APKDock Logo
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

8.4 / 10.0
Harper Chu, ahli forensik masa kini, terpaksa melarikan diri ke era Dinasti Cerah demi menghindari konspirasi kriminal berbahaya. Menyamar sebagai putri pejabat tanpa sekutu, ia harus bertahan hidup di masa lalu. Namun, keahlian uniknya justru memicu kecurigaan seorang pangeran kerajaan. Di tengah intrik istana yang mengancam nyawanya, sanggupkah Harper menyembunyikan identitas aslinya sembari menuntaskan misi balas dendam?

Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan Bab 1

Dengan permen lolipop di mulutnya, Harper Chu membuka kotak peralatannya dengan terampil dan berkata pada rekannya, Diego Guo, "Yang ini akan sedikit sulit. Aku masih mencoba mencari cara terbaik untuk membedahnya untuk pemeriksaan lebih lanjut."

"Harper, kamu adalah ahli forensik. Tidak bisakah kamu bersikap lebih profesional dengan menghindari makan apa pun saat memeriksa mayat?" tanya Diego sambil terus menatap Harper dengan penuh harap. Ia selalu ingin mengatakan hal ini padanya.

Harper adalah wanita yang sangat cantik. Namun terlepas dari kecantikannya, ia masih melajang di usia dua puluh delapan tahun. Para pria langsung tertarik padanya saat mereka melihatnya. Tetapi, mereka semua melarikan diri ketika menyadari minatnya yang besar dalam membedah mayat.

"Diego, apa kamu tidak tahu bahwa gula manis itu baik untuk mengaktifkan sel-sel otak? Aku percaya itu bisa membantuku dalam melakukan pekerjaanku dengan lebih lancar. Bahkan, kurasa kamu harus mencobanya," saran Harper sambil merogoh isi tasnya untuk mengambil permen lolipop untuk Diego. Dengan senyum manis, ia menyerahkan lolipop itu pada pria tersebut.

Melihat hal itu, ekspresi wajah Diego pun menjadi gelap. "Tidak! Lupakan saja, ayo kembali bekerja. Kudengar mayat ini adalah seorang pejabat tinggi. Dikatakan bahwa dia telah berhasil mendapatkan banyak informasi rahasia. Jika mempertimbangkan fakta ini, sepertinya jelas bahwa dia dibunuh agar tidak membocorkan informasi rahasia itu. Aku tidak mengerti apa yang dipikirkan pimpinan kita. Kenapa dia mengirim kita ke sini untuk memeriksa mayat ini? Aku cukup yakin dia tahu ini adalah pekerjaan yang berbahaya..."

"Berhenti bicara!" sela Harper. Dengan cepat, ia merobek perut mayat itu dan menemukan sebuah kunci di dalam perutnya. "Lihat! Ini kuncinya."

"Kunci apa?" tanya Diego dengan penasaran dan mencondongkan tubuh ke depan untuk melihat lebih dekat.

Harper membersihkan kunci itu, melihatnya dengan hati-hati dan berkata, "Ini adalah kunci untuk brankas bank. Sang korban pasti menelan kuncinya sebelum diserang."

"Kudengar bahwa rumahnya berantakan saat dia ditemukan meninggal. Apa mungkin sang pembunuh sedang mencari kunci ini?" tanya Diego, tenggelam dalam pikirannya.

"Diego, kamu harus segera memberi tahu pimpinan kita tentang penemuan ini. Tapi pastikan tidak ada orang lain yang tahu tentang hal ini," tegas Harper, menggertakkan giginya.

"Oke." Diego segera berbalik dan pergi, meninggalkan Harper sendirian dengan kunci dan mayat itu. Setelah pria itu pergi, ia melanjutkan pemeriksaan seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saat ia hendak menjahit perut mayat itu, sebuah pistol dingin diarahkan ke kepalanya.

"Berikan kuncinya," ucap sebuah suara yang dikenalnya, mencoba menghentikan apa yang sedang ia lakukan.

"Apa? Kenapa sepertinya kamu terlibat dalam masalah ini, Diego?" tanya Harper. Ia langsung mengenali bahwa sang pemilik suara tersebut adalah rekannya, Diego.

"Harper, aku tidak ingin membunuhmu. Jangan menyulitkanku dan berikan kuncinya padaku." Tangan Diego, yang memegang pistol, mulai gemetar. "Aku benar-benar serius. Jika kamu menyerahkan kuncinya padaku, tidak akan terjadi apa-apa padamu. Kita bisa berpura-pura seolah-olah tidak ada yang terjadi..."

Sebelum Diego bisa menyelesaikan kata-katanya, Harper bergerak. Ia menggunakan pisau bedah di tangannya untuk melukai pergelangan tangan Diego dan menjatuhkan pistol yang dipegangnya. Tetapi sebelum Harper bisa berteriak minta tolong, ia merasakan rasa sakit yang tajam di dadanya. Darah mulai mengalir keluar dari tubuhnya, perlahan mengubah seragamnya yang putih menjadi merah.

"Kamu berjanji untuk tidak membunuhnya!" teriak Diego dengan marah pada pengawal yang menembak Harper. Ia meraih tubuh lemas wanita itu sebelum terjatuh ke lantai. Harper merasakan hawa dingin mulai menyelimuti dirinya. Kemudian ia menutup matanya dan tidak bisa lagi mendengar apa yang dikatakan rekannya.

Ketika Harper membuka matanya lagi, ia melihat seorang algojo dengan wajah bengis sedang memegang sebuah pedang. Adegan yang terjadi di hadapannya mirip dengan zaman kuno di mana kepala seorang tahanan akan dipenggal. Menyadari dirinya yang akan dipenggal, ia panik dan hendak berjuang melepaskan diri. Tetapi, lehernya sakit dan kepalanya hampir meledak. Dalam sekejap banyak kenangan membanjiri pikirannya dan membuatnya hampir pingsan sekali lagi.

Di kejauhan, tidak jauh darinya, adik perempuannya mulai menangis. Ia berteriak, "Kakak, jangan tinggalkan kami..."

Harper dengan hati-hati dan perlahan mengingat situasinya saat ini. Ia menyadari bahwa dirinya telah melakukan perjalanan melintasi ruang dan waktu. Identitasnya kini benar-benar berubah. Alih-alih seorang ahli forensik di zaman modern, ia adalah putri kepala Klan Chu dari Dinasti Cerah di zaman kuno. Selain itu, ia mendapat masalah saat membantu persalinan untuk selir Maxwell Jiang, seorang jenderal. Ia dijebak dan difitnah karena telah membunuh putra sang jenderal yang belum lahir.

Dan adiknya, yang sedang menangis tersedu-sedu di hadapannya, adalah salah satu kaki tangan yang menjebaknya.

Maxwell Jiang sangat marah. Untuk menenangkan amarahnya, sang kaisar mengizinkan untuk membunuh Harper. Di sisi lain, Klan Chu telah meninggalkannya. Dan adiknya datang ke sini untuk menyaksikan eksekusi berdarah dingin ini dengan matanya sendiri.

"Sudah siang! Jalankan hukuman mati sekarang!" Di atas panggung, Matthew Jun, adik sang kaisar, memberikan perintah. Ia adalah petugas yang bertanggung jawab atas proses eksekusi itu. Sang algojo mengangkat pedangnya. Melihat situasi genting ini, Harper pun langsung berteriak.

"Saya dijebak... Pangeran, selir Jenderal Maxwell tidak hamil. Saya tidak bersalah!"

Matthew mengenakan jubah hitam dengan tato naga, dan rambutnya diikat dengan batu giok putih. Ia memiliki penampilan yang mengesankan. Selain itu, bentuk wajahnya proporsional dan terlihat gagah. Matanya yang dingin dan hitam setajam pedang, meskipun ia adalah seorang pangeran yang cenderung pendiam dan tidak suka mengganggu.

Senyum menarik muncul di wajahnya saat memandang wanita yang berlutut di hadapannya.

Hanya beberapa saat yang lalu ia memohon dengan sepenuh hati untuk kematian. Ia bingung sekaligus geli melihat wanita ini membela diri. 'Apa dia baru saja berubah pikiran setelah melihat pedang di dekat lehernya?'

"Harper Chu, dekrit kekaisaran telah dikeluarkan, dan tidak mungkin untuk melanggar perintah Yang Mulia. Kamu mengatakan bahwa dirimu tidak bersalah. Tapi siapa yang bisa membuktikannya?"

"Saya bisa membuktikannya! Pangeran, saya punya bukti!" Harper berbalik untuk melihat Matthew. "Pangeran, saya bersumpah atas seluruh klan saya bahwa selir Jenderal Maxwell telah menipu saya. Dia berpura-pura hamil dan menjebak saya karena dia takut saya akan mengungkapkan rahasianya. Tolong beri saya kesempatan untuk bertemu Jenderal Maxwell dan membersihkan nama saya. Jika saya tidak dapat membuktikan bahwa saya tidak bersalah, saya bersedia mempertaruhkan seluruh klan saya."

'Dia bersedia menempatkan klannya dalam masalah seperti ini untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Kudengar bahwa Klan Chu telah meninggalkannya. Aku tidak pernah menyangka dia akan cukup berani untuk menyeret seluruh klannya ke dalam masalah ini. Dia benar-benar wanita yang teguh dengan pendiriannya. Jika itu orang lain, mereka pasti akan takut melibatkan klan mereka ke dalam masalah. Tapi dia memiliki keberanian untuk meminta seluruh Klan Chu mati bersamanya. Karakternya cukup menarik!' pikir Matthew. Ia menyadari bahwa ia harus segera membuat keputusan karena pedang itu sudah di dekat leher wanita tersebut.

Di luar panggung eksekusi, orang-orang sedang menunggu untuk melihat kematian Harper yang akan menenangkan jenderal tercinta mereka.

Adiknya sangat menantikan kematiannya. Jauh di lubuk hatinya, ia akan sangat senang jika bisa mengambil alih posisi Harper di klan.

Singkatnya, semua orang menunggu untuk melihatnya mati.

'Bahkan jika Pangeran Matthew ingin membantuku, kurasa dia tidak bisa mengubah situasinya,' pikir Harper dengan putus asa.

Tetapi melihat keputusasaan dan tekad di wajah Harper, Matthew berkata, "Kalau begitu, aku akan memberimu kesempatan..."

"Pangeran! Dekrit kekaisaran telah dikeluarkan," sela seorang pejabat yang berdiri di samping untuk mengingatkannya.

Matthew mengangkat tangannya untuk menghentikan pejabat itu melanjutkan kata-katanya. "Aku bisa menjelaskan sendiri pada Yang Mulia. Aku ingin melihat apakah Klan Chu akan hancur jika Harper Chu tidak memiliki bukti."

Harper menatapnya dengan penuh rasa terima kasih dan berkata, "Terima kasih, Pangeran."

Matthew tidak menanggapi ucapan terima kasihnya. Sebaliknya, ia dengan dingin menjawab, "Jika kamu tidak dapat membuktikan bahwa dirimu tidak bersalah, kamu akan menghadapi situasi yang sama seperti sekarang. Jangan berpikir bahwa kamu bisa melarikan diri."

Meskipun Harper mendapat secercah harapan, ia tahu hidupnya masih belum aman.

Menyaksikan pergantian peristiwa yang tak terduga, adiknya, Felicia Chu, menjadi sangat marah. Dengan menggertakkan gigi, ia bertanya, "Kakak, bagaimana kamu bisa mempertaruhkan nyawa seluruh klan kita?"

"Felicia, apa kamu tidak percaya bahwa aku tidak bersalah?" Harper menatap Felicia dengan matanya yang berbinar.

Sang adik mengangguk sambil mengatupkan gigi. "Tentu saja, aku percaya kamu tidak berniat untuk membunuh anak Jenderal Maxwell. Tapi, kamu sangat egois dan kejam dengan melibatkan klan kita ke dalam masalahmu!"

"Apa aku tidak boleh egois untuk menyelamatkan diriku sendiri?" balas Harper, menyunggingkan senyum licik.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Be Your Pet
9.2
Erick, pemuda berusia dua puluh tahun, terpaksa mengambil langkah ekstrem demi melunasi biaya rumah sakit ibunya. Ia bersedia menjadi 'peliharaan' bagi Jason, seorang pria penyuka sesama jenis yang sangat dominan dengan kecenderungan BDSM. Kini, hidup Erick dipenuhi kekerasan, makian, serta penghinaan. Sanggupkah Erick bertahan melewati hubungan dewasa yang sangat ekstrem ini demi menyelamatkan sang ibu?
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, yang tumbuh dalam keluarga broken home, menjalani hubungan gelap bersama Evan, suami dari saudara perempuan sahabatnya. Begitu skandal ini terbongkar, ia menerima kecaman dari publik serta dimusuhi oleh Siska. Karina akhirnya memutuskan pergi dalam kondisi hamil tanpa memberi tahu siapa pun. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali ke Jakarta bersama putranya. Kini, misteri identitas ayah kandung anak tersebut terancam terungkap. Sanggupkah ia terus menyembunyikan rahasia kelam itu?
Sampul Novel Dipatahkan Oleh Cinta
8.6
Maaf dari suami atas kata-kata kasarnya tak lagi berarti bagi sang istri. Kepedihan hatinya kian menjadi saat sang suami membawa Charissa, selingkuhannya yang sedang mengandung, untuk tinggal serumah. Atas nama kesehatan, ia terpaksa menerima kehadiran wanita itu. Di balik sikap penurutnya, ia menangisi takdir hidupnya yang kini hancur lebur. Ia merasa tak akan pernah sanggup berbagi cinta dan tempat tinggal dengan sosok yang telah merampas seluruh kebahagiaannya.
Sampul Novel Ketagihan Menjadi Penguntit
8.7
Berawal dari tatapan misterius di dalam kendaraan umum, hidup seorang wanita berubah ketika ia menyadari dirinya sedang diawasi oleh seorang pria asing. Tanpa disadari, setiap keputusan yang diambil justru menuntunnya lebih dalam ke dalam skenario yang telah dipersiapkan dengan matang. Setiap langkah yang ia tempuh membawanya masuk ke dalam perangkap yang tak kasat mata. Kisah romansa modern penuh misteri ini mengupas batas tipis antara obsesi, rasa penasaran, dan bahaya yang mengintai.
Sampul Novel Patah Hati Terlalu Dalam
9.3
Hidup Livia Suryani, CEO sukses merek kosmetik ternama, seketika runtuh saat memergoki Adrian berselingkuh. Tunangannya itu tega mengkhianatinya bersama Amara, saudara tirinya sendiri. Terpuruk dalam kesedihan yang mendalam, Livia memutuskan untuk menenangkan diri di klub malam. Namun, keesokan paginya ia justru terbangun di sebelah lelaki asing yang sangat posesif. Kini, di tengah luka akibat pengkhianatan Adrian, Livia harus menghadapi takdir baru bersama pria misterius tersebut.
Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker
7.9
Saat ibu mertuanya didiagnosis kanker rahim dan memaksa tinggal bersama, sang protagonis dihadapkan pada tuntutan sepihak dari keluarganya. Suami yang egois mengabaikan luka masa lalu pasca melahirkan, sementara putra yang dibesarkannya dengan kasih sayang justru memihak sang nenek. Menolak ditekan atas nama kewajiban moral, ia memutuskan mundur dan membiarkan suami serta anaknya mengurus semuanya sendiri. Kisah rumah tangga modern yang penuh konflik emosional.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan