APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Tiga tahun pernikahan Lily Ginanjar hancur setelah pemakaman kakak suaminya. Lily mantap menggugat cerai Yoga Ferdian akibat tuntutan tidak masuk akal keluarga Ferdian. Demi meneruskan keturunan sang kakak, Yoga dipaksa menjalani program bayi tabung bersama kakak iparnya sendiri. Meski Yoga berdalih terdesak ancaman ekstrem orang tuanya, Lily menolak bertahan. Baginya, membiarkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain adalah keputusan konyol yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hal pertama yang dilakukan Lily Ginanjar setelah menghadiri pemakaman kakak laki-laki Yoga Ferdian adalah mengajukan gugatan cerai pada suaminya yang sudah menikahinya selama tiga tahun.

Alasannya adalah karena semua orang di Keluarga Ferdian menuntut Yoga meneruskan garis keturunan dua keluarga sekaligus, yaitu memberikan keturunan bagi kakaknya yang baru saja meninggal.

"Lily, orang tuaku mengancam akan gantung diri dan mogok makan untuk memaksaku melakukan ini. Aku nggak punya pilihan. Lagi pula, aku dan kakak iparku cuma akan menjalani program bayi tabung. Nggak akan terjadi apa-apa. Kenapa kamu begitu ngotot mengajukan gugatan cerai?"

Mendengar kata-kata Yoga, Lily pun memejamkan matanya. Hatinya terasa seperti ditusuk. Air mata yang sudah lama ditahannya, akhirnya jatuh juga. "Yoga, kita ini suami istri. Apa kamu nggak merasa kalau semua ini benar-benar konyol?"

Pria yang dicintainya akan memiliki anak dengan wanita lain. Betapa konyolnya itu!

Hal pertama yang dilakukan Lily Ginanjar setelah menghadiri pemakaman kakak laki-laki Yoga Ferdian, adalah mengajukan gugatan cerai pada suaminya, yang sudah menikahinya selama tiga tahun.

Alasannya adalah karena semua orang di Keluarga Ferdian menuntut Yoga meneruskan garis keturunan dua keluarga sekaligus, yaitu memberikan keturunan bagi kakaknya yang baru saja meninggal.

"Lily, orang tuaku mengancam akan gantung diri dan mogok makan untuk memaksaku melakukan ini. Aku nggak punya pilihan. Lagi pula, aku dan kakak iparku cuma akan menjalani program bayi tabung. Nggak akan terjadi apa-apa. Kenapa kamu begitu ngotot mengajukan gugatan cerai?"

Mendengar kata-kata Yoga, Lily pun memejamkan matanya. Hatinya terasa seperti ditusuk. Air mata yang sudah lama ditahannya, akhirnya jatuh juga. "Yoga, kita ini suami istri. Apa kamu nggak merasa kalau semua ini benar-benar konyol?"

Pria yang dicintainya, akan memiliki anak dengan wanita lain. Betapa konyolnya itu!

Melihat Lily menangis, Yoga pun merasa panik untuk sesaat. Tepat di saat Yoga hendak angkat bicara untuk menghibur Lily, ponselnya tiba-tiba saja berdering.

Baru saja menjawab panggilan itu, sebelum Yoga bisa bersuara, sudah terlebih dahulu terdengar suara tajam dari ujung telepon. "Yoga, cepat pulang! Kakak iparmu menelan sebotol pil tidur dan mencoba bunuh diri!"

"Apa?!"

Setelah menutup telepon, sebelum Lily bisa memahami apa yang terjadi, mobil sudah berhenti di pinggir jalan.

Yoga terlihat cemas. "Lily, pergilah dulu ke area istirahat dan tunggu aku di sana. Aku pergi sebentar dan akan segera kembali."

Lily menatap hujan deras di luar dan tetap diam tak bergerak. Detik berikutnya, Yoga buru-buru membuka sabuk pengaman dan mendorong Lily keluar dari mobil. "Lily, ngambek sekalipun juga harus tahu waktu. Ini masalah hidup dan mati. Kenapa kamu selalu egois?"

Lily kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam genangan lumpur. Seluruh pakaiannya basah kuyup.

Menyaksikan bagian belakang mobil yang menjauh, hati Lily terasa seperti dipanggang di atas api yang membara. Seketika, Lily teringat masa lalu saat Yoga pernah tiga kali menyelamatkan dirinya dari bahaya.

Yang pertama kalinya, ketika Lily digosipkan mesum di sekolah dan dihujat oleh semua orang. Yoga berhasil melacak pelakunya dan membersihkan nama Lily.

Yang kedua kalinya, ketika Lily menyewa apartemen dan hampir dilecehkan oleh pemilik apartemen yang kejam. Yoga datang memukul habis-habisan si pelaku, lalu membantu Lily pindah malam itu juga.

Yang ketiga kalinya, saat musim hujan, Lily bertemu penderita gangguan jiwa dan diceburkan ke danau. Saat Lily hampir meregang nyawa, Yoga-lah yang terjun ke danau dan menyelamatkannya.

Semua orang tahu, jika Lily adalah nyawa Yoga.

Dari pacar hingga menjadi istri, Lily selalu percaya jika mereka akan seperti ini selamanya. Namun kini, pernikahan baru berjalan tiga tahun, kenapa bisa menjadi seperti ini…

Lily berjalan di trotoar, di tengah hujan deras yang mengguyur. Pakaiannya yang basah kuyup oleh lumpur terus meneteskan air. Rambutnya yang tadinya diikat, kini berantakan dan menempel di leher. Sementara itu, tumit kakinya sudah penuh luka karena tergesek sepatu hak tinggi.

Dini hari, barulah Lily sampai di rumah.

Tepat di saat Lily hendak membuka pintu, dia mendengar Yoga sedang menelepon.

"Kak Yoga, apa kamu benar-benar mau melakukan program bayi tabung bersama Kak Nadine? Impianmu dari kecil akhirnya sekarang terwujud juga, hahaha."

"Benar, Kak Yoga. Dari kecil, kamu sudah menyukai Kak Nadine. Sayangnya, Kak Nadine menyukai kakakmu. Kami semua mengira kamu nggak bakal punya kesempatan dalam hidup ini. Tapi, ternyata nggak begitu. Ngapain pakai program bayi tabung? Sekalian saja, jadikan kepura-puraan ini sungguhan."

"Diam!" Yoga memotong ucapan mereka. Matanya dipenuhi kelembutan. "Kak Nadine sedang sedih. Jangan bicara sembarangan yang bisa menyakitinya."

"Tapi... kalau aku dan Kak Nadine punya anak nanti, semoga anak itu lebih mirip dia."

"Hahaha." Suara tawa riuh langsung meledak dari ujung telepon. "Kalau dari awal tahu hasilnya begini, untuk apa Kak Yoga repot-repot merancang gosip mesum di sekolah, drama pemilik apartemen yang jahat dan skenario orang gila hanya untuk menipu Lily agar masuk perangkap? Mana mungkin pengganti bisa lebih memikat dari yang asli?"

Tiba-tiba saja, Lily merasa seluruh dunia berputar. Dia mencengkeram gagang pintu erat-erat, berusaha sekuat tenaga agar tubuhnya tidak roboh.

Ternyata, semuanya seperti itu… Ternyata begitu…

Pantas saja, setelah teman sekelas yang menyebarkan gosip mesum itu minta maaf, Lily langsung mendengar kabar ada orang kaya yang membiayai dia untuk belajar di luar negeri.

Pantas saja setelah pemilik apartemen yang jahat itu dipukuli, dia bukan hanya tidak melapor ke polisi, tetapi malah dengan patuh mengembalikan uang deposit dan uang sewa apartemen.

Pantas saja, ketika Lily diselamatkan Yoga dari danau, tidak ada satu pun berita di media sosial yang mengumumkan kejadian tersebut.

Pantas saja, ketika pertama kali bertemu dengannya, semua anggota Keluarga Ferdian mengatakan Lily mirip dengan Nadine Baskoro. Bahkan, mereka juga mengatakan selera anggota Keluarga Ferdian itu hampir sama.

Ternyata, semua itu sudah direncanakan oleh Yoga.

Hati Lily terasa seperti dicengkeram erat oleh sebuah tangan. Sakitnya membuat Lily sulit bernapas dan air mata pun menetes satu per satu tanpa bisa dikendalikan.

Ponsel di tangan Lily tiba-tiba berdering.

Lily pun berjalan ke samping dan menjawabnya seperti mesin, "Lily, apa kamu nggak mau mempertimbangkan lagi maestro ukiran kayu yang kurekomendasikan? Itu pasti pilihan yang tepat. Tujuh hari lagi, batas waktu terakhir untuk mempertimbangkannya. Kamu begitu berbakat, kenapa tidak mau memanfaatkannya? Aku…"

Mendengarkan kata-kata gurunya, Lily menatap pintu yang tak jauh di depannya, lalu perlahan mengusap air mata di ujung matanya dengan jarinya.

"Pak Hendra, tolong jangan katakan apa-apa lagi. Aku akan pergi."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Love Betrayal
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur dalam sekejap setelah menyaksikan suamiku bermesraan dengan seorang wanita asing. Perempuan berambut panjang nan jelita itu merangkul lengannya begitu erat. Keduanya saling melempar tawa bahagia, layaknya pengantin baru yang sedang kasmaran. Siapa sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia besar apa yang mereka sembunyikan dariku? Inilah kisah penuh misteri tentang kepedihan dan pengkhianatan cinta.
Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia memilih pergi dalam keadaan mengandung setelah gagal meluluhkan hati dingin Kenzo. Kepergiannya tanpa jejak membuat Kenzo putus asa hingga nekat memperluas bisnis global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuatnya gila dan mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai wanita kaya dan berkuasa. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL
8.8
Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Sampul Novel Istri Yang Diabaikan
9.5
Saat hamil tua, Lili mengalami kemalangan akibat kelalaian suaminya, Azzam. Ia terjatuh tanpa ada yang menolong hingga harus kehilangan sang buah hati. Walau Azzam sangat menyesali perbuatannya dan bertekad untuk berubah sewaktu Lili dalam kondisi kritis, situasi justru kian memburuk. Desakan tiada henti dari sang ibu mertua membuat Lili akhirnya memilih kabur dari rumah. Kini, Azzam harus berjuang melacak istrinya demi memperbaiki ikatan pernikahan mereka yang telah retak.
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa
8.7
Tiga tahun lamanya Rania Alvi menanggung kepedihan dalam pernikahan dingin dengan pengusaha kaya, Rizky Wira. Berstatus sebagai istri kedua, hidupnya kian terasing akibat bayang-bayang Inez, sang mantan istri. Ketika divonis mengidap kanker stadium dua, kondisi fisik dan mental Rania runtuh hingga ia nekat menggugat cerai. Namun, Rizky menolak keras dan bersumpah tak akan melepaskannya. Kini, Rania terperangkap dalam obsesi sang suami, bergelut dengan rasa sakit tanpa celah untuk bebas.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Hubungan intim semalam membawa Raina ke dalam asmara serius dengan miliarder Felix. Sayangnya, Felix mencampakkannya demi cinta pertama yang kembali, meninggalkan Raina dengan selembar cek. Tanpa air mata, Raina pergi membawa senyum. Saat mereka bertemu lagi, Raina telah menggandeng pria baru. Felix yang kini terbakar cemburu setengah mati berbalik mengejarnya, bahkan rela mengantre demi mendapatkan kembali hati sang mantan yang dulu ia sia-siakan.