APKDock Logo
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

9.2 / 10.0
Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku Bab 1

Ibuku adalah seorang seniman forensik yang paling andal di kantor polisi. Dia tegas, berintegritas, dan sangat membenci kejahatan. 

Namun, ketika menerima telepon darurat dariku, dia malah menegurku dengan tegas, “Kamu jelas-jelas tahu ini hari ulang tahun adikmu yang baru mencapai usia dewasa, tapi kamu malah mau pakai trik kotor ini untuk merusak suasana! Kalau kamu benar-benar diculik, biar saja penculik itu membunuhmu!”

Dia yakin bahwa ini hanyalah lelucon dan menolak datang ke kantor polisi untuk membuat sketsa. Akhirnya, dia melewatkan kesempatan terbaik untuk menyelamatkanku dan aku disiksa hingga mati.

Setelah laporan tes DNA keluar, dia bergegas pergi ke tempat kejadian dengan langkah yang goyah. Berdasarkan tulang-tulangku, dia mulai menggambar sketsaku dengan tangan yang gemetar.

“Ini nggak mungkin adalah Janice! Aku pasti salah gambar!”

Namun, tidak peduli berapa kali dia menggambar, sketsa yang dihasilkannya menampilkan dengan jelas wajahku saat aku meninggal. Ibuku yang selalu membenciku akhirnya meneteskan air mata.

Aku sudah mati. Pakaian bagus yang kukenakan diganti dengan pakaian compang-camping pengemis yang terlalu longgar untukku. Wajahku juga sudah hancur akibat sayatan pisau.

Arwahku melayang di udara dan ditarik kembali ke rumah oleh daya tarik yang kuat. Di ruang tamu, Ibu mendorong sebuah kotak kado besar ke hadapan Jessica dengan susah payah. Kotak kado itu berisi hadiah yang dipersiapkannya dengan sepennuh hati. Nilai semua barang itu tidaklah murah.

Namun, di hari aku mencapai usia dewasa, Ibu bahkan tidak mengucapkan sepatah kata selamat kepadaku. Selama ini, kata-kata yang paling sering diucapkannya padaku adalah, “Kenapa yang mati waktu itu bukan kamu?”

Saat lahir, aku sangat sehat, tetapi kakak kembarku malah tidak dapat bertahan hingga 24 jam. Dokter berkata janin tidak berkembang dengan baik di dalam kandungan sehingga menyebabkan kegagalan organ.

Seorang wanita tua yang berada di ranjang pasien samping menceritakan pengalamannya.

“Bayi perempuanmu yang rebut nutrisi bayi laki-lakimu. Sepanjang jadi bidan di desa selama ini, aku sudah sering ketemu hal kayak begini. Bayi perempuan seperti ini sangat kuat.” Dia mendekat untuk melirikku, lalu tertawa dan melanjutkan, “Lihat putrimu ini. Cantik banget! Putih dan gemuk lagi!”

Ibuku yang bersandar di tempat tidur pun menatapku dengan penuh kebencian yang bercampur dengan kebingungan.

Sementara itu, ayahku langsung murka begitu mendengar hal ini. Dia mengatakan tidak bisa menerima pukulan ini dan bersikeras mau bercerai dengan Ibu. Dia yakin bahwa aku adalah pembawa sial dan akan memengaruhi bisnisnya jika berada di sisinya.

Sejak saat itu, aku pun dilabeli dengan kata “malapetaka” dan “pembawa sial”.

“Ibu, kenapa Kakak masih belum pulang semalam ini? Apa mungkin dia benar-benar diculik?”

Suara Jessica yang bertanya dengan hati-hati menyadarkanku dari lamunanku.

Saat mendengar namaku, Ibu langsung terlihat kesal. Bahkan ada sedikit kebencian yang menghiasi wajahnya. Dia menjawab, “Omongan orang yang suka bohong sepertinya mana bisa dipercaya? Mana mungkin ada penculik yang sudah menculiknya, tapi nggak minta uang. Dia cuma mau aku ke sana dan merusak acaramu. Dasar anak berhati jahat!”

Aku pun tercengang. Ucapan Ibu bagaikan pisau yang menancap di hatiku. Pada saat diculik, aku juga mengira penculiknya menginginkan uang. Namun, dia hanya menekan pisaunya ke leherku dengan sekujur tubuh yang gemetar dan menyuruhku menelepon Ibu.

Setelah yakin Ibu tidak akan datang untuk menyelamatkanku, pria itu tiba-tiba murka. Dia mengambil pipa baja dari samping dan tidak berhenti menghantam kepalaku. Saat aku masih sadarkan diri, dia menggunakan pisaunya untuk mencongkel satu per satu kukuku.

Pada akhirnya, dia juga menggores wajahku hingga rusak. Setelah meninggalkan luka di sekujur tubuhku, dia mencari pakaian pengemis dan menukarnya dengan baju yang kukenakan. Aku tidak akan melupakan apa yang dikatakannya sebelum aku sepenuhnya kehilangan kesadaranku.

Dia menancapkan pisaunya ke jantungku dan berkata, “Punya keluarga, tapi malah nggak disayang. Kamu bahkan nggak sebanding dengan pengemis.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Balas Dendam Istri yang Teraniaya
8.0
Kehidupan pernikahan tokoh utama hancur akibat tuduhan kemandulan dan hinaan konstan dari ibu mertuanya. Di balik punggungnya, sebuah konspirasi keluarga yang kejam sedang berjalan. Sang mertua diam-diam membujuk suaminya untuk mengkhianati pernikahan mereka dengan berselingkuh. Pengkhianatan ini bahkan membuahkan seorang anak dari wanita lain, memicu misteri dan konflik domestik yang mendalam saat kebenaran tentang rencana busuk mertua dan suaminya mulai terungkap secara perlahan.
Sampul Novel Kata Cinta Membuat Sakit Hati
7.9
Hamil empat bulan tidak membuat suami dokterku memprioritaskanku. Enam belas kali dia membatalkan pengurusan surat nikah kami demi menolong perawatnya, mulai dari membelikan pembalut hingga menjaganya di rumah sakit saat berbohong padaku. Muak dengan pengkhianatan ini, aku memutuskan untuk menggugurkan kandungan dan pergi meninggalkannya ke luar negeri. Namun, setelah kehilangan segalanya, pria itu justru menyusulku ke luar negeri demi memohon maaf atas segala kesalahannya.
Sampul Novel Mengejar Cinta Mantan Istriku
8.1
Setelah tersadar dari koma yang begitu lama, Sean harus menerima kenyataan bahwa rumah tangganya dengan Inara telah kandas. Curiga akan adanya rahasia krusial yang disimpan Inara selama dirinya tidak berdaya, Sean enggan menyerah pada keadaan. Ia pun bertekad meluncurkan perjuangan besar untuk merebut kembali cinta sang mantan istri yang kini mendingin. Mampukah keteguhan hati Sean mengikis habis keraguan Inara dan merajut kembali biduk pernikahan mereka yang sempat hancur?
Sampul Novel Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+
8.6
Demi memperbaiki taraf hidup neneknya, Nada, siswi SMA, rela mengambil pekerjaan tidak biasa untuk menyusui Daffa yang sedang lumpuh. Interaksi ini terus berjalan sampai fisik Daffa pulih total. Begitu tugasnya selesai dan Nada hendak melangkah pergi, Daffa justru menolak melepaskannya. Rupanya, pemuda itu telah terobsesi dan kecanduan pada sosok Nada. Akankah Nada berhasil meloloskan diri, atau justru terperangkap selamanya dalam jerat Daffa?
Sampul Novel PROMISE (Janji Cinta di SMA)
8.0
Sejak SMA, Chelia memendam cinta pada Varo. Kisah mereka tertunda akibat penolakan sebuah kado jam tangan. Varo berjanji akan menerima hadiah itu jika mereka bersua kembali empat tahun lagi. Namun, takdir justru mempertemukan mereka sebagai kakak dan adik ipar. Di tengah perasaan yang masih membara, Chelia dipaksa mengubur rapat cintanya demi keutuhan keluarga. Sanggupkah ia merelakan sosok pria yang telah sekian lama ia nantikan kehadirannya?
Sampul Novel Sosok Teman Khayalan
9.7
Sikap aneh teman sebangku dan pengucilan tiba-tiba dari seluruh sekolah membuat seorang murid kebingungan. Saat didesak untuk menjelaskan alasan di balik aksi menjauh tersebut, sang teman justru menunjukkan ketakutan luar biasa sebelum akhirnya memutuskan pindah ke kelas reguler. Enggan membiarkan misteri ini menggantung, ia menyusul ke kelas baru tersebut demi menuntut jawaban. Namun, kehadirannya justru memicu histeria dan permohonan putus asa agar dirinya tidak pernah dicari lagi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan