APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Setelah tewas akibat siraman air keras di ruang bawah tanah, jasadku yang tak dikenali justru dimanfaatkan oleh keluargaku sendiri tanpa melapor ke polisi. Ibu menguliti dagingku, sementara Ayah melapisi tulang-tulangku dengan gips hingga menjadi patung indah. Karya mengerikan ini membawa Kakak meraih penghargaan sebagai seniman genius yang dipuja. Namun, kepanikan melanda mereka ketika patung itu mendadak pecah dan memperlihatkan potongan jari manusia yang tersembunyi di dalamnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bulan sabit akhirnya kembali bulat.

Ibuku akhirnya teringat padaku. Dia mengambil ponselnya dan melihat sekilas, lalu mencibir, "Sudah hari raya, tapi dia nggak pulang. Entah apa yang dia lakukan di luar sana."

Lenny berbaring di sofa dengan wajah penuh kebahagiaan.

Beberapa waktu terakhir, karyanya telah melewati beberapa babak dan masuk ke babak final.

Pencarian daring dengan cepat akan mengungkap banyak gambar patung itu, dan banyak ahli yang kagum dengannya.

Judul "Gadis Patung Genius" telah menyebar luas.

Penghargaan itu dibangun dari tulang-tulangku yang kering.

Namun, aku hanya bisa bersembunyi di sudut, mendengarkan semua ceritanya tentangku.

Lenny berpura-pura memeriksa ponselnya. "Hani bilang padaku kalau dia nggak akan pulang untuk hari raya. Mungkin dia bersama pacarnya atau apa."

Omong kosong. Sejak kapan aku punya pacar?

Aku mengerutkan kening, bingung dengan kebohongannya yang terang-terangan.

Mendengar ini, sorot mata ibuku berubah dingin. "Ibu sudah menduga. Lama nggak pulang, pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan."

"Baru kuliah, sudah pacaran. Kalau memang sebegitu butuhnya laki-laki, kenapa nggak langsung ke bar saja buat jual diri? Mungkin dia bisa dapat pria kaya dan bawa pulang uang."

"Pacar-pacar di kampus itu apa gunanya? Bukannya cuma jadi objek tidur gratisan?"

"Kalau bukan karena menyelamatkan si cacat kecil itu, bagaimana mungkin dengan gelar master kedokteran yang bergengsi, Ibu malah berakhir di apotek? Nggak menghasilkan uang dan harus bergantung pada belas kasih orang lain."

Aku tak mengerti kalau memaki, kenapa ibuku yang bergelar master jadi seperti wanita kasar dengan kata-kata kotor.

Dulu, jelas-jelas Lenny yang telah berbohong kepadaku, mengatakan bahwa bonekanya terlempar ke pohon. Itulah sebabnya aku memanjat untuk mengambilnya.

Namun, saat aku memberi tahu Ibu, dia melotot dan menamparku, sambil berkata, "Dasar bocah nakal! Sudah salah, malah menyalahkan kakakmu?"

"Kakakmu itu penurut. Mana mungkin dia menyuruhmu manjat pohon. Kamu Cuma mengarang cerita."

Dia memutar pergelangan tangannya yang sakit, matanya merah darah. "Kalau tahu kamu akan bawa sial untukku, lebih baik dulu aku duduki kamu dan membunuhmu."

Kenangan itu membanjiri benakku, membuatku diam-diam mengusap sudut mataku.

Meskipun aku sudah mati, kenangan ini masih membuatku sedih.

Lenny tersenyum puas. Dia bangkit dari sofa, memasang ekspresi manis, dan memeluk ibuku. "Bu, jangan marah. Nggak ada gunanya marah pada orang seperti itu. Ibu masih punya aku!"

Seperti biasa, dia dengan mudahnya berganti wajah.

Kemarahan di wajah ibuku berangsur-angsur mereda. Dia membelai rambut Lenny dengan lembut. "Lenny memang anak Ibu yang paling baik. Biarkan saja Hani melakukan sesukanya. Dengan permainannya itu, dia mungkin akan kehilangan nyawanya suatu hari nanti. Kita lihat saja bagaimana akhirnya nanti."

Aku memejamkan mata. Begitulah ibuku. Satu kalimat darinya sudah cukup untuk melukaiku dalam-dalam.

Kami lahir dari rahim yang sama, tetapi kenapa orang tuaku hanya peduli pada Lenny?

Aku merasakan ketidakadilan dan memaksakan diri untuk menyelip di antara mereka berdua.

Diam-diam aku melingkarkan lenganku di pinggang ibuku, sesuatu yang selalu ingin kulakukan tetapi tidak pernah berani kulakukan.

Tetapi, meskipun aku begitu dekat, aku tidak bisa merasakan kehangatan apa pun.

Sejak Festival Musim Hujan itu, ketika mereka mengingatku sebentar, mereka telah melemparkanku kembali ke tong sampah kenangan mereka.

Sampai suatu hari, ayahku dengan penuh semangat pulang ke rumah sambil membawa undangan. Dia hampir tersandung saat memasuki ruangan.

Aku ingat terakhir kali dia begitu antusias adalah ketika aku masih di sekolah dasar.

Aku pernah memenangkan hadiah pertama dalam lomba seni tingkat provinsi, dan dia memberi pidato sebagai perwakilan orang tua siswa berprestasi.

Waktu itu, meskipun ibuku tidak menyukaiku, ayahku masih melindungiku.

Dengan penuh semangat, ayahku meletakkan undangan itu di atas meja. "Lenny, hasil final sudah keluar. Kamu dapat medali emas! Minggu ini kita diundang ke provinsi untuk menerima penghargaan secara langsung."

Lenny memutar tubuhnya beberapa kali dengan gembira. Ibuku memeluknya erat-erat. "Anak Ibu memang luar biasa! Ibu sangat bangga padamu."

Dia mengecup dahi Lenny dengan penuh kasih.

Tak jauh dari situ, patung yang terbuat dari tulang-tulangku berdiri kesepian.

Tiba-tiba, aku merasakan gejolak di perutku, dan aku hampir tidak bisa berdiri.

Mungkin tulang belulang itu sedang menangis, memohon padaku untuk membebaskannya.

Dengan susah payah, aku melayang mendekati patung itu, menyentuh tangannya, merasa tak berdaya dan putus asa.

Ayahku tampaknya menyadari sesuatu. Dia tiba-tiba menoleh ke arah kami.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arimbi
8.7
Akibat insiden di perkemahan desa, Hanna terpaksa menikah dengan Sultan. Namun setelah pindah ke kota, sikap Sultan yang semula lembut berubah drastis. Hanna justru dikurung dalam rumah dan dikekang aturan ketat tanpa diakui sebagai istri sah. Sultan rupanya sangat terobsesi menjadikan Hanna sebagai pengganti sosok Arimbi, cinta pertamanya yang mengalami gangguan jiwa. Di bawah bayang-bayang masa lalu sang suami, Hanna kini harus menghadapi tekanan mental berat yang menghancurkan masa depannya.
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam kini mengancam pernikahan bahagia Rhido dan Lisda. Kehamilan sang istri diwarnai teror mistis yang menyakitkan setiap kali mereka bermesraan. Bertekad setia, Rhido menahan diri hingga tuntutan kerja mengirimnya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di tengah perjalanan, berbagai godaan hasrat menguji imannya. Mampukah mantan berandalan ini bertahan, ataukah kutukan masa lalu akan menghancurkan keselamatan istri dan calon bayinya?
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi hampir meregang nyawa akibat syok anafilaksis karena diabaikan oleh suaminya, Bram, yang lebih mementingkan Clara. Penderitaannya kian mendalam saat putra mereka, Leo, tewas tertabrak ketika berusaha mencari pertolongan. Ajaibnya, takdir membawa Nindi kembali ke masa lalu sebelum tragedi itu terjadi. Berbekal memori kelam tentang pengkhianatan suami dan kematian tragis anaknya, ia bertekad melindungi Leo sekaligus membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar kini memimpin bisnis pasir di Batukarut, menggantikan Pak Ajat yang diam-diam menaruh dendam. Didampingi Dadun dan Om Joni, Lihar harus menghadapi sabotase pekerja serta teror mistis garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kekacauan itu, hubungan asmaranya dengan Yeti retak akibat kehadiran Erom hingga memicu konflik warga. Meski sukses mempertahankan bisnisnya dari serangan gaib, Lihar harus menerima kenyataan pahit saat kariernya stabil namun kisah cintanya hancur.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.