APKDock Logo
Sampul Novel HATRED

HATRED

8.7 / 10.0
Akibat fitnah keji merekayasa video, seorang pemuda diusir dari rumah karena dituduh mencelakai dua saudaranya. Rasa kecewa mendalam ia rasakan lantaran keluarganya sendiri lebih memilih memercayai bukti palsu tersebut dibanding kata-katanya. Di tengah luka batin akibat dikhianati orang terdekat, ia terpaksa memulai lembaran baru di dunia luar. Mampukah ia bertahan dalam pengasingan ini? Akankah penyesalan kelak menghampiri keluarga yang mendepaknya? Ikuti kisah perjuangan sarat dendam ini.

HATRED Bab 1

[KEDIAMAN SMITH]

[Ruang Tengah]

Saat ini seluruh anggota keluarga Smith berkumpul bersama di ruang tengah. Keadaan mereka sekarang ini benar-benar kacau.

Awalnya mereka selalu bersama-sama dan selalu kompak. Mereka selalu tersenyum, bersenda gurau dan juga jahil. Tapi kini hubungan mereka semua merenggang. Mereka lebih memilih dengan berdiam diri di kamar masing-masing. Mereka akan keluar disaat waktunya sarapan, makan siang dan makan malam.

Semenjak kepergian salah satu anggota keluarga mereka, lebih tepatnya kepergian kesayangan mereka. Hal itu sukses membuat mereka kehilangan arah dan kehilangan kebahagiaan. Tidak ada lagi senyuman. Tidak ada keceriaan. Tidak ada kejahilan. Tidak ada lagi lelucon-lelucon yang selalu mereka lontarkan. Semuanya telah sirna.

Sejujurnya dalam hati mereka, mereka sebenarnya tidak menginginkan semua ini terjadi. Mereka tidak ingin putra, adik, keponakan dan kakak yang sangat disayangi pergi meninggalkan mereka semua.

Kepergiannya dikarenakan ego dan kemarahan mereka yang begitu besar padanya membuat mereka harus kehilangannya.

Mereka berkumpul di ruang tengah saat ini, dikarenakan mereka melihat Darka yang menangis sembari tangannya mengelus sebuah bingkai foto. Foto tersebut adalah foto adik kesayangannya yaitu Darrendra Smith.

"Hiks.. Darren.. kakak sangat merindukanmu. Maafkan kakak. Seandainya saat itu kakak bangunnya lebih cepat dan tidak koma. Mungkin kamu masih berada di rumah ini bersama kakak.. hiks."

"Darka," panggil Davin. Sedangkan yang dipanggil tidak memberikan balasan apapun.

"Darka." kali ini Andra yang memanggilnya sembari mengelus lembut rambut Darka

"Jangan sentuh aku. Aku tidak mau tanganmu menyentuhku." Darka berucap ketus dan kasar

"Darka!" teriak mereka semua

"Darka. Kau kenapa? Kenapa kau seperti ini?" tanya Andra

"Tanpa aku menjawab pertanyaan murahan darimu. Kau sudah tahu jawabannya." Darka menjawab dengan nada ketus dan matanya yang masih fokus menatap wajah adik kesayangannya di bingkai foto

"Apa kau membenci kami juga, Darja?" tanya Dzaky

"Aku sangat.. sangat membenci kalian. Bahkan kebencianku ini lebih besar dari pada kebencian Darren pada kalian semua. Kalian sudah membuatku berpisah dengan adik kesayanganku. Kalian manusia yang tidak memiliki hati. Kalian itu iblis!" ucap Darka tanpa melihat kearah anggota keluarganya

"Darka. Kami akui kalau kami semua ini salah. Tapi tidak bisakah kau tidak ikut membenci kami juga?" mohon Adnan

"Cukup kami tersakiti akan kebencian Darren selama enam bulan ini. Kami mohon padamu jangan ikut-ikutan membenci kami." Davin memohon pada Darka

"Itu urusan kalian dengan Darren. Aku mau membenci kalian, itu hakku!" jawab Darka ketus

"Ayolah, sayang. Jangan seperti ini. Papa tidak sanggup harus dibenci oleh dua putra Papa sekaligus. Ditambah lagi kalian bertujuh bersaudara. Kau dan Darren yang paling muda serta kalian berdua adik kesayangan dari lima kakak-kakakmu!"

"Aku tidak peduli," jawab Darka

"Darka," Lirih Erland

"Kalian itu munafik, egois, pecundang dan pengecut. Saat kejadian itu kalian semua bungkam. Tidak ada yang bersuara. Satu pun diantara kalian tidak ada yang membela Darren. Apa masih pantaskah kalian disebut sebagai seorang kakak, hah?!" bentak Darka yang kini menatap tajam kelima saudaranya dengan mata yang memerah.

Lalu pandangan teralih menatap kedua orang tuanya. "Dan kalian berdua dengan teganya menampar Darren saat itu. Padahal selama ini kalian tidak pernah melakukan hal itu padanya. Dan kalian juga tahu bahwa Darren itu tidak bisa dikerasi atau pun dikasari. Tapi kalian justru melupakan fakta tersebut. Aku berharap, Darren tidak mengetahui bahwa Mama bukan Mama kandung kami. Hanya kamilah yang tahu kebenarannya." Darka berbicara dengan penuh amarah dan akhirnya air matanya mengalir membasahi pipinya

"Seharusnya kalian jujur dan ceritakan semuanya padaku. Mungkin kalau kalian cerita, aku akan memakluminya dan berusaha mengerti akan sikap kalian pada Darren saat itu. Dan aku juga tidak akan membenci kalian seperti sekarang ini," ucao Darka.

Setelah mengatakan semua itu, Darka pergi meninggalkan anggota keluarganya yang terdiam menuju kamarnya di lantai dua.

Setelah kepergian Darka ke kamarnya. Mereka tiba-tiba menangis. Mereka menangis mengingat perlakuan mereka pada Darren, sehingga membuat Darren pergi meninggalkan rumah dan memutuskan semua hubungan dengan mereka.

"Darren. Putra papa," batin Erland

"Darren," batin Davin, Andra, Dzaky, Adnan dan Gilang

"Darren. Maafkan Mama, sayang." Agneta menangis kala mengingat perlakuannya pada Darren

[RUMAH MEWAH DARREN]

Darren saat ini sedang bersantai di ruang tengah. Dirinya saat ini sedang malas bergerak, apalagi untuk keluar rumah. Darren menyerahkan semua tugas-tugas kepada para kacung-kacungnya yang tak lain adalah sahabat-sahabatnya sendiri.

Sahabat-sahabatnya itu selalu ada untuknya. Setiap dirinya menangis, setiap dirinya kesulitan dan disaat dirinya butuh sandaran. Darren benar-benar bersyukur memiliki sahabat-sahabat seperti mereka.

Di rumah mewahnya itu tergantung sebuah lukisan yang begitu indah. Lukisan itu adalah lukisan wajah ibu kandungnya. Darren mendapatkan foto ibu kandung itu di sebuah buku diari milik Davin, kakak sulungnya. Darren memang sengaja mengambilnya saat itu hanya untuk sekedar ingin mencetak ulang foto tersebut dan juga ingin melukis wajah ibunya. Setelah itu, Darren mengembalikan foto itu pada tempat semula.

"Ma," ucap Darren saat melihat lukisan ibunya

DRTT!!

DRTT!!

Ponsel milik Darren berbunyi. Darren langsung mengambilnya dan melihat nama 'Jerry' di layar ponselnya. Darren pun langsung menjawab panggilan tersebut

"Hallo, Jerry."

"Hallo, Ren. Kau di mana?"

"Aku di rumah. Kenapa?"

"Bisa ke Shoowroom BMW (BAMXY)?"

"Sekarang?"

"Iya, Sekarang."

"Apa harus?"

"Darrendra Smith!" teriak Jerry

"Jangan panggil namaku dengan menggunakan marga brengsek itu," Ucap Darren dengan nada yang sedikit tinggi

"Sorry, Ren. Aku tidak sengaja. Benaran."

Darren dapat mendengar nada menyesal Jerry. Darren menjadi tidak enak karena sudah berbicara sedikit keras padanya.

"Maafkan aku juga. Seharusnya aku tidak marah dan berbicara seperti itu padamu. Aku seperti ini karena aku tidak ingin mengingat mereka lagi."

"Iya, Ren. Aku mengerti. Maafkan aku, ya."

"Ya, sudahlah. Jangan diperpanjang. Lagian aku tahu kok, kalau kau itu tidak sengaja. Oh iya. Ada hal apa kau menyuruhku datang ke Shoowroom?"

"Ada dua perusahaan besar yang mewakili masing-masing asistennya. Mereka ingin minta di buat sebuah mobil baru."

"Apa kau, Axel dan Dylan tidak bisa menghandle nya?"

"Bukan tidak bisa. Tapi mereka ingin bertemu denganmu langsung. Dan lagiankan kau yang memegang tugas sebagai perancang mobil yang memiliki kualitas dan kemampuan membuat desain mobil yang bagus."

"Eemm!! Baiklah. Aku akan segera kesana. Dua puluh menit aku sudah disana."

"Baiklah. Aku tunggu."

TUTT!!

TUTT!!

"Aish! Gagal deh untuk santai-santai hari ini." gerutu Darren, lalu beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi HATRED

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Hasrat Pengantin Remaja
8.6
Kukira pernikahan dini hanya soal menyatukan cinta. Nyatanya, membangun rumah tangga di usia muda jauh lebih rumit dari bayanganku. Kini, aku terjebak dalam badai godaan dan ujian yang menguras mental. Impian memiliki keluarga harmonis terasa mustahil karena banyaknya misteri yang menyelimuti hubungan kami. Di tengah kerapuhan ini, aku harus berjuang mengungkap rahasia besar demi mempertahankan pernikahan kami.
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Demi melunasi utang keluarga, Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua rahasia bagi taipan Leon Castello. Meski dituduh perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak perjanjian lama. Raine pun harus menghadapi kebencian istri pertama dan cemoohan publik. Konflik batin kian menyiksa saat benih cinta pada Leon mulai tumbuh di hatinya. Di tengah intrik dan rahasia besar, ia berjuang mencari kebenaran tentang siapa yang bersalah dalam pernikahan rumit ini.
Sampul Novel Istri Yang Tak Diinginkan
8.5
Bagi Aleeya, pernikahan bukanlah akhir yang bahagia. Kepergian sang ibu justru menyeretnya ke dalam ikatan paksa dengan Richo, pria yang sejak awal menolak keras dirinya. Kini, kehidupan Aleeya berubah drastis menjadi penuh penderitaan. Di bawah atap yang sama, suaminya sendiri sama sekali enggan mengakui keberadaannya. Aleeya pun harus bertahan menjalani hari-hari yang dingin, berjuang sendirian menghadapi kepedihan dan pengabaian di dalam rumah tangga yang hampa tanpa cinta.
Sampul Novel Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai
8.4
Tujuh tahun Clara bertahan menghadapi dinginnya Edward demi cinta. Namun, hatinya hancur saat sang suami berpaling ke wanita lain dan mengabaikannya di hari ulang tahun. Kecewa, Clara memilih menyerahkan hak asuh anak, melayangkan gugatan cerai, dan pergi membangun karier bisnisnya hingga sukses besar. Di saat ia telah mandiri, proses perceraian justru dihambat oleh Edward. Pria yang dulunya acuh tak acuh itu kini mendadak sering pulang dan menolak keras untuk berpisah darinya.
Sampul Novel Pelaminan Tanpa Mempelai
9.3
Sebagai sekuel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama, kisah ini menyoroti kepedihan seorang wanita akibat dosa masa lalu orang tuanya. Kehidupannya hancur saat sang kekasih pergi meninggalkannya di hari pernikahan. Takdir rumit kemudian menyeretnya ke dalam ikatan rumah tangga bersama putra dari musuh bebuyutan keluarganya. Mampukah ia bertahan menghadapi pernikahan yang penuh konflik dan dilema batin mendalam ini?
Sampul Novel Thankyou My Angel
8.4
Di usia 25 tahun, Pricillia Amerta yang sukses dipaksa menerima perjodohan dengan CEO kaya, Adrian Askara Biru. Walau awalnya menolak, hubungan mereka berubah manis saat rahasia masa lalu terkuak. Sayangnya, jalinan asmara ini diuji oleh kemunculan wanita dari masa lalu Adrian serta perebutan warisan yang berujung pada percobaan pembunuhan. Menghadapi tekanan rekan kerja dan ancaman maut, sanggupkah cinta keduanya bertahan hingga ke pernikahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan