APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Purba Mahkota

Purba Mahkota

Perebutan takhta Putri Purba memicu perang saudara berdarah di antara tujuh putri yang dulunya saling menyayangi. Di tengah kekacauan ini, mahkota kekuasaan justru jatuh ke tangan Purbasari, putri yang sama sekali tidak mendambakan takhta. Kegagalan ini menyisakan kepahitan mendalam bagi Purbararang, sang kakak sulung yang ambisius. Kini, dari balik jeruji besi, ia meratapi kasih sayang tulusnya kepada sang adik sebagai kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Jangan sok berbaik hati dan cepat bunuhlah aku, … Purbasari.”

Ah, sesungguhnya, Purbasari masih belum mengerti.

Si anak bungsunya Raja Prabu Tapa Agung, putri kerajaan Pasir Batang yang tersayang, … merasa sangat tidak paham dengan kejadian buruk yang telah menimpa keluarga besarnya ini.

“Bunuhlah aku dengan peraturan hukum yang sudah kubuat!”

Purbasari, sang putri yang memiliki banyak sari kecantikan selayaknya bulan purnama, dengan anugerah rambut putih keperakan juga manik mata sebening es kristal, … memandang kasihan putri tertua kerajaan Pasir Batang, sang kakak kandung, Purbararang.

“Jangan mengasihaniku …! Itu menjijikkan.”

Purbararang, putri yang lebih tua lima tahun dari Purbasari itu, memiliki penampilan yang sangat suram lagi membosankan.

Berbanding terbalik dengan Purbasari yang mewarisi keanggunan wajah lemah lembut seperti sang ibu ratu, … Purbararang memiliki tampang sangar dengan ciri fisik yang lebih condong ke paduka raja.

Rambutnya yang sehitam arang, juga matanya yang segelap langit malam, … tambah menonjolkan sifatnya yang memiliki hati yang sama hitam.

Bertindak seenaknya, menghukum orang sesukanya, juga menyelewengkan kekuasaan semaunya, adalah hal yang sangat pantas untuk dijadikan alasan mengapa ia berada di dalam kurungan penjara.

Apalagi, mengingat ia mencoba merebut kekuasaan Purbasari dengan mencoba membunuh sang calon ratu sesungguhnya dari kerajaan Pasir Batang, … dia memang pantas untuk mendapatkan hukuman berat, seperti hukuman mati.

“Paling tidak, biarkan aku mendapatkan satu saja keinginanku yang akhirnya dapat terkabulkan.”

Namun, Purbasari yang sekarang telah menyandang status sebagai ratu resmi kerajaan warisan ayahnya itu, dengan bersanding bersama pasangannya, pangeran dari Kekaisaran Kahyangan, … bukanlah orang yang banyak menaruh dendam.

“Nyai Teteh.”

Memanggil lembut sang kakak dengan tubuh yang rela direndahkan meski gaun putih bersihnya dapat terkotor oleh beceknya tanah penjara, … Purbasari kembali berujar.

“Aku memaafkanmu. Jadi, … tolong kembalilah seperti dulu.”

Purbasari yang penuh kasih sayang, dengan berbesar maaf masih bisa melupakan rasa hati terlukanya akibat dari di sakiti oleh sang kakak tertua.

“Aku sayang Teteh.”

Dikarenakan, pada dasarnya, … Purbasari adalah putri yang pemaaf.

“Teteh tolong maafkan Sari juga.”

Apalagi, … jika sudah bersangkutan dengan keluarganya yang tercinta.

“… Ya?”

“Ha!”

Mendengus keki, Purbararang melemparkan tatapan tajam dari mata hitam kelamnya yang menyorot geram.

“Jangan membuatku tertawa.”

BRANG!

Mencengkeram kuat batang besi yang mengurungnya sampai menimbulkan bunyi nyaring, mencakar dan menggeret karat pada besi itu pula saking ingin melampiaskan kemarahannya, Purbararang … menggeramkan kata-kata.

“Orang yang merebut semuanya dariku, tidak memiliki hak untuk mengatakan ucapan yang sok suci itu!”

“Nyai Teteh, kamu … kamu tidak boleh seperti ini.”

“MEMANGNYA—!”

“—Kyaaa!” jerit Purbasari ketakutan, dikala dirinya itu ditarik secara tiba-tiba oleh Purbararang yang mencomot kerah gaunnya secara kasar.

“Memangnya … kau tahu apa tentang diriku, Purbasari?! Memangnya … kau paham apa tentang penderitaanku selama ini? Jangan bertingkah sok akrab denganku!”

Membentak dan mengatai Purbasari dengan suara yang mulai terdengar bergetar, kening Purbararang, kini … dipenuhi oleh kedutan alis yang mengerut menahan segala rasa kepahitan. “Itu mengesalkan!”

