APKDock Logo
Sampul Novel DOKTER FORENSIK

DOKTER FORENSIK

7.9 / 10.0
Akibat penyakitnya, Randa, seorang dokter forensik, kesulitan membedakan kenyataan dan khayalan hingga merasa bisa bicara dengan mayat. Di tengah kondisi ini, ia bimbang memilih antara Evlyn dan Avita. Setelah menjatuhkan pilihan pada Evlyn, Randa tersadar bahwa wanita itu rupanya sudah meninggal tujuh bulan lalu. Kini, saat Avita berjuang menyadarkannya, Randa dihadapkan pada pilihan sulit: tetap terbuai dalam halusinasi atau bangkit menghadapi realitas yang menyakitkan.

DOKTER FORENSIK Bab 1

Jenazah, seorang wanita dibawa menggunakan keranda. Di bagian kepala, terlihat sobekan luka menganga akibat tertusuk benda tajam. Seorang dokter muda menggunakan pakaian serba putih dan memakai masker, sedang tangannya yang terpasang handscon sibuk menyiapkan jarum dan benang untuk menjahit luka si mayat. Dokter itu, bekerja sendiri. Dia, meminta kepada perawat untuk tidak membantunya.

"Kenapa, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku?"

Seorang dokter forensik yang menangani mayat itu, tidak mengindahkan ucapan sang mayat.

"Kenapa, kamu menyobek bajuku? Apakah, kamu ingin memperkosaku?"

Pertanyaan itu, mengganggu perasaan dokter muda itu. Dia, berusaha tidak berkata apapun tetapi mayat yang tidak berdaya itu terus saja saja mengoceh. Mau tak mau, dia pun menanggapi apa yang dikatakan si mayat.

"Berapa, umurmu?" Dokter itu, mengejutkan si mayat yang sejak tadi selalu mengoceh.

" Umurku, 24 tahun."

"Siapa, namamu?" Dokter itu kembali bertanya.

"Selviana Ratna." Mayat masih terheran, kenapa dokter itu bisa berbicara dengannya.

"Apa yang menyebabkan kepalamu begini?"

"Entahlah, aku sedang mengendarai mobil dan sepertinya, aku tidak sadar menabrak sesuatu." Mayat kembali menjawab

Sebuah jarum, berbentuk kail menusuk kulit si mayat. Dokter itu, menarik menggunakan benang transparan.

"Woh sakit! Sakit sekali!" Mayat mengeluh kesakitan, tetapi ekspresinya hanya di mulut saja tanpa ada reaksi tubuh seperti mengernyitkan kulit ataupun bergerak.

"Kamu, sudah meninggal dunia 4 jam yang lalu."

Si mayat, menjadi terheran. "Tapi kenapa, aku bisa berbicara denganmu?"

"Waktu umurku 14 tahun, aku divonis psikosis oleh dokter karena aku tidak bisa membedakan antara nyata dan tidak nyata. Aku, sudah biasa berkomunikasi dengan orang mati. Sejak kecil, sebagian orang menganggapku gila."

"Tapi, kamu tidak gila kan?"

Tersenyum, dokter forensik itu. Sedang tangannya sejak tadi dengan lihainya menjahit luka yang menganga sampai sebagian luka tertutup.

"Aku, tidak gila. Kalau pun aku gila, sudah pasti aku tidak akan bekerja di tempat ini."

Dari arah depan, terdengar langkah kaki bersama dengan bunyi suara kereta yang ditarik.

"Selamat siang, Dokter Randa," tegur seorang perawat cantik, bersama dua orang kawannya. Mereka datang, membawa mayat seorang laki-laki korban pembunuhan.

"Siang, Evlyn," sahut dokter forensik itu.

"Dok, apa perlu kami dampingi untuk menjahit luka jenazah?" Pertanyaan seperti itu, sangat sering sekali ditanyakan oleh para perawat. Namun, dokter itu lebih sering menolaknya. Apabila, kondisi jenazah yang dibawa hanya mengalami luka-luka sobek kecil. Kecuali luka besar akibat tabrakan atau pembunuhan, barulah Randa minta didampingi.

