APKDock Logo
Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala

Geger di Bhumi Manggala

8.2 / 10.0
Tangisan Tadah Asih menggema di bawah langit Kilen yang memerah, menjadi awal dari ramalan kelam seorang petapa suci tentang kehancuran Bhumi Manggala. Saat sebuah kerajaan dirundung duka akibat kematian tragis seorang bangsawan agung, para prajurit setianya pun bangkit melakukan aksi bela pati. Di tengah situasi yang kian kacau dan dunia yang mulai runtuh, seorang pemuda berdiri dengan kemarahan memuncak. Ia memutuskan melangkah pergi demi menuntaskan dendam membara di hatinya.

Geger di Bhumi Manggala Bab 1

Lebih dari 200 tahun yang lalu, Bhumi Manggala di kisahkan hanya dikendalikan oleh satu kerajaan agung bernama Amarta Bumi. Pada masa pemerintahan Sri Narpati Balaputradewa, kerajaan ini menjadi begitu berkuasa. Banyak kerajaan kecil yang kemudian tunduk di balik kemegahan sayap-sayapnya. Hampir semua orang kala itu hidup dalam kemakmuran yang sesungguhnya. Rakyat merasa senang, para petinggipun menjadi tenang.

Tetapi, segala sesuatu yang nyaris sempurna, tidak seutuhnya terbebas dari masa yang kelam dan tercela. Karena sepanjang perjalanan sejarah Kerajaan Amarta Bumi. Justru di masa kejayaannya, telah terjadi suatu peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bertepatan pada Wuku Sungsang, Kerajaan Amarta Bumi telah di gegerkan dengan tewasnya seorang Adipati anggota keluarga kerajaan. Lalu tiga hari kemudian, tewas pula Sang Permaisuri.

Banyak yang menduga bahwa peristiwa ini merupakan sebagai bentuk dendam pribadi kepada Sang Prabu Balaputradewa. Tetapi banyak pula yang menduga bahwa peristiwa ini mungkin ada kaitannya dengan ilmu hitam. Karena layon Sang Adipati dan juga layon Sang Permaisuri, di ketemukan dalam keadaan yang membuat hati siapapun menjadi miris.

Sang Adipati yang bergelar Adipati Sukrasana, penguasa Kadipaten Mandura tewas dalam suatu perjalanan bersama para pengawalnya. Adipati Sukrasana merupakan adik ipar Prabu Balaputradewa, suami dari Sekar Kedhaton Amarta Bumi bernama Putri Amba. Layonnya ditemukan dalam keadaan hampir tidak utuh. Leher dan dadanya terkoyak, serta hati dan jantungnya di nyatakan hilang dari tubuhnya. Begitupun Sang Permaisuri yang juga diketemukan tewas dengan keadaan leher terkoyak di dalam kediamannya. Peristiwa yang terjadi dalam rentang masa yang tidak terpaut jauh ini, telah menimbulkan ontran-ontran di kalangan rakyat Amarta Bumi.

Hingga pada suatu malam yang sunyi, setelah satu sasih sejak peristiwa naas itu terjadi. Tepat pada malam purnama bulat sempurna. Hembusan angin yang dinginnya melebihi dinginnya angin bediding bertiup lebih kencang dibandingkan malam-malam biasanya. Kemudian diiringi oleh sergapan kabut tebal kelabu yang terasa merampas pandangan mata.

Di langit yang kelam, suara burung gagak terdengar melengking dan menyayat di angkasa. Betul-betul menimbulkan rasa tidak nyaman di hati siapa pun yang mendengarnya. Bahkan, di kejauhan terdengar beberapa ekor anjing hutan yang menyalak. Bersahutan beradu keras dengan suara burung gagak yang terus saja melengking tiada henti.

Tiba-tiba pintu-pintu gerbang tembok benteng kotaraja telah dihantam oleh kekuatan yang luar biasa. Melemparkan para prajurit yang tengah berjaga.

“Groaarrhh ...!!”

Belum sempat para prajurit yang bertugas nganglang malam itu mencerna dengan apa yang terjadi. Maka segerombolan sosok seperti manusia tetapi berkepala ajag, telah merangsek masuk ke dalam kotaraja dan kemudian melibas siapapun yang ada di hadapan mereka.

*Ajag = Anjing Hutan

“Cepat pukul kentongan!!” Seru seorang Bekel Prajurit kepada anak buahnya yang nampak berdiri dengan kedua lutut hampir bergetar, sedangkan tangannya menjadi lemas seketika.

Melihat anak buahnya yang nampak tidak berdaya, Bekel Prajurit itu akhirnya memukul sendiri kentongan sekeras-kerasnya. Mengejutkan seisi kotaraja yang baru saja terlelap ke alam swapna.

Di sebuah rumah, seorang laki-laki tua yang tengah terlelap di atas pembaringan, seketika terperanjat dan kemudian membangunkan istrinya.

“Ada apa, Kang?”

“Kamu tidak dengar, Nyi. Suara kentongan yang dipukul dalam irama nada titir? Pasti telah terjadi rajapati.”

“Tapi kenapa yang terdengar bukan saja suara kentongan yang di pukul keras-keras. Aku juga mendengar suara burung gagak dan anjing hutan yang saling bersahutan.”

Wajah laki-laki tua itu nampak tegang, rautnya menjadi nyanyang. "Duh, Gusti Hyang Widhi, semoga ini bukan pertanda buruk bagi masa depan negeri ini." ucapnya perlahan. Iapun melihat keluar dari sela-sela lubang kecil di balik dinding rumahnya. Nampak diluar sana kabut begitu tebal yang terasa menghalangi pandangan mata. Dan samar-samar terlihat pergerakan beberapa sosok tubuh yang terlihat menuju kearah Keraton Amarta Bumi. Tetapi, ada juga yang menerobos masuk ke rumah warga, dan terdengar dari dalam teriakan-teriakan yang sangat memilukan.

Terhenyak!

Laki-laki itupun bergegas mendekati salah satu sudut ruangan di dalam rumahnya, dan membuka sebuah pintu jalan menuju ruang bawah tanah. Sebagai seorang bekas prajurit, ia telah mempersiapkan tempat perlindungan dikala terjadi serangan ke dalam kotaraja.

Malam itu, malam yang bagaikan disengat petir di siang buta. Kecemasan segera menyeruak ke seluruh kotaraja Amarta Bumi. Para penduduk yang merasa nyawanya terancam, segera berlari salang tunjang ke berbagai arah untuk menyelematkan diri.

Sementara itu, para prajurit kerajaan mencoba menahan laju Manusia Ajag yang bergerak dampyak-dampyak dan bagai borok terus menyebar ke seluruh kotaraja. Meskipun telah diranjab hujan watang, tetapi para Manusia Ajag itu seperti kebal jenis senjata apapun. Bukannya tumbang, sebaliknya mereka malah bergerak semakin kencang.

“Aaakkhhh ....!!” terdengar jeritan memilukan dari salah seorang prajurit ketika salah satu dari Manusia Ajag itu menerkam dan dengan giginya yang tajam mengoyak lehernya hingga nyaris terputus. Membuat kawan-kawanya yang melihat hal itu bergidik ngeri. Apalagi para Manusia Ajag itu seakan terus berlipat-lipat jumlahnya. Dan mulai mengepung mereka dari berbagai arah.

Di langit kotaraja yang kelam, sosok perempuan buruk rupa berdiri di atas angin nampak tersenyum menyeringai. Di sekelilingnya beterbangan burung-burung gagak yang seolah memberinya kekuatan untuk melayang-layang di angkasa. Sedangkan sorot matanya menatap tajam sosok laki-laki paruh baya yang berdiri di atas Purawacitra (nama pintu gerbang utama Keraton Amarta Bumi).

“Balaputradewa. Aku datang untuk memberikan salam juga untuk menjemput ajalmu.” sahut perempuan berwajah mengerikan itu.

Laki-laki paruh baya, Sang Narpati Amarta Bumi jujuluk Prabu Balaputradewa, tampak menghela napas pelan, lalu kemudian berkata dengan tenangnya.

“Apakah kamu yang mengirim makhluk-makhluk menjijikkan ini?”

“Iya.”

“Kenapa?”

“Tentu saja untuk menghancurkan Kerajaan Amarta Bumi juga dirimu, termasuk seluruh keturunanmu.”

Prabu Balaputradewa mengerutkan keningnya. Perempuan berwajah mengerikan yang berdiri melayang di angkasa itu adalah Dyah Kekayi, dan merupakan permaisuri pertama Keraton Amarta Bumi. Tetapi tingkah lakunya yang nganeh-nganehi telah membuatnya terusir dari lingkungan keraton.

Menggoda calon ipar raja, disaat Prabu Balaputradewa tengah sibuk memadamkan kraman di salah satu wilayah yang mbalela. Karena yang hendak melakukan kraman merupakan seorang raja bawahan, maka memang harus Sang Prabu sendiri yang turun tangan untuk mengatasinya. Tetapi sekembalinya ke keraton, Sang Prabu mendapati permaisurinya tengah bermain serong. Bahkan seperti seorang planyahan, justru permaisurinya sendiri yang memikat laki-laki itu dengan menggunakan ilmu sihir.