Manik mata kelam yang tadinya menatap tajam ke arah manik mata bening milik adiknya, mulai dibaluri oleh air mata yang menggenang.

“Kau pikir, pengalaman apa yang sudah banyak kualami, sampai-sampai menjadikanku seperti ini, … hah?”

Suaranya yang bergetar getir, dan pandangan matanya yang mengabur karena dilimpahi oleh banyak air mata … benar-benar meriasnya menjadi seseorang yang begitu menyedihkan.

"Kau tidak tahu apa-apa."

Menundukkan kepalanya dan mengendurkan sedikit pegangan tangannya pada jeruji besi penjara, Purbararang melirih hampa.

"Kau tidak merasakan penderitaan yang serupa."

Menggigit pahit bawah bibirnya sampai berdarah dengan rintikkan air mata yang semakin berjatuhan selayaknya hujan pertama di musim kemarau, … Purbararang semakin menanamkan bibit-bibit kebencian yang begitu mendalam di dalam lubuk hatinya.

"Kau beruntung sekali, hidup di dunia ini hanya diperuntukkan untuk menjalani hari dan hal-hal yang bahagia saja."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pemuda ringkih yang kerap sakit-sakitan, tidak sengaja menelan makanan bermantra. Kejadian itu membuat jiwa Chen, Raja Naga berumur 12.000 tahun, merasuki tubuhnya. Meski awalnya selalu berselisih, Chen akhirnya mengungkap rencana balas dendam terhadap keturunan Ming yang serakah. Dinasti Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Davey hingga bangkrut. Kini, Davey dihadapkan pada pilihan sulit: bersekutu dengan Chen untuk menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Kekeringan parah melanda Kerajaan Meng selama puluhan tahun akibat dosa masa lalu. Demi menolong rakyatnya, Putra Mahkota Li Yun Zhu berusaha mencari solusi hingga menemukan harapan pada Su Yu Er, anggota Suku Chang'o yang memiliki kemampuan memanggil hujan. Namun, Yun Zhu menghadapi dilema berat karena ia harus meminta bantuan kepada keturunan dari bangsa yang dahulu dibantai oleh keluarganya sendiri. Akankah dendam masa lalu ini menghancurkan peluang keselamatan kerajaannya?
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Dibesarkan secara sederhana oleh Mbah Wiguna, Satya Wiguna tumbuh menjadi pemuda tangguh nan bersahaja. Bersama para sahabatnya, ia melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu untuk menumpas kebatilan. Ketika kekuatannya berada di titik tertinggi, entitas alam gaib mengangkatnya sebagai panglima perang. Membawa kekuatan dahsyat Pedang Naga Siluman, Satya memikul tugas krusial demi menjaga dimensi moksa dan bumi dari ancaman invasi besar Raja Iblis yang haus kekuasaan.
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan
8.4
Harper Chu, ahli forensik masa kini, terpaksa melarikan diri ke era Dinasti Cerah demi menghindari konspirasi kriminal berbahaya. Menyamar sebagai putri pejabat tanpa sekutu, ia harus bertahan hidup di masa lalu. Namun, keahlian uniknya justru memicu kecurigaan seorang pangeran kerajaan. Di tengah intrik istana yang mengancam nyawanya, sanggupkah Harper menyembunyikan identitas aslinya sembari menuntaskan misi balas dendam?
Sampul Novel Teratai Abadi
7.8
Puti Bungo Satangkai, gadis bisu yang lahir prematur, memiliki kesaktian besar di Pulau Sinaka berkat didikan Inyiak Mudo. Setelah sang guru wafat, Bungo berkelana ke Andalas untuk mencari asal-usulnya. Berbekal liontin teratai, ia bertemu Kumbang Janti dan mengetahui bahwa dirinya keturunan Sialang Babega. Perjuangan merebut pusaka Teratai Abadi untuk Raja Minanga dipenuhi pertempuran sengit yang merenggut nyawa rekannya. Namun, ia berhasil bertemu kakaknya dan bersatu dengan Antaguna, cinta sejatinya.
Sampul Novel Tunangan Kontrak Grand Duke
9.5
Cette terlempar ke dunia novel fantasi dan menjadi putri bangsawan yang ditakdirkan mati tragis di tangan Morrigan. Sang Grand Duke kejam berjuluk Pria Musim Dingin itu adalah sosok yang nantinya akan merebut takhta. Bertekad menyelamatkan diri, Cette mencoba kabur sejauh mungkin. Sialnya, rencana itu gagal total saat Morrigan mendadak muncul dan menyodorkan proposal pertunangan kontrak. Kini, ia harus menjalani kesepakatan maut demi mengubah takdirnya.