APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Tiga tahun pernikahan Lily Ginanjar hancur setelah pemakaman kakak suaminya. Lily mantap menggugat cerai Yoga Ferdian akibat tuntutan tidak masuk akal keluarga Ferdian. Demi meneruskan keturunan sang kakak, Yoga dipaksa menjalani program bayi tabung bersama kakak iparnya sendiri. Meski Yoga berdalih terdesak ancaman ekstrem orang tuanya, Lily menolak bertahan. Baginya, membiarkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain adalah keputusan konyol yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ketika Yoga kembali bersama Nadine, hari sudah malam. Melihat Lily yang sedang makan malam, tubuh Yoga pun menegang untuk sesaat.

Dahulu, tidak peduli selarut apa pun, Lily akan selalu bersikeras menunggu Yoga untuk makan bersama. Yoga sudah berkali-kali menasihatinya, tetapi Lily tetap saja menolak.

Kini, melihat Lily makan malam sendirian, Yoga pun merasa ada yang aneh di dalam hati. Saat hendak menghampirinya, seseorang di sampingnya menariknya kembali.

"Yoga, soal rencana perjalanan kita besok, perlukah kita memberi tahu Lily?"

Mendengar ucapan Nadine, Yoga pun langsung berkata, "Lily, dokter bilang beberapa hari ini suasana hati Kak Nadine sangat buruk. Itu bisa memengaruhi hasil bayi tabung. Dia butuh relaksasi. Kak Nadine suka menyelam. Ayo, kita pergi bersama besok."

Lily berdiri dan berjalan naik ke lantai atas. "Kalian saja yang pergi."

Dia tidak punya waktu untuk ikut-ikutan dalam sandiwara mereka.

Baru saja masuk kamar, Yoga langsung menyusul dan menarik tangan Lily dengan kasar. "Lily, aku tahu kamu keberatan soal program bayi tabung. Tapi, Kak Nadine itu nggak salah. Kenapa kamu harus marah padanya?"

Lily menunduk. Jari tangannya yang terbalut perban kembali mengeluarkan darah karena cengkeraman Yoga.

Dia hanya mengucapkan satu kalimat penolakan, tetapi Yoga sudah buru-buru membela wanita yang dicintainya. "Yoga, dia itu kakak iparmu. Istri yang terdaftar di buku nikah kakakmu."

Hanya karena satu kalimat itu saja, Yoga langsung bereaksi keras seperti kucing yang ekornya terinjak. Dia melepaskan tangan Lily dengan kasar. "Lily, hatimu benar-benar jahat. Aku sudah bilang itu program bayi tabung. Kami sama sekali nggak melakukan apa-apa. Nggak ada apa-apa."

"Orangtuaku cuma ingin meninggalkan keturunan untuk kakakku, supaya di masa depan ada yang mendoakannya dan agar dia nggak mati tanpa penerus. Aku nggak bisa diam melihat orangtuaku sekarat, atau melihat kakakku nggak punya anak. Kenapa kamu nggak bisa sedikit saja memahami posisiku?"

Lily tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatap Yoga yang terus berusaha meyakinkan dirinya.

Akhirnya, karena merasa bersalah, Yoga pun melepaskan tangannya dan berbalik pergi.

Lily membuka perban di jarinya dan darah langsung mengucur deras.

Di masa lalu, ada goresan kecil di tangan Lily saja, Yoga akan langsung menyadarinya. Namun, sekarang, luka sebesar ini pun sama sekali tidak disadari Yoga.

Apa sebenarnya posisi Nadine di hati Yoga, sebagai kakak ipar atau lebih dari itu, mungkin hanya Yoga sendiri yang tahu.

Keesokan paginya, meski Lily menolak, Yoga tetap memaksanya naik ke mobil. Yoga dan Nadine duduk di kursi depan, meninggalkan Lily sendirian di bangku belakang.

Di dalam mobil, Yoga biasanya pendiam. Dahulu, saat Lily mengajaknya bicara, Yoga selalu menolak dengan alasan itu tidak aman saat menyetir.

Namun sekarang, Yoga dan Nadine tertawa, juga mengobrol bersama.

Di tepi pantai, keduanya sudah berganti baju selam dan masuk ke air.

Setengah jam kemudian, Nadine tiba-tiba muncul ke permukaan. "Lily, kamu nggak ikut menyelam?"

Lily menggelengkan kepalanya. "Nggak, aku nggak bisa berenang."

"Oh, begitu…"

Tiba-tiba, Nadine meraih tangan Lily. "Lily, di dalam air sangat menyenangkan. Kamu sendirian di atas pasti sangat membosankan. Ayo ikut turun bersama."

Detik berikutnya, Nadine menarik Lily hingga terjatuh ke dalam air.

Lily terkejut. Refleks, dia mencoba meraih Nadine yang berada di sampingnya. Namun, ternyata Nadine sudah menghilang.

Gelombang air laut yang dingin mengalir deras, menutupi mulut dan hidung Lily. Tubuh Lily tidak bisa dikendalikan dan mulai tenggelam.

"Tolong, tolong. Yoga, Yoga."

Lily meronta-ronta mati-matian sambil berteriak. Dari kejauhan, tampak sosok yang dengan cepat berenang ke arahnya dengan wajah cemas. "Lily, jangan takut. Aku datang."

Detik berikutnya, terdengar suara lain yang dipenuhi rasa takut.

"Yoga, tolong aku. Huhuhu, kakiku kram."

Begitu mendengar suara itu, tubuh Yoga langsung berhenti di tempat dan menoleh ke arah lain.

Di tengah laut, Nadine tampak memukul-mukul permukaan laut dengan panik. Kakinya tidak bergerak dan tubuhnya perlahan-lahan tenggelam ke dalam air.

Dalam pandangan Lily yang makin kabur, Yoga tampak menoleh sekilas padanya. Setelah berpikir sesaat, Yoga pun lalu berbalik dan bergegas menghampiri Nadine.

Melihat punggung Yoga yang pergi tanpa ragu, kedua tangan Lily pun kehilangan tenaga. Tubuh Lily perlahan tenggelam. Lily memejamkan mata. Seulas senyum getir tersungging di bibirnya.

Sebenarnya, apa lagi yang masih dia harapkan?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Profesi bidan yang sering dicap judes tak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, di usia 25 tahun, aku justru sangat mencintai pekerjaan ini. Karena terlalu sibuk di Puskesmas, aku kesulitan mencari jodoh hingga Mama mendesakku dan meminta bantuan sahabatku. Di tengah kepasrahan itu, hadirlah sosok pria memikat yang sanggup membuatku bertingkah konyol. Kini, duniaku tidak lagi hanya berputar di ruang persalinan yang sibuk.
Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Hidup Kirana hancur setelah Bima Nugraha, suaminya, memamerkan kehamilan selingkuhannya secara terbuka. Demi bisnis, Bima bersekongkol dengan keluarga angkat Kirana untuk mengurungnya di rumah. Ia difitnah tidak waras dan dipaksa menggugurkan bayinya. Namun, mereka tidak menyadari siapa Kirana sebenarnya. Hanya dengan satu telepon, Kirana menghubungi Antony Suryoatmodjo, ayah kandungnya yang merupakan konglomerat kuat, siap menghancurkan Bima tanpa sisa.
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
9.2
Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Sejak kecil menjadi pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sendiri, Panther jenuh dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras habis oleh mafia Edward Elmund. Demi bertahan, ia menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah enggan membayar tebusan. Di tengah pelarian, Sophie yang dicintainya malah berkhianat demi harta. Saat terpojok, Dea, informan lamanya, datang membantu meraih kebebasan. Layakkah Panther hidup normal setelah masa lalunya?
Sampul Novel The Devil
8.8
Trauma mendalam akibat kekejaman sang paman mendorong Alina mengambil keputusan ekstrem. Ia nekat menyerahkan seluruh hidupnya kepada Alardo, sesosok iblis mengerikan, demi mendapatkan perlindungan dan membalaskan dendamnya. Namun, kesepakatan gelap ini justru menjebak Alina dalam perasaan cinta terlarang pada sang iblis. Terseret kian jauh ke dalam kegelapan, akankah Alina mampu menemukan jalan keluar, atau justru hancur selamanya dalam jerat asmara yang mematikan?