Mengingat peristiwa yang mencoreng harga dirinya sebagai seorang suami dan juga seorang raja. Prabu Balaputradewa hanya kembali menghela nafas pelan. Bukannya mengaku salah dan memperbaiki diri. Dyah Kekayi malah semakin menjadi-jadi. Bahkan, demi untuk memenuhi hawa nafsunya yang mengakar hingga ke ulu hati, Dyah Kekayi telah menganut ilmu hitam yang membuatnya menjadi setengah siluman dan menjadi satru bekas suaminya sendiri. Paras cantiknya telah berganti rupa menjadi paras mengerikan. Munurut dari beberapa keterangan, ilmu hitam yang dipelajari Dyah Kekayi memang meminta tumbal kecantikkannya sendiri.

Pertarungan terakhir diantara keduanya beberapa tahun yang lalu berakhir imbang. Kemudian Dyah Kekayi menghilang tanpa ada beritanya. Dan beberapa tahun kemudian seringkali Keraton Amarta Bumi menerima laporan beberapa penduduk yang tewas pada malam purnama. Gambaran keadaan layon penduduk yang tewas itu persis seperti layon Adipati Sukrasana dan Permaisuri.

Prabu Balaputradewa tahu pasti bahwa dirinyalah yang menjadi incaran utama. Karena itu, Sang Prabu yang sudah sepuh itu memilih untuk diam di dalam keraton dan menunggu musuh datang kepadanya. Sementara para putra dan adiknya, terlebih dahulu telah ia ungsikan ketempat yang tidak di ketahui oleh keberadaannya.

Seorang laki-laki yang berpakaian serba putih berdiri agak di belakang Prabu Balaputradewa. Ia menyampaikan bahwa kotaraja seluruhnya telah di kuasai para Manusia Ajag dan sulit untuk di bunuh. Banyak rakyat yang tewas dan yang masih hidup menyelamatkan diri entah kemana. Sedangkan yang masih bertahan, hanyalah para prajurit yang jumlahnya semakin menyusut.

“Aku akan mengulur waktu. Kalian semua harus menyelamatkan diri.”

“Tapi, Gusti.”

“Ki Taraksaka. Ini perintah terakhirku. Kosongkan seluruh kotaraja. Jangan ada yang tertinggal seorangpun.”

Laki-laki berpakaian serba putih itu dengan terpaksa menggangguk. Iapun kembali melompat kebawah, sekejap tampak wujudnya berubah menjadi harimau belang, tetapi sekejap kemudian iapun telah menghilang dari pandangan mata.

Sementara Prabu Balaputradewa, tubuhnya telah melayang ke angkasa, menuju Dyah Kekayi yang juga bersiap menyambut kedatangannya.

Blarr!!

Satu benturan ilmu yang menggetarkan langit mengguncang bumi, menjadi awal dari pertempuran yang nggerisi. Tetapi juga menjadi akhir dari sebuah kerajaan yang telah berdiri lama dan menguasai hampir seluruh Bhumi Manggala.

Prabu Balaputradewa yang mencoba menghentikkan kejahatan bekas istrinya, hanya mampu membuatnya tertidur panjang selama 200 ratus tahun. Karena ilmu hitam yang dipelajari oleh Dyah Kekayi ternyata telah mendekati kesempurnaan. Betapapun tingginya ilmu Sang Prabu, ia tetap memiliki batasan sebagai manusia biasa.

“Gusti Sang Hyang Widhi. Melalui perantara kuasamu, 200 tahun yang akan datang, datangkanlah seorang keturunanku yang akan mampu mengakhiri kejahatan Dyah Kekayi.”

Sebelum tubuhnya lebur menjadi abu yang kemudian tersebar ke segala arah. Dengan kesaktian serta waktunya yang tersisa, Sang Prabu sengaja menutup kotaraja Amarta Bumi dari pandangan mata setiap makhluk yang hidup di muka bumi. Hanya keturunannya yang paling layaklah, yang kelak mampu mengembalikan kotaraja ini dan kemudian menghidupkannya kembali.

200 tahun kemudian, Bhumi Manggala pecah menjadi empat wilayah yang hampir sama rata. Wilayah Kilen di kuasai oleh Medang Jati dan sekutunya, wilayah Daksina dikuasai oleh Bojanegara dan sekutunya, wilayah Lor di kuasai oleh Kartanegara dan sekutunya, lalu wilayah Wetan yang sebagian besar masih berupa hutan belantara dikuasai sebuah perguruan besar bernama Padepokan Tirta Kencana. Keempat wilayah ini di batasi oleh sebuah hutan bernama Alas Manggala dan di sebut pula sebagai daratan tidak bertuan, karena tidak ada sebuah pemerintahan yang berkuasa. Bahkan ada yang mengatakan kalau wilayah ini merupakan tempat bersemayamnya kaum bunian, bangsa dhemit, bangsa siluman dan bangsa makhluk halus lainnya.

Sedangkan keberadaan kotaraja Amarta Bumi, tetap menjadi rahasia yang belum tersingkap. Bahkan, ada yang menganggapnya sebuah negeri dongeng seperti di dalam Carita Ramayana ataupun Carita Mahabharata.

•••••

Lanjut Membaca

Daftar Isi Geger di Bhumi Manggala

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Pertemuan tak sengaja dengan seorang duda menawan setelah Dilara Aysila Airene menolong seorang nenek di jalan menjadi awal dari segalanya. Terpikat oleh ketampanan sang pria, Dilara jatuh cinta dan bertekad merebut hatinya. Demi menarik perhatian sang idaman, ia meluncurkan berbagai rayuan hingga aksi konyol. Akankah misi cinta Dilara ini berakhir manis atau justru menghadapi rintangan? Ikuti perjuangan unik gadis ini dalam mengejar cinta sang duda.
Sampul Novel DANGEROUS LOVE
8.3
Kehidupan Jenar, gadis lugu yang pendiam, berubah drastis setelah mendatangi sebuah pesta di klub malam. Di bawah pengaruh alkohol, ia melewati malam penuh gairah bersama Remo, seorang aktor terkenal. Kejadian tak terduga ini seketika mengacaukan hidup Jenar, apalagi ia sudah mempunyai kekasih. Namun, Remo yang terkenal posesif dan playboy justru siap bertanggung jawab. Akankah Jenar tetap setia pada pacarnya, atau malah terpikat oleh pesona Remo?
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Kehidupan manja putri seorang pengusaha kaya seketika berubah drastis akibat takdir yang tak terduga. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit untuk menjadi istri muda dari pria yang usianya terpaut sangat jauh. Kini, di tengah perbedaan umur yang membentang lebar, wanita muda tersebut harus berjuang keras menjalani peran barunya. Ia harus bertahan dalam ikatan pernikahan yang sama sekali tidak pernah ia harapkan terjadi dalam hidupnya.
Sampul Novel Merelakan Suamiku Untuk Adik Tiriku
9.5
Mayra telah mencintai Gavin selama lima belas tahun, namun di malam sebelum pernikahan mereka, sang tunangan justru menggelar upacara adat dengan adik tirinya, June. Dianggap hanya sebagai selir meski memiliki akta nikah sah, Mayra memilih mundur tanpa keributan. Ia memutuskan menggugurkan kandungannya dan bergabung dengan tim penelitian Antartika yang terisolasi. Meninggalkan surat cerai sebagai hadiah perpisahan, Mayra pergi, membuat Gavin yang dahulu meremehkannya seketika beruban dalam semalam.
Sampul Novel Gema Serigala: Janji yang Diingkari dan Anak Serigala yang Hilang
8.4
Diselamatkan dari ayah tirinya yang kejam oleh Alpha Eduardo, gadis ini mengira penderitaannya berakhir. Namun, kepulangan cinta pertama Eduardo menghancurkan segalanya. Sang Alpha tega mengabaikan kematian anak mereka demi perempuan itu. Di tengah kepedihan dikhianati, ia harus menerima kenyataan tragis bahwa racun logam mematikan dalam tubuhnya hanya menyisakan waktu hidup enam puluh enam hari, tepat di saat pria yang dicintainya itu memilih untuk berpaling.
Sampul Novel Wolf Queen Rising: Dikhianati sebagai Istri, Dimahkotai sebagai Ratu
8.7
Saat mengandung, Ella Vance dikhianati oleh Alpha Laurel Valley, Damian Blackwood, yang memilih Selena dan membuang anak mereka. Setelah selamat dari kecelakaan maut rancangan sepupunya itu, Ella lenyap selama lima tahun. Kini ia kembali sebagai sosok yang kuat dan mandiri. Damian yang didera penyesalan kini memohon ampunan demi menyelamatkan garis keturunannya, namun Ella yang sekarang bukanlah wanita lemah yang bisa ia kuasai lagi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan