APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Tiga tahun pernikahan Lily Ginanjar hancur setelah pemakaman kakak suaminya. Lily mantap menggugat cerai Yoga Ferdian akibat tuntutan tidak masuk akal keluarga Ferdian. Demi meneruskan keturunan sang kakak, Yoga dipaksa menjalani program bayi tabung bersama kakak iparnya sendiri. Meski Yoga berdalih terdesak ancaman ekstrem orang tuanya, Lily menolak bertahan. Baginya, membiarkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain adalah keputusan konyol yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Benarkah?!"

Mendengar suara gurunya tiba-tiba meninggi di ujung telepon, Lily pun mencengkeram ponselnya erat-erat. Rasa getir mendadak membuncah di dalam dirinya.

Sebelumnya, dia benar-benar terlalu bodoh. Maestro ini adalah figur paling terkemuka di dunia ukiran kayu. Setiap ukiran kayu hasil tangannya selalu terjual dengan harga fantastis. Jumlah orang yang ingin menjadi muridnya tidak terhitung banyaknya.

Namun, hanya karena satu kalimat dari Yoga, "Lily, aku nggak suka hubungan jarak jauh." Lily pun rela melepaskan kesempatan berharga yang telah diperjuangkan keras oleh gurunya untuk dirinya.

Dahulu, Lily mengira Yoga tidak bisa hidup tanpa dirinya. Hati Lily penuh dengan kebahagiaan. Bahkan, saat melepaskan peluang emas itu, Lily tidak merasa menyesal sedikit pun.

Sekarang, jika dipikir-pikir, yang sebenarnya tidak bisa dilepaskan oleh Yoga adalah wajahnya yang agak mirip dengan wajah Nadine.

"Guru, tujuh hari lagi, aku akan datang tepat waktu."

Setelah menutup telepon, Yoga juga sudah selesai menelepon.

Lily baru saja masuk rumah dan hendak naik ke atas, ketika dia mendengar Yoga berkata, "Demi mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik, mulai hari ini, Nadine... eh, Kak Nadine, akan tinggal di kamar tamu rumah kita."

Setelah mengatakan itu, Yoga merasa ada yang tidak tepat. Kemudian, dia pun buru-buru menambahkan, "Jangan salah paham. Aku juga nggak bisa berbuat apa-apa. Kak Nadine sedang dalam suasana hati yang buruk dan pikirannya juga kacau. Membiarkannya sendiri di rumah bisa berbahaya. Ini juga permintaan orang tuaku."

Langkah Lily terhenti sejenak. Dia menatap mata Yoga yang berbinar-binar. Kemudian, Lily pun tersenyum tipis dengan sedikit tawa. "Aku mengerti."

Apa sebenarnya yang ingin disembunyikan Yoga?

Mendengar suara tenang Lily, hati Yoga tiba-tiba dirasuki perasaan aneh. Ketika pandangannya menumbuk pakaian Lily yang basah kuyup, Yoga pun baru teringat jika dia sudah berjanji untuk menjemput Lily di area istirahat. Namun, karena Nadine membuat keributan dan sulit ditenangkan, Yoga pun hanya memusatkan perhatian untuk menenangkan emosi Nadine dan benar-benar lupa.

Yoga hendak mengejar Nadine untuk meminta maaf. Namun, baru melangkahkan kaki, sesosok tubuh dengan cepat menghambur ke dalam pelukannya.

"Yoga, barusan aku memimpikan kakakmu. Dia menyalahkanku kenapa aku belum pergi menemuinya. Harusnya aku nggak hidup. Harusnya aku mati. Kenapa kamu menghalangiku? Kenapa kamu nggak membiarkanku mati?"

Setelah berkata seperti itu, Nadine kembali berusaha berlari keluar.

Melihat Nadine seperti itu, hati Yoga pun benar-benar tidak bisa memikirkan hal lain. Yoga memeluk Nadine erat-erat. Matanya penuh dengan rasa sakit dan iba. "Itu cuma mimpi buruk, cuma mimpi. Mimpi itu biasanya kebalikan dari kenyataan."

Melihat kedua sosok itu berpelukan, Lily pun memejamkan mata sejenak, lalu membalikkan badan dan naik ke lantai atas.

Seperti yang sudah diduga, malam itu Yoga tidak kembali.

Memanfaatkan waktu itu, Lily pun mengeluarkan kopernya dan mulai mengemasi barang-barangnya satu per satu.

Hingga fajar menyingsing, Lily baru selesai menyimpan kopernya kembali ke dalam lemari dan keluar dari kamar. Saat melewati kamar sebelah, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di dalam kamar, Yoga sedang duduk di tepi tempat tidur Nadine. Tatapan matanya begitu lembut, jauh lebih lembut dari apa pun. Ekspresi seperti ini belum pernah diperlihatkan Yoga di hadapan Lily sebelumnya.

Tiba-tiba, Lily teringat kembali potongan-potongan kenangan dari tahun-tahun yang telah berlalu.

Tahun pertama mereka bersama, saat Lily demam tinggi sampai 39 derajat dan sangat membutuhkan perawatannya, Yoga malah pergi karena sebuah panggilan telepon. Katanya, ada pekerjaan mendesak. Namun dalam panggilan itu, Lily mendengar suara Nadine.

Tahun kedua mereka bersama, saat Lily menemani Yoga negosiasi pekerjaan dan dipaksa minum berbotol-botol anggur, Yoga malah pergi setelah menerima sebuah pesan. Dia membiarkan Lily dipaksa minum sampai lambungnya berdarah. Dalam percakapan pesan itu, Lily melihat foto profil Nadine.

Tahun ketiga mereka bersama, tahun keempat, tahun kelima…

Setiap tahunnya, kejadian serupa terus terulang.

Lily mengira semua itu hanyalah kebetulan.

Namun sekarang, ternyata semua ada polanya.

Lily tidak kuasa menahan air matanya. Namun, dia segera menyekanya secepat mungkin.

Tujuh hari lagi, semuanya akan berakhir.

Saat sarapan, kedua orang itu sudah tidak ada. Lily melangkahkan kaki menuju studio pribadinya. Baru saja mengambil pisau ukir, ponsel Lily sudah berbunyi. Ternyata itu pesan dari sahabat baiknya, Amanda Himawan.

[Lily, apaan yang barusan kulihat ini? Kenapa Yoga bersama kakak iparnya ada di Poli Kandungan?]

[Bukankah kakaknya Yoga barusan meninggal? Apa yang terjadi?]

Bersamaan dengan itu, Amanda juga mengirimkan beberapa foto dari berbagai sudut.

Dalam foto itu, Yoga mendukung Nadine dan terlihat begitu mesra. Siapa pun yang melihatnya pasti mengira mereka adalah pasangan suami istri yang penuh kasih.

"Srrttt…"

Pisau ukir di tangan Lily tergelincir di atas kayu di depannya dan tanpa sengaja menggores tangan Lily.

Rasa sakit yang terlambat dirasakan pun muncul. Tetes demi tetes darah mengalir dan mendarat tepat di atas ukiran kayu di dekat kaki Lily.

Lily memandang ukiran kayu di dekat kakinya. Itu adalah ukiran yang dia buat menyerupai wajah Yoga.

Waktu itu, Yoga bahkan sempat menggoda dan mengolok-olok Lily, "Sampai segitunya nggak bisa jauh dariku?"

"Tentu. Saat aku kerja sekalipun, kamu juga harus tetap di sisiku."

Sekarang, menatap ukiran kayu yang sudah ternoda darah itu, Lily tanpa ragu mengambilnya, melangkah keluar dan membuangnya ke tempat sampah.

Dia tidak akan pernah lagi bergantung pada Yoga.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Profesi bidan yang sering dicap judes tak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, di usia 25 tahun, aku justru sangat mencintai pekerjaan ini. Karena terlalu sibuk di Puskesmas, aku kesulitan mencari jodoh hingga Mama mendesakku dan meminta bantuan sahabatku. Di tengah kepasrahan itu, hadirlah sosok pria memikat yang sanggup membuatku bertingkah konyol. Kini, duniaku tidak lagi hanya berputar di ruang persalinan yang sibuk.
Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Hidup Kirana hancur setelah Bima Nugraha, suaminya, memamerkan kehamilan selingkuhannya secara terbuka. Demi bisnis, Bima bersekongkol dengan keluarga angkat Kirana untuk mengurungnya di rumah. Ia difitnah tidak waras dan dipaksa menggugurkan bayinya. Namun, mereka tidak menyadari siapa Kirana sebenarnya. Hanya dengan satu telepon, Kirana menghubungi Antony Suryoatmodjo, ayah kandungnya yang merupakan konglomerat kuat, siap menghancurkan Bima tanpa sisa.
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
9.2
Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Sejak kecil menjadi pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sendiri, Panther jenuh dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras habis oleh mafia Edward Elmund. Demi bertahan, ia menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah enggan membayar tebusan. Di tengah pelarian, Sophie yang dicintainya malah berkhianat demi harta. Saat terpojok, Dea, informan lamanya, datang membantu meraih kebebasan. Layakkah Panther hidup normal setelah masa lalunya?
Sampul Novel The Devil
8.8
Trauma mendalam akibat kekejaman sang paman mendorong Alina mengambil keputusan ekstrem. Ia nekat menyerahkan seluruh hidupnya kepada Alardo, sesosok iblis mengerikan, demi mendapatkan perlindungan dan membalaskan dendamnya. Namun, kesepakatan gelap ini justru menjebak Alina dalam perasaan cinta terlarang pada sang iblis. Terseret kian jauh ke dalam kegelapan, akankah Alina mampu menemukan jalan keluar, atau justru hancur selamanya dalam jerat asmara yang mematikan?