APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Sebuah album foto yang ditemukan saat membersihkan rumah di hari ulang tahun pernikahan mengungkap rahasia menyakitkan. Selama dua puluh tahun, dari usia 40 hingga 60 tahun, sang suami diam-diam mengambil foto pernikahan tahunan bersama cinta sejatinya, lengkap dengan tulisan "Cinta abadi selamanya". Menyadari dirinya tidak pernah dicintai, sang istri memutuskan untuk berhenti mengurus rumah tangga, anak, hingga cucu. Setengah hidupnya mungkin telah sia-sia, tetapi kini ia siap meniti ulang takdirnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiba-tiba matanya berbinar, dan wajahnya yang selalu serius kini memancarkan senyum lembut.

Aku mengikuti arah pandangannya.

Seorang nenek kecil yang juga mengenakan baju pengantin tradisional berdiri di pintu ruang ganti. Rambut peraknya tertata rapi tanpa cela, dan ada bunga terselip di pelipisnya.

Inilah wanita yang menjadi tokoh utama lain dalam album foto itu.

Mereka berdiri bergandengan tangan, saling menatap penuh cinta.

Guntur bergemuruh.

Awan gelap akhirnya menggelegar dengan petir, disusul oleh hujan yang turun deras.

Aku tidak membawa payung. Dengan canggung, aku berdiri di bawah atap untuk menghindari hujan.

Seorang karyawan datang untuk mengangkat papan pengumuman di luar. Begitu melihatku, dia buru-buru menarik tanganku dan mengajakku masuk.

"Nek, hujan deras sekali. Masuklah ke dalam toko kami supaya nggak kehujanan."

Sambil menarikku, dia tidak lupa mempromosikan dagangannya.

"Sekalian lihat-lihat gaun pengantin untuk berfoto bersama Kakek, Nek. Di sini ada sepasang suami istri yang setiap tahun datang buat foto pernikahan. Soalnya, zaman mereka dulu, banyak yang nggak sempat foto. Romantis sekali, 'kan ...."

Dengan langkah kaku, aku mengikuti karyawan itu ke dalam toko, hatiku makin terasa berat.

Dalam benakku, aku teringat dulu aku dan Sandi menikah karena dijodohkan. Saat itu, dia masih fokus untuk mengikuti ujian pekerjaan, sedangkan aku bekerja sebagai kasir, tidak punya banyak uang. Kami hanya mengadakan resepsi sederhana sebagai tanda pernikahan.

Mengenai foto pernikahan, dia bilang nanti saja kalau ada uang lebih.

Namun, setelah menunggu selama puluhan tahun, pada akhirnya aku hanya bisa menyaksikan dia berfoto berulang kali, dengan orang lain.

Aku tertawa getir di dalam hati. Mulai sekarang, aku tidak perlu lagi menunggu hal yang sia-sia itu.

....

Ketika karyawan itu menarikku masuk ke dalam toko, Sandi masih membungkuk, merapikan gaun pengantin wanita itu.

Wanita itu tersipu dan dengan suara pelan berkata,

"Sudah tua begini, jangan sampai kita jadi bahan tertawaan."

Sandi berdiri perlahan dan baru saja hendak berbicara ketika dia melihatku berdiri di pintu.

Ekspresinya kaku, dan dia langsung berkata,

"Kamu kok ada di sini?"

Saat mata kami bertemu, aku bisa melihat berbagai emosi di matanya, kebingungan, terkejut, dan kesal.

Apa dia merasa kesal karena aku datang dan mengganggu kencannya?

Andai aku masih muda, mungkin aku akan melabraknya dan bertanya kenapa dia tega menyakitiku seperti ini.

Namun, sekarang aku hanya menekan rasa sakit itu hingga mati rasa, berusaha menjaga harga diri kami berdua, dan berbicara dengan suara yang sangat tenang.

"Aku nggak sengaja melihat album fotomu. Kuduga kamu ada di sini, jadi aku datang untuk memastikan."

Dia mengernyitkan dahi dengan marah. Hal pertama yang dia khawatirkan adalah album fotonya.

"Kamu mengacak-acak barang-barangku? Apa sudah kamu kembalikan ke tempat semula?"

Perhatian orang-orang di sekitar mulai tertuju pada kami.

Seolah-olah dia baru sadar situasinya bisa memalukan, dia berusaha mengendalikan ekspresinya dan mendekatiku.

"Jangan bikin keributan di sini. Aku dan Wanda cuma cinta lama. Sekarang aku sudah berkeluarga dan berkarier. Yang bisa kulakukan cuma berfoto bersamanya untuk menebus penyesalan masa lalu."

Wanda Sutopo.

Baru saat itu aku ingat, Sandi memang pernah punya cinta pertama. Mereka satu kampus. Keduanya belajar bahasa asing dan hampir saja menikah.

Namun, mereka terpaksa berpisah karena keluarga pihak wanita tidak setuju.

Mungkin karena keluarganya memandang rendah Sandi yang saat itu masih miskin.

Saat aku dan Sandi berbicara, Wanda berdiri canggung di sana, tidak tahu harus berbuat apa, lalu memanggil dengan pelan,

"Sandi ...."

Sandi berhenti bicara, melihat hujan di luar, lalu berkata kepadaku,

"Kesehatannya kurang bagus. Aku antar dia pulang dulu. Kamu tunggu di sini, nanti aku kembali. Kita bicara di rumah."

Aku hanya bisa melihat mereka pergi dengan saling menopang, sementara Wanda menatapku dengan sorot mata penuh kemenangan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
9.6
Kehidupan Lara runtuh seketika setelah suaminya, Darren, tega berkhianat dengan Maya, sahabat karibnya sendiri. Hubungan pernikahan mereka pun kandas secara tragis tatkala Darren mendesak perceraian demi bersama selingkuhannya. Kemalangan Lara kian mendalam saat sebuah kecelakaan fatal merenggut calon bayi dalam kandungannya. Kendati berupaya bangkit dan membuka hati untuk lembaran baru, ujian hidup terus datang mendera. Sanggupkah Lara meraih kebahagiaan sejati setelah kehilangan segalanya?
Sampul Novel DESTINY OF LOVE
9.7
Bagi Reyna, impian pernikahan abadi berubah menjadi takdir kelam. Gadis desa yang polos ini harus menelan pil pahit kegagalan rumah tangga sebanyak dua kali dari tiga pernikahannya. Prahara hidupnya dimulai sejak masa kuliah, ketika ia salah mencintai Riko hingga hamil di luar nikah. Walau dipaksa aborsi, Reyna teguh mempertahankan bayinya. Meski akhirnya mereka menikah resmi, hubungan itu hancur dan meninggalkan trauma mendalam pada diri Reyna terhadap pria.
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.6
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Sampul Novel DOKTER FORENSIK
7.9
Akibat penyakitnya, Randa, seorang dokter forensik, kesulitan membedakan kenyataan dan khayalan hingga merasa bisa bicara dengan mayat. Di tengah kondisi ini, ia bimbang memilih antara Evlyn dan Avita. Setelah menjatuhkan pilihan pada Evlyn, Randa tersadar bahwa wanita itu rupanya sudah meninggal tujuh bulan lalu. Kini, saat Avita berjuang menyadarkannya, Randa dihadapkan pada pilihan sulit: tetap terbuai dalam halusinasi atau bangkit menghadapi realitas yang menyakitkan.
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Demi menjauh dari rahasia kelam sang suami, Zanara memilih kabur hingga bertemu Jayme yang mencintainya dengan tulus. Di tengah trauma masa lalu yang membuatnya enggan membuka hati, ia terjerat asmara pelik saat bayang-bayang masa lalunya kembali datang mengancam. Kini, nyawa Marion, putri tunggalnya, berada dalam bahaya besar. Zanara pun terjebak dilema rumit: tetap menutup diri namun kehilangan putrinya, atau bersedia menikah demi bisa melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Mau Dimadu Demi Membalas Suami Peselingkuh
8.3
Fiona Larasati rela melakukan apa saja demi membahagiakan suaminya, mulai dari merawat diri hingga mengurus dapur. Sialnya, pengorbanan itu dibalas dengan pengkhianatan keji saat ia mendapati sang suami berselingkuh dengan iparnya sendiri. Alih-alih membela, ibu mertuanya malah merestui hubungan gelap itu. Merasa hancur dan enggan terus ditindas, Fiona menolak pasrah. Ia kini mulai merancang sebuah rencana balas dendam yang rapi demi menghancurkan hidup mereka.