" Aku, masih bisa mengerjakannya sendiri. Tinggalkan saja jenazah itu! 15 menit lagi, kembalilah kesini bawa semua riwayat kematian jenazah yang laki-laki."

"Baik, Dok."

Tiga orang perawat itu pun, pergi meninggalkan Randa seorang diri mengurus jenazah.

"Aku rasa, perawat tadi menyukaimu."

Randa, kembali tersenyum. " Darimana, kamu mengetahuinya?"

Dia berbicara pada temannya, saat mengantarku ke ruangan ini.

"Semua wanita muda, pasti menyukai lelaki yang sama-sama muda!" sahut Randa, sembari menyuntikkan sebuah suntikan di kepala mayat.

"Aku, masih bisa berbicara denganmu, artinya aku masih hidup kan?" Mayat itu, kembali meyakinkan dirinya.

Tersenyum dokter itu, sembari mengambil kertas surat riwayat kematian dan menunjukkan pada si-wanita bahwa dia sudah meninggal.

"Tapi aku merasa, aku belum mati!" Wanita itu, terus saja menyangkal kematiannya.

"15 menit lagi, perawat akan masuk ke ruangan ini. Jika kamu merasa belum mati, berbicaralah dengannya. Bila dia mendengar ocehanmu, berarti kamu masih hidup. Tapi apabila sebaliknya, dia tidak mendengarmu artinya kamu benar-benar sudah mati. Dan kuharap, kamu tidak menanyakan sesuatu yang dapat mengganggu konsentrasiku," ucap si dokter muda, sembari menoleh ke mayat lelaki yang terus berteriak karena kesakitan.

"Buktinya, lelaki di sana juga mati, tapi aku tidak mendengar suara apa-apa darinya." Mayat wanita itu, masih bersikukuh menganggap dirinya tidak mati.

"Andai, kamu dapat mendengar sepertiku. Sebenarnya, mayat lelaki itu sangat berisik sekali. Kamu, tidak bisa mendengar ocehannya karena kamu sudah meninggal."

15 menit kemudian, dokter itu melihat jarum jam di tangan kanannya. Tidak beberapa lama, datang dua orang perawat masuk ke dalam ruangan.

"Sudah, kamu bawakan riwayat kematiannya?"

"Sudah, Dok."

Dokter itu, memegang riwayat kematian lelaki korban pembunuhan dan mempelajari semua sebab kematiannya.

"Evlyn, kau telanjangi mayat wanita itu. Buka semua pakaiannya, setelah itu bawa ke ruang mayat agar dimandikan oleh Heddy. Pastikan, saat memandikan mayat harus didampingi 2 perawat agar tidak ada lagi kasus pemerkosaan pada mayat. Penyebab kematiannya, sudah kutulis pada kertas di meja. Nanti, kamu salin ke riwayat kematiannya."

"Baik, Dok," ucap Evlyn, perawat cantik yang naksir Dokter Randa.

"Oktav, bantu aku mengurus jenazah laki-laki ini."

Sebuah gunting tajam, menyobek pakaian jenazah lelaki itu. Luka sobek, akibat tebasan pisau membelah bahu kiri.

Randa, mengukur kedalaman luka sobekan akibat tebasan golok.

"Kamu tau, apa penyebab kematian lelaki ini?" tanya Randa, pada Oktav.

"Perkelahian, perebutan warisan. Menurut polisi, korban menyerang terlebih dulu secara membabi buta. Lalu, pelaku berusaha membela diri hingga terjadi duel dan akhirnya korban kalah."

"Tidak! Tidak benar cerita itu! Anak itu yang lebih dahulu menyerangku. Aku, hanya mempertahankan diri!" Jenazah itu, terus berteriak membela diri mengatakan dirinya tidak bersalah. Randa yang mendengar penuturannya, hanya diam saja karena baginya tidak semua mayat harus dia ajak bicara.

"Ukur panjang tubuhnya, lalu kamu catat disini."

"Baik, Dok."

"Setelah itu ukur panjang lukanya, penyebab kematiannya.

Mayat lelaki yang sedang mereka urus itu, terus saja mengeluh. Bila melihat badannya yang besar, tentu tidak pantas jika dia merengek dan menangis seperti anak kecil. Untungnya, hanya Randa saja yang mendengar keluh kesah mayat itu.

"Dokter, kenapa mayat mengeluarkan air mata?" Oktav terkejut, mengira mayat itu masih hidup.

"Itu, normal. Jenazah mengeluarkan air mata itu, akibat dari relaksasi otot menjadi tenang sehingga jaringan-jaringan otot menjadi kendor."

"Owh begitu ya, Dok? Wah, kalau di kampung saya ada mayat begini, mereka pasti heboh karena dianggap aneh."

"Semua yang terjadi itu, semuanya bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan. Itulah pentingnya, edukasi kepada masyarakat agar sesuatu yang aneh tidak menjadi gosip yang bisa menjadi aib bagi keluarga yang tinggalkan."

Lanjut Membaca

Daftar Isi DOKTER FORENSIK

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Nakal Ayah Temanku
8.8
Novel romansa modern ini menyajikan kisah khusus dewasa dengan konflik emosional yang rumit dan menantang. Pembaca diharapkan bijak serta cukup umur saat mengikuti dinamika hubungan yang penuh gejolak di dalamnya. Menampilkan narasi yang berani dan eksplisit, buku ini menuntut kedewasaan sikap untuk memahami setiap ketegangan yang ada. Sebuah pilihan bacaan yang sangat cocok bagi para pencinta literasi romantis matang.
Sampul Novel Love Illussion
9.0
Pasca tenggelam, Chrystal terbangun di tubuh figuran novel, seorang nona muda berkebutuhan khusus. Ia dipaksa menikahi antagonis kejam yang buta bernama Samudra dari Keluarga Leon. Demi kebebasannya, Chrystal berencana mengumpulkan kekayaan lalu melarikan diri sebelum sang suami pulih. Namun, siasatnya hancur berantakan ketika penglihatan Samudra mendadak pulih dan langsung menatapnya tajam tepat di saat ia bersiap pergi.
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker
8.2
Misteri kelam menyelimuti rumah tua berberingin di ujung Dusun Sentani. Teror Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib kian mencekam setelah beberapa warga tewas secara misterius. Saat pulang ke kampung halamannya bersama sang kekasih, Clara justru dihadapkan pada penolakan penduduk serta berbagai kejadian ganjil. Kini, ia terjebak di antara kutukan desa dan rahasia masa lalu. Mampukah Clara membongkar semua kebenaran di balik rumah angker itu?
Sampul Novel Sekretaris Sang Presdir
8.0
Di tengah kepedihan akibat dikhianati kekasihnya, Pijar dipertemukan dengan Elang Bamantara. Hubungan mereka ternyata terikat oleh rahasia masa lalu, meski awalnya dimulai dari situasi yang buruk. Bagi Elang, takdir ini adalah keberuntungan besar, tetapi bagi Pijar, kehadiran sang presdir justru membawa petaka. Pijar tidak punya pilihan selain terus mendampingi Elang. Di bawah bayang-bayang luka lama yang belum sembuh, ia dipaksa bertahan di sisi pria itu.
Sampul Novel Suami Magnetis
8.5
Menjadi sekretaris untuk bos besar rasanya seperti pekerja serabutan. Dari pagi sampai malam, aku harus mengurus semua kebutuhan pribadinya, mulai dari pakaian, sarapan, hingga makan malam. Walau melelahkan, gaji yang sangat besar membuatku bertahan. Namun, situasi mendadak berubah rumit ketika atasan yang penuh daya pikat itu tiba-tiba memintaku untuk mengatur kencan buta bagi dirinya.
Sampul Novel Terjerat Cinta Satu Malam (Gadis Kecilku)
8.2
Dua puluh tahun Mahendra Atmaja menjaga kesetiaan pada mantan istrinya. Namun, prinsip duda berusia 48 tahun ini goyah setelah terjebak di hotel bersama Mauren. Gadis berusia 21 tahun itu terpaksa menerima tugas dari sahabat Mahendra untuk menggoda sang duda demi biaya pengobatan sang adik. Kini, Mauren harus berjuang keras memikat hati pria matang tersebut. Mampukah pesonanya meruntuhkan tembok pertahanan yang telah dibangun Mahendra selama puluhan tahun?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan