APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

Memasuki SMA swasta elite sebagai murid pindahan baru, aku langsung dihadapkan pada kejanggalan di ruang kelas. Di barisan belakang, terdapat sebuah meja dan kursi merah tua yang dibiarkan kosong. Anehnya, seluruh teman sekelas memperlakukan bangku mati itu seolah-olah berpenghuni, bahkan menyapa dan mengajaknya berbicara setiap hari. Di sekolah baru ini, semua orang tampaknya bisa melihat sosok tak kasat mata yang menduduki tempat tersebut, menyisakan aku sebagai satu-satunya orang yang tidak menyadari kehadiran misterius itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Baru setelah bel berbunyi, dia berlari ke tempat duduknya, seakan-akan baru terbangun dari mimpi.

Aku menatap Laura dengan bingung. "Kenapa dia?"

Laura tidak menjawab. Matanya melebar dan kosong. Setelah beberapa saat, dia memaksakan senyum.

"Farah, jangan pedulikan meja ini. Jangan pedulikan aku."

"Dia akan kembali lagi."

Di kelas XI IPA 7, Laura adalah anak yang paling sering di-bully.

Meski dia cantik, pendiam, dan kalem, dia adalah siswa tidak mampu penerima beasiswa. Para siswa yang merasa lebih tinggi tidak mau menerimanya.

Aku tidak mengerti mengapa mereka harus mem-bully salah seorang siswa di kelas.

Dia menyuruhku untuk tidak memedulikannya, tapi aku tidak bisa.

Aku ingin menarik anggrek putih itu keluar dari lumpur dan membantunya mekar kembali.

Suara kapur di papan tulis berhenti. Guru selesai memberikan pekerjaan rumah dan membubarkan kelas.

Langit di luar jendela mendung meski bukan musimnya. Angin menderu menghantam bingkai jendela. Para siswa yang duduk di sebelah jendela terkena rintik-rintik hujan yang tertiup angin. Mereka buru-buru menutup jendela.

Langit menjadi gelap gulita dalam sekejap. Petir membelah awan, menyinari ruang kelas yang lampunya belum dinyalakan.

Wajah Paula pucat pasi. Bibirnya membuka dan menutup mengatakan sesuatu. Aku terlalu jauh dan tidak bisa mendengarnya, tapi aku dapat melihat dengan jelas dari gerak mulutnya bahwa dia berkata, "Maafkan aku."

Para siswa akhirnya berkemas, membawa buku-buku pelajaran yang berat dan mengunci pintu kelas.

Mereka tampak gugup, tapi mereka memasang senyum lebar. Satu per satu berjalan menuju meja dan kursi merah tua di sebelah Laura dan berpamitan.

"Sampai jumpa besok, Nadia!"

"Sampai jumpa, Nadia!"

....

Mereka berbaris seolah sedang menyelesaikan suatu tugas. Setelah berpamitan, mereka satu per satu meninggalkan kelas melalui pintu belakang.

Akhirnya, hanya aku dan Laura yang tersisa di dalam kelas.

Lampu masih belum dinyalakan. Saat petir menyambar, aku menangkap ekspresi di wajah Laura.

Wajahnya yang pucat semakin pucat. Senyum sinis mengembang di bibirnya.

Bibir indahnya terbuka lembut, "Sampai ketemu besok, Nadia."

Siapa Nadia?

Siapa yang mereka ajak bicara?

Suara guntur menggelegar.

Tampak ada seorang gadis duduk di meja dan kursi berwarna merah tua. Dia berlumuran darah dan sudut mulutnya terbelah membentuk lengkungan mengerikan yang melebihi batas.

Aku berkedip dan mencoba melihat lebih jelas, tapi sosok itu tidak terlihat lagi. Seolah aku sedang berhalusinasi.

Sensasi rasa dingin menjalar di punggungku. Aku mengambil tasku dan bergegas keluar dari kelas seakan-akan melarikan diri.

Keesokan harinya, aku memanfaatkan waktu istirahat siang untuk pergi ke ruang arsip sekolah, mencari foto-foto siswa dari tahun-tahun sebelumnya.

Memang ada seorang gadis bernama Nadia Larasati dalam foto kelas X IPA 7. Dia sangat mirip dengan sosok hantu yang kulihat kemarin.

Dia memakai kacamata dan berambut pendek sedagu. Dia terlihat biasa saja dan pemalu.

Petugas pengelola arsip melihatku memandangi foto kelas X IPA 7 dengan tatapan kosong. Dia menghampiriku dan berkata, "Oh, kelas ini. Ada anak yang nilainya sangat bagus, tapi sayangnya hasil nyontek."

Aku tidak penasaran dengan gosip semacam ini. Aku hanya mengangguk dan mengeluarkan ponsel untuk memotret foto itu.

Mata Nadia yang ada di ponselku berubah mengeluarkan air mata darah dan sudut mulutnya pecah-pecah. Seperti ada yang memotong kedua sisi mulutnya.

Aku kaget dan buru-buru ingin menekan tombol hapus, tapi Nadia kembali menjadi wajah malu-malunya seperti semula.

Mungkin aku terlalu lelah karena pindah rumah dan pindah sekolah, sehingga sering melihat yang tidak-tidak.

Aku kembali ke kelas aku dan mendapati bahwa anak-anak di kelas sering berbicara ke bangku itu.

"Nadia, makanan di kantin siang ini enak?"

"Nadia, kamu sudah ngerjain soal ini? Aku nggak bisa."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Tujuh pemuda berkekuatan mistik dahsyat dipersatukan dalam tim khusus yang terinspirasi dari simbol reinkarnasi teratai. Dipimpin Sagara Widyatama, mereka berlatih keras demi menertibkan dunia supranatural yang kian kacau. Namun, misi maut ini bukan sekadar laga fisik biasa. Sosok Sagara perlahan menyingkap tabir misteri tentang ikatan mendalam yang pernah menyatukan mereka semua di kehidupan masa lalu.
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Sejak virus misterius mengubah makhluk hidup menjadi mutan pada 2028, Bumi hancur. Memasuki tahun 2036, faksi Government dan Black Beast saling bertikai memperebutkan kekuasaan di atas puing peradaban. Di tengah kekacauan ini, Dr. Plague, profesor bermasa lalu kelam, bertekad menebus dosa dengan mengembalikan kedamaian. Ia harus bertahan dari radiasi dan perang saudara sembari membongkar konspirasi besar di balik wabah mematikan tersebut.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dengan tragis setelah tubuhnya dipinjam oleh Elizabeth, hantu istri dosennya, Daniel Danuarja. Elizabeth ternyata memanfaatkan raga Jelita untuk bercinta dengan Daniel hingga merenggut kesuciannya. Saat sadar, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir musnah. Di tengah amarah besar akibat dikhianati, kini Jelita harus terjebak dalam pusaran skandal yang rumit bersama dosennya tersebut.
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa
9.3
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil yang jauh dari rumah sakit, seorang gadis mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Tanpa pilihan lain, ia mendatangi tabib tua setempat untuk meminta bantuan pijat medis. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksa melepas celananya dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi korbannya, nafsu liar sang tabib memuncak hingga ia nekat menyerang gadis malang tersebut di tengah keterasingan desa.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.