatkan perahunya di satu titik di antara kelebatan tanaman di tepi laut, Inyiak Mudo meneruskan tujuannya dengan berjalan kaki.

Yah, meskipun tidak bisa disebut sebagai berjalan sebab kenyataannya, pria tua seolah seekor burung yang terbang dengan sangat ringannya, melesat ke arah utara. Ia sengaja mengambil jalur di antara kerapatan pepohonan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjelang tengah hari, Inyiak Mudo telah sampai di kawasan Bukik Siriah, secara harfiah berarti Bukit Sirih. Kawasan itu berada di ujung utara sisi barat Ngarai Sianok. Di sana, terdapat sebuah goa alami yang tidak terlalu besar.

Hanya ada satu orang saja yang mendiami goa itu, dan orang itulah yang sekarang akan ditemui oleh Inyiak Mudo.

Dia adalah seorang wanita sepuh yang sama tuanya seperti Inyiak Mudo sendiri, bernama Sabai Nan Manih. Hanya saja, sebagaimana dengan Inyiak Mudo, wanita itu pun memiliki kulit wajah selayaknya kulit bayi yang halus dan kemerah-merahan. Rambutnya pun telah hampir memutih keseluruhannya.

Di dalam goa itu Sabai Nan Manih yang kecantikan masa mudanya masih membayang jelas di wajahnya itu dalam kondisi bersemadi. Duduk bersila dengan tenang di atas sebuah bongkahan batu.

Inyiak Mudo berhenti sejenak di depan mulut goa, ia menghela napas lebih dalam sebelum akhirnya memutuskan untuk memasuki goa tersebut. Ia sedikit tersenyum ketika melihat wanita sepuh itu duduk dengan sangat tenang.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Teratai Abadi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Kehidupan serbasulit tak membuat Mira, seorang ibu rumah tangga, kehilangan ketulusannya. Di tengah himpitan ekonomi, ia tetap berbaik hati membantu sesama, khususnya Abah Karjo, lansia yang hidup sebatang kara. Kisah ini mengikuti perjuangan Mira yang penuh kasih dan keteguhan hati. Akankah keikhlasan tulusnya mampu membawa jalan keluar di tengah berbagai rintangan hidup dan takdir yang menghadang? Simak kisah perjuangan yang menyentuh hati ini.
Sampul Novel Gairah Liar Setelah Menikah
9.6
Kebahagiaan seorang miliarder membubung setelah berhasil menikahi wanita muslimah impiannya. Namun, baru satu pekan berjalan, sang istri mulai merasa kewalahan menghadapi hasrat suaminya yang begitu membara. Pria itu kerap meminta bermesraan di berbagai tempat, mulai dari ruang tamu hingga area dapur saat istrinya memasak. Sempat menolak karena sibuk, ia akhirnya pasrah pada keinginan suaminya. Ketangguhan sang suami yang luar biasa pun membuatnya lemas tak berdaya.
Sampul Novel I LOVE U HOT PAPA
8.1
Edelweiss Hana tidak mampu lagi mengelak dari pesona memikat milik ayah angkatnya sendiri, Reigan Finley Alfarez. Walau telah berusaha keras meredam perasaan yang tumbuh di dadanya, ketertarikan Hana justru semakin berkobar hebat. Pada akhirnya, ia memilih berhenti menyembunyikan hasrat terlarang tersebut. Akankah Reigan menyambut cinta membara dari Hana, atau justru memilih menepisnya demi menjaga batas hubungan mereka?
Sampul Novel Masih Adakah Cinta Untukku
8.8
Demi janinnya yang ditolak Ken, Sonya Maharani terpaksa menikahi sopir pribadinya, Daffin. Delapan tahun kemudian, Ken muncul kembali bersamaan dengan terbongkarnya rahasia besar Daffin. Di tengah badai balas dendam, ada Darren, bodyguard setia yang memendam rasa padanya. Usai berpisah dari Daffin, siapakah yang akan dipilih Sonya? Akankah cinta lama atau perlindungan Darren, sementara ia baru menyadari bahwa hidupnya hanyalah pion dari rencana besar seseorang?
Sampul Novel PELUKAN UNTUK LANIA
8.4
Demi keluarga, Amara rela berkorban, tetapi takdir malah menorehkan kepedihan mendalam. Luka lamanya terkoyak kembali saat sang ayah kandung yang dahulu menelantarkannya tiba-tiba muncul. Di saat terpuruk, Angkasa datang menawarkan kehangatan hingga Amara terpikat. Namun, ketulusan itu runtuh ketika Amara menyadari dirinya hanya dijadikan selingkuhan. Kini, terjebak dalam status perusak hubungan, ia mulai kehilangan harapan akan masa depannya.
Sampul Novel Suami 500 Juta
8.4
Kepergian orang tua meninggalkan Narada dalam kesulitan besar. Ia harus melindungi adik-adiknya dari keserakahan Tante Frederika sekaligus melunasi utang keluarga senilai 500 juta demi menyelamatkan aset warisan. Terdesak keadaan, Narada terpaksa mengambil keputusan ekstrem dengan menikahi Alfi, duda kaya raya yang dulu pernah ia tolak. Kini, ia harus bertahan dalam pernikahan penuh misteri dan drama demi masa depan keluarganya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan