APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Setelah tewas akibat siraman air keras di ruang bawah tanah, jasadku yang tak dikenali justru dimanfaatkan oleh keluargaku sendiri tanpa melapor ke polisi. Ibu menguliti dagingku, sementara Ayah melapisi tulang-tulangku dengan gips hingga menjadi patung indah. Karya mengerikan ini membawa Kakak meraih penghargaan sebagai seniman genius yang dipuja. Namun, kepanikan melanda mereka ketika patung itu mendadak pecah dan memperlihatkan potongan jari manusia yang tersembunyi di dalamnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ayahku menghela napas, "Kalau Hani yang melakukannya, hasilnya pasti lebih baik!"

Wajah ibuku dan Lenny langsung berubah suram.

Mata Lenny berkaca-kaca. Dia mendekap ibuku dengan wajah penuh kesedihan. "Aku tahu aku nggak bisa menyaingi Hani, tapi aku sudah berusaha sekuat tenaga."

Ibuku menyeka air matanya sambil melotot tajam ke arah ayahku. "Untuk apa mengungkit-ungkit anak sial itu? Meskipun dia berbakat, sekarang dia cuma sampah yang nggak berguna. Dia begitu rakus sampai berebut makanan dengan anjing. Pantas saja jarinya digigit sampai putus."

Aku memegangi kepalaku, lalu berjongkok. Ujung jariku yang buntung kembali terasa nyeri.

Dulu, ibuku memang tidak menyukaiku, sampai-sampai aku sering dibiarkan kelaparan.

Suatu kali, Lenny memberiku sepotong daging. Aku yang sangat lapar bersembunyi di bawah untuk memakannya diam-diam.

Entah dari mana, beberapa anjing besar datang menyerangku.

Aku memegangi daging itu sekuat tenaga, tidak mau melepaskannya. Akibatnya, tiga jariku digigit hingga putus, dan tangan kiriku hampir tidak berfungsi.

Saat ibuku dan Lenny tiba, aku sudah terguling di tanah menahan sakit.

Lenny menangis tersedu-sedu di pelukan ibuku. "Ibu, aku sudah bilang jangan rebut makanan dari anjing-anjing itu, tapi Hani nggak mau dengar."

Mendengar itu, ibuku langsung naik pitam dan menendangku berkali-kali. "Dasar nggak berguna! Apa rumah ini kekurangan makanan atau pakaian untukmu? Sampai harus berebut makanan dengan anjing! Kenapa nggak sekalian berebut kotoran? Kalau digigit sampai mati, itu salahmu sendiri!"

Ketika ayahku melihat jari-jariku yang rusak, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya berbalik dan pergi begitu saja.

Ibuku, meski lulusan kedokteran, tetap membawaku ke rumah sakit dengan penuh omelan, takut aku terkena rabies dan malah merepotkan mereka.

Sejak saat itu, tiga jariku hilang, dan tangan kiriku hampir sepenuhnya tidak berguna.

Aku pun tidak bisa lagi memegang pisau pahat.

Ayahku mulai mencurahkan seluruh perhatiannya pada Lenny, meski dia sama sekali tidak berbakat.

Namun, ternyata, di bawah bimbingan guru yang hebat, bahkan kayu lapuk pun bisa diukir menjadi karya seni.

Hari penerimaan penghargaan tiba. Ayah dan ibuku tampil dengan pakaian mewah.

Lenny mengenakan gaun adibusana berwarna merah muda, dihiasi berlian kecil yang menggantung di bawahnya.

Sebelumnya, patung itu telah dikemas dengan hati-hati dan telah diangkut ke tempat acara penghargaan.

Di atas panggung, Lenny berdiri di samping patung itu dengan trofi di tangannya, memberikan pidato dengan penuh percaya diri.

Ibuku tak henti-hentinya menyeka air matanya karena terharu.

Ayahku berdiri tegap, menerima pujian dari berbagai penjuru.

Saat jamuan makan, Lenny seperti kupu-kupu kecil yang menarik ibuku ke sana kemari, bersosialisasi dengan semua orang.

Aku hanya bisa memperhatikan mereka dengan dingin, merasa ada api yang menyala dalam dadaku.

Bagaimana caranya agar rahasia di dalam patung itu bisa kuungkapkan?

Aku memutar ke belakang patung itu, mendorongnya dengan tangan, menendangnya dengan kaki, bahkan membenturkan tubuhku ke arahnya, sampai aku jatuh kelelahan di lantai.

Keputusasaan menerpaku seperti gelombang laut.

"Menurut kalian, bukankah patung ini terlihat tidak asing?"

Aku mendongak.

Itu suara Candra Setiadi, putra direktur sekolah.

Dia seorang pemuda berbakat, tetapi kami tidak saling kenal.

Dia berjalan mendekat, menatap patung itu dengan saksama, lalu mengangkat tangannya, menyentuh alis dan mata patung itu. "Kenapa mirip sekali?" gumamnya.

Aku menatapnya dengan tegang, jantungku berdebar kencang.

Apa dia mengenalinya?

"Candra …."

Lenny berjalan mendekat dengan gaun panjangnya, senyum manis di wajahnya. "Kamu juga datang?"

Diam-diam dia meremas jari ibuku, terlihat sangat bersemangat.

Candra mengangguk padanya dan berbalik untuk pergi. Namun, setelah beberapa langkah, dia berbalik. "Apa model patung ini adikmu?"

Lenny tertegun, tidak langsung menjawab.

"Kenapa dia nggak datang hari ini?"

Ibuku menyenggol Lenny, membuatnya tersadar. Dia memaksakan senyum. "Dia sibuk dengan pacarnya sekarang, malah sudah jarang pulang."

"Ya, putri bungsuku itu sangat liar. Dia menghabiskan sepanjang hari bermain-main di luar. Entah berapa banyak pacarnya."

Ibuku mendukung.

Candra tidak mengatakan apa pun, dan berbalik untuk pergi.

Lenny secara refleks meraih pergelangan tangannya, dan gaun panjangnya tersangkut di jari patung itu.

Dengan gerakannya, sebagian plester jatuh ke lantai, memperlihatkan tulang putih mengerikan di balik plester.

Aku menahan napas. Mataku terpaku pada Candra, berharap dia mau menoleh.

Lenny berdiri kaku, panik, kedua tangannya mencengkeram pergelangan tangan Candra erat-erat. Dia hampir membeku di tempat.

Candra yang ditarik ke belakang secara refleks menunduk ….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B46945" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B46945
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ADA DARAH DI DALAM AIR
8.8
Demi membalas dendam atas kematian tragis sang ibu, seorang pemuda bertekad menghabisi pembunuhnya, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Namun, misinya sangat mustahil karena targetnya merupakan bos tertinggi MBR, sindikat mafia terkuat dan paling ditakuti di Asia. Di bawah bayang-bayang kekuasaan sang ayah yang begitu besar, mampukah ia menuntaskan dendamnya? Ataukah perlawanan nekat ini justru akan berbalik menghancurkan hidupnya?
Sampul Novel Ayah Pembawa Masalah
9.3
Uang gaji karyawan sebesar empat ratus juta rupiah yang dititipkan atasan raib karena dipinjamkan oleh ayah kepada tetangga. Alih-alih dibela, seluruh keluarga justru menyalahkan kelalaianku. Setelah dipecat dan dituntut mengembalikan uang tersebut, ayah menjerumuskanku ke pekerjaan baru sebagai pengasuh lansia. Di sana, aku dilecehkan dan akhirnya tewas dipukuli akibat kesalahpahaman. Namun, maut bukanlah akhir. Aku terbangun kembali di hari fatal saat ayah menyerahkan uang itu.
Sampul Novel Dilamar Tuan Duda
8.8
Kehidupan Sea, seorang siswi SMA, mendadak berubah sejak kehadiran Rain. Pria duda tersebut baru saja kehilangan istrinya, Hanna, yang tewas akibat dibunuh secara tragis. Tanpa alasan yang jelas, Rain tiba-tiba mendesak Sea yang baru dikenalnya itu untuk segera menikah dengannya. Ada misteri besar di balik kematian Hanna yang memicu keputusan ganjil ini. Mengapa Rain begitu terburu-buru? Rahasia gelap apa yang sebenarnya disembunyikan oleh sang duda dari Sea?
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, seorang guru kontrak menawan, dipindahkan Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Akibat cemburu, Laila menyewa dukun untuk menghabisi Naiya, tetapi gagal karena Naiya merupakan titisan harimau putih sakti. Sementara itu, desa tersebut diteror kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis kepada jin. Saat Faisal menyekap Naiya, Razi bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Akankah cinta Razi disadari Naiya di tengah ancaman para dukun jahat?
Sampul Novel Masih Adakah Cinta Untukku
8.8
Demi janinnya yang ditolak Ken, Sonya Maharani terpaksa menikahi sopir pribadinya, Daffin. Delapan tahun kemudian, Ken muncul kembali bersamaan dengan terbongkarnya rahasia besar Daffin. Di tengah badai balas dendam, ada Darren, bodyguard setia yang memendam rasa padanya. Usai berpisah dari Daffin, siapakah yang akan dipilih Sonya? Akankah cinta lama atau perlindungan Darren, sementara ia baru menyadari bahwa hidupnya hanyalah pion dari rencana besar seseorang?
Sampul Novel Pramugari Seksi dan Klinik Misterius
8.4
Berada di bawah sorotan lampu yang terang benderang, seorang wanita diminta berbaring di atas ranjang oleh seorang pria misterius. Pria tersebut mulai memegang pinggangnya dari arah belakang dan memberikan tekanan perlahan demi mencari titik sensitif. Merasa ada yang tidak beres dengan situasi ganjil tersebut, sang wanita berteriak meminta agar tindakan itu segera dihentikan. Namun, bukannya menyudahi perbuatannya, pria itu justru menarik ikat pinggangnya dengan kasar tanpa memedulikan penolakannya.