APKDock Logo
Sampul Novel Purba Mahkota

Purba Mahkota

8.2 / 10.0
Perebutan takhta Putri Purba memicu perang saudara berdarah di antara tujuh putri yang dulunya saling menyayangi. Di tengah kekacauan ini, mahkota kekuasaan justru jatuh ke tangan Purbasari, putri yang sama sekali tidak mendambakan takhta. Kegagalan ini menyisakan kepahitan mendalam bagi Purbararang, sang kakak sulung yang ambisius. Kini, dari balik jeruji besi, ia meratapi kasih sayang tulusnya kepada sang adik sebagai kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Purba Mahkota Bab 1

“Jangan sok berbaik hati dan cepat bunuhlah aku, … Purbasari.”

Ah, sesungguhnya, Purbasari masih belum mengerti.

Si anak bungsunya Raja Prabu Tapa Agung, putri kerajaan Pasir Batang yang tersayang, … merasa sangat tidak paham dengan kejadian buruk yang telah menimpa keluarga besarnya ini.

“Bunuhlah aku dengan peraturan hukum yang sudah kubuat!”

Purbasari, sang putri yang memiliki banyak sari kecantikan selayaknya bulan purnama, dengan anugerah rambut putih keperakan juga manik mata sebening es kristal, … memandang kasihan putri tertua kerajaan Pasir Batang, sang kakak kandung, Purbararang.

“Jangan mengasihaniku …! Itu menjijikkan.”

Purbararang, putri yang lebih tua lima tahun dari Purbasari itu, memiliki penampilan yang sangat suram lagi membosankan.

Berbanding terbalik dengan Purbasari yang mewarisi keanggunan wajah lemah lembut seperti sang ibu ratu, … Purbararang memiliki tampang sangar dengan ciri fisik yang lebih condong ke paduka raja.

Rambutnya yang sehitam arang, juga matanya yang segelap langit malam, … tambah menonjolkan sifatnya yang memiliki hati yang sama hitam.

Bertindak seenaknya, menghukum orang sesukanya, juga menyelewengkan kekuasaan semaunya, adalah hal yang sangat pantas untuk dijadikan alasan mengapa ia berada di dalam kurungan penjara.

Apalagi, mengingat ia mencoba merebut kekuasaan Purbasari dengan mencoba membunuh sang calon ratu sesungguhnya dari kerajaan Pasir Batang, … dia memang pantas untuk mendapatkan hukuman berat, seperti hukuman mati.

“Paling tidak, biarkan aku mendapatkan satu saja keinginanku yang akhirnya dapat terkabulkan.”

Namun, Purbasari yang sekarang telah menyandang status sebagai ratu resmi kerajaan warisan ayahnya itu, dengan bersanding bersama pasangannya, pangeran dari Kekaisaran Kahyangan, … bukanlah orang yang banyak menaruh dendam.

“Nyai Teteh.”

Memanggil lembut sang kakak dengan tubuh yang rela direndahkan meski gaun putih bersihnya dapat terkotor oleh beceknya tanah penjara, … Purbasari kembali berujar.

“Aku memaafkanmu. Jadi, … tolong kembalilah seperti dulu.”

Purbasari yang penuh kasih sayang, dengan berbesar maaf masih bisa melupakan rasa hati terlukanya akibat dari di sakiti oleh sang kakak tertua.

“Aku sayang Teteh.”

Dikarenakan, pada dasarnya, … Purbasari adalah putri yang pemaaf.

“Teteh tolong maafkan Sari juga.”

Apalagi, … jika sudah bersangkutan dengan keluarganya yang tercinta.

“… Ya?”

“Ha!”

Mendengus keki, Purbararang melemparkan tatapan tajam dari mata hitam kelamnya yang menyorot geram.

“Jangan membuatku tertawa.”

BRANG!

Mencengkeram kuat batang besi yang mengurungnya sampai menimbulkan bunyi nyaring, mencakar dan menggeret karat pada besi itu pula saking ingin melampiaskan kemarahannya, Purbararang … menggeramkan kata-kata.

“Orang yang merebut semuanya dariku, tidak memiliki hak untuk mengatakan ucapan yang sok suci itu!”

“Nyai Teteh, kamu … kamu tidak boleh seperti ini.”

“MEMANGNYA—!”

“—Kyaaa!” jerit Purbasari ketakutan, dikala dirinya itu ditarik secara tiba-tiba oleh Purbararang yang mencomot kerah gaunnya secara kasar.

“Memangnya … kau tahu apa tentang diriku, Purbasari?! Memangnya … kau paham apa tentang penderitaanku selama ini? Jangan bertingkah sok akrab denganku!”

Membentak dan mengatai Purbasari dengan suara yang mulai terdengar bergetar, kening Purbararang, kini … dipenuhi oleh kedutan alis yang mengerut menahan segala rasa kepahitan. “Itu mengesalkan!”

Manik mata kelam yang tadinya menatap tajam ke arah manik mata bening milik adiknya, mulai dibaluri oleh air mata yang menggenang.

“Kau pikir, pengalaman apa yang sudah banyak kualami, sampai-sampai menjadikanku seperti ini, … hah?”

Suaranya yang bergetar getir, dan pandangan matanya yang mengabur karena dilimpahi oleh banyak air mata … benar-benar meriasnya menjadi seseorang yang begitu menyedihkan.

"Kau tidak tahu apa-apa."

Menundukkan kepalanya dan mengendurkan sedikit pegangan tangannya pada jeruji besi penjara, Purbararang melirih hampa.

"Kau tidak merasakan penderitaan yang serupa."

Menggigit pahit bawah bibirnya sampai berdarah dengan rintikkan air mata yang semakin berjatuhan selayaknya hujan pertama di musim kemarau, … Purbararang semakin menanamkan bibit-bibit kebencian yang begitu mendalam di dalam lubuk hatinya.

"Kau beruntung sekali, hidup di dunia ini hanya diperuntukkan untuk menjalani hari dan hal-hal yang bahagia saja."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Purba Mahkota

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel Gairah Pelarian Cinta
8.3
Di tengah keheningan yang menyelimuti, Cinta dan Robi saling berpandangan. Ketegangan di antara mereka mencapai puncak ketika Robi membalikkan tubuh Cinta hingga berada di posisi missionary. Dengan tatapan penuh permintaan, Robi menunggu persetujuan Cinta yang hanya mampu berbisik pelan. Perlahan, Robi menuntun kehormatannya memasuki tubuh Cinta, menembus selaput darah yang menjadi simbol penyerahan diri seutuhnya. Rasa sakit yang menusuk dijawab oleh belaian lembut dan ciuman hangat di kening. Cinta pasrah, menyerahkan segalanya pada lelaki yang telah merebut hatinya.
Sampul Novel Langit dan Evelyn
8.6
Evelyn sangat menginginkan kebebasan tanpa pasangan, sementara Langit bertekad menghindari pernikahan seumur hidupnya. Walau sama-sama menyimpan trauma dan luka masa lalu yang mendalam, takdir justru menjebak mereka dalam situasi pelik. Dua orang yang sangat anti terhadap komitmen ini terpaksa tinggal bersama di bawah satu atap. Di tengah ketakutan akan sebuah ikatan, mampukah keduanya bertahan serumah tanpa membiarkan benih cinta tumbuh?
Sampul Novel Nafkah Sulit Selingkuh Elit
7.8
Nasihat guru Tias tentang pentingnya kemandirian finansial bagi seorang istri kini menjadi kenyataan pahit. Di tengah perjuangannya menghadapi nafkah yang serbaterbatas dari sang suami, ia justru mengungkap kenyataan yang sangat menyakitkan. Suaminya ternyata berselingkuh di belakangnya. Pengkhianatan tersebut kian memuncak saat sang suami melakukan tindakan fatal di luar akal sehat yang menyulut kemarahan besar Tias. Mampukah ia bertahan melewati badai rumah tangga ini?
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
9.7
Tiga tahun aku tulus menyembuhkan kutukan Alpha Kaelan, tetapi ia mengkhianatiku demi Lila saat hari ulang tahunku. Terhasut kelicikan Lila, Kaelan menyiksa keluargaku atas fitnah keji. Ketika ia memaksaku kembali, aku memilih memutuskan ikatan kami. Kini, aku berpaling ke kawanan musuh demi bersatu dengan pasangan takdir sejatiku yang baru saja terbangun dari koma panjangnya.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh
8.5
Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan