APKDock Logo
Sampul Novel Menuntut Balas

Menuntut Balas

8.4 / 10.0
Hidup Xavier hancur seketika saat ia melihat ayahnya dibunuh secara kejam oleh sindikat mafia. Peristiwa tragis itu meninggalkan duka mendalam sekaligus memicu kemarahan besar dalam dirinya. Menolak tinggal diam melihat para pembunuh bebas, Xavier bersumpah untuk membalas dendam. Ia pun mulai melatih kemampuan bela dirinya dengan sangat keras demi bersiap menghadapi organisasi kriminal keji tersebut dan menuntaskan tuntutan balasnya.

Menuntut Balas Bab 1

Dor !

Xavier mencari sumber tembakan itu. Dengan berlari kecil ia menuju tempat tinggalnya. Dari balik pintu ia mendengar suara dua orang pria yang tidak di kenalnya. Dengan berhati-hati, ia mencoba melihat dari celah jendela sambil berjongkok.

"Bos. Xander sudah kami habis," ungkap salah satu pria bertubuh tegap yang sedang berada di dalam rumah sambil menghubungi seseorang melalui ponselnya.

Xavier membulatkan matanya tanda ia terkejut saat melihat ayahnya telah terbujur kaku di lantai. Seketika ia teringat adiknya yang masih kecil. Matanya mencari-cari keberadaan adiknya namun tidak ia temui.

"Ayo, kita segera keluar dari rumah ini sebelum orang lain melihat !," seru pria asing itu.

Xavier bergegas untuk bersembunyi agar ia tidak menjadi korban selanjutnya dari pria asing itu.

Dengan perlahan ia berjalan menuju belakang rumahnya dan masuk melalui pintu belakang.

Pria-pria yang bertubuh tegap itu sudah meninggalkan tempat tinggal keluarga Xavier barulah ia memberanikan diri menuju jasad ayahnya.

Air mata Xavier membasahi pipinya. Karena ayahnya lah yang selama ini banyak berkorban untuk mereka sedangkan ibunya pergi meninggalkan mereka setelah melahirkan adiknya yang bernama Xaviera yang pada saat itu perekonomian keluarganya sedang sulit.

Ia melihat luka di dada kanan ayahnya kemudian menyentuhnya dan bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya.

"Kakak! Apakah kamu sudah pulang?," tanya seorang gadis mungil pada Xavier.

Xavier memeluk adiknya. Ia bersyukur adiknya selamat.

"Mengapa ayah tidur di lantai, kak?" tanyanya polos.

"Ayah kelelahan. Sebentar lagi kakak akan membangunkan ayah," sengaja Xavier tidak memberitahukan pada adiknya bahwa ayah mereka telah tiada.

Xavier memberitahukan kepada tetangganya perihal kematian ayahnya. Para tetangganya pun berbondong-bondong membantu Xavier dan juga melaporkan ke pihak kepolisian mengenai kematian Xander.

Xavier ingin merahasiakan kematian ayahnya dari adiknya. Ia meminta tolong pada tetangganya selama proses pemakaman, adiknya berada di rumah tetangga mereka. Tetangga mereka pun setuju.

Proses pemakaman telah selesai. Xavier pun menjemput adiknya dari rumah tetangga.

"Kakak darimana saja? Mengapa lama sekali menjemput ku?" tanya adiknya yang pada saat itu berada di punggungnya.

Sambil berjalan Xavier pun menjawab, "Kakak harus kembali bekerja."

"Apakah ayah sudah bangun?" tanya adiknya dengan polos.

"Ayah sudah pergi ke luar negeri untuk bekerja," jawab Xavier.

Dengan hati yang teriris, Xavier terpaksa berbohong pada adiknya. Ia tak ingin ada kesedihan di wajah ceria adiknya.

"Kakak, mari kita bernyanyi !" pinta Xaviera.

"Baiklah,"

Xavier yang pada saat itu masih menggendong Xaviera di punggungnya pun menuruti permintaan adiknya. Bait demi bait lagu ia nyanyikan untuk menghibur hati adiknya walau air matanya masih ingin menetes. Perlahan suara Xavier berubah menjadi parau. Adiknya pun heran dengan perubahan suara kakaknya.

"Kakak kenapa? Apakah kakak sedang bersedih? Mengapa suara kakak seperti itu?" tanya Xaviera heran.

"Kakak tidak apa-apa. Hanya saja tadi kakak terlalu banyak makan gorengan sehingga suara kakak seperti ini," jawab Xavier sambil menyeka air matanya yang sempat terjatuh.

Walaupun Xavier memberi banyak alasan, Xaviera tetap merasa curiga dengan apa yang terjadi pada kakaknya tetapi Xaviera memilih diam dan pura-pura tidak tahu.

Sesampainya di rumah, rumah sudah kembali bersih seperti tidak terjadi apa-apa di rumah mereka. Xaviera pun turun dari gendongan Xavier.

"Segera cuci kaki kamu dan lekas lah tidur," pesan Xavier yang pada saat itu sedang berjalan menuju kamarnya.

"Iya, kak."

Xaviera memperhatikan setiap gerakan kakaknya yang hendak memasuki kamar. Ia melihat raut wajah sedih terlukis di wajah kakaknya. Ia tidak ingin menanyakan karena tidak ingin menambah beban kakaknya.

Xaviera bergegas melaksanakan apa yang di katakan kakaknya. Selesai membersihkan diri, ia pun segera menuju tempat tidurnya. Terdengar suara langkah kaki, ia pun segera menutup matanya. Ia tahu itu langkah kaki kakaknya yang akan memastikan jika dirinya sudah tertidur.

Xavier membuka pintu kamar adiknya. Lampu kamar masih terang. Ia melihat adiknya sudah memejamkan mata. Kemudian ia menarik selimut untuk membungkus tubuh adiknya yang saat itu ia kira sudah tertidur. Dengan lembut ia mengusap puncak kepala adiknya.

"Jadilah anak yang baik dan pandai menjaga diri," ucap Xavier lirih.

Xaviera masih mendengar ucapan Xavier karena pada saat itu Xaviera sedang pura-pura tidur.

Setelah Xavier mengira jika adiknya sudah terlelap, ia pun mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur kemudian menutup kembali pintu kamar adiknya.

Xaviera merasa ada yang aneh dengan kakaknya. Setelah kakaknya keluar dari kamarnya, ia pun kembali membuka matanya. Ada rasa gelisah yang ia rasakan. Tiba-tiba saja ia teringat ketika ayahnya meminta ia sembunyi di dalam ruang bawah tanah dan tak lama terdengar suara ayahnya yang berdebat dengan beberapa orang pria, selanjutnya terdengarlah suara letusan tembakan.

Pikiran Xaviera terlalu bising dengan peristiwa ayahnya meminta agar ia sembunyi dan juga suara tembakan yang sempat ia dengar di siang itu. Tetapi berkat kakaknya mengatakan jika ayahnya telah bangun dan pergi ke luar negeri untuk bekerja, membuat perasaan gelisah nya sedikit mereda. Walaupun demikian, malam ini tetaplah ia tidak bisa memejamkan matanya.

Setelah memeriksa rumah sudah terkunci, Xavier kembali ke kamarnya. Tubuhnya yang sudah berada di atas ranjang tampak gelisah. Berulang kali ia berpindah posisinya tetapi ia tetap merasa tidak nyaman. Ia pun berjalan menuju meja belajarnya dan membuka laptopnya. Sebuah file yang berisi kenangan bersama ayahnya pun ia buka. Walaupun mereka hanya bertiga, terlihat ekspresi bahagia diantara merek bertiga. Kembali hatinya di hujani rasa sedih. Tak ingin berlarut, ia pun menutup kembali laptopnya.

Pikirannya berkelana ke masa depan adiknya. Dengan kondisi seperti ini, ia tidak mungkin meninggalkan adiknya untuk bekerja. Akhirnya terlintas di pikiran Xavier untuk menitipkan adiknya ke panti asuhan agar ia merasa tenang saat bekerja dan juga saat ia akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya.

Keesokan harinya, Xavier sudah mengemasi barang-barang adiknya. Xaviera yang melihat kakaknya yang pada saat itu mengemasi barang miliknya pun merasa heran karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Kakak sedang apa?. Mengapa barang-barang aku kakak masukan ke koper?"

"Oh iya, kakak lupa memberitahukan kamu jika hari ini kakak akan menyusul ayah untuk bekerja diluar negeri. Jadi kakak ingin menitipkan kamu ke rumah orang baik dan kamu akan menemukan banyak teman di sana," jawab Xavier.

Xaviera yang mendengar jawaban kakaknya pun membalas dengan ekspresi datar. Sepertinya ada rasa ingin memprotes dengan sikap kakaknya itu.

"Aku saja yang mengemasi barang-barang ku."

Xavier menoleh ke arah adiknya dengan rasa bersalah tetapi ini harus ia lakukan demi keselamatan adiknya.

"Nanti ketika sampai di sana katakan pada mereka nama kamu adalah Grizelle jangan katakan Xaviera," pinta Xavier.

"Mengapa begitu?"

"Grizelle itu juga kan nama kamu. Xaviera Grizelle Werner. Tetapi kamu cukup katakan nama kamu Grizelle dan jangan katakan nama depan kamu dan juga nama belakang kamu yang merupakan nama keluarga kita," pesan Xavier.

Xavier ingin menyembunyikan identitas adiknya. Agar para mafia tidak melacak keberadaan adiknya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Menuntut Balas

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan