APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 5

Seminggu kemudian, pihak polisi akhirnya mendapatkan hasil laporan DNA-ku. Saat mereka menelepon Ibu, dia sedang memasakkan sarapan untuk Jessica.

Aku berdiri di samping dengan ekspresi datar dan melihatnya menghidangkan sarapan yang dibuatnya dengan sepenuh hati ke meja. Sebab, Jessica sangat mementingkan detail kecil dalam hidup seperti ini.

“Kak Sarah, hasil laporan DNA korban sudah keluar. Dia itu seorang wanita dewasa yang baru genap 20 tahun. Sebelum mati, dia mengalami penyiksaan yang kejam. Dia mengalami lebih dari 30 patah tulang dan lebih dari 20 luka tusukan. Semua luka ini dideritanya sebelum tewas.”

Ibu pun tertegun. Gerakannya yang sedang menghangatkan susu juga terhenti. Dia merespons secara refleks, “Benarkah? Pembunuh itu benar-benar kejam.”

“Makanya. Sekarang, kami cuma harap bisa temukan pelakunya supaya bisa tegakkan keadilan untuk korban.”

“Aku mengerti. Nanti, aku akan ke sana untuk gambar sketsanya,” jawab Ibu. Kemudian, dia menuang susu hangat itu ke gelas milik Jessica. Dia juga tidak lupa meletakkan sendok kartun favorit Jessica di samping. Setelah melakukan semua ini, dia pun berjalan ke arah kamar Jessica dan hendak membangunkannya untuk sarapan.

“Oke, Kak Sarah. Kami tunggu kamu di kantor polisi.”

Tepat pada saat orang itu hendak memutuskan sambungan telepon, Ibu akhirnya teringat sesuatu dan berseru, “Tunggu!”

“Ada apa, Kak Sarah?”

Setelah ragu sejenak, Ibu bertanya, “Siapa nama korbannya?”

Ibu tiba-tiba terlihat agak gugup. Matanya juga menunjukkan kekhawatiran dan kegelisahan yang jelas. Aku menatapnya dalam diam, tetapi juga merasa agak penasaran bagaimana ekspresinya begitu mengetahui faktanya.

Apa dia akan terkejut? Apa dia akan menyesal, lalu menangis pilu dan meminta maaf padaku? Apa ... setelah tahu aku mati, dia bisa membagikan sedikit kasih sayangnya padaku?

Saat berbagai macam pemikiran itu berkecamuk dalam benakku, orang di ujung telepon menjawab, “Coba kulihat. Nama korban itu ... Janice Hernanda.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Misteri Desa Purnama
8.8
Niat Aldi melepas penat kuliah di Desa Purnama yang sunyi berujung petaka. Kedatangannya di sana justru membangkitkan kekuatan supranatural misterius dari dalam dirinya. Kini, ia terjebak di tengah rentetan teror gaib mencekam yang berada di luar nalar manusia. Akankah Aldi berhasil selamat dari ancaman mistis di desa terpencil tersebut, ataukah perjalanan liburan ini akan selamanya menjadi mimpi buruk yang tiada akhir?
Sampul Novel RAHASIA IBU MERTUAKU
8.6
Keluarga suamiku menyimpan misteri kelam yang sangat menakutkan. Aku selalu merasa terancam setiap kali berhadapan dengan ibu mertua. Tatapan matanya yang liar serta bunyi kecapan aneh dari mulutnya selalu membuatku bergidik ngeri. Ketakutanku kian memuncak saat ia menyadari bahwa waktu persalinanku sudah sangat dekat. Di tengah kondisi fisikku yang rapuh, aku merasa keselamatanku terancam oleh rahasia besar yang ia sembunyikan dariku selama ini.
Sampul Novel Tabir Misteri di Sekolah
8.4
Setahun pascatragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang siswi di SMA Permadani Putih, kasus pemerkosaan serta pembunuhan kejam itu masih mandek tanpa titik terang. Di tengah kemerosotan disiplin sekolah dan sikap masa bodoh pihak berwenang yang sengaja bungkam, Gara tak tinggal diam. Demi menuntut keadilan bagi mendiang adiknya, ia bertekad membongkar misteri kelam ini. Sanggupkah Gara menguak konspirasi besar tersebut dan menyeret pelaku ke pengadilan?