APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 4

Sebenarnya, aku pernah menanyakan pertanyaan yang sama sekali. Pada saat itu, aku baru masuk SMP kelas 3. Itu adalah tahun belajar yang sangat intens.

Ibu jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan puluhan juta. Demi meringankan bebannya, aku tidak berhenti mengikuti lomba di berbagai kota untuk memenangkan hadiah. Setelah itu, aku juga bolak-balik antara sekolah dan rumah sakit untuk menjaganya. Aku pun menjadi sangat kurus karena kelelahan.

Ibu juga sepertinya terharu dan tersenyum padaku untuk yang pertama kalinya. Saat bertemu dengan tetangga, dia akan memujiku dan mengatakan aku sangat berbakti. Aku yang berdiri di belakangnya menarik lengan bajunya dengan hati-hati sambil tersenyum malu nan bahagia.

Itu adalah pertama kalinya aku merasa aku bisa mendekati Ibu, juga mendapatkan sedikit rasa sayang dan kelembutannya dengan usahaku. Semuanya juga terasa seperti perlahan-lahan berkembang ke arah yang baik.

Sampai sore hari itu, Jessica memeluk celengannya yang terbuka, lalu berjalan ke hadapanku dan berkata sambil menangis, “Kak, aku ngerti kamu perhatian sama Ibu. Aku bahkan bisa memberimu semua uang jajanku. Tapi kenapa setelah mengambil uangku, kamu bohongi Ibu itu uang yang kamu menangkan dari lomba?”

Aku langsung menoleh ke arah Ibu. Sinar matahari yang masuk dari jendela menerangi sepasang mata ibu yang sudah memiliki kerutan halus. Kemudian, aku melihat mata yang awalnya memandangku dengan lembut itu perlahan-lahan berubah menjadi dingin seperti biasa.

“Bukan begitu. Ibu, aku nggak ambil uang Jessica ....” Aku pun spontan panik dan hanya berpikiran untuk menjelaskannya. Namun, sebelum sempat melakukannya ....

“Plak!” Suara tamparan yang nyaring memenuhi seluruh ruangan.

Ibu memandangku dengan penuh kebencian dan berkata, “Kamu memang jahat! Kenapa aku bisa melahirkan anak sepertimu!”

Setelah ibu pergi, aku menatap Jessica dengan berlinang air mata dan bertanya, “Kenapa kamu fitnah aku?”

Setelah memastikan Ibu sudah masuk ke kamar, dia akhirnya menunjukkan sifat aslinya. Dia yang baru genap berumur 10 tahun masih tetap tersenyum. Namun, kata-kata yang diucapkannya sangat menyakitkan.

“Kamu itu cuma anak kasihan yang nggak disayang. Mau nyenangin Ibu? Jangan mimpi! Karena kelahiranmu, Kakak baru mati dan Ayah cerai sama Ibu!” Dia menatapku sambil menggertakkan giginya, “Janice, orang pembawa sial sepertimu nggak seharusnya hidup!”

Malam itu, rasa sakit hati dan kebingungan merajalela dalam hatiku. Aku menggunakan jangka untuk menusuk pergelanganku beberapa kali. Namun, bahkan rasa sakit seperti itu juga tidak mampu menyelamatkanku dari jurang putus asa dan kegelisahan.

Pada akhirnya, aku masuk ke kamar Ibu dan bertanya, “Ibu, kalau kamu nggak sayang sama aku, untuk apa kamu melahirkanku?”

Dia memejamkan matanya tanpa menjawab. Namun, aku tahu dia belum tidur. Saat aku masih hidup, dia tidak sudi memberiku jawabannya. Setelah aku mati, dia tidak dapat mendengar pertanyaanku dan lebih tidak mungkin menjawabnya lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Misteri Desa Purnama
8.8
Niat Aldi melepas penat kuliah di Desa Purnama yang sunyi berujung petaka. Kedatangannya di sana justru membangkitkan kekuatan supranatural misterius dari dalam dirinya. Kini, ia terjebak di tengah rentetan teror gaib mencekam yang berada di luar nalar manusia. Akankah Aldi berhasil selamat dari ancaman mistis di desa terpencil tersebut, ataukah perjalanan liburan ini akan selamanya menjadi mimpi buruk yang tiada akhir?
Sampul Novel RAHASIA IBU MERTUAKU
8.6
Keluarga suamiku menyimpan misteri kelam yang sangat menakutkan. Aku selalu merasa terancam setiap kali berhadapan dengan ibu mertua. Tatapan matanya yang liar serta bunyi kecapan aneh dari mulutnya selalu membuatku bergidik ngeri. Ketakutanku kian memuncak saat ia menyadari bahwa waktu persalinanku sudah sangat dekat. Di tengah kondisi fisikku yang rapuh, aku merasa keselamatanku terancam oleh rahasia besar yang ia sembunyikan dariku selama ini.
Sampul Novel Tabir Misteri di Sekolah
8.4
Setahun pascatragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang siswi di SMA Permadani Putih, kasus pemerkosaan serta pembunuhan kejam itu masih mandek tanpa titik terang. Di tengah kemerosotan disiplin sekolah dan sikap masa bodoh pihak berwenang yang sengaja bungkam, Gara tak tinggal diam. Demi menuntut keadilan bagi mendiang adiknya, ia bertekad membongkar misteri kelam ini. Sanggupkah Gara menguak konspirasi besar tersebut dan menyeret pelaku ke pengadilan?