APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Tiga tahun pernikahan Lily Ginanjar hancur setelah pemakaman kakak suaminya. Lily mantap menggugat cerai Yoga Ferdian akibat tuntutan tidak masuk akal keluarga Ferdian. Demi meneruskan keturunan sang kakak, Yoga dipaksa menjalani program bayi tabung bersama kakak iparnya sendiri. Meski Yoga berdalih terdesak ancaman ekstrem orang tuanya, Lily menolak bertahan. Baginya, membiarkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain adalah keputusan konyol yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Lily terbangun dari mimpi buruk.

Air laut yang tidak terhitung jumlahnya menerjang ke arahnya. Lily tidak bisa menghindar dan hanya bisa pasrah membiarkannya menenggelamkan dirinya.

Begitu Lily membuka mata, sesosok tubuh bergegas menghampirinya. "Lily, kamu nggak apa-apa? Kamu membuatku takut setengah mati."

Lily melihat Yoga di hadapannya. Sebelum Lily sempat berkata-kata, Yoga sudah kembali angkat bicara, "Jangan salahkan Kak Nadine. Dia cuma berniat mengajakmu turun ke air untuk bersenang-senang. Kak Nadine nggak menyangka kamu akan begitu ketakutan. Malah karena ketakutan, kakinya sendiri sampai kram dan juga hampir ikut celaka. Jadi, anggap saja ini sebagai kompensasi untukmu."

Tak disangka begitu terbangun, yang pertama kali didengar Lily justru kata-kata seperti itu.

Hati Lily dipenuhi kepedihan. Matanya menatap tajam Yoga yang ada di hadapannya. "Yoga, aku hampir mati. Kamu paham nggak sih?"

Bagaimana mungkin Yoga bisa mengatakan hal seperti itu?

Yoga mengerutkan kening. "Kenapa kamu harus begitu emosional? Lagian kamu juga nggak mati, 'kan? Kak Nadine juga hampir tenggelam, apa itu masih belum cukup? Apa kamu mau dia menebusnya dengan nyawanya?"

"Masalah sepele saja kamu permasalahkan. Dulu kamu nggak seperti ini. Marah sekalipun juga harus ada batasnya, 'kan?"

Mempermasalahkan masalah sepele…

Benar, dia memang belum mati. Jadi, itu dianggap masalah sepele.

Bahkan, meski dia benar-benar mati, kemungkinan besar Yoga juga akan menganggapnya masalah sepele.

Lily merasa semua itu benar-benar konyol. Dia memalingkan wajah dan tidak ingin melihat Yoga lagi. "Aku mau istirahat."

"Oke, pikirkan sendiri baik-baik." Yoga pun pergi begitu saja tanpa berniat tinggal lebih lama.

Dua hari berikutnya, Yoga tidak menampakkan diri. Saat perawat datang untuk memasang infus. Perawat itu pun menghela napas kagum "Pasangan di kamar sebelah itu romantis sekali, ya. Istrinya cuma hampir tenggelam saja, tapi suaminya sudah panik luar biasa. Sebentar juga nggak mau berpisah. Melihatnya saja, bikin aku jadi ingin jatuh cinta juga."

Lily berjalan keluar sambil berpegangan pada tiang infus. Seperti yang sudah dia duga, di kamar sebelah, Lily melihat Yoga sedang duduk di tepi ranjang. Yoga memotong apel menjadi potongan-potongan kecil, lalu menyuapkannya satu per satu ke mulut Nadine.

Meski sudah mempersiapkan diri secara mental, hati Lily tetap terasa seperti diremas-remas oleh tangan tak kasat mata.

Lily berbalik hendak pergi. Namun, baru saja menoleh ke samping, matanya langsung terpaku pada benda yang dipegang Nadine. Seketika, tubuh Lily langsung mematung di tempat.

Tanpa pikir panjang, Lily langsung menerobos masuk ruang perawatan. Dia merebut benda itu dari tangan Nadine. "Ini ukiran kayu yang kusiapkan untuk lomba. Dari mana kamu mendapatkannya?"

Nadine terkejut dengan kemunculan Lily yang tiba-tiba. Tubuhnya spontan meringkuk masuk ke dalam pelukan Yoga.

"Yoga…"

Yoga juga tidak menyangka jika Lily tiba-tiba akan muncul. Dia pun buru-buru merangkul Nadine ke dalam pelukannya dan mengerutkan kening. Wajah Yoga tampak tidak senang dan dia pun berkata dengan santai, "Itu aku yang ambil. Kak Nadine melihatnya dan dia bilang dia menyukainya. Jadi, aku berikan padanya untuk main-main. Memangnya nggak boleh?"

"Kamu kan hebat, tinggal buat satu lagi saja. Kenapa harus marah-marah di sini sampai bikin Kak Nadine ketakutan?"

"Tinggal buat satu lagi?"

Lily menatap Yoga yang ada di depannya. "Kamu tahu betul seberapa seriusnya aku menyiapkan diri untuk lomba ini. Aku mengerjakannya selama empat bulan penuh."

Demi ukiran kayu itu, hampir setiap hari Lily menghabiskan waktunya di studio. Bahkan, saat tubuhnya kelelahan sampai pingsan, yang ada di pikiran Lily hanyalah bagaimana cepat-cepat menyelesaikannya.

Bagaimana Yoga bisa bicara begitu entengnya?

Raut wajah Yoga tampak berubah. "Itu cuma lomba saja, 'kan? Paling banter juga kamu nggak bisa ikut. Kamu sudah memenangkan begitu banyak penghargaan. Nggak ikut yang satu ini juga nggak ada bedanya."

Lily menggenggam erat ukiran kayu di tangannya. Dia menunduk, menatap ukiran kayu yang sudah berubah, hingga tidak lagi dikenali bentuk aslinya itu. Pandangannya pun mulai mengabur.

Lily tidak bisa lagi menahan diri. "Yoga, sebenarnya apa arti diriku bagimu?"

"Apa kamu pernah benar-benar mencintaiku meski hanya sedikit saja? Atau sebenarnya, yang kamu cintai sejak awal itu memang orang lain?"

Suara pertengkaran mereka cukup keras hingga menarik perhatian orang-orang di luar yang mulai berkumpul. Yoga tiba-tiba berdiri dari tempat tidur. "Lily, apa yang kamu bicarakan? Kurasa kamu sudah jadi gila. Ayo, aku bawa kamu ke dokter. Kalau kamu nggak malu, aku yang malu!"

Tepat di saat Yoga hendak menyentuhnya, Lily tiba-tiba menepis tangan Yoga dengan keras.

"Jangan sentuh aku!"

Jarum infus di punggung tangan Lily terlepas dan darah pun mulai mengalir deras.

Melihat darah mengucur dari tangan Lily, Yoga bergegas maju untuk mencoba menekan luka Lily. "Lily, kamu…"

"Aku nggak apa-apa."

Lily menekan lukanya sendiri tanpa ekspresi. Dia membiarkan kedua tangannya berlumuran darah. "Kalian lanjutkan saja."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Profesi bidan yang sering dicap judes tak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, di usia 25 tahun, aku justru sangat mencintai pekerjaan ini. Karena terlalu sibuk di Puskesmas, aku kesulitan mencari jodoh hingga Mama mendesakku dan meminta bantuan sahabatku. Di tengah kepasrahan itu, hadirlah sosok pria memikat yang sanggup membuatku bertingkah konyol. Kini, duniaku tidak lagi hanya berputar di ruang persalinan yang sibuk.
Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Hidup Kirana hancur setelah Bima Nugraha, suaminya, memamerkan kehamilan selingkuhannya secara terbuka. Demi bisnis, Bima bersekongkol dengan keluarga angkat Kirana untuk mengurungnya di rumah. Ia difitnah tidak waras dan dipaksa menggugurkan bayinya. Namun, mereka tidak menyadari siapa Kirana sebenarnya. Hanya dengan satu telepon, Kirana menghubungi Antony Suryoatmodjo, ayah kandungnya yang merupakan konglomerat kuat, siap menghancurkan Bima tanpa sisa.
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
9.2
Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Sejak kecil menjadi pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sendiri, Panther jenuh dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras habis oleh mafia Edward Elmund. Demi bertahan, ia menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah enggan membayar tebusan. Di tengah pelarian, Sophie yang dicintainya malah berkhianat demi harta. Saat terpojok, Dea, informan lamanya, datang membantu meraih kebebasan. Layakkah Panther hidup normal setelah masa lalunya?
Sampul Novel The Devil
8.8
Trauma mendalam akibat kekejaman sang paman mendorong Alina mengambil keputusan ekstrem. Ia nekat menyerahkan seluruh hidupnya kepada Alardo, sesosok iblis mengerikan, demi mendapatkan perlindungan dan membalaskan dendamnya. Namun, kesepakatan gelap ini justru menjebak Alina dalam perasaan cinta terlarang pada sang iblis. Terseret kian jauh ke dalam kegelapan, akankah Alina mampu menemukan jalan keluar, atau justru hancur selamanya dalam jerat asmara yang mematikan?