APKDock Logo
Sampul Novel Scary Love

Scary Love

8.0 / 10.0
Kematian tragis orang tuanya akibat perampokan sadis menyisakan luka mendalam bagi Jasson. Bertekad membalas dendam, ia berkelana mencari sang pelaku. Di tengah perjalanan, ia menemukan cinta dan menikahi seorang wanita yang mengubah hidupnya. Namun, sebuah rahasia kelam terkuak, menuntutnya memilih antara menuntaskan dendam lama atau menjaga kebahagiaan sang istri. Akankah keadilan tetap ia kejar saat kenyataan pahit mulai menguji cintanya?

Scary Love Bab 1

"Bakar, habiskan semua, hahaha!!!"

BRUUGGG

WUUUGGG

Api membumbung tinggi hingga ke langit. Menghitam bagai mendung.

Suara tangis pilu, teriakan minta tolong yang menyanyat hati. Puluhan orang berlarian ke sana kemari, mencari perlindungan. Menggendong anak-anak kecil mereka dengan derai air mata tak tertahan.

"Ayah!"

"Ibu!"

Suara kecil yang meminta tolong. Bertahan di tengah orang-orang berlari menyelamatkan diri sendiri. Serta belasan kuda berlarian membawa para pria berpedang panjang, serta obor menyala besar.

Lalu suara kecil mencari orang tuanya itu perlahan menghilang. Tubuh kecil itu tumbang mencium tanah. Darah mengalir tak bisa ditahan.

Semakin larut, teriakan menyanyat hati lama-lama menghilang. Puluhan tubuh tumbang tak bernapas.

"Ambil semua yag bisa diambil, habiskan semua, hahaha!"

...

Jasson, anak kecil berusia 6 tahun itu berlari secepat kilat, mengabaikan kelinci yang baru diburunya terlepas.

Kepulan asap hitam itu menarik perhatiannya untuk segera kembali ke kampung halaman.

Maka dia melewati berbagai ranting yang tumbang, hingga kakinya berdarah. Ia tak peduli.

Ia terus berlari.

Di kepalaya hanya ada satu pertanyaan.

Apa yang terjadi?

Sampailah dia pada kampung yang telah membesarkan dirinya selama enam tahun itu. Dimana dua orang terkasihnya tinggal. Orang yang telah membesarkan dirinya selama ini.

Sampai pada sebuah pohon Akasia besar, dia berhenti. Peluhnya sebesar jagung membasahi dahi. Ia tak peduli.

Kedua matanya sempurna membulat ketika menyaksikan seorang pria tengah terduduk di depan seorang pria lain yang berdiri tegak dengan sebilah pedang di tangan.

Tak lama kemudian,

DAAAGG

Tubuh pria yang terduduk itu terhuyung dengan darah segar muncrat ke wajah pria yang berdiri.

"Inilah balsannya karena ku tak mau ikut denganku!" kata pria itu.

Dia begitu puas telah berhasil menghilangkan nyawa pria yang tak asing di mata Jasson.

"Kita kembali!!" titah pria itu lagi pada para anak buahnya yang menyasikan.

Kaki Jasson terasa lemas seketika. Tak berdaya, tak bertenaga.

Setelah semua pria jahat itu pergi, tinggallah kesepian yang ada. Suara percikaan api melahap kayu-kayu terdengar jelas.

Jasson melangkah mulai mendekati kampungnya yang telah hancur. Hangus.

Satu persatu ia melihat mayat dengan berbagai jenis luka yang menakutkan. Diusia 6 tahun, ini pertama kalinya bagi Jasson melihat pemandangan tak biasa itu.

Tubuhnya menggigil kedinginan. Tangannya tak berhenti bergetar.

"Ayah, ibu?" ucapnya parau.

Air matanya hedak menetes, namun tetap ia tahan.

Dia anak lelaki, tak akan menangis begitu saja.

"Ayah, kau dimana?"

Ia masih berusaha mencari rumahnya. Tapi jelas, dia tak menemukan, karena kobaran api telah melahap semua bangunan.

Jasson terus mencari, membalikkan satu persatu mayat yang sudah hilag napas. Serta kondisi yang mengerikan.

"Jass-son." Terdengar suara memanggil dirinya dengan susah.

Jasson menoleh, mencari arah suara. Dilihatnya tak ada seorang pun disekitarnya, kecuali mayat yang telah tumbang di tanah.

"A-ku di sin-ni."

Suara itu terdengar dari bawah, maka Jasson berdiri dan menghampiri satu mayat pria yang berjarak dua meter darinya.

"Paman!" teriak Jasson histeris. Air mata yang tadi ia tahan seketika mengalir sudah. Jasson berlari dan menghampiri tubuh tengkurap itu.

"Jass-son."

"Diamlah, Paman, aku akan menolongmu!"

Sekuat tenaga Jasson membalikkan tubuh berdarah itu. Dipandangnya luka diperut sang paman akibat tusukan pedang.

"Jass, ayah dan i-bumu telah tiada. Paman pun a-kan menyu-sul me-re-ka."

Jasson menggeleng sambil terus menangis.

"Jaga dirimu baik-baik, Nak."

"Tidak, Paman."

"Ayah dan i-bumu ada di balik kayu itu." Pria itu menunjuk pada sebuah kayu akasia yang telah tumbang. "Jass, kuburkan ka-mi."

Tangan pria itu seketika lunglai dan terjatuh tepat dipangkuan Jasson. Anak kecil itu semakin histeris, menangis sejadi-jadinya meratapi tubuh pamannya yang sudah tak bernyawa.

...

Hingga pagi tiba, Jasson belum selesai membuat lubang di tanah dengan alat seadanya.

Tenaga kecilnya belum seberapa untuk bisa menggali tanah sedalam itu untuk menguburkan lebih dari 3 mayat.

Meski mayat, paman, ayah serta ibunya sudah masuk pada liang lahat, namun hati nuraninya tak tega meninggalkan mayat-mayat tetangganya yang lain.

Maka bersama dengan segelintir orang yang masih hidup, dia membuat banyak lubang untuk menguburkan mereka semua.

Setelah usai, barulah Jasson menjatuhkan tubuh. Menghadap pada langit yang biru dengan cahaya matahari yang sudah mulai menyengat.

"Ujian apa ini? Bagaimana ku bisa hidup tanpa keluargaku?"

Sebagai seorang anak kecil yang belum mengerti kerasnya hidup, dia hanya bisa mengeluh, meratapi dirinya, serta putus asa melanda.

Air matanya kembali meleleh di bawah terik matahari yang menyengat.

Bibirnya memutih, kering. Bajunya lusuh penuh dengan warna hitam bekas arang.

Ia haus, juga lapar. Tapi mengingat apa yang telah dia lakukan barusan telah membuat dirinya tak selera untuk berencana mengisi perut.

...

Sore harinya, keputus asaan yang dia alami telah berubah menjadi sebuah amarah yang luar biasa.

Dilihatnya beberapa tetangga yang masih hidup hanya menangis di samping gundukan tanah basah yang baru mereka buat untuk membaringkan anggota keluarga mereka.

Ada pula yang memilih mengakhiri hidup lantaran tak bisa lagi bersanding dengan orang yang mereka cintai.

"Pak, siapa yang telah melakukan semua ini pada kampung kita?" tanya Jasson pada salah seorang pria tua yang terduduk lesu.

"Orang jahat." Jawabnya dengan sangat singkat. Sorot matanya kosong tak berdaya.

"Apa kau mengenalnya?"

"Tidak."

Bukan itu jawaban yang Jasson ingin dengar.

"Apa kau ingat apa yang mereka katakan selama mereka masuk ke dalam kampung kita?"

Pria tua itu menoleh, lalu tertawa.

Tawa yang terdengar miris dan putus asa. Di dalamnya penuh kesedihan yang melanda.

"Mereka hanya ingin merampok dan menghabiskan desa kita. Memangnya kita orang kaya sampai dirampok oleh mereka." Pria itu kembali tertawa dengan mata yang berair.

Dan Jasson mendapatkan satu kata yang sangat penting. RAMPOK

...

Anak kecil berusia 6 tahun itu memutuskan meninggalkan kampung menyedihkan itu. Ia berjalan lunglai dengan perut tanpa isi apapun sejak semalam.

Keinginannya untuk membakar kelinci yang ia tanggap bersama dengan keluarganya telah sirna.

Semua menjadi angan-angan yang tak akan pernah terwujud.

Ia terus berjalan tak tentu arah hingga tubuhnya berkali-kali terjatuh. Lututnya membentur batu, membuatnya berdarah seketika. Lagi ia terbangun dan berjalan menyusuri sungai. Entah dia akan kemana.

Sudah 1 kilometer dia meninggalkan kampungnya.

Kedua matanya mulai buram, berkunang-kunang.

Tanpa terasa, dia lunglai dan terjatuh kembali dengan kepala membentur batu.

Pandangan matanya semakin buram, tubuhnya lemas, lalu semua menjadi gelap seketika.

Jasson pingsan dibawah langit yang mulai gelap, serta gerimis yang tiba-tiba saja membasahi bumi.

Di saat gerimis yang mulai menderas, sepasang kaki berjalan menghampiri tubuh mungil Jasson, lalu mengangkatnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Scary Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bapakku Dukun
8.5
Tuduhan sebagai pemuja setan dan pelaku pesugihan membuat keluarga protagonis dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Sejak usia dini, ia telah akrab dengan pemandangan kematian yang mengerikan di sekitarnya, sementara ayahnya kerap dicap gila. Meski awalnya ia memilih acuh terhadap segala stigma negatif tersebut, sebuah rahasia besar yang tersembunyi akhirnya tersingkap dengan sendirinya. Penemuan fakta mengejutkan ini justru mengubah sudut pandangnya, melahirkan rasa bangga yang mendalam terhadap identitas sang ayah sebagai seorang dukun.
Sampul Novel Cinta Menjadi Dendam
8.0
Demi menyelamatkan nyawa Bima Arya yang divonis menderita kanker, Nimas rela menjalani operasi transplantasi dan menyerahkan dua per tiga organ hatinya. Di tengah rasa sakit pascaoperasi yang luar biasa, Nimas justru mendapati kenyataan pahit. Ia tidak sengaja mendengar Bima mengakui bahwa seluruh prosedur medis tersebut hanyalah kedok untuk membalas dendam atas kegagalan akademis Vivi. Bima berencana mencampakkan Nimas begitu Vivi kembali ke tanah air satu bulan lagi.
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Suasana tegang menyelimuti Tama saat ia mendekap erat Runa, memohon agar istrinya itu tidak lagi menjauh. Sambil menghirup aroma tubuh Runa dengan penuh damba, emosi Tama membuncah. Di tengah konflik batin yang melanda, ia berbisik lirih untuk menegaskan bahwa kebersamaan mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai pasutri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari kewajibannya.
Sampul Novel Oh My Beebu
7.9
Masa dewasa muda Angela yang tenang seketika terusik oleh kehadiran tiga pria berinisial R. Mereka adalah Randy sang mantan pacar yang sulit dilupakan, Raffa si adik kelas yang kerap memberi kejutan, serta Revin, mantan kakak kelasnya dahulu. Interaksi dengan ketiga lelaki ini menghadirkan berbagai cerita berbeda yang rumit, membingungkan, sekaligus menguras emosi. Angela kini harus menghadapi dinamika hubungan pelik dalam kisah romansa remaja yang penuh liku ini.
Sampul Novel Tarian Aksara
8.5
Sambil menangis di atas kursi roda, Ara meratapi kepedihan hidupnya di bawah langit senja. Ia merasa takdir begitu tidak adil padanya. Namun, Aksa hadir sebagai sahabat setia yang berjanji untuk selalu mendampingi gadis bermata hazel tersebut. Di tengah keputusasaan Ara yang mendalam, Aksa memohon agar ia tetap bertahan. Kisah ini menyoroti perjuangan berat menerima kenyataan hidup yang pahit dengan dukungan tulus dari orang terdekat.
Sampul Novel Terjerat Kawin Kontrak Dengan CEO
7.8
Menghadiri pesta elit bersama Niko, sang sahabat, menjadi penyesalan terbesar bagi Nea. Keputusan itu justru menjebaknya dalam pernikahan kontrak dengan Aciel Cale, CEO raksasa konstruksi yang sangat berkuasa. Di saat banyak orang merasa iri dengan nasib baiknya, Nea justru merasakan hal yang berbeda. Menjadi istri dari pria berpengaruh tersebut bukanlah sebuah anugerah, melainkan awal dari mimpi buruk yang mengancam ketenangan hidup yang selama ini ia jalani.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan