APKDock Logo
Sampul Novel Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

8.1 / 10.0
Memasuki SMA swasta elite sebagai murid pindahan baru, aku langsung dihadapkan pada kejanggalan di ruang kelas. Di barisan belakang, terdapat sebuah meja dan kursi merah tua yang dibiarkan kosong. Anehnya, seluruh teman sekelas memperlakukan bangku mati itu seolah-olah berpenghuni, bahkan menyapa dan mengajaknya berbicara setiap hari. Di sekolah baru ini, semua orang tampaknya bisa melihat sosok tak kasat mata yang menduduki tempat tersebut, menyisakan aku sebagai satu-satunya orang yang tidak menyadari kehadiran misterius itu.

Misteri Bangku Kosong Bab 1

Ini hari pertamaku pindah ke SMA swasta elite.

Aku melihat satu meja dan kursi berwarna merah tua di barisan belakang ruang kelas yang tidak diduduki siapa pun.

Semua orang di kelas baruku sering bicara dengan meja dan kursi itu.

"Selamat pagi."

"Sampai ketemu besok."

Seolah-olah ada seseorang yang duduk di sana.

Seseorang yang terlihat di mata semua orang, kecuali aku.

Ini hari pertamaku pindah ke SMA swasta elite.

Aku melihat satu meja dan kursi berwarna merah tua di barisan belakang ruang kelas yang tidak diduduki siapa pun.

Semua orang di kelas baruku sering bicara dengan meja dan kursi itu.

"Selamat pagi."

"Sampai ketemu besok."

Seolah-olah ada seseorang yang duduk di sana.

Seseorang yang terlihat di mata semua orang, kecuali aku.

Aku berdiri di podium. Ruang kelasnya lumayan sempit. Gadis yang duduk di sudut baris terakhir di dekat dinding menarik perhatianku.

Kulitnya pucat, tapi bibirnya merah cerah. Wajahnya mungil dan indah, memancarkan aura yang anggun dan murni. Seperti anggrek yang sedang mekar.

Dia menyadari tatapanku yang terlalu lama dan sedikit mengerutkan kening.

Suara wali kelas, Pak Samuel, memotong di saat yang tepat. "Jangan berdiri saja, ayo perkenalan."

Aku tersentak kembali dan memaksakan sebuah senyuman. "Halo semuanya, namaku Farah Elara."

Diiringi tepuk tangan meriah, aku berjalan menuju tempat duduk yang ditentukan Pak Samuel untukku. Di bangku tepat di depan gadis pucat itu. Teman sebangkuku adalah ketua seksi olahraga kelas bernama Bastian.

Sebelum duduk, aku menyapu pandang ke buku pelajaran gadis di bangku belakangku. Namanya tertulis rapi dalam tulisan tangan yang indah.

Laura Pramesthi.

Saat aku baru duduk, Bastian berbalik ke samping dan meraih tangan Laura yang sedang mengemasi buku.

Laura menepis tangannya.

Siswa laki-laki itu tersinggung. "Pegang tanganmu saja nggak boleh?"

Dia menyeringai dengan jahil. "Kamu malu ya dilihat anak pindahan? Kulitmu halus banget. Farah, kamu mau coba pegang?"

Para siswa di sekeliling seperti sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Mereka lanjut hilir mudik dengan acuh tak acuh. Sesekali, ada yang menengok dengan tatapan jijik.

Aku berkata dengan suara dingin, "Apaan sih? Jangan pegang-pegang."

Matanya menatapku beberapa saat. Mungkin dia teringat Pak Samuel menyebutkan bahwa aku anak pengusaha kaya. Jadi, dia merasa aku bukan seseorang yang bisa diganggu.

Dia mendecakkan lidah dan mengeluh, "Ah, nggak seru." Lalu dia bangkit dan meninggalkan ruang kelas.

Aku menoleh kepada Laura dan bertanya penuh perhatian, "Kamu nggak apa-apa?"

Laura menggeleng. Bulu matanya berkibar seperti sayap kupu-kupu, menimbulkan bayangan di bawah matanya.

Hatiku terenyuh.

"Kalau dia ganggu kamu lagi, bilang sama aku. Aku pasti bantu."

Dia memandang padaku. Matanya menyembunyikan emosi yang tidak dapat kumengerti. Seperti terkejut, tapi juga seperti kecewa.

Semua tempat duduk di kelas diatur dua-dua, tidak terkecuali Laura.

Kursi di sebelahnya kosong, dan warna mejanya terlihat lebih gelap dari miliknya, seperti kayu mahoni.

Terdapat goresan acak-acakan di meja berwarna merah tua itu. Samar-samar, aku dapat melihat satu kata terukir di atasnya.

Pelacur.

Saat istirahat siang, Laura pergi keluar bersama ketua kelas, Paula.

Dia baru pulang ketika bel masuk hampir berbunyi.

Pipi kanannya sedikit merah dan bengkak. Ekspresinya murung. Seragam sekolahnya yang semula bersih kini kotor dan bernoda lumpur.

Aku berbalik dan bertanya padanya, "Laura, kamu nggak apa-apa?"

Paula yang datang bersamanya mendengar pertanyaanku. "Tuan putri kita memang yang paling manis. Anak pindahan yang baru datang saja langsung suka."

Paula menepuk bahu Laura. Cat kuku merahnya menyengat mataku.

"Sesuka itu kamu dengan Tuan Putri? Perhatian sekali?"

Dia berdiri di samping Laura dan membuka tutup botol kola di tangannya, sudah hampir meneguk.

Dia membawa minuman bersoda itu sepanjang perjalanan ke kelas. Sehingga botolnya terkocok dan isinya banyak yang muncrat keluar saat tutupnya dibuka.

Sebagian besar cairan cokelat itu mendarat di baju kotor Laura. Sebagian kecil memercik ke sudut meja warna merah tua di sebelah Laura.

Seisi kelas seketika hening. Tatapan ngeri yang tak terhitung jumlahnya tertuju pada meja itu. Wajah Paula memucat dalam sekejap.

Dengan panik, dia menyeka meja dengan lengan baju putih bersihnya, sambil terus bergumam, "Maaf, Nadia. Maafkan aku, aku nggak sengaja. Maafkan aku."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Misteri Bangku Kosong

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjerumus ke prostitusi kelas atas akibat pengkhianatan sang ayah. Saat menemukan cinta, duka justru menghampiri karena calon suaminya tewas misterius. Demi membalas dendam, ia menyelidiki kasus ini, hingga terungkap bahwa pembunuhnya adalah Ronald, pria pertama yang membelinya. Kini, Isabella terjebak pusaran konspirasi antar-keluarga yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap rahasia jati diri aslinya.
Sampul Novel Kabar Buruk Kehamilanku
9.7
Kebahagiaan Rike atas kehamilannya hancur setelah muncul kabar mengejutkan yang menyebut dirinya hamil sebelum menikah. Akibat berita itu, sang ibu sangat kecewa dan langsung menuduh Rike telah berzina. Di tengah duka, Rike harus berjuang keras demi mengembalikan kepercayaan ibunya. Namun, apakah tuduhan menyakitkan tersebut memang benar adanya? Ikuti kisah perjuangan Rike dalam mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik misteri ini.
Sampul Novel NADA CINTA
9.6
Rama, miliarder muda yang bergelimang harta, selalu merasa hampa di tengah kemewahan hidupnya. Namun, kehampaan itu perlahan sirna saat ia mengunjungi sebuah desa terpencil. Di sana, ia tak sengaja berjumpa dengan Siti, gadis desa yang sederhana, ramah, dan penuh keceriaan. Kehadiran Siti yang memikat mulai mengubah segalanya, membawa kehangatan baru serta mengisi kekosongan hati Rama yang selama ini mendambakan makna kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Saat Lilin Menyala, Cinta Padam
8.7
Memasuki tahun keenam pernikahan, kehangatan sirna setelah sang suami tidak menyentuh istrinya selama tiga bulan dengan alasan lelah bekerja. Kepercayaan sang istri runtuh di hari ulang tahunnya saat mendengar suaminya berbicara dalam bahasa asing dengan temannya. Sang suami mengaku berselingkuh dengan wanita bernama Sallie yang kini hamil, dan berencana mengirimnya ke luar negeri. Menahan kepedihan mendalam karena memahami bahasa tersebut, sang istri hanya bisa menangis dalam diam sambil berpura-pura terharu.
Sampul Novel TERJERAT PERNIKAHAN SANDIWARA
7.9
Aruna terpaksa menikahi Alzam demi menebus kesalahan masa lalunya yang kawin lari tanpa restu sang nenek. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal dari penderitaan baru yang menyayat hati. Begitu tiba di kediaman suaminya, Aruna mendapati kenyataan pahit bahwa Alzam telah memiliki istri sah lain yang begitu jelita. Kini, ia terperangkap dalam peliknya kehidupan poligami yang sarat akan rahasia kelam serta luka batin mendalam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan