APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Scary Love

Scary Love

Kematian tragis orang tuanya akibat perampokan sadis menyisakan luka mendalam bagi Jasson. Bertekad membalas dendam, ia berkelana mencari sang pelaku. Di tengah perjalanan, ia menemukan cinta dan menikahi seorang wanita yang mengubah hidupnya. Namun, sebuah rahasia kelam terkuak, menuntutnya memilih antara menuntaskan dendam lama atau menjaga kebahagiaan sang istri. Akankah keadilan tetap ia kejar saat kenyataan pahit mulai menguji cintanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bakar, habiskan semua, hahaha!!!"

BRUUGGG

WUUUGGG

Api membumbung tinggi hingga ke langit. Menghitam bagai mendung.

Suara tangis pilu, teriakan minta tolong yang menyanyat hati. Puluhan orang berlarian ke sana kemari, mencari perlindungan. Menggendong anak-anak kecil mereka dengan derai air mata tak tertahan.

"Ayah!"

"Ibu!"

Suara kecil yang meminta tolong. Bertahan di tengah orang-orang berlari menyelamatkan diri sendiri. Serta belasan kuda berlarian membawa para pria berpedang panjang, serta obor menyala besar.

Lalu suara kecil mencari orang tuanya itu perlahan menghilang. Tubuh kecil itu tumbang mencium tanah. Darah mengalir tak bisa ditahan.

Semakin larut, teriakan menyanyat hati lama-lama menghilang. Puluhan tubuh tumbang tak bernapas.

"Ambil semua yag bisa diambil, habiskan semua, hahaha!"

...

Jasson, anak kecil berusia 6 tahun itu berlari secepat kilat, mengabaikan kelinci yang baru diburunya terlepas.

Kepulan asap hitam itu menarik perhatiannya untuk segera kembali ke kampung halaman.

Maka dia melewati berbagai ranting yang tumbang, hingga kakinya berdarah. Ia tak peduli.

Ia terus berlari.

Di kepalaya hanya ada satu pertanyaan.

Apa yang terjadi?

Sampailah dia pada kampung yang telah membesarkan dirinya selama enam tahun itu. Dimana dua orang terkasihnya tinggal. Orang yang telah membesarkan dirinya selama ini.

Sampai pada sebuah pohon Akasia besar, dia berhenti. Peluhnya sebesar jagung membasahi dahi. Ia tak peduli.

Kedua matanya sempurna membulat ketika menyaksikan seorang pria tengah terduduk di depan seorang pria lain yang berdiri tegak dengan sebilah pedang di tangan.

Tak lama kemudian,

DAAAGG

Tubuh pria yang terduduk itu terhuyung dengan darah segar muncrat ke wajah pria yang berdiri.

"Inilah balsannya karena ku tak mau ikut denganku!" kata pria itu.

Dia begitu puas telah berhasil menghilangkan nyawa pria yang tak asing di mata Jasson.

"Kita kembali!!" titah pria itu lagi pada para anak buahnya yang menyasikan.

Kaki Jasson terasa lemas seketika. Tak berdaya, tak bertenaga.

Setelah semua pria jahat itu pergi, tinggallah kesepian yang ada. Suara percikaan api melahap kayu-kayu terdengar jelas.

Jasson melangkah mulai mendekati kampungnya yang telah hancur. Hangus.

Satu persatu ia melihat mayat dengan berbagai jenis luka yang menakutkan. Diusia 6 tahun, ini pertama kalinya bagi Jasson melihat pemandangan tak biasa itu.

Tubuhnya menggigil kedinginan. Tangannya tak berhenti bergetar.

"Ayah, ibu?" ucapnya parau.

Air matanya hedak menetes, namun tetap ia tahan.

Dia anak lelaki, tak akan menangis begitu saja.

"Ayah, kau dimana?"

Ia masih berusaha mencari rumahnya. Tapi jelas, dia tak menemukan, karena kobaran api telah melahap semua bangunan.

Jasson terus mencari, membalikkan satu persatu mayat yang sudah hilag napas. Serta kondisi yang mengerikan.

"Jass-son." Terdengar suara memanggil dirinya dengan susah.

Jasson menoleh, mencari arah suara. Dilihatnya tak ada seorang pun disekitarnya, kecuali mayat yang telah tumbang di tanah.

"A-ku di sin-ni."

Suara itu terdengar dari bawah, maka Jasson berdiri dan menghampiri satu mayat pria yang berjarak dua meter darinya.

"Paman!" teriak Jasson histeris. Air mata yang tadi ia tahan seketika mengalir sudah. Jasson berlari dan menghampiri tubuh tengkurap itu.

"Jass-son."

"Diamlah, Paman, aku akan menolongmu!"

Sekuat tenaga Jasson membalikkan tubuh berdarah itu. Dipandangnya luka diperut sang paman akibat tusukan pedang.

"Jass, ayah dan i-bumu telah tiada. Paman pun a-kan menyu-sul me-re-ka."

Jasson menggeleng sambil terus menangis.

"Jaga dirimu baik-baik, Nak."

"Tidak, Paman."

"Ayah dan i-bumu ada di balik kayu itu." Pria itu menunjuk pada sebuah kayu akasia yang telah tumbang. "Jass, kuburkan ka-mi."

Tangan pria itu seketika lunglai dan terjatuh tepat dipangkuan Jasson. Anak kecil itu semakin histeris, menangis sejadi-jadinya meratapi tubuh pamannya yang sudah tak bernyawa.

...

Hingga pagi tiba, Jasson belum selesai membuat lubang di tanah dengan alat seadanya.

Tenaga kecilnya belum seberapa untuk bisa menggali tanah sedalam itu untuk menguburkan lebih dari 3 mayat.

Meski mayat, paman, ayah serta ibunya sudah masuk pada liang lahat, namun hati nuraninya tak tega meninggalkan mayat-mayat tetangganya yang lain.

Maka bersama dengan segelintir orang yang masih hidup, dia membuat banyak lubang untuk menguburkan mereka semua.

Setelah usai, barulah Jasson menjatuhkan tubuh. Menghadap pada langit yang biru dengan cahaya matahari yang sudah mulai menyengat.

"Ujian apa ini? Bagaimana ku bisa hidup tanpa keluargaku?"

Sebagai seorang anak kecil yang belum mengerti kerasnya hidup, dia hanya bisa mengeluh, meratapi dirinya, serta putus asa melanda.

Air matanya kembali meleleh di bawah terik matahari yang menyengat.

Bibirnya memutih, kering. Bajunya lusuh penuh dengan warna hitam bekas arang.

Ia haus, juga lapar. Tapi mengingat apa yang telah dia lakukan barusan telah membuat dirinya tak selera untuk berencana mengisi perut.

...

Sore harinya, keputus asaan yang dia alami telah berubah menjadi sebuah amarah yang luar biasa.

Dilihatnya beberapa tetangga yang masih hidup hanya menangis di samping gundukan tanah basah yang baru mereka buat untuk membaringkan anggota keluarga mereka.

Ada pula yang memilih mengakhiri hidup lantaran tak bisa lagi bersanding dengan orang yang mereka cintai.

"Pak, siapa yang telah melakukan semua ini pada kampung kita?" tanya Jasson pada salah seorang pria tua yang terduduk lesu.

"Orang jahat." Jawabnya dengan sangat singkat. Sorot matanya kosong tak berdaya.

"Apa kau mengenalnya?"

"Tidak."

Bukan itu jawaban yang Jasson ingin dengar.

"Apa kau ingat apa yang mereka katakan selama mereka masuk ke dalam kampung kita?"

Pria tua itu menoleh, lalu tertawa.

Tawa yang terdengar miris dan putus asa. Di dalamnya penuh kesedihan yang melanda.

"Mereka hanya ingin merampok dan menghabiskan desa kita. Memangnya kita orang kaya sampai dirampok oleh mereka." Pria itu kembali tertawa dengan mata yang berair.

Dan Jasson mendapatkan satu kata yang sangat penting. RAMPOK

...

Anak kecil berusia 6 tahun itu memutuskan meninggalkan kampung menyedihkan itu. Ia berjalan lunglai dengan perut tanpa isi apapun sejak semalam.

Keinginannya untuk membakar kelinci yang ia tanggap bersama dengan keluarganya telah sirna.

Semua menjadi angan-angan yang tak akan pernah terwujud.

Ia terus berjalan tak tentu arah hingga tubuhnya berkali-kali terjatuh. Lututnya membentur batu, membuatnya berdarah seketika. Lagi ia terbangun dan berjalan menyusuri sungai. Entah dia akan kemana.

Sudah 1 kilometer dia meninggalkan kampungnya.

Kedua matanya mulai buram, berkunang-kunang.

Tanpa terasa, dia lunglai dan terjatuh kembali dengan kepala membentur batu.

Pandangan matanya semakin buram, tubuhnya lemas, lalu semua menjadi gelap seketika.

Jasson pingsan dibawah langit yang mulai gelap, serta gerimis yang tiba-tiba saja membasahi bumi.

Di saat gerimis yang mulai menderas, sepasang kaki berjalan menghampiri tubuh mungil Jasson, lalu mengangkatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Demi kesembuhan sang ayah, Navila rela mengorbankan kesuciannya kepada seorang prajurit Erdan. Transaksi satu malam itu rupanya berbuntut panjang saat sang Jenderal justru terpikat dan menginginkannya lebih jauh. Sayang, romansa mereka terbentur konflik berdarah antara dua kerajaan yang berseteru. Di tengah sempitnya waktu dan kecamuk perang besar yang melanda kedua kubu, mampukah ketulusan cinta mereka bertahan dan tersampaikan?
Sampul Novel Cinta Disisa Serpihan Hati
8.4
Niat baik Dania menyelamatkan Ilham dari kejaran orang asing berujung salah paham warga yang memaksa mereka menikah siri. Di tengah perjalanan menjelajahi berbagai daerah, benih cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, nyawa Ilham terancam oleh konspirasi jahat ibu dan saudara tirinya yang mengincar warisan bisnis hotel sang ayah. Kini, Dania harus terus mendampingi sang pewaris dalam pelarian penuh bahaya untuk melindungi nyawa dan cinta mereka.
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Wasiat terakhir sang guru setelah wafat membuat Zhao Erhu terkejut. Ia diutus turun gunung untuk mencari tujuh kakak seperguruan dengan misi yang tidak biasa. Demi menyelamatkan nyawa mereka dari bahaya besar yang mengancam, Erhu harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Meski instruksi aneh ini terdengar sangat membingungkan bagi semua orang, sang guru menegaskan bahwa hubungan intim itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk bertahan hidup.
Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala
8.2
Tangisan Tadah Asih menggema di bawah langit Kilen yang memerah, menjadi awal dari ramalan kelam seorang petapa suci tentang kehancuran Bhumi Manggala. Saat sebuah kerajaan dirundung duka akibat kematian tragis seorang bangsawan agung, para prajurit setianya pun bangkit melakukan aksi bela pati. Di tengah situasi yang kian kacau dan dunia yang mulai runtuh, seorang pemuda berdiri dengan kemarahan memuncak. Ia memutuskan melangkah pergi demi menuntaskan dendam membara di hatinya.
Sampul Novel Menuntut Balas
8.4
Hidup Xavier hancur seketika saat ia melihat ayahnya dibunuh secara kejam oleh sindikat mafia. Peristiwa tragis itu meninggalkan duka mendalam sekaligus memicu kemarahan besar dalam dirinya. Menolak tinggal diam melihat para pembunuh bebas, Xavier bersumpah untuk membalas dendam. Ia pun mulai melatih kemampuan bela dirinya dengan sangat keras demi bersiap menghadapi organisasi kriminal keji tersebut dan menuntaskan tuntutan balasnya.
Sampul Novel PUISI CINTA DARI TIMUR
8.3
Reinkarnasi maha dewa, Lu Sicheng dan Yang Zhu, harus terpisah akibat kelicikan Raja Iblis Xin Yi yang menghancurkan semesta lewat perang dahsyat. Kini, mereka terlahir kembali di kubu yang saling bermusuhan, yaitu suku dewa dan suku iblis. Dengan ingatan Yang Zhu yang telah dihapus sepenuhnya oleh Xin Yi, Lu Sicheng harus berjuang keras demi menyatukan kembali cinta mereka. Mampukah ia melawan takdir dan muslihat kejam ini dalam Puisi Cinta Dari Timur?