APKDock Logo
Sampul Novel Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

9.0 / 10.0
Tiga tahun pernikahan Lily Ginanjar hancur setelah pemakaman kakak suaminya. Lily mantap menggugat cerai Yoga Ferdian akibat tuntutan tidak masuk akal keluarga Ferdian. Demi meneruskan keturunan sang kakak, Yoga dipaksa menjalani program bayi tabung bersama kakak iparnya sendiri. Meski Yoga berdalih terdesak ancaman ekstrem orang tuanya, Lily menolak bertahan. Baginya, membiarkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain adalah keputusan konyol yang menghancurkan hatinya.

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi Bab 1

Hal pertama yang dilakukan Lily Ginanjar setelah menghadiri pemakaman kakak laki-laki Yoga Ferdian adalah mengajukan gugatan cerai pada suaminya yang sudah menikahinya selama tiga tahun.

Alasannya adalah karena semua orang di Keluarga Ferdian menuntut Yoga meneruskan garis keturunan dua keluarga sekaligus, yaitu memberikan keturunan bagi kakaknya yang baru saja meninggal.

"Lily, orang tuaku mengancam akan gantung diri dan mogok makan untuk memaksaku melakukan ini. Aku nggak punya pilihan. Lagi pula, aku dan kakak iparku cuma akan menjalani program bayi tabung. Nggak akan terjadi apa-apa. Kenapa kamu begitu ngotot mengajukan gugatan cerai?"

Mendengar kata-kata Yoga, Lily pun memejamkan matanya. Hatinya terasa seperti ditusuk. Air mata yang sudah lama ditahannya, akhirnya jatuh juga. "Yoga, kita ini suami istri. Apa kamu nggak merasa kalau semua ini benar-benar konyol?"

Pria yang dicintainya akan memiliki anak dengan wanita lain. Betapa konyolnya itu!

Hal pertama yang dilakukan Lily Ginanjar setelah menghadiri pemakaman kakak laki-laki Yoga Ferdian, adalah mengajukan gugatan cerai pada suaminya, yang sudah menikahinya selama tiga tahun.

Alasannya adalah karena semua orang di Keluarga Ferdian menuntut Yoga meneruskan garis keturunan dua keluarga sekaligus, yaitu memberikan keturunan bagi kakaknya yang baru saja meninggal.

"Lily, orang tuaku mengancam akan gantung diri dan mogok makan untuk memaksaku melakukan ini. Aku nggak punya pilihan. Lagi pula, aku dan kakak iparku cuma akan menjalani program bayi tabung. Nggak akan terjadi apa-apa. Kenapa kamu begitu ngotot mengajukan gugatan cerai?"

Mendengar kata-kata Yoga, Lily pun memejamkan matanya. Hatinya terasa seperti ditusuk. Air mata yang sudah lama ditahannya, akhirnya jatuh juga. "Yoga, kita ini suami istri. Apa kamu nggak merasa kalau semua ini benar-benar konyol?"

Pria yang dicintainya, akan memiliki anak dengan wanita lain. Betapa konyolnya itu!

Melihat Lily menangis, Yoga pun merasa panik untuk sesaat. Tepat di saat Yoga hendak angkat bicara untuk menghibur Lily, ponselnya tiba-tiba saja berdering.

Baru saja menjawab panggilan itu, sebelum Yoga bisa bersuara, sudah terlebih dahulu terdengar suara tajam dari ujung telepon. "Yoga, cepat pulang! Kakak iparmu menelan sebotol pil tidur dan mencoba bunuh diri!"

"Apa?!"

Setelah menutup telepon, sebelum Lily bisa memahami apa yang terjadi, mobil sudah berhenti di pinggir jalan.

Yoga terlihat cemas. "Lily, pergilah dulu ke area istirahat dan tunggu aku di sana. Aku pergi sebentar dan akan segera kembali."

Lily menatap hujan deras di luar dan tetap diam tak bergerak. Detik berikutnya, Yoga buru-buru membuka sabuk pengaman dan mendorong Lily keluar dari mobil. "Lily, ngambek sekalipun juga harus tahu waktu. Ini masalah hidup dan mati. Kenapa kamu selalu egois?"

Lily kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam genangan lumpur. Seluruh pakaiannya basah kuyup.

Menyaksikan bagian belakang mobil yang menjauh, hati Lily terasa seperti dipanggang di atas api yang membara. Seketika, Lily teringat masa lalu saat Yoga pernah tiga kali menyelamatkan dirinya dari bahaya.

Yang pertama kalinya, ketika Lily digosipkan mesum di sekolah dan dihujat oleh semua orang. Yoga berhasil melacak pelakunya dan membersihkan nama Lily.

Yang kedua kalinya, ketika Lily menyewa apartemen dan hampir dilecehkan oleh pemilik apartemen yang kejam. Yoga datang memukul habis-habisan si pelaku, lalu membantu Lily pindah malam itu juga.

Yang ketiga kalinya, saat musim hujan, Lily bertemu penderita gangguan jiwa dan diceburkan ke danau. Saat Lily hampir meregang nyawa, Yoga-lah yang terjun ke danau dan menyelamatkannya.

Semua orang tahu, jika Lily adalah nyawa Yoga.

Dari pacar hingga menjadi istri, Lily selalu percaya jika mereka akan seperti ini selamanya. Namun kini, pernikahan baru berjalan tiga tahun, kenapa bisa menjadi seperti ini…

Lily berjalan di trotoar, di tengah hujan deras yang mengguyur. Pakaiannya yang basah kuyup oleh lumpur terus meneteskan air. Rambutnya yang tadinya diikat, kini berantakan dan menempel di leher. Sementara itu, tumit kakinya sudah penuh luka karena tergesek sepatu hak tinggi.

Dini hari, barulah Lily sampai di rumah.

Tepat di saat Lily hendak membuka pintu, dia mendengar Yoga sedang menelepon.

"Kak Yoga, apa kamu benar-benar mau melakukan program bayi tabung bersama Kak Nadine? Impianmu dari kecil akhirnya sekarang terwujud juga, hahaha."

"Benar, Kak Yoga. Dari kecil, kamu sudah menyukai Kak Nadine. Sayangnya, Kak Nadine menyukai kakakmu. Kami semua mengira kamu nggak bakal punya kesempatan dalam hidup ini. Tapi, ternyata nggak begitu. Ngapain pakai program bayi tabung? Sekalian saja, jadikan kepura-puraan ini sungguhan."

"Diam!" Yoga memotong ucapan mereka. Matanya dipenuhi kelembutan. "Kak Nadine sedang sedih. Jangan bicara sembarangan yang bisa menyakitinya."

"Tapi... kalau aku dan Kak Nadine punya anak nanti, semoga anak itu lebih mirip dia."

"Hahaha." Suara tawa riuh langsung meledak dari ujung telepon. "Kalau dari awal tahu hasilnya begini, untuk apa Kak Yoga repot-repot merancang gosip mesum di sekolah, drama pemilik apartemen yang jahat dan skenario orang gila hanya untuk menipu Lily agar masuk perangkap? Mana mungkin pengganti bisa lebih memikat dari yang asli?"

Tiba-tiba saja, Lily merasa seluruh dunia berputar. Dia mencengkeram gagang pintu erat-erat, berusaha sekuat tenaga agar tubuhnya tidak roboh.

Ternyata, semuanya seperti itu… Ternyata begitu…

Pantas saja, setelah teman sekelas yang menyebarkan gosip mesum itu minta maaf, Lily langsung mendengar kabar ada orang kaya yang membiayai dia untuk belajar di luar negeri.

Pantas saja setelah pemilik apartemen yang jahat itu dipukuli, dia bukan hanya tidak melapor ke polisi, tetapi malah dengan patuh mengembalikan uang deposit dan uang sewa apartemen.

Pantas saja, ketika Lily diselamatkan Yoga dari danau, tidak ada satu pun berita di media sosial yang mengumumkan kejadian tersebut.

Pantas saja, ketika pertama kali bertemu dengannya, semua anggota Keluarga Ferdian mengatakan Lily mirip dengan Nadine Baskoro. Bahkan, mereka juga mengatakan selera anggota Keluarga Ferdian itu hampir sama.

Ternyata, semua itu sudah direncanakan oleh Yoga.

Hati Lily terasa seperti dicengkeram erat oleh sebuah tangan. Sakitnya membuat Lily sulit bernapas dan air mata pun menetes satu per satu tanpa bisa dikendalikan.

Ponsel di tangan Lily tiba-tiba berdering.

Lily pun berjalan ke samping dan menjawabnya seperti mesin, "Lily, apa kamu nggak mau mempertimbangkan lagi maestro ukiran kayu yang kurekomendasikan? Itu pasti pilihan yang tepat. Tujuh hari lagi, batas waktu terakhir untuk mempertimbangkannya. Kamu begitu berbakat, kenapa tidak mau memanfaatkannya? Aku…"

Mendengarkan kata-kata gurunya, Lily menatap pintu yang tak jauh di depannya, lalu perlahan mengusap air mata di ujung matanya dengan jarinya.

"Pak Hendra, tolong jangan katakan apa-apa lagi. Aku akan pergi."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Tujuh bulan sudah keluarga ipar menumpang di rumahku dan bertingkah bagai benalu. Tragisnya, aku malah diperlakukan layaknya pembantu di rumah sendiri, sementara suami enggan mengusir mereka karena merasa iba. Batas kesabaranku kini telah habis. Aku pun mulai menyusun taktik cerdik untuk membuat mereka tidak betah, agar mereka segera angkat kaki dan pergi selamanya demi mengembalikan kedamaian hidupku.
Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Logika kerap kali buta karena asmara, menyisakan luka mendalam di dalam dada. Walau diwarnai kepedihan dan obsesi, perasaan ini rupanya menyimpan kekuatan misterius. Siapa sangka, kasih sayang justru hadir sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan duka? Kisah ini mengulas bagaimana keajaiban sebuah rasa mampu menyentuh relung jiwa terdalam, sekaligus mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan yang nyata bagi mereka yang merasakannya.
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Dunia sihir Nobel terancam punah akibat virus mematikan kiriman Raja Iblis untuk membasmi manusia. Indra, seorang yatim piatu yang tumbuh di kalangan ras Triton, harus kehilangan tempat tinggalnya yang hancur diserang monster terinfeksi. Demi melawan kegelapan, ia memulai perjalanan bersama Aruna yang misterius dan Rai, pendekar yang bertekad membangun kembali kerajaannya. Akankah Indra berhasil menguak jati dirinya sekaligus menghentikan wabah iblis ini?
Sampul Novel Jerat Pesona Ayah Anakku
8.9
Kehilangan kesucian dalam satu malam menghancurkan hidup Kara. Diasingkan dan menderita, ia berjuang sendirian demi membesarkan anaknya. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukannya kembali dengan pria yang menjadi dalang kehancurannya. Kini, pria tersebut kembali hadir untuk menjerat kehidupan Kara lebih dalam. Kara didera ketakutan hebat. Sanggupkah ia bertahan ketika buah hatinya terancam direbut oleh pria yang dahulu merusak dunianya?
Sampul Novel Mantan Istri Genius yang Diidamkan Dunia
8.6
Tiga tahun Bella bertahan dalam pernikahan tanpa cinta demi Laskar, sebelum akhirnya tahu ia hanya dimanfaatkan sebagai tameng medis bagi kekasih suaminya. Setelah memilih bercerai dan pergi, Bella kembali sebagai sosok baru yang sukses menjadi pianis ternama sekaligus ahli bedah jenius. Laskar yang kini didera penyesalan mendalam, berusaha mengejarnya di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dari mantan istri yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel Wanita Gila Itu Ibuku
9.7
Akibat fitnah keji tanpa asal-usul, massa yang ketakutan sepakat menghabisi nyawa seorang wanita yang dicap gila. Namun, aksi brutal tersebut mendadak terhenti berkat intervensi berani dari seorang profesor kedokteran yang cantik. Di hadapan semua orang yang berniat membunuh, sang profesor mengungkap sebuah rahasia besar yang mengejutkan publik. Sosok malang yang selama ini diburu dan dianggap sebagai ancaman berbahaya itu ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan