APKDock Logo
Sampul Novel Penantian seorang istri

Penantian seorang istri

8.9 / 10.0
Pernikahan modern yang dingin menguji ketabahan seorang istri. Di tengah kehampaan rumah tangga, ia terus berjuang tanpa lelah demi melunakkan hati suaminya yang kaku dan sulit digapai. Berbekal kesabaran ekstra, wanita ini berusaha menumbuhkan benih cinta di antara mereka. Namun, konflik batin yang tiada henti terus mengguncang keteguhannya. Akankah perjuangan tulus ini berakhir bahagia, ataukah rasa lelah yang teramat sangat akan memaksanya untuk menyerah?

Penantian seorang istri Bab 1

Jika ditanya, apa impian terbesarku?

maka aku akan menjawab sederhana. Menikah dengan pria yang aku cintai dan mencintaiku, serta menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anakku kelak.

Hmm, simple kan? tetapi, kenapa Tuhan tak urung mengabulkan keinginanku walaupun aku sering berdoa yang terbaik untukku.

Apakah sang maha kuasa marah dan murka padaku yang mengeluh? impian dan kenyataan justru berbanding terbalik, aku memang menikah namun bukan dengan pria yang aku cintai dan diapun juga tak mencintaiku. malahan dia membenciku dan tega mengatakan bahwa pernikahan ini adalah kesialan untuknya.

Tak hanya itu, tatapan benci dan jijik selalu ia berikan setiap kali melihatku seakan-akan aku ini kotoran yang tak enak di pandang.

Aku lelah dan juga sakit hati, tentu saja. Pernikahan yang aku impikan lenyap tak bersisa tetapi aku tetap ingin mempertahankan pernikahan ini. Apakah salah bila seorang istri berusaha berjuang untuk mempertahankan rumah tangganya?

Tuhan, kuatkanlah aku menghadapi semua ini sampai batas kesabaranku habis.

*****

Aku melihat sekaligus meneliti penampilan suamiku yang tampak tampan dan rapi dengan gaya pakaian kasualnya. Aku tersenyum lembut seraya bertanya padanya, "mau kemana, Mas?"

"Bukan urusanmu!" sahutnya masih saja ketus setiap kali aku tanya.

Ini sudah memasuki bulan kedua usia pernikahan kami, tetapi sikap dan sifatnya masih sama saja. Tak ada sedikitpun perubahan, mas Tala masih tetaplah sosok yang dingin tak tersentuh.

Aku tersenyum masam, berharap kedinginan mas Tala sedikit mencair untukku. Hah, keinginan yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Lalu, mengapa aku masih bertahan?

Mungkin kalau wanita lain pasti langsung meminta cerai, tapi aku tidak, kenapa?

Karena aku masih ingin mempertahankan pernikahan ini, setidaknya meskipun harapan untuk hidup bahagia bersama itu tipis. Karena bagiku, menikah itu hanya sekali seumur hidup.

Aku akan menyerah dan mundur apabila aku sudah tak mampu lagi mempertahankan pernikahan ini.

"Mas, bolehkah aku ikut?" tanyaku hati-hati dan berharap mas Tala mau mengajakku.

Ku dengar mas Tala mendengkus dan kini menatapku tajam. Aku tak berani membalas tatapan matanya dan lebih memilih menundukkan kepalaku.

"Menyebalkan!" cibirnya seraya melangkah melewatiku begitu saja.

"Mas!" panggilku seraya mengikuti langkahnya yang kini sudah memegang gagang pintu dan bersiap pergi.

"Apalagi?!" bentaknya nyaris menjerit, aku sampai harus menutup kedua telingaku.

"Mas, mau kemana sih? Bisakah Mas beritahu padaku—"

"Sudah ku bilang bukan urusanmu, apa kau tidak mengerti bahasa Indonesia?" sahutnya menyela ucapanku.

"Mas, aku bertanya karena aku ingin tahu kemana suamiku akan pergi."

"Kalau begitu buang saja rasa keingintahuanmu itu."

"Mas!" jeritku panik saat mas Tala langsung pergi begitu saja dan ....

Blaaammm.

Bunyi suara pintu yang di banting kuat mengagetkanku.

Cairan bening itu kembali mengalir deras tanpa diminta. Ya Tuhan! Kuatkanlah aku dan lindungi suamiku dimanapun ia berada.

*****

Aku menggeliat kecil dan menatap jam dinding yang bertengger cantik di ruang tamu. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari tetapi masih juga tak menunjukkan tanda-tanda mas Tala akan pulang.

Sedari tadi juga aku berusaha memejamkan mata untuk tidur, namun sayangnya kantuk tak juga mau datang menyapaku lalu membawaku ke alam mimpi.

Perasaan cemas, gelisah dan khawatir bercampur jadi satu. Bertanya-tanya pada diri sendiri, dimanakah suamiku saat ini.

Tak tahukah dia bahwa aku sangat khawatir?

Aku menatap ponsel yang sengaja ku letakkan di meja, perlahan aku bangkit dari posisi rebahanku di sofa panjang yang ada disini. Kembali ku hubungi lagi nomor ponsel mas Tala dengan pengharapan kali ini diangkat.

Alih-alih berharap demikian aku justru kembali dibuat kecewa, nomor ponsel mas Tala malah tidak aktif. Dengan lesu aku kembali meletakkan ponselku ke meja, mengusap wajahku dengan kedua telapak tangan seraya bergumam mengkhawatirkan keberadaan mas Tala.

"Kamu dimana, Mas...?"

Drrttt... Drrttt...

Aku mengalihkan pandangan ketika mendengar suara ponselku bergetar, dengan semangat aku mengambil ponsel tersebut berharap jika mas Tala yang menghubungiku.

Senyumku yang tadi mengembang langsung lenyap saat ku dapati bukan mas Tala lah yang meneleponku melainkan temanku. Aku mengerutkan dahi bingung, untuk apa Lista menghubungiku jam segini?

Entah kenapa aku tak berniat untuk mengangkatnya, sekarang ini perasaanku tengah gelisah memikirkan suamiku. Suami yang tak pernah memandangku maupun menganggapku ada walaupun aku sangat dekat dengannya.

Tersenyum kecut aku kembali meratapi nasib pernikahanku, apakah aku akan sanggup bertahan bila terus seperti ini?

Tidak, tidak! Aku tidak boleh goyah dan menyerah. Aku harus kuat.

Beep beep....

Ponselku kembali berbunyi, satu notifikasi pesan dari Lista. Aku semakin mengerutkan dahi, apakah ada sesuatu hal penting yang terjadi.

Karena penasaran aku pun membuka pesan yang di kirimkan Lista. Dan sontak saja aku terbelalak kaget begitu melihat isi pesannya.

Ya Tuhan!

Hatiku terasa sesak melihatnya, orang yang tengah ku khawatirkan malah dengan sangat santainya berbuat hal seperti itu.

Aku gak sanggup untuk lebih lama melihat pemandangan itu, dengan tangan gemetar aku menghubungi nomor ponsel Lista yang syukurlah langsung diangkatnya.

Aku bertanya pada Lista kenapa dia bisa memiliki foto-foto tersebut. Foto-foto mesra mas Tala dengan seorang wanita seksi yang ku duga tengah berada di sebuah club malam.

Lista bilang ia tidak sengaja melihat mas Tala disana dengan seorang wanita. Tak perlu menanyakan keberadaan temanku disana sebab aku sudah hafal sekali dengan sifat dan dunianya yang bebas. Kami memang berteman, tetapi gaya hidup dan tingkah kami jauh berbeda bagaikan bumi dan langit. Aku juga tidak menanggap bahwa diriku adalah orang yang paling suci di dunia ini. Hanya saja aku tidak menyukai club malam dan sejenisnya, sedangkan Lista adalah ratunya.

Kehidupan bebas Lista pun membuatnya dikenal sebagai wanita nakal dan liar. Tetapi, aku tidak pernah mempermasalahkan itu. Ibu dan ayah sempat melarangku untuk jangan berteman lagi dengan Lista. Aku menolak karena aku nyaman berteman dengan Lista begitupun dengannya, aku dan Lista saling menghargai dan menyayangi satu sama lain.

Aku menutup sambungan telepon ketika Lista selesai bicara, ini sesuatu yang sangat mendadak bagiku. Selama ini aku tidak pernah tau kalau mas Tala suka ke tempat-tempat seperti itu.

Yang menjadi pertanyaanku, ini baru pertama kalinya atau sudah sering mas Tala lakukan? Mengingat setiap malam ia selalu pergi dan pulang ketika pagi.

Oh, mas Tala, teganya kamu melakukan ini padaku. Kalau hanya datang saja ke club malam mungkin aku tidak semarah ini. Tetapi bermesraan dengan wanita?

Itu sudah sangat keterlaluan, mas! Tetapi, kenapa aku harus marah? Bukankah mas Tala tidak pernah memikirkan perasaanku. Jangankan memikirkan perasaan, mas Tala bahkan tak pernah menganggap pernikahan ini nyata untuknya.

Sudah sering mas Tala mengatakan bahwa ia tak peduli pada apapun tentangku. Justru ia semakin senang bila aku tak tahan dengannya dan cepat meminta cerai.

Apakah mas Tala sengaja melakukan ini?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Penantian seorang istri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bismillah Anna
9.2
Sejak SMP, Anna memendam rasa pada Malik yang bersikap dingin dan menyukai perempuan lain. Di tengah perjuangannya sebagai dokter muda, ia harus menghadapi duka mendalam akibat kehilangan sang ayah. Meski takdir terasa pahit dan cintanya bertepuk sebelah tangan, Anna tetap tegar melewati cobaan hidup. Akankah kesabarannya berujung pada pernikahan dengan Malik, atau takdir justru akan mempersatukannya dengan seorang pria lain yang jauh lebih misterius?
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesona Playboy
8.0
Claire Wilson menolak perjodohan dari ayahnya demi mengejar karier pasca-kelulusan. Di tengah penolakan itu, ia bertemu Jayden Kim, model tampan asal Korea dengan reputasi playboy penolak komitmen. Hubungan tanpa status yang singkat namun bermakna pun terjalin di antara mereka. Saat kontrak kerja Jayden di New York selesai, ia memilih pergi demi prinsip anti-cinta yang dianutnya. Kini, mampukah Claire meluluhkan hati pria yang sangat menghindari hubungan serius tersebut?
Sampul Novel KETUA GENG MOTOR VS BADGIRL
7.9
Qiandra Putri menjalani peran ganda sebagai Ketua OSIS yang disiplin sekaligus sosok badgirl. Sayangnya, ia selalu gagal mendapatkan pacar baru setelah putus dari Exal Jevon Danendra. Rupanya, sang mantan yang memimpin geng motor EXALTO itu diam-diam mengancam setiap lelaki yang mencoba mendekati Qiandra. Di bawah bayang-bayang masa lalu dan obsesi kuat sang mantan kekasih, akankah hubungan mereka kembali terajut atau justru berakhir semakin renggang?
Sampul Novel Om Om Kaya
8.9
Demi menyelamatkan nyawa sang nenek yang sedang kritis di rumah sakit, Erin Tiathe terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Gadis berumur 19 tahun ini nekat menemui Madam Egeline di sebuah kelab malam untuk menjual kesuciannya demi melunasi biaya medis yang sangat besar. Walau sempat diragukan oleh Madam Egeline, tekad Erin sudah bulat. Kini, di tengah situasi yang begitu mendesak, ia harus bersiap menyerahkan tubuhnya untuk pertama kali demi mendapatkan uang yang ia butuhkan.
Sampul Novel TERPERANGKAP GAIRAH ALAM GAIB
9.5
Khusus pembaca dewasa, kisah ini menyoroti nasib malang seorang wanita yang terjerat dalam mitos kuno. Tak disangka, ia malah terhanyut dalam hubungan intim terlarang bersama sesosok makhluk halus. Bukannya ketakutan, ia justru makin tenggelam dalam gairah yang membuatnya ketagihan melanggar pantangan para leluhur. Bayangkan jika kengerian sekaligus kenikmatan dari dunia gaib ini terjadi langsung pada dirimu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan