APKDock Logo
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

8.6 / 10.0
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.

Dia, Yang Mudah Dihibur Bab 1

Pada hari Idul Adha, aku menyiapkan satu meja penuh hidangan kesukaan Brian.

Namun lagi-lagi, dia tidak datang.

Aku terdiam sejenak, lalu dengan cekatan membuka postingan instagram, orang yang cinta sejati Brian.

[Harus diberi pujian! Aku baru bilang lampu rusak, dia langsung meninggalkan pacarnya demi datang ke sini.]

[Tolong pertahankan sifat yang lebih mementingkan teman daripada pacar.]

Fotonya memperlihatkan Brian yang sedang berdiri di atas bangku, mendongak untuk mengganti lampu.

Dia menopang kaki Brian dengan kedua tangan, wajahnya tanpa sengaja menyapu bagian paling sensitifnya.

Brian tidak menghindar, malah menyunggingkan senyuman samar.

Pemandangan itu begitu menusuk mata, tapi aku tidak lagi menangis ataupun marah.

Aku hanya dengan tenang memberi tanda suka, lalu mengajukan putus dengannya.

Brian tidak percaya sama sekali.

“Paling hanya mengambek saja, cuekin saja beberapa hari. Nanti aku hanya perlu ulurin tangan saja, dia pasti bakal luluh lagi.”

Namun, Brian tidak tahu, aku bisa begitu mudah luluh dulunya, karena aku mencintainya.

Mulai sekarang, dia tidak akan pernah bisa membujukku lagi.

Pesan putus itu terkirim, tapi tenggelam tanpa balasan.

Sebaliknya, malah Cindy yang mengirimkan sebuah video.

Di dalam ruang VIP yang ramai, teman-teman Brian menertawakan.

“Mutia sudah mengejarmu selama tujuh tahun, berani-beraninya minta putus? Jangan-jangan dia serius, loh?”

Sambil memotong kue mangga, Brian menjawab dengan santai, “Paling hanya mengambek saja, sengaja memancing aku untuk pulang.”

“Padahal setelah ganti lampu, aku memang mau pulang, tapi semakin dia begitu, semakin nggak akan kuturutin.”

“Cuekin saja beberapa hari dulu.”

Sambil bicara, Brian menyuapkan kue itu ke mulut Cindy, “Ini produk baru dari Elise, Cobain dulu, lihat suka nggak?”

Teman-temannya langsung bersorak menggoda.

“Lagipula Mutia hanya pengganti, langsung diputuskan saja.”

“Sekarang pemeran aslinya sudah kembali, kalian nggak kepikiran mau berpacaran saja?”

“Iya, Cindy, selama ini hanya ada kamu di hati Bang Brian.”

Brian tidak menjawab, hanya menatap Cindy dengan sorot mata yang lembut.

“Apa yang kalian bicarakan? Aku dan Brian itu teman baik, persahabatan yang murni.”

Cindy pura-pura terkejut, lalu dengan manja menepuk lengan Brian.

“Cepat pulang dan hibur pacarmu. Kalau nggak, aku bakalan susah menjelaskan nanti.”

Tatapan Brian tampak sedikit kecewa, suaranya terdengar berat, “Tenang saja, aku hanya perlu ulurin tangan saja, dia pasti langsung luluh.”

Aku menonton video itu dengan tanpa ekspresi. Padahal sudah berniat melepaskan, tetap saja hatiku terasa getir.

Bagaimanapun juga, Brian adalah orang yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama dan sudah kucintai selama tujuh tahun lamanya.

Di hari Idul Adha saat semester satu perkuliahan, aku mengungkapkan perasaan padanya.

Aku tahu dia itu pria idola di kampus yang sudah menolak banyak sekali perempuan.

Aku menyatakan cinta hanya agar tidak meninggalkan penyesalan.

Namun malam itu, di bawah sinar bulan, dia menatap wajahku lama sekali, lalu tiba-tiba mengacak rambutku dan berkata, “Bodoh, seharusnya aku yang mengungkapkan perasaan duluan.”

“Kamu mau nggak jadi pacarku?”

Aku pikir diriku akan selamanya mengingat detak jantung dan kebahagiaan yang kurasakan saat itu.

Sampai suatu hari dia menciumku, lalu di tengah gairah, dia memanggil nama ‘Cindy’.

Tubuhku langsung membeku.

Itulah pertama kalinya kami perang dingin.

Tiga hari kemudian, dia datang dengan membawa kue kecil, “Itu hanya perempuan yang dulu pernah kusukai diam-diam, hanya sebatas itu.”

Melihat lingkar hitam di matanya, hatiku pun luluh dan memaafkannya.

Waktu itu aku yakin, Cindy tidak akan bisa menggoyahkan hubungan kami.

Dia hanyalah orang yang cinta sejati Brian di masa mudanya, masa lalu yang bahkan tak pernah dimulai.

Sedangkan aku adalah pacarnya, masa kini dan sekaligus masa depannya.

Selama empat tahun kuliah, aku mencintainya sepenuh hati. Setelah lulus, aku bahkan mengikutinya pindah ke kota asing ini, meski harus berpisah dari keluarga.

Brian juga memperlakukanku dengan baik.

Saat Toko Kue Elise yang viral merilis menu baru, Brian bakal langsung membelikannya untukku.

Dia bakal dengan sabar mengeringkan rambut panjangku dan memijat perutku semalaman saat datang bulan.

Tanpa banyak kata-kata manis, tapi penuh dengan kehangatan yang sederhana.

Aku pernah yakin, kami akan berjalan dari masa kampus hingga ke pelaminan, bersama seumur hidup.

Hingga setengah tahun lalu, Cindy pulang dari luar negeri.

Dengan lantang, Cindy berkata, “Kamu benar-benar mencari pacar yang mirip denganku, ya.”

Sedikit demi sedikit, kebenaran yang kejam menghancurkan duniaku.

Ternyata, pengungkapan cintanya dulu hanya karena ingin menebus penyesalan saat Cindy tidak menerimanya.

Ternyata kue yang selalu dibeli itu adalah merek kesukaan Cindy.

Ternyata semua perhatian dan sikap manisnya hanyalah bayangan pacar ideal yang diinginkan Cindy.

Dia hanya menggunakan aku untuk menemaninya melewati kesepiannya, sekaligus tempat dia berlatih menjadi sosok sempurna di hadapan Cindy.

Aku teringat janjinya dulu.

“Mutia, setelah bersama tujuh tahun, kita menikah saja.”

“Kamu sudah meninggalkan kampung halaman demi aku, setiap hari Idul Adha berikutnya, aku pasti ada di sampingmu.”

Dan hari raya kali ini adalah tepat tujuh tahun kami bersama.

Dan jelas, dia sudah lupa.

Baguslah kalau dia sudah lupa.

Karena aku juga akan pulang untuk menikah atas perjodohan keluarga.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dia, Yang Mudah Dihibur

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisi besarnya, William, putra seorang bos mafia kejam, siap melakukan apa saja. Namun, sebuah pengkhianatan merenggut nyawa sang ayah, Ferdinand. Rosemary yang merupakan istri Ferdinand akhirnya mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah duka, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi oleh seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhir menyelesaikan segalanya.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan