APKDock Logo
Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal

Cinta di Ranjang Jenderal

8.7 / 10.0
Demi kesembuhan sang ayah, Navila rela mengorbankan kesuciannya kepada seorang prajurit Erdan. Transaksi satu malam itu rupanya berbuntut panjang saat sang Jenderal justru terpikat dan menginginkannya lebih jauh. Sayang, romansa mereka terbentur konflik berdarah antara dua kerajaan yang berseteru. Di tengah sempitnya waktu dan kecamuk perang besar yang melanda kedua kubu, mampukah ketulusan cinta mereka bertahan dan tersampaikan?

Cinta di Ranjang Jenderal Bab 1

Suara mesin truk mengerang di jalan yang kasar. Truk itu merupakan truk militer tapi yang dibawanya bukanlah tentara sehat atau yang terluka, bukanlah kotak-kotak amunisi atau persediaan makanan, dan bukanlah tawanan dari musuh yang tertangkap. Truk itu membawa para pelacur dari kota.

Di dalam kargo truk setengah terbuka itu, belasan perempuan muda mengenakan mantel dan sarung tangan hangat. Wajah mereka memakai riasan untuk mengikat pelanggan mereka— para tentara berpangkat rendah atau beberapa perwira. Banyak dari mereka yang diam dan tak saling bercerita karena mereka tahu tak ada kebanggaan dari perbuatan mereka.

“Navila, kamu tak membawa sarung tangan hangatmu?” tanya Adeline dengan menggenggam tangan Navila.

Navila menggelengkan kepalanya. Ia bisa merasakan hangatnya genggaman Adeline yang tulus. Jangankan sarung tangan, mantel hangat pun tak Navila bawa. Perang yang telah berkecamuk bertahun-tahun memaksanya menjual pakaiannya satu persatu. Ia ingat telah menjual mantel dan sarung tangan hangatnya satu bulan yang lalu. Meski musim dingin segera tiba, tapi kelaparan tiba lebih dahulu.

“Tenanglah, kamu akan mendapatkannya malam ini,” ucap Gia dengan nada genit. Tiba-tiba raut wajah Gia berubah dengan tajam, sesuatu seperti terlintas dalam pikirannya. Sorot matanya mengamati Navila dari kaki ke kepala dan mimik wajahnya semakin tajam bercampur kesal.

“Aku akan pastikan hal buruk padamu bila kamu menggoda Mayor Nezkov,” ancam Gia tanpa dimengerti Navila.

“Mungkin dia bisa mendapat seorang perwira,” sahut perempuan di samping Gia yang tampak iri.

“Dia harusnya melayani dua puluh tentara Erdan malam ini,” sahut perempuan lain yang tak terlihat oleh Navila— mungkin Nina atau Tia karena suaranya mirip.

Navila menggenggam erat tangan Adeline, satu-satunya sahabat yang ia punya. Meskipun sebagian besar perempuan-perempuan itu dari kota yang sama dengan dirinya. Navila tak akrab dengan mereka dan hanya Adeline yang paling ia kenal.

“Tak perlu dengarkan mereka,” bisik Adeline.

“Si kutu buku ini akhirnya menjadi pelacur,” ledek Gia lagi.

“Hahaha.” Semua pelacur tertawa dalam truk.

Navila hanya diam mendengarkan makian itu. Rasa gugup dan malunya bercampur dalam detak jantung yang sangat kencang. Ini pertama kalinya ia menuju Benteng Esthaz. Tempat di mana para tentara Kerajaan Erdan singgah sebelum menyerang Ibukota Kerajaan Agelan. Tempat di mana para perempuan kota menyewakan tubuhnya untuk terus hidup. Tempat mendapatkan keping-keping perak dan makanan-makanan yang lebih menjanjikan.

“Aku harus mendapatkan obat untuk Ayah,” bisik Navila pada Adeline.

Satu-satunya alasan Navila menjual diri dan keperawanannya karena ayahnya sakit. Ia perlu obat, tapi tak ada yang menjual obat karena semua obat ada di Ibukota, tapi semua obat di sana untuk para tentara.

“Itu sulit,” jawab Adeline dengan berbisik. “Aku akan bicara pada Tuan Deus. Semoga dia bisa mengaturnya.”

“Ya, semoga,” ucap Navila dengan lirih tapi penuh harapan.

Truk berhenti, terdengar suara pria yang saling bercakap-cakap. Suara mereka saling menertawakan isi dari truk yang penuh pelacur. Navila merasakan perubahan suasana di dalam truk itu menjadi tegang. Bahkan senyum Gia yang tadinya penuh dengan kesombongan sebagai pelacur, kini hilang. Genggaman tangan Adeline semakin kuat. Navila tak menyangka para perempuan akan gugup meski mereka datang dengan suka rela dan bukan pertama kalinya ke benteng itu.

Truk kembali melaju pelan, dinding benteng mulai terlihat, dan pos keamanan di gerbang telah terlewat. Kurang dari setengah menit, truk berhenti. Seorang tentara membuka pintu kargo setinggi kursi duduk. Seorang pria dengan kumis panjang menanti. Pria itu tidak terlalu tua atau muda, tapi kumis panjangnya membuat kesan pria itu berumur 40 tahunan.

“Dia adalah Tuan Deus,” bisik Adeline.

Navila bisa melihat sorot mata pria itu seperti sedang menghitung dan menilai. Tangannya bersedekap dan memegang dagunya yang mulus, senyumnya datar penuh ketidakpedulian, dan ekspresinya tidak terlihat puas.

“Hanya ini?” Tuan Deus bertanya pada seorang tentara di sampingnya.

Para perempuan mulai turun, empat perempuan pertama telah turun, kemudian Gia dan dua orang temannya. Navila menggenggam erat tangan Adeline. Rasa gugup dan kecemasannya membuat kaki Navila sedikit gemetar.

“Seperti biasa Tuan tapi beberapa tidak ikut,” jawab tentara itu. Senapan laras panjang ia sampirkan di punggung dengan santai. Sang tentara tersenyum lebar saat para bidadari pelacur turun dari truk.

“Malam ini kita kedatangan tamu penting. Seorang jenderal datang dan tak ada barang bagus untuknya? Mengecewakan, seharusnya aku membawa lebih banyak perempuan lagi.” Tuan Deus memandang para perempuan yang telah turun dengan kecewa.

Navila ditarik oleh tangan Adeline untuk turun, ia tak bisa menolak, ia sudah terlambat untuk berubah pikiran. Navila tak bisa mundur, ia perlu mendapatkan obat untuk ayahnya.

“T-tuan Deus bisakah kami berbicara sebentar dengan Tuan?” ucap Adeline dengan sedikit gemetar.

Navila hanya diam.

“Apa maumu pelacur?” tengok Tuan Deus.

“Temanku ingin mendapat bayaran malam ini dengan obat,” jawab Adeline.

Mata Tuan Deus membulat dengan lebar, ia terlihat kesal mendengar permintaan obat itu. Sorot matanya beralih ke Navila, pria itu tiba-tiba menaikkan senyum yang mengangkat satu pipinya. Navila menundukkan pandangannya, menatap mata yang memiliki derajat lebih tinggi merupakan penghinaan. Kini dirinya adalah seorang pelacur yang lebih rendah dari tuan muncikari.

“Aku baru pertama kali melihatmu,” ucap Tuan Deus.

“Dia baru, Tuan,” jawab Adeline yang mengiyakan.

Navila mulai mengangkat pandangannya, ia bisa melihat ketertarikan di wajah Tuan Deus. Matanya berseri-seri seperti sedang menemukan sebuah berlian. Akan tetapi Navila bisa merasakan kelicikan dari pria itu.

“Aku tidak bisa membayarmu dengan obat, tapi aku tahu siapa yang bisa membayarmu dengan obat, bahkan apa pun permintaanmu, Cantik,” ucap Tuan Deus terdengar menjanjikan.

Navila mengangguk dengan pasrah, “Aku membutuhkan obat dan Tuan akan mendapatkan apa pun yang Anda minta.”

Tuan Deus tersenyum lebar, Navila terbayang permintaan buruk yang harus dibayarkan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta di Ranjang Jenderal

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
9.0
Brynn terjebak dalam hubungan toksik bersama Lawrence, pria yang selalu merendahkan sekaligus memanjakannya. Begitu Lawrence mengumumkan pernikahan, Brynn melihat peluang bebas dan mencoba kencan buta demi menata hidup baru. Namun, saat keluarga calon teman kencannya menghina Brynn, Lawrence mendadak hadir dan mengklaim kepemilikannya atas Brynn di depan umum. Brynn pun syok; mengapa Lawrence justru membelanya di sana padahal hari ini seharusnya menjadi hari pernikahannya?
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella berada dalam posisi terdesak saat berjuang menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Walau Bella terus menentang takdir paksaan tersebut, pria berkuasa itu tetap menegaskan bahwa Bella telah menjadi miliknya secara mutlak. Xavier menutup rapat segala celah bagi Bella untuk kabur ataupun membantah keputusannya. Kini, Bella tidak punya pilihan selain menghadapi jeratan obsesi liar sang tuan yang tidak pernah menerima penolakan.
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Miliarder angkuh bernama Evan Halbert bertekad membalas dendam kepada Sonny Wilson yang telah mengkhianati ayahnya. Untuk melancarkan aksinya, Evan menikahi Caitlyn Wilson, putri musuhnya, lalu menyekap dan memperlakukannya dengan sangat kejam. Namun, di tengah kobaran amarahnya, benih-benih cinta justru tumbuh di hati Evan untuk Caitlyn. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah rasa cinta itu sanggup meluluhkan dendam masa lalu yang membara?
Sampul Novel Istri yang terbuang
9.2
Natasha harus pergi dengan hati hancur setelah Aiden, suaminya sendiri, mengusirnya secara kejam di hadapan seluruh keluarga besar. Masalah sepele itu membuat semua kerabat mengabaikannya, bahkan tak ada yang peduli saat ia mencoba menghubungi mereka. Di tengah badai hujan, Natasha ambruk tak berdaya meratapi akhir rumah tangganya yang tragis. Sanggupkah ia membuka pintu maaf bagi Aiden setelah dikhianati sedalam ini?
Sampul Novel The Guardian Devil
9.6
Selama ini, Cindy menikmati hidup tenang di bawah perlindungan rahasia Mr. Auredo. Namun, kedamaian itu sirna ketika peran pelindung diwariskan kepada sang putra yang bernama Chris. Meski tetap menjaga Cindy, miliarder muda ini bertindak dengan egois dan dominan. Sikap kejam Chris membuat Cindy merasa sangat tertekan, hingga menganggapnya sebagai iblis alih-alih penjaga. Di bawah kendali penuh pria itu, sanggupkah Cindy bertahan menghadapi cara proteksinya yang ekstrem?
Sampul Novel The Irresistable Hostage
8.8
Liburan Ariana di Thailand menjadi mimpi buruk ketika ia terjerat utang besar yang mustahil dilunasi. Di tengah keputusasaan, ia memohon pertolongan Alejandro, seorang pria asing berkuasa yang bersedia membayar dendanya. Namun, kebebasan itu ada harganya. Ariana diculik ke kapal pesiar mewah untuk dijadikan tawanan. Alejandro kini menuntut tubuh Ariana sebagai ganti rugi. Kini, ia sepenuhnya terperangkap dalam cengkeraman pria yang mengklaim hak atas dